Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Ucapan Selamat Hari Raya

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.

Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, “Dari Jubair bin Nufair, beliau mengatakan, Dahulu, apabila para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan: (ucapan di atas).” (Sanadnya hasan. Fathul Bari, 2:446).

Ibnu Aqil menyebutkan beberapa riwayat. Di antaranya dari Muhammad bin Ziyad, beliau mengatakan, “Saya pernah bersama Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu dan beberapa sahabat lainnya. Setelah pulang dari shalat id, mereka saling memberikan ucapan: (ucapan di atas).” (Al-Mughni, 2:250. As-Suyuthi mengatakan, “Sanadnya hasan.”).

Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya: (ucapan di atas), atau “Ghafarallaahu lana wa laka.” Beliau menjawab, “Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.” (At-Taj wal Iklil, 2:301).

Ibnu Habib menjelaskan maksud ucapan Imam Malik, “Maksud beliau, saya tidak menganggapnya sebagai sunnah dan saya tidak mengingkari orang yang mengucapkannya, karena ucapan itu isinya baik, mengandung doa…” (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244).

Syekh Asy-Syabibi mengatakan, “Bahkan, wajib mengucapkan ucapan selamat ketika hari raya, jika tidak mengucapkan kalimat ini menyebabkan permusuhan dan terputusnya hubungan sesama…” (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244).

Ibnu Habib mengatakan, “Yang semisal dengan ini adalah ucapan sebagian orang ketika id, ‘Iid Mubaarak’ (Id yang diberkahi), ‘Ahyaakum’ (Semoga Allah memberi keselamatan bagimu), dan semisalnya. Tidak diragukan, bahwa ini semua diperbolehkan.” (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244).

Syaikhul Islam mengatakan, sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, “Ucapan selamat di hari raya antara satu sama lain setelah shalat id (seperti: (ucapan di atas) atau ‘ahalallaahu ‘alaika’ dan semacamnya) maka ucapan ini diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa mereka melakukannya. Sebagian ulama, seperti Imam Ahmad dan yang lainnya, juga memberi keringanan…” (Majmu’ Fatawa, 5:430).

Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak mengapa hukumnya bila seseorang mengucapkan kepada saudaranya saat Idul Fitri: (ucapan di atas).” Demikian yang dinukil Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya sebagaimana banyak diucapkan oleh orang-orang? Seperti ‘Indaka Mubarak (semoga engkau memperoleh barakah di hari Idul Fitri) dan ucapan yang senada. Apakah hal ini memiliki dasar hukum syariat ataukah tidak? Jika memiliki dasar hukum syariat bagaimana seharusnya ucapan yang benar?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Adapun hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya yang diucapkan satu dengan yang lainnya ketika selesai shalat ied seperti ‘Taqabbalallaahu minnaa wa minkum, wa ahalahullaahu ‘alaik’
(Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu),
dan yang semisalnya, telah diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwasanya mereka melakukannya dan para imam memberi keringanan perbuatan ini seperti Imam Ahmad dan yang lainnya.

Akan tetapi Imam Ahmad berkata,
“Aku tidak akan memulai mengucapkan selamat kepada siapa pun. Namun jika ada orang yang memberi selamat kepadaku akan kujawab. Karena menjawab tahiyyah (penghormatan) adalah wajib. Adapun memulai mengucapkan selamat kepada orang lain maka bukanlah bagian dari sunnah yang dianjurkan dan bukan pula sesuatu yang dilarang dalam syariat. Barangsiapa yang melakukannya maka ia memiliki qudwah (teladan) dan orang yang meninggalkan pun juga memiliki qudwah (teladan). Wallahu a’lam. (Al-Fatawa Al-Kubra, 2/228).

Syaikh Ibnu Ustaimin ditanya, “Apa hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya? Apakah ada bentuk ucapan tertentu?” Beliau rahimahullah menjawab, “Hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya adalah boleh dan tidak ada bentuk ucapan tertentu yang dikhususkan. Karena (hukum asal-pen) setiap adat kebiasaan yang dilakukan orang itu boleh selama bukan perbuatan dosa.”

Dalam kesempatan lain beliau rahimahullah juga ditanya, “Apa hukum berjabat tangan, berpelukan dan saling mengucapkan selamat hari raya ketika selesai shalat ied?”
Beliau rahimahullah menjawab,
“Hukum semua perbuatan ini tidaklah mengapa. Karena orang yang melakukanya tidak bermaksud untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Melainkan hanya sekedar melakukan adat dan tradisi, saling memuliakan dan menghormati. Karena selama adat tersebut tidak bertentangan dengan syariat maka hukumnya boleh.”
(Majmu’Fatawa Ibni Utsaimin, 16/ 208-210).

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/ucapan-selamat-idul-fitri dan http://muslimah.or.id/fikih/ucapan-selamat-di-hari-raya.html

Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video

Video Pembahasan


Load More

Wali Allah

Apa itu Wali Allah? Walī , dalam bahasa Arab berarti adalah ‘seseorang yang dipercaya’ atau ‘pelindung’, makna secara umum menjadi ‘Teman Allah’ dalam kalimat walīyu ‘llāh. Al Qur’an menjelaskan Waliallah memiliki arti orang yang beriman dan bertakwa. “Ingatlah sesungguh wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan … • Waliallah

Al Malik

Apa itu Al Malik? Allah itu Al-Malik ◀ Allah itu Al-Malik yang memiliki makna atau Yang Maha Merajai atau Raja dari segala raja. Allah adalah Raja penguasa alam semesta, Dialah yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi. Lalu bagaimana cara kita untuk meneladani sifat Al-Malik ini? caranya adalah cukup kita menjadi ‘raja’ bagi diri kita sendiri. K … • Al-Malik

mukena

Apa itu mukena? mu.ke.na kain selubung berjahit untuk menutup aurat wanita Islam pada waktu salat; telekung … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman & beramal salih bahwasanya mereka akan mendapatkan balasan berupa surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
QS. Al-Baqarah [2]: 25

“Dan sesungguhnya,
Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad & bersabar di antara kamu…”
QS. Muhammad [47]: 31

Katakanlah:
“Dialah Yang menciptakan kamu & menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan & hati”.
(Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

QS. Al-Mulk [67]: 23

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 48

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus

ijmak

Apa itu ijmak? ij.mak kesesuaian pendapat dari para ulama mengenai suatu hal atau peristiwa … • ijma’

Zakat

Apa itu Zakat? za.kat jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak; salah satu rukun Islam yang mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik Zakat dalam segi isti … •

tanfiziah

Apa itu tanfiziah? tan.fi.zi.ah eksekutif; muktamar partai yang berdasarkan Islam itu memilih kembali ketua tanfiziah yang lama untuk periode 2000-2005 … •

Jahiliyah

Apa itu Jahiliyah? Jahiliyah adalah konsep dalam agama Islam yang menunjukkan masa di mana penduduk Mekkah berada dalam ketidaktahuan . Akar istilah jahiliyyah adalah bentuk kata kerja I pada kata jahala, yang memiliki arti menjadi bodoh, bodoh, bersikap dengan bodoh atau tidak peduli. Kemudian dalam syariat Islam memiliki arti “ketida … • Jahiliah, Jahiliyyah

Hudzaifah bin al-Yaman

Siapa itu Hudzaifah bin al-Yaman? Hudzaifah bin al-Yaman dengan julukan Abu Abdillah adalah sahabat Nabi Muhammad yang juga dikenal dengan julukan Pemegang Rahasia Rasul. Biografi Ia dilahirkan di Madinah dari ayah yang bernama Husail bin Jabir Al ‘Absi Al-Yamani yang berasal dari Makkah dan ibu yang dibesarkan di Madinah … • Hudhayfah ibn al-Yaman, Hudzaifah bin al Yaman, Huzaifah, Hudzaifah

Al-Muzzammil

Apa itu Al-Muzzammil? Surah Al-Muzzammil adalah surah ke-73 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 20 ayat. Dinamakan Al Muzzammil yang berarti “Orang yang berselimut” di ambil dari kata Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan orang yang berselimut ialah Nabi Muhammad ﷺ.