Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 12 [QS. 10:12]

وَ اِذَا مَسَّ الۡاِنۡسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۡۢبِہٖۤ اَوۡ قَاعِدًا اَوۡ قَآئِمًا ۚ فَلَمَّا کَشَفۡنَا عَنۡہُ ضُرَّہٗ مَرَّ کَاَنۡ لَّمۡ یَدۡعُنَاۤ اِلٰی ضُرٍّ مَّسَّہٗ ؕ کَذٰلِکَ زُیِّنَ لِلۡمُسۡرِفِیۡنَ مَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ
Wa-idzaa massa-insaanadh-dhurru da’aanaa lijanbihi au qaa’idan au qaa-iman falammaa kasyafnaa ‘anhu dhurrahu marra kaan lam yad’unaa ila dhurrin massahu kadzalika zui-yina lilmusrifiina maa kaanuu ya’maluun(a);
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.
Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
―QS. Yunus [10]: 12

Daftar isi

And when affliction touches man, he calls upon Us, whether lying on his side or sitting or standing;
but when We remove from him his affliction, he continues (in disobedience) as if he had never called upon Us to (remove) an affliction that touched him.
Thus is made pleasing to the transgressors that which they have been doing
― Chapter 10. Surah Yunus [verse 12]

وَإِذَا dan apabila

And when
مَسَّ menimpa

touches
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

the man
ٱلضُّرُّ bahaya

the affliction
دَعَانَا dia berdoa kepada Kami

he calls Us,
لِجَنۢبِهِۦٓ dalam keadaan berbaring

(lying) on his side
أَوْ atau

or
قَاعِدًا duduk

sitting
أَوْ atau

or
قَآئِمًا berdiri

standing.
فَلَمَّا maka setelah

But when
كَشَفْنَا Kami hilangkan

We remove
عَنْهُ dari padanya

from him
ضُرَّهُۥ bahayanya

his affliction
مَرَّ dia melewati

he passes on
كَأَن seakan-akan

as if he
لَّمْ tidak

(had) not
يَدْعُنَآ dia berdoa kepada Kami

called Us
إِلَىٰ kepada/untuk

for
ضُرٍّ bahaya

(the) affliction
مَّسَّهُۥ menimpanya/menyentuhnya

(that) touched him.
كَذَٰلِكَ seperti demikianlah

Thus
زُيِّنَ memandang baik

(it) is made fair seeming
لِلْمُسْرِفِينَ bagi orang-orang yang melampaui batas

to the extravagant
مَا apa

what
كَانُوا۟ adalah mereka

they used (to)
يَعْمَلُونَ mereka kerjakan

do.

Tafsir Quran

Surah Yunus
10:12

Tafsir QS. Yunus (10) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan karakter manusia yang lain, yaitu apabila mereka ditimpa kemudaratan, musibah atau kesulitan, mereka ingat kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, baik dalam keadaan berbaring duduk ataupun berdiri, agar dihindarkan dan dihilangkan dari mereka semua kemudaratan itu.
Sebaliknya jika bahaya kesengsaraan dan kesulitan itu telah lenyap dan mereka telah menikmati rahmat, nikmat dan kurnia Allah, maka berangsur-angsur lupa kepada pemberi rahmat dan karunia itu, bahkan mereka mulai kafir kepada Allah.

Ayat ini menunjukkan kelemahan-kelemahan manusia di kala ia menerima cobaan dari Allah, dan menunjukkan pula ketergantungan manusia kepada rahmat dan karunia Tuhan Pencipta dan Yang Mengatur kehidupannya.
Karena itu hendaklah orang-orang yang beriman ingat dan jangan lupa kepada Pencipta dan Pengawasnya, baik dalam keadaan kesulitan dan bahaya, maupun dalam keadaan lapang dan senang.

Semua itu merupakan cobaan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya untuk menguji kekuatan iman mereka.
Orang yang berhasil mengatasi segala cobaan yang dialaminya baik berupa kesulitan maupun kesenangan, mereka itulah yang berhak memperoleh kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat.

Orang yang melampaui batas dan orang yang sesat seperti orang musyrik Mekah adalah orang-orang yang telah dipalingkan hatinya oleh setan.
Setan telah menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan, sehingga apabila bahaya telah lenyap mereka akan kembali sesat dan mendurhakai Tuhan.

Tafsir QS. Yunus (10) : 12. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila manusia mendapat musibah yang menimpa diri, harta, atau apa saja yang berkaitan dengan dirinya, seketika dirinya merasa lemah.
Dia lalu berdoa kepada Tuhannya dalam segala keadaan, dengan berbaring, duduk atau berdiri, agar Allah menghilangkan cobaan itu.


Tetapi, ketika Allah mengabulkannya dengan menghilangkan cobaan yang menimpa darinya, ia segera meninggalkan Allah dan meneruskan kedurhakaannya serta lupa akan karunia Allah pada dirinya.
Seakan-akan ia tidak pernah tertimpa musibah dan tidak pernah berdoa meminta kepada Allah untuk menghilangkannya.


Dengan cara seperti inilah setan menghias perbuatan jelek dan kebatilan yang orang-orang kafir lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan apabila manusia ditimpa kesusahan, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, ataupun berdiri, sesuai dengan keadaannya ketika kesusahan menimpanya.
akan tetapi, setelah Kami hilangkan kesusahan itu darinya, dia kembali ke jalan sebelum ditimpa kesusahan dan melupakan cobaan dan musibah yang ia terima serta tidak mau bersyukur kepada Rabb-nya yang telah menghilangkan musibah yang menimpanya.


dia terus memusuhi dan berbuat jahat setelah Allah menghilangkan musibahnya, sebagaimana orang-orang yang melampaui batas dalam mendustakan Allah dan para Nabi-Nya.
mereka selalu berbuat maksiat kepada Allah dan menyekutukan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan apabila manusia ditimpa) yang dimaksud adalah orang kafir


(bahaya) berupa penyakit dan kefakiran


(dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring) membaringkan diri


(atau duduk, atau berdiri) artinya dalam semua keadaan


(tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya dia kembali) kepada kekafirannya


(seolah-olah) lafal ka-an berasal dari ka-anna yang ditakhfifkan sedangkan isimnya tidak disebutkan.
Lengkapnya ka-annahu, artinya seolah-olah dia


(tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya.
Begitulah) sifat orang kafir, yaitu berdoa di kala tertimpa bahaya dan berpaling di kala hidup sejahtera


(orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik) yang dimaksud adalah orang-orang musyrik


(apa yang selalu mereka kerjakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan tentang manusia menyangkut kegundahan dan kekhawatirannya apabila ditimpa oleh bahaya, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat lain melalui firman-Nya:

tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.
(QS. Fushshilat [41]: 51)

Yaitu banyak melakukan doa.
Lafaz ‘arid semakna dengan lafaz kasir, yakni banyak.
Disebutkan demikian oleh ayat ini karena manusia itu apabila tertimpa oleh malapetaka dan kesusahan, maka ia gelisah dan cemas serta banyak berdoa saat itu.
Lalu dia berdoa kepada Allah agar musibah itu dilenyapkan dan dijauhkan darinya, baik dalam keadaan berbaring atau duduk atau berdiri, dan dalam semua keadaan ia selalu berdoa untuk itu.
Tetapi apabila Allah melenyapkan musibah dan malapetaka yang menimpanya, maka dengan serta merta ia berpaling dan menjauh dari doanya serta meninggalkan apa yang pernah dilakukannya, seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu pun sebelumnya.

…dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, mencela orang yang bersifat demikian dan mempunyai watak seperti itu melalui firman-Nya:

Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

Adapun orang yang telah dianugerahi oleh Allah hidayah, taufik, bimbingan, dan penyuluhan, maka dia termasuk orang yang dikecualikan dari hal tersebut.
Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal-amal saleh (QS. Hud [11]: 11)

Juga seperti yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ dalam salah satu sabdanya:

Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin, tidak sekali-kali Allah menakdirkan sesuatu bagi dirinya melainkan hal itu menjadi kebaikan baginya.
Jika ia tertimpa musibah, maka ia bersabar, dan bersabar itu baik baginya.
Dan jika ia mendapat kegembiraan, maka ia bersyukur, dan bersyukur itu baik baginya.
Hal itu hanya dapat dilakukan oleh orang mukmin.

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 12

QAA’ID
قَاعِد

Lafaz ini adalah ism fa’il mufrad dari kata kerja qa’ada, jamaknya qaa’iduun, artinya orang yang tidak memperhatikan sesuatu atau mengundurkan dalam pelaksanaannya.

Al Kafawi berkata,
"Al qaa’id adalah wanita yang sudah tidak datang haid lagi dan tidak boleh melahirkan (menopouse).
Al Fayruz berkata,
"Al qu’uud dalam Al Qur’an mengandung tujuh makna.
(1) Menetap di sesuatu tempat;
(2) Tertinggal dan terkebelakang;
(3) Berhenti dan tidak mahu ikut serta;
(4) Kelemahan seorang perempuan;
(5) Tapak bangunan;
(6) Menghalang jalan;
(7) Lawan daripada berdiri.

Lafaz qaa’id disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Yunus (10), ayat 12.
Ibnu Katsir berkata,
"Allah mengabarkan dalam ayat ini tentang keadaan manusia ketika ditimpa kesusahan dan kejahatan.
Apabila ditimpa kesusahan, dia berasa resah dan gelisah, lalu ia memperbanyakkan doa pada masa itu.
Kemudian dia berdoa kepada Allah untuk menghilangkan kesusahan itu dalam keadaan dia baring, duduk, berdiri dan dalam semua keadaan.
Apabila Allah menghilangkannya, dia kembali kepada keadaan yang dia tidak lagi ingat kepada Allah seakan-akan tidak ada apa-apa yang terjadi.

Asy Syawkani berkata,
lafaz qaa’idan dan qaa’imah memberikan isyarat seakan-akan dia berdoa kepada Kami dalam semua keadaan.
Dikhususkan oleh Al Qur’an penyebutan lafaz "qaa’idan dan qaa’imah" (duduk dan berdiri) karena dua keadaan itu biasa dilakukan oleh manusia ketika ditimpa sesuatu kesusahan dan selain daripada itu jarang, atau makna ayat di atas, "dia berdoa kepada Allah dalam keadaan baring jika tidak mampu duduk dan dalam keadaan duduk jika tidak mampu berdiri dan dalam keadaan berdiri jika tidak dapat berjalan."

Kesimpulannya, makna qaa’id dalam ayat di atas membawa maksud lawan dari berdiri atau duduk ketika berdoa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:446

Unsur Pokok Surah Yunus (يونس)

Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
Diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.

Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

▪ Alquran bukanlah sihir.
▪ Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya.
▪ Syafa’at hanyalah dengan izin Allah.
▪ Wali-wali Allah.
▪ Wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia.
▪ Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba hamba-Nya di dunia.
▪ Allah tidak mempunyai anak.

Hukum:

▪ Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan.
▪ Hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir.
▪ Kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir.
▪ Nabi Yunus `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang.
▪ Keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat.
▪ Alquran tidak dapat ditandingi.
▪ Rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio Murottal

QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 109 + Terjemahan Indonesia



QS. Yunus (10) : 1-109 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 109

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yunus ayat 12 - Gambar 1 Surah Yunus ayat 12 - Gambar 2
Statistik QS. 10:12
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, “Nabi Yunus”) adalah surah ke-10 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
Sending
User Review
4.9 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

10:12, 10 12, 10-12, Surah Yunus 12, Tafsir surat Yunus 12, Quran Yunus 12, Surah Yunus ayat 12

Video Surah

10:12


Load More

Kandungan Surah Yunus

۞ QS. 10:2 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:3 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Arsy • Memperoleh syafaat dengan izin Allah

۞ QS. 10:4 • Allah menepati janji • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 10:5 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:6 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:8 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 10:9 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 10:10 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 10:11 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:13 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:15 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:16 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 10:17 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:18 • Mendustai Allah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 10:19 • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 10:20 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:21 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:23 • Kebenaran hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 10:25 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama surga • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:26 • Pahala iman • Melihat Allah di surga • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 10:27 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 10:28 • Kebenaran hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 10:29 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 10:30 • Tauhid Uluhiyyah • Al Haq (Maha Benar) • Al Maula (Maha Penolong) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:31 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Uluhiyyah • Kekuasaan Allah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 10:32 • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar)

۞ QS. 10:33 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:34 • Dalil Allah atas hambaNya • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:35 • Dalil Allah atas hambaNya • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 10:36 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 10:37 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 10:38 • Mendustai Allah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:39 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:40 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 10:41 • Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:42 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:43 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:44 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:45 • Masa cepat berlalu • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir •

۞ QS. 10:46 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Kebenaran hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:47 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:48 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 10:49 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 10:50 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:52 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 10:53 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 10:54 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 10:55 • Segala sesuatu milik Allah • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:56 • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 10:57 • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 10:59 • Mendustai Allah

۞ QS. 10:60 • Mendustai Allah • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 10:61 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 10:62 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Wali Allah dan wali syetan • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:63 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 10:64 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Keutamaan iman •

۞ QS. 10:65 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 10:66 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 10:67 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 10:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 10:69 • Mendustai Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 10:70 • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 10:72 • Islam agama para nabi • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 10:73 • Azab orang kafir

۞ QS. 10:74 • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:78 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:85 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:88 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:89 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 10:90 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 10:91 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 10:93 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:94 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 10:95 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:96 • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:97 • Beriman ketika datang hari kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 10:98 • Pahala iman • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keutamaan iman

۞ QS. 10:99 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 10:100 • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:101 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 10:102 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 10:103 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 10:104 • Tauhid Uluhiyyah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Islam agama para nabi

۞ QS. 10:105 • Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 10:106 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 10:107 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 10:108 • Ar Rabb (Tuhan) • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 10:109 • Keadilan Allah dalam menghakimi

Ayat Pilihan

Alquran itu pelajaran bagi orang bertakwa. Kami tahu di antara kamu ada yang dustakannya. Alquran itu menjadi penyesalan bagi orang kafir (di akhirat). Alquran itu kebenaran yang diyakini. Maka bertasbihlah dengan sebut Tuhanmu Yang Maha Besar
QS. Al-Haqqah [69]: 48-52

Bila ditimpa bahaya ia berdoa dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tapi setelah Kami hilangkan bahaya itu, ia (kembali) lalui (jalan sesat) seolah tak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya
QS. Yunus [10]: 12

Berilah keputusan (perkara) manusia dengan adil & jangan kamu ikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Sungguh orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan
QS. Sad [38]: 26

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia & jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
QS. Ar-Rahman [55]: 31-32

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus Istilah Islam

Khalid bin Walid

Siapa itu Khalid bin Walid? Abū Sulaymān Khālid ibn al-Walīd ibn al-Mughīrah al-Makhzūmī , atau juga dikenal dengan Sayf Allāh al-Maslūl , beliau adalah Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘a...

akidah

Apa itu akidah? aki.dah kepercayaan dasar; keyakinan pokok … •

Luqman

Apa itu Luqman? Surah Luqman adalah surah ke-31 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat. Nama Luqma...