QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 80 [QS. 36:80]

الَّذِیۡ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنَ الشَّجَرِ الۡاَخۡضَرِ نَارًا فَاِذَاۤ اَنۡتُمۡ مِّنۡہُ تُوۡقِدُوۡنَ
Al-ladzii ja’ala lakum minasy-syajaril akhdhari naaran fa-idzaa antum minhu tuuqiduun(a);

yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.
―QS. 36:80
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
36:80, 36 80, 36-80, Yaa Siin 80, YaaSiin 80, Yasin 80

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 80

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini disebutkan bahwa Allah juga memerintahkan Rasul Nya untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut bahwa yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang lapuk tersebut adalah Allah yang telah menciptakan untuk mereka api yang menyala dari kayu yang semula merupakan pohon yang basah dan hijau tetapi kemudian kayu itu menjadi kering sehingga dapat menyalakan api.

Percontohan ini merupakan hal yang cukup jelas bagi mereka yang sehari-hari menggunakan kayu api.
Mereka mengira, bahwa tulang-tulang yang sudah lapuk itu telah menjadi dingin dart kering tidak dapat lagi menerima kehidupan.
Dan kehidupan ini memerlukan adanya panas.
Padahal sehari-hari mereka menyaksikan bahwa kayu yang sudah lapuk dan dingin dapat menimbulkan panas dan menghidupkan api.
Bahkan kayu yang masih basah dan berdaun ada juga yang dapat menyalakan api.

Dengan demikian tepatlah Allah memberikan contoh, bahkan bukan hanya kayu yang kering saja dapat menyalakan api tetapi kayu yang masih hijau dan basahpun dapat juga dijadikan kayu api.
Sebaliknya, tulang-tulang yang dapat menerima kehidupan bukan hanya tulang-tulang yang segar, tetapi tulang yang sedan lapukpun dapat pula menerima kehidupan dengan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu Tuhan yang menciptakan api dari pohon hijau setelah mengalami pengeringan.[1].

[1] Kekuatan surya dapat berpindah ke dalam tumbuh-tumbuhan melalui proses asimilasi sinar.
Sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat hijau daun (klorofil) mengisap karbondioksida dari udara.
Sebagai akibat terjadinya interaksi antara gas karbondioksida dan air yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dari dalam tanah, akan dihasilkan zat karbohidrat berkat bantuan sinar matahari.
Dari situ kemudian terbentuk kayu yang pada dasarnya terdiri atas komponen kimiawi yang mengandung karbon, hidrogen dan oksigen.
Dari kayu itu, manusia kemudian membuat arang sebagai bahan bakar.
Daya yang tersimpan di dalam arang itu akan keluar ketika ia terbakar.
Daya itu sendiri dapat dimanfaatkan untuk keperluan memasak, penghangatan, penerangan dan lain-lain.
Batu bara yang kita kenal itu pun pada mulanya adalah pohon yang tumbuh dan membesar melalui proses asimilasi sinar tadi, kemudian mengalami penghangatan dengan cara tertentu sehingga berubah menjadi batu bara setelah berjuta tahun lamanya akibat pengaruh faktor geologi seperti panas, tekanan udara dan sebagainya.
Perlu diketahui pula kiranya bahwa kata “akhdlar” (‘hijau’) dalam ayat ini bukan disebut secara kebetulan tanpa maksud.
Frase “min al-syajar al-akhdlar” yang berarti ‘dari pohon yang hijau’ itu justru menunjuk kepada zat hijau daun yang sangat diperlukan dalam proses asimilasi gas karbondioksida.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian) yakni segolongan umat manusia (dari kayu yang hijau) yakni kayu pohon Marakh dan Affar atau semua jenis pohon selain pohon anggur (api, maka tiba-tiba kalian nyalakan -api- dari kayu itu.”) kalian membuat api daripadanya.

Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang mampu untuk menghidupkan kembali manusia yang mati.

Karena sesungguhnya di dalam kayu yang hijau itu terhimpun antara air, api, dan kayu, maka air tidak dapat memadamkan api, dan pula api tidak dapat membakar kayu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia-lah yang mengeluarkan bagi kalian api yang membakar dari pohon basah lagi hijau, kalian menyalakan api dari pohon. Dia mampu mengeluarkan sesuatu dari lawannya. Hal ini mengandung dalil atas keesaan Allah dan kesempurnaan kuasa-Nya, dan diantaranya adalah menghidupkan kembali orang-orang yang mati dari kubur mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.
(Q.S. Yasin [36]: 80)

Tuhanlah yang menciptakan pohon ini dari air sejak semula hingga menjadi pohon yang hijau lagi segar berbuah dan dapat dituai buahnya, kemudian Dia mengembalikannya hingga jadilah ia kayu yang kering dan dapat dijadikan sebagai kayu bakar.
Dia Maha berbuat terhadap apa yang dikehendaki-Nya, lagi Mahakuasa terhadap apa yang diinginkan-Nya, tiada sesuatu pun yang dapat mencegah-Nya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.
(Q.S. Yasin [36]: 80) Bahwa Tuhan Yang mengeluarkan api dari pohon itu mampu mengembalikannya hidup kembali.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah pohon marakh dan ‘ifar yang tumbuh di tanah Hijaz.
Orang yang tidak mempunyai pemantik api bisa saja mengambil dua buah tangkai yang masih hijau dari masing-masing pohon itu, lalu menggesekkan yang satu dengan yang lainnya, maka timbullah api dari keduanya, sama saja dengan menyalakan api memakai pemantik api.
Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
Di dalam peribahasa (Arab) disebutkan bahwa masing-masing pohon mempunyai apinya sendiri, dan yang paling banyak ialah marakh dan ‘ifar.
Orang-orang bijak mengatakan bahwa setiap pohon itu mempunyai api, kecuali pohon anggur.


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 80 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 80 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 80 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:80
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.8
Ratingmu: 0 (0 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta