Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 62 [QS. 10:62]

اَلَاۤ اِنَّ اَوۡلِیَآءَ اللّٰہِ لَا خَوۡفٌ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا ہُمۡ یَحۡزَنُوۡنَ
Alaa inna auliyaa-allahi laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuun(a);
Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
―QS. Yunus [10]: 62

Daftar isi

Unquestionably, (for) the allies of Allah there will be no fear concerning them, nor will they grieve
― Chapter 10. Surah Yunus [verse 62]

أَلَآ ingatlah

No doubt!
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
أَوْلِيَآءَ waliwali

(the) friends
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
لَا tidak ada

(there will be) no
خَوْفٌ khawatir

fear
عَلَيْهِمْ atas mereka

upon then
وَلَا dan tidak

and not
هُمْ mereka

they
يَحْزَنُونَ mereka bersedih hati

will grieve.

Tafsir

Alquran

Surah Yunus
10:62

Tafsir QS. Yunus (10) : 62. Oleh Kementrian Agama RI


Di ayat ini, Allah mengarahkan perhatian kaum Muslimin agar mereka mempunyai kesadaran penuh, bahwa sesungguhnya waliwali Allah, tidak akan merasakan kekhawatiran dan gundah hati.


Waliwali Allah dalam ayat ini ialah orang-orang yang beriman dan bertakwa, sebagai sebutan bagi orang-orang yang membela agama Allah dan orang-orang yang menegakkan hukumhukum-Nya di tengah-tengah masyarakat, dan sebagai lawan kata dari orang-orang yang memusuhi agama-Nya, seperti orang-orang musyrik dan orang kafir (lihat tafsir Surah al-Anam:
51-55).


Dikatakan tidak ada rasa takut bagi mereka, karena mereka yakin bahwa janji Allah pasti akan datang, dan pertolongan-Nya tentu akan tiba, serta petunjuk-Nya tentu membimbing mereka ke jalan yang lurus.
Dan apabila ada bencana menimpa mereka, mereka tetap sabar menghadapi dan mengatasinya dengan penuh ketabahan dan tawakal kepada Allah.

(lihat tafsir Surah al-Baqarah [2]: 249).


Hati mereka tidak pula gundah, karena mereka telah meyakini dan rela bahwa segala sesuatu yang terjadi di bawah hukumhukum Allah berada dalam genggaman-Nya.

Mereka tidak gundah hati lantaran berpisah dengan dunia, dengan semua kenikmatan yang besar.
Mereka tidak takut akan menerima azab Allah di hari pembalasan karena mereka dan seluruh sanubarinya telah dipasrahkan kepada kepentingan agama.

Mereka tidak merasa kehilangan sesuatu apapun, karena telah mendapatkan petunjuk yang tak ternilai besarnya (lihat tafsir Surah al-Baqarah [2]: 2 dan al-Anfal [8]: 29).

Tafsir QS. Yunus (10) : 62. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Camkanlah wahai manusia bahwa sesungguhnya para wali Allah yang beriman dan menaati-Nya, dicintai oleh Allah sebagaimana mereka mencintai-Nya.
Bagi mereka tidak ada rasa takut dari keterhinaan di dunia dan siksaan di akhirat.


Mereka pun tak merasa sedih karena tidak mendapatkan kesenangan dunia, karena di sisi Allah, mereka akan memperoleh sesuatu yang lebih besar dan lebih banyak dari itu semua.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu tidak merasa khawatir atas siksa Allah di akhirat kelak dan tidak pula mereka bersedih karena kehilangan harta dunia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Ingatlah, sesungguhnya waliwali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati) di akhirat nanti.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan bahwa kekasih-kekasih-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa, seperti yang ditafsirkan oleh banyak ulama.
Dengan demikian, setiap orang yang bertakwa adalah wali (kekasih) Allah.
Maka:

…tidak ada kekhawatiran terhadap mereka.

dalam menghadapi masa mendatangnya, yaitu kengerian-kengerian dan hal-hal yang sangat menakutkan di hari akhirat nanti.

…dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

terhadap apa yang ada di belakang mereka di dunia.
Abdullah ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf telah mengatakan bahwa waliwali Allah adalah orang-orang yang apabila terbersit perasaan riya dalam hati mereka, maka mereka segera ingat kepada Allah.


Hal ini telah disebutkan di dalam sebuah hadis marfu‘, diriwayatkan oleh Imam Al-Bazzar.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Harb Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id ibnu Sabiq, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Abdullah Al-Asy’ari (yaitu Al-Oummi), dari Ja’far ibnu Abul Mugirah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa pernah seorang lelaki bertanya,
"Wahai Rasulullah, siapakah waliwali Allah itu?
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Yaitu orang-orang yang apabila terbersit rasa riya dalam hatinya, maka segera ia ingat kepada Allah.

Kemudian Imam Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini telah di­riwayatkan dari Sa’id secara mursal.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Hisyam Ar-Rifa’i, telah menceritakan kepada kami Abu Fudail, telah mencerita­kan kepada kami ayahku.
dari Imarah ibnul Qa"qa’, dari Abu Zur’ah, dari Amr ibnu Jarir Al-Bajali, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat banyak hamba yang para nabi dan para syuhada merasa iri melihat mereka.
Ketika ditanyakan,
"Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?
Mudah-mudahan kami dapat mencintai mereka."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Mereka adalah suatu kaum yang saling mengasihi karena Allah tanpa ada harta benda dan tanpa nasab (keturunan di antara sesama mereka), wajah mereka bercahaya berada di atas mimbar-mimbar dari nur (cahaya).
Mereka tidak merasa khawatir di saat manusia dicekam oleh kekhawatiran, mereka pun tidak bersedih hati di saat manusia bersedih hati.
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:

Ingatlah sesungguhnya waliwali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Imam Abu Daud meriwayatkannya pula melalui hadis Jarir.
dari Imarah ibnul Qa’qa’ dari Abu Zur’ah.
dari Amr ibnu Jarir.
dari Umar ibnul Khattab r.a., dari Nabi ﷺ dengan
Sanad hadis ini pun termasuk jayyid, hanya di dalam sanadnya terdapat inqita’ (mata rantai urutan sanad yang terputus) antara Abu Zur’ah dan Umar ibnul Khattab r.a.
Di dalam hadis Imam Ahmad, dari Abun Nadhr, dari Abdul Hamid ibnu Bahram, dari Syahr ibnu Hausyab.
dari Abdur Rahman ibnu Ghanam, dari Abu Malik Al-Asy’ari disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Kelak akan datang dari golongan-golongan manusia dan puak-puak kabilah suatu kaum yang di antara sesama mereka tidak ada hubungan rahim kekerabatan, tetapi mereka saling mengasihi karena Allah dan saling berikhlas diri karena Allah.
Kelak di hari kiamat Allah meletakkan mimbar-mimbar dari nur buat mereka, lalu mendudukkan mereka di atasnya.
Semua manusia merasa khawatir, tetapi mereka tidak khawatir.
Mereka adalah waliwali Allah yang tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Zakwan ibnu Abu Saleh, dari seorang lelaki, dari Abu Darda r.a., dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.
(QS. Yunus [10]: 64)
Nabi ﷺ bersabda menerangkan hal tersebut:
Mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang muslim atau mimpi yang baik yang diperlihatkan kepadanya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Saib, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Ata ibnu Yasar, dari seorang lelaki dari kalangan penduduk Mesir, dari Abu Darda sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.
(QS. Yunus [10]: 64), Bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Abu Darda mengenai makna ayat ini, lalu Abu Darda menjawab,
"Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang belum pernah aku dengar ada seseorang menanyakannya selain seorang lelaki yang pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentangnya.
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
‘Hal itu berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang muslim atau mimpi baik yang diperlihatkan kepadanya, sebagai berita gembira buatnya dalam kehidupan di dunia, sedangkan berita gembira untuknya dalam kehidupan di akhirat adalah surga’."

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Sufyan, dari Ibnul Munkadir, dari Ata ibnu Yasar, dari seorang ulama dari kalangan penduduk Mesir, bahwa ia bertanya kepada Abu Darda mengenai makna ayat ini, kemudian disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Asim ibnu Bahdalah, dari Abu Saleh yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Darda ditanya mengenai makna ayat ini, yaitu firman-Nya:
Orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa, bagi mereka berita gembira.
(QS. Yunus [10]: 63-64)
Lalu disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Aban, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Abu Salamah, dari Ubadah ibnus Samit, ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.
(QS. Yunus [10]: 64)
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya kamu menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan dari kalangan umatku atau tiada seoran pun yang menanyakannya sebelum kamu, itu adalah mimpi yang baik­ yang dilihat seseorang atau diperlihatkan kepadanya.

Demikian pula Abu Daud Attayalisi meriwayatkannya dari Imran Alqattan, dari Yahya Ibnu Abu Kasir dengan sanad yang sama, juga Al-Auza’i meriwayatkannya dari Yahya Ibnu Abu Kasir, lalu menyebutkan hadis tersebut.
Dan Ali ibnuI-Mubarak meriwayatkannya dari Yahya, dari Abu Salamah yang mengatakan, telah menceritakan kepada kami.
dari Ubadah ibnu Samit, Ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai ayat ini, lalu Ubadah menyebutkan ayatnya.

Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepadaku Abu Hamid Al-Himsi.
telah menceritakan kepada kami Yahya Ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Amr ibnu Abdul Akhmusyi, dari Hamid ibnu Abdullah Al-Muzni, ia mengatakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Ubadah ibnus-Samit, lalu berkata,
"Ada suatu ayat Alquran yang akan aku tanyakan kepadamu yaitu firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia.
(QS. Yunus [10]: 64), Ubadah ibnus-Samit menjawab,
"Tiada seorang pun yang menanyakan­nya sebelum kamu, aku pernah menanyakannya kepada Nabi dan beliau mengatakan hal yang sama.
yaitu:
Tiada seorang pun yang menanyakannya sebelum kamu, bahwa berita gembira itu adalah mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba mukmin dalam tidurnya atau diperlihatkan kepadanya.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari hadis Musa ibnu Ubadah, dari Ayyub ibnu Khalid ibnu Safwan, dari Ubadah ibnu Samit, ia pernah berkata kepada Rasulullah ﷺ mengenai firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.
(QS. Yunus [10]: 64)
Ia mengatakan,
"Kami telah mengetahui bahwa berita gembira di akhirat adalah surga, maka apakah yang dimaksud dengan berita gembira di dunia?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba atau yang diperlihatkan kepadanya.
Mimpi yang baik itu merupakan suatu bagian dari empat puluh empat atau tujuh puluh bagian dari kenabian.

Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu Imran, dari Abdullah ibnus Samit, dari Abu Zar, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan seorang lelaki yang melakukan amalnya, lalu mendapat pujian dari manusia dan sanjungan mereka kepadanya atas amalnya itu?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu adalah berita gembira yang disegerakan untuk orang mukmin.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan (yakni Al-Asy-yab), telah menceritakan kepada kami Ibnu kahi’ah.
telah menceritakan kepada kami Daraj dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abdullah ibnu Amr, dari Rasulullah ﷺ Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia (QS. Yunus [10]: 64)
Lalu beliau ﷺ bersabda:
Mimpi yang baik yang disampaikan kepada seorang mukmin sebagai berita gembira baginya adalah suatu bagian dari empat puluh sembilan bagian dari kenabian.
Maka barang siapa yang melihat hal itu dalam mimpinya, hendaklah ia menceritakannya.
Dan barang siapa yang melihat selain itu, maka sesungguhnya hal itu hanyalah dari setan dengan maksud untuk membuatnya bersedih hati.
Untuk itu hendaklah ia meludah ke arah kirinya sebanyak tiga kali seraya bertakbir, dan janganlah ia menceritakan hal itu kepada seorang pun.

Para ahli hadis lainnya tidak mengetengahkannya.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada­ku Amr ibnul Haris, bahwa Darij alias Abus Samah pernah menceritakan kepadanya hadis berikut dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abdullah ibnu Amr, dari Rasulullah ﷺ Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia (QS. Yunus [10]: 64)’ Lalu beliau ﷺ bersabda:
Mimpi yang baik yang diperlihatkan kepada orang mukmin sebagai berita gembira untuknya adalah suatu bagian dari empat puluh enam bagian dari kenabian.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Hatim Al-Mu-addib.
telah menceritakan kepada kami Ammar ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah.
dari Nabi ﷺ sehubungan dengan firman-Nya:
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat.
(QS. Yunus [10]: 64)
Lalu beliau ﷺ bersabda:
Di dunia berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang hamba atau diperlihatkan kepadanya, sedangkan di akhirat berita gembira itu adalah surga.

Kemudian Imam Ibnu Jarir meriwayatkannya pula dari Abu Kuraib, dari Abu Bakar ibnu Ayyasy, dari Abu Husain, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa mimpi yang baik adalah berita gembira dari Allah, dan mimpi yang baik itu merupakan salah satu dari kabar gembira.
Demikianlah riwayatnya dari jalur ini secara mauquf.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah yang mengata­kan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Mimpi yang baik adalah berita gembira yang dilihat oleh orang muslim atau diperlihatkan kepadanya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Hammad Ad-Daulabi.
telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ubaidillah ibnu Abu Yazid, dari ayahnya, dari Siba’ ibnu Sabit, dari Ummu Kuraiz Al-Ka’biyyah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Kenabian telah tiada, dan yang masih ada adalah berita-berita gembira (mimpi-mimpi yang baik).

Hal yang sama telah diriwayatkan bersumber dari Ibnu Mas’ud, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Yahya ibnu Abu Kasir.
Ibrahim An-Nakha’i.
Ata ibnu Abu Rabah.
dan lain-lainnya, bahwa mereka menafsirkan hal tersebut dengan arti mimpi yang baik.

Menurut pendapat lain.
hal itu merupakan berita gembira dari para malaikat buat orang mukmin di saat menjelang ajalnya, yaitu dengan menampakkan surga dan ampunan kepadanya, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),
"Jangan­lah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian."
Kamilah Pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta.
Sebagai hidangan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al Fushilat:30-32)

Di dalam hadis Al-Barra r.a. disebutkan:


bahwa seorang mukmin itu apabila ajalnya telah habis, maka para malaikat yang berwajah putih datang kepadanya dengan berpakaian serba putih, lalu mereka mengata­kan,
"Keluarlah, hai roh yang baik, untuk menuju kepada ketenteraman dan rezeki serta Tuhan yang tidak murka!"
Maka keluarlah rohnya dari mulutnya, sebagaimana tetesan air keluar mengalir dari mulut wadah minuman.

Adapun mengenai berita gembira bagi mereka di akhirat, maka hal ini adalah seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya.

Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat) dan mereka disambut oleh para malaikat.
(Para malaikat berkata),
"Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian."
(Al Anbiyaa:103)

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan dan sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka),
"Pada hari ini ada berita gembira untuk kalian, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kalian kekal di dalamnya.
Itulah keberuntungan yang besar."
(Al Hadiid:12)

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 62

AWLIYAA
أَوْلِيَآء

jamak dari al waliy yang mengandung makna setiap yang menguruskan urusan, penolong, yang dicintai, sahabat, jiran, pengikut, penolong, pembebas hamba, yang taat.
Ungkapan Allah waliyyuka bermakna Allah menjaga dan mengawasi kamu.

Perkataan Al mu’min waliy Allah, memiliki maksud "yang taat kepada Nya."

Waliyyal ‘ahd artinya putera mahkota,

Waliyy al mar’ah artinya yang mewakilkan ikatan pernikahan ke atasnya dan tidak batal akad itu sekiranya ketiadaannya,

Waliyy al yatim bermaksud pengasuh anak yatim,

Awliyy al amr ialah para penguasa.

Al waliyy juga bermakna lawan kepada musuh dan setiap orang yang mendekati kamu.

Ali Imran (3), ayat 28, 175;
An Nisaa (4), ayat 76, 89, 139, 144;
• Al Maa’idah (5), ayat 51, 51, 57, 81;
• Al An’aam (6), ayat 121, 128;
• Al A’raaf (7), ayat 3, 27, 30;
Al Anfaal (8), ayat: 34, 34, 72, 73;
At Taubah (9), ayat 23, 71;
Yunus (10), ayat 62;
Hud (11), ayat 20, 113;
• Ar Ra’d (13), ayat 16;
Al Kahfi (18), ayat 50, 102;
Al Furqaan (25), ayat 18;
Al Ankaabut (29), ayat 41;
Al Ahzab (33), ayat 6;
Az Zumar (39), ayat 3;
Fushshilat (41), ayat 31;
• Asy Syura (42), ayat 6, 9, 46;;
• Al Jaatsiyah (45), ayat 10, 19;
• Al Ahqaf (46), ayat 32;
Al Mumtahanah (60), ayat 1;
• Al Jumu’ah (62), ayat 6.

Di dalam Al Qur’an, Yunus, ayat 62.
Kedua, dihubungkan kepada orang kafir, musyrik dan Yahudi seperti ayat 28 surah Ali Imran dan surah Al Maa’idah, ayat 57;

Ketiga, disandarkan kepada syaitan seperti dalam surah An Nisaa, ayat 76.
Keempat, disandarkan kepada Mukmin seperti dalam surah Al Anfaal, ayat 72.
Diriwayatkan oleh Ad Dahhak dari Ibnu Abbas, ayat 28 surah Ali Imran turun kepada Ubadah bin Shamit Al Ansari.
Beliau adalah sahabat yang turut serta dalam Perang Badar.
Beliau memiliki perjanjian persahabatan dengan orang Yahudi.
Ketika Nabi Muhammad keluar pada Perang Ahzab, Ubadah berkata,
"Wahai Rasulullah! Sesungguhnya bersamaku 500 lelaki dari Yahudi dan aku melihat mereka mau keluar bersamaku dan membantu menghadapi musuh, lalu Allah menurunkan ayat ini.

Dalam ayat 72 surah Al Anfaal, Asy Syawkani berkata,
"Makna awliyaa’ di sini ialah sesama muslim menjadi saudara atau sahabat yang saling membantu dan menolong"

Dalam Tafsir Al Jalalain, An Nisaa, ayat 76, bermakna penolong-penolong agamanya (yang batil) yaitu orang kafir.

Ibnu Katsir berkata,
"Sesungguhnya waliwali Allah ialah orang yang beriman dan bertakwa, setiap orang yang bertakwa adalah wali bagi Allah."

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas keduanya berkata,
awliyaa’ Allah ialah orang yang apabila dia memandang pasti ingat Allah.

Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah berkata,
"Sesungguhnya di kalangan hamba Allah, ada yang diinginkan seperti mereka oleh para nabi dan syuhada.
Dikatakan, "Siapa mereka, wahai Rasulullah? Kami berharap supaya kami dapat mencintai mereka," Rasulullah berkata,
"Mereka ialah golongan yang saling mencintai karena Allah, jauh dari harta keduniaan dan juga nasab, wajah-wajah mereka bercahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak takut ketika manusia takut dan tidak bersedih apabila manusia bersedih " Lalu beliau membaca ayat di atas."

Kesimpulannya, maksud umum Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:87-88

Unsur Pokok Surah Yunus (يونس)

Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
Diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.

Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunusalaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Alquran bukanlah sihir.
▪ Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya.
▪ Syafa’at hanyalah dengan izin Allah.
Waliwali Allah.
▪ Wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia.
▪ Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba hamba-Nya di dunia.
▪ Allah tidak mempunyai anak.

Hukum:

▪ Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan.
Hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir.
▪ Kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir.
▪ Nabi Yunus `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang.
▪ Keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat.
Alquran tidak dapat ditandingi.
Rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 109 + Terjemahan Indonesia



QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 109

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yunus ayat 62 - Gambar 1 Surah Yunus ayat 62 - Gambar 2
Statistik QS. 10:62
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, “Nabi Yunus”) adalah surah ke-10 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

10:62, 10 62, 10-62, Surah Yunus 62, Tafsir surat Yunus 62, Quran Yunus 62, Surah Yunus ayat 62

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Yunus

۞ QS. 10:2 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahArsy • Memperoleh syafaat dengan izin Allah

۞ QS. 10:4 • Allah menepati janji • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 10:5 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:8 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 10:9 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 10:10 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 10:11 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:13 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:15 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:16 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 10:17 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:18 • Mendustai Allah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 10:19 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:20 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:21 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:23 • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 10:25 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama surga • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:26 • Pahala iman • Melihat Allah di surga • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 10:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 10:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:29 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 10:30 Tauhid Uluhiyyah • Al Haq (Maha Benar) • Al Maula (Maha Penolong) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 10:32 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar)

۞ QS. 10:33 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:34 Dalil Allah atas hambaNya • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:35 Dalil Allah atas hambaNya • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:36 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 10:37 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 10:38 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:39 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:40 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:41 Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:42 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:43 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:44 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:45 • Masa cepat berlalu • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 10:46 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:47 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:48 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:49 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 10:50 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:52 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 10:53 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 10:54 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:55 • Segala sesuatu milik Allah • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:56 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:57 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 10:59 • Mendustai Allah

۞ QS. 10:60 • Mendustai Allah • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 10:61 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 10:62 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaWali Allah dan wali syetan • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:63 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 10:64 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:65 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 10:66 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:67 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 10:69 • Mendustai Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 10:70 • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 10:72 Islam agama para nabi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 10:73 • Azab orang kafir

۞ QS. 10:74 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:78 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:85 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:88 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:89 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 10:90 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 10:91 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 10:93 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:94 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:95 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:96 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:97 • Beriman ketika datang hari kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:98 • Pahala iman • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keutamaan iman

۞ QS. 10:99 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:100 • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:101 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 10:102 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 10:104 Tauhid Uluhiyyah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdirIslam agama para nabi

۞ QS. 10:105 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 10:106 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 10:107 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:108 Ar Rabb (Tuhan) • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:109 • Keadilan Allah dalam menghakimi

Ayat Pilihan

[4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
[5] (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.
[6] orang-orang yang berbuat riya,
[7] Dan orang-orang yang menolak memberi kebaikan & pertolongan kepada orang lain.
QS. Al-Ma’un [107]: 4-7

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
QS. As-Saff [61]: 3

Dan barang siapa bertawakkal pada Allah niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap sesuatu.
QS. At-Talaq [65]: 3

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya & memaafkan (kesalahan) orang.
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
QS. Ali ‘Imran [3]: 134

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus

Al-Insyiqaq

Apa itu Al-Insyiqaq? Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiya...

Yahya `alaihis salam

Siapa itu Yahya `alaihis salam? Yahya bin Zakariyya (bahasa Arab:يحيى ) (sekitar 1 SM – 31 M) adalah salah satu Nabi Islam yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang berarti hidup. Diyakini ...

Al Mumiitu

Apa itu Al Mumiitu? Allah itu Al-Mumit . Artinya adalah Allah itu Maha Mematikan. Segala makhluk pasti akan mati, dan itu telah menjadi ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita tidak bisa meng...