HR. Bukhari: 6611 – Tentang Wajibnya Mendengar Dan Taat Pada Pemimpin

Mendengar dan mentaati pemimpin, apa hukumnya?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 6611

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ. فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ.

 

Dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda:

Mendengar dan taat adalah wajib bagi setiap muslim, baik dalam hal yang ia sukai maupun yang tidak ia sukai, selama ia tidak diperintahkan melakukan kemaksiatan.
Adapun jika ia diperintahkan melakukan maksiat, maka tidak ada (kewajiban) mendengar maupun menaati.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Hukum mendengar dan mentaati pemimpin adalah wajib. Sebagaimana juga disebut dalam al-Quran, Allah berfirman: Dan taatilah Allah dan taatilah Rasul dan pemimpin dari kalian. Umat Islam diperintahkan untuk senantiasa menaati pemimpin, selama bukan dalam kemaksiatan. Karena tidak diperkenankan ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta