H.R. Bukhari: 2567 – Tentang Wakaf Tanah

Di atas tanah milik siapakah masjid Nabawi dibangun?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 2567

عَنْ أَنَس بْن مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ أَمَرَ بِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ وَقَالَ:

يَا بَنِي النَّجَّارِ ثَامِنُونِي بِحَائِطِكُمْ هَذَا. قَالُوا: لاَ وَاللَّهِ لاَ نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلاَّ إِلَى اللَّهِ.

 

Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu: Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau memerintahkan untuk membangun masjid (Nabawi), beliau bersabda:

Wahai Bani al-Najjar, tentukanlah harganya (juallah) kepadaku kebun-kebun kalian ini. Mereka berkata: Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta imbalan kecuali kepada Allah.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid adalah hal yang sangat terpuji. Pada awal masa setelah Rasulullah ﷺ hijrah, beliau meminta bani al-Najjar menjual tanah mereka untuk pembangunan masjid, namun mereka menolak dibayar dan mengatakan bahwa mereka hanya meminta imbalan dari Allah semata.

Dengan begitu mereka telah mewakafkan tanah mereka lillahi ta’ala, dan hingga hari ini pahala mereka terus mengalir setiap kali ada orang yang beribadah di atas tanah mereka tersebut.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim