Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Yaa Siin (Yaasiin) - surah 36 ayat 8 [QS. 36:8]

اِنَّا جَعَلۡنَا فِیۡۤ اَعۡنَاقِہِمۡ اَغۡلٰلًا فَہِیَ اِلَی الۡاَذۡقَانِ فَہُمۡ مُّقۡمَحُوۡنَ
Innaa ja’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun(a);
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
―QS. Yaa Siin [36]: 8

Daftar isi

Indeed, We have put shackles on their necks, and they are to their chins, so they are with heads (kept) aloft.
― Chapter 36. Surah Yaa Siin [verse 8]

إِنَّا sesungguhnya Kami

Indeed, We
جَعَلْنَا Kami telah menjadikan

[We] have placed
فِىٓ pada

on
أَعْنَٰقِهِمْ leher-leher mereka

their necks
أَغْلَٰلًا belenggu

iron collars,
فَهِىَ lalu ia

and they
إِلَى sampai

(are up) to
ٱلْأَذْقَانِ dagu

the chins,
فَهُم maka mereka

so they
مُّقْمَحُونَ tertengadah

(are with) heads raised up.

Tafsir Quran

Surah Yaa Siin
36:8

Tafsir QS. Yasin (36) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian diberikan sebuah perumpamaan bagi orang-orang yang tidak mau beriman itu, seolah-olah belenggu telah dipasang di leher mereka, tangan diangkat sampai ke atas dagu.
Hal demikian menyebabkan muka mereka selalu tertengadah.

Demikianlah gambaran orang yang tidak beriman karena dia tidak dapat menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mengambil perbandingan.
Belenggu itu demikian erat, sehingga tidak memungkinkan kepalanya bergerak sama sekali.

Di ayat lain terdapat pula keterangan:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاۤءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ

Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.
Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.
(Al-Mu’minun [23]: 71)

Menurut riwayat, ayat ini pada mulanya diturunkan sehubungan dengan niat Abu Jahal bersama dua orang temannya yang berasal dari Bani Makhzum.
Abu Jahal pernah bersumpah bila melihat Muhammad sedang salat di Baitullah, ia akan menjatuhkan batu besar ke atas kepalanya.

Pada suatu hari, dilihatnya Nabi sedang sujud, di tangannya sudah tersedia batu yang cukup besar.
Ketika batu itu diangkatnya dan akan dilemparkan ke arah Nabi yang sedang sujud itu, ia jadi ragu-ragu dan batu itu terlepas dari pegangan tangannya.

Abu Jahal kembali kepada kaumnya dan menceritakan apa yang terjadi.

Kemudian ada pula seorang Bani Makhzum karena tertarik dengan cerita Abu Jahal, bermaksud pula melempar Nabi pada waktu beliau akan salat.

Ketika ia hendak melaksanakan niat jahatnya, Allah membutakan matanya.
Ia kembali kepada kaumnya dalam keadaan buta.
Dia menceritakan bahwa ketika hendak melaksanakan niatnya tiba-tiba muncul seekor binatang besar yang siap hendak menerkamnya.
Seandainya batu itu ia lemparkan juga, binatang itu pasti menerkamnya.
Ada yang mengatakan bahwa makna belenggu di sini adalah arti majazi (kiasan).
Jadi yang dimaksud dengan belenggu adalah penghalang yang menghalangi niat seseorang untuk beriman kepada Allah.

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami menjadikan mereka yang bersikeras mempertahankan kekufuran bagaikan orang yang memasang belenggu di leher mereka hingga mencapai dagu.
Lalu mereka mengikat dan mengangkat tangan mereka ke kepala dengan mata terpejam.


Dengan demikian, mereka tak dapat menggerakkan kepala untuk melihat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami menjadikan orang-orang kafir di mana kebenaran telah disampaikan kepada mereka namun mereka bersikukuh di atas kekufuran daripada iman, seperti orang yang dibelenggu lehernya dengan rantai, lalu tangan dan leher mereka disatukan di bawah dagu mereka, sehingga mereka terpaksa mendongakkan kepala ke langit.
Mereka terbelenggu dari segala macam kebaikan, mereka tidak melihat kebenaran dan tidak mengetahui jalannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka) tangan mereka disatukan dengan leher mereka dalam satu belenggu, karena pengertian lafal Al-Ghillu ialah mengikatkan kedua tangan ke leher


(lalu tangan mereka) yaitu tangan-tangan mereka diangkat dan disatukan


(ke dagu) mereka, lafal Adzqaan bentuk jamak dari lafal Dzaqanun yaitu tempat tumbuh janggut


(maka karena itu mereka tertengadah) kepala mereka terangkat dan tidak dapat ditundukkan.
Ini merupakan tamtsil, yang dimaksud ialah mereka tidak mau taat untuk beriman, dan mereka sama sekali tidak mau menundukkan kepalanya dalam arti kata tidak mau beriman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Sesungguhnya Kami menjadikan perumpamaan mereka yang telah dipastikan oleh Kami sebagai orang-orang yang celaka dalam hal mencapai petunjuk, sama dengan orang yang lehernya dibelenggu, lalu kedua tangannya disatukan dengan lehernya dalam belenggu itu sehingga kepalanya terangkat dan tidak dapat berbuat sesuatu apa pun."
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

maka karena itu mereka tertengadah.
(QS. Yasin [36]: 8)

Al-muqmah artinya orang yang terangkat kepalanya, seperti yang dikatakan oleh Ummu Zari’ dalam ucapannya,
"Saya minum dengan menengadahkan kepala,"
maksudnya dia minum hingga kenyang dengan menengadahkan kepalanya agar air mudah masuk dan menyegarkan.
Dan sudah dianggap cukup hanya menyebut ‘belenggu pada leher’ tanpa menyebut ‘kedua tangan’, sekalipun pada kenyataannya kedua tangan pun dibelenggu pula menjadi satu dengan leher.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
(QS. Yasin [36]: 8)
Bahwa ayat ini semakna dengan ayat lain yang mengatakan:
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu.
(QS. Al Israa [17]: 29)
Yakni tangan mereka terikat ke leher mereka sebagai kata kiasan yang menunjukkan bahwa tangan mereka tidak mau diulurkan untuk memberi kebaikan.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka karena itu mereka tertengadah.
(QS. Yasin [36]: 8)
Mereka menengadahkan kepalanya, sedangkan tangan mereka diletakkan di mulut mereka dan mereka terbelenggu tidak mendapatkan kebaikan apa pun.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Yaa Siin (36) Ayat 8

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dar ‘Ikrimah, bahwa Abu Jahl berkata: “Sekiranya aku bertemu dengan Muhammad, pasti aku akan menghasutnya”.
Ketika Nabi Muhammad berada di sekitarnya, orang-orang menunjukkan bahwa Muhammad berada disisinya.
Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya-tanya: “Mana dia”, karena dia tidak melihatnya.
Ayat ini (Surat Yasin: 8-9) turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl disaat itu ditutup oleh Allah untuk melihat Muhammad.

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 8

A’NAAQ
أَعْنَاق

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya ialah ‘unq atau ‘unuq yang berarti penyambung antara kepala dan badan (leher). ‘Unuqun ilayk artinya cenderung kepadamu untuk menunggu dan mendengar.
‘Unuq ad dahr artinya zaman dahulu.

Apabila lafaz ini disandarkan kepada sesuatu, artinya adalah permulaan sesuatu itu.

Jika dikaitkan dengan pohon, maknanya ialah apa yang ada di antara batang dan akarnya.
Dzu ‘unuq juga sebagai nama bagi kuda Al Miqdad bin Al Aswad, atau gelaran bagi Amir bin Al Mulawwih, atau gelaran Khuwailid bin Hilal Al Bajali.

Lafaz ‘unuq ini kadang digunakan dalam bentuk mudzakkar (maskulin), dan kadang dalam bentuk mu’annats (feminin).
Lafaz dalam bentuk jamak ini (a’naaq) disebut tujuh kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Anfaal (8), ayat 12;
• Ar Rad (13) ayat 5;
• Asy Syu’araa’ (26) ayat 4;
Saba (34) ayat 33;
Yaa Siin (36) ayat 8;
Shad (38) ayat 33;
Al Mu’min (40) ayat 71

Lafaz a’naaq mengandung beberapa makna, ia dapat memberi makna kelompok manusia, para pemimpin, bahagian dari kebaikan.
Contoh bahagian kebaikan dalam hadis disebutkan:

"Orang yang mengumandangkan azan adalah orang yang paling panjang leher mereka."

Artinya, mereka banyak amalannya juga dikaitkan dengan pembesar dan pemimpin, karena mereka diberikan sifat leher yang panjang.

Asy Syawkani berpendapat, makna kata a’naaq yang terdapat dalam surah Al Anfaal adalah diri atau jiwa, karena ia berkaitan dengan pukulan sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Katsir ketika menafsirkan surah Asy Syu’araa’ ayat 4,

"Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya."

Namun, At Tabari berkata yang dimaksudkan dengan a’naaq dalam surah Al Anfaal, ayat 12 ialah leher, atau kepala karena sebelumnya terdapat lafaz fauq (di atas). Beliau menyimpulkan maknanya kepala atau leher karena Nabi Muhammad menyuruh sahabat-sahabatnya memukul kepala orang musyrik, leher, tangan dan kaki mereka pada waktu Perang Badar.
Sedangkan pada surah lain, ia bermakna leher, karena lafaz a’naaq itu dikaitkan dengan al aghlaal yaitu belenggu.
Sehubungan dengan itu, Ibnu Katsir menukilkan dari Al Kufi satu riwayat dari Ibnu Abbas yaitu makna ayat 29 dari surah Al Israa‘:

(Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di leher, yaitu tangan-tangan mereka terikat dan terbelenggu di leher mereka, sehingga tidak dapat memberikan kebaikan."

Kesimpulannya, makna kata a’naaq pada ketujuh ayat di atas mengandung dua makna.

Makna pertama ialah leher, yaitu yang terdapat pada surah Ar Ra’d, Saba, Sad dan Al Mu’min.

Makna kedua ialah diri atau jiwa, seperti yang terdapat dalam surah Al Anfaal dan Asy Syu’araa,

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:6-7

Unsur Pokok Surah Yaa Siin (يس)

Surat "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai "Yaa Siin" karena dimulai dengan huruf "Yaa Siin".
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Alquran, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Alquran bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti adanya hari berbangkit.
Alquran bukanlah syair.
▪ Ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah.
▪ Surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mukmin.
▪ Mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
▪ Anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Kisah:

▪ Kisah utusan-utusan Nabi Isa `alaihis salam dengan penduduk Anthakiyah (Syam).

Lain-lain:

▪ Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik.
▪ Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.
▪ Semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah.
▪ Ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­tiba.
▪ Allah menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Audio Murottal

QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 83 + Terjemahan Indonesia



QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 83

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yaa Siin ayat 8 - Gambar 1 Surah Yaa Siin ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 36:8
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Alquran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

36:8, 36 8, 36-8, Surah Yaa Siin 8, Tafsir surat YaaSiin 8, Quran Yasin 8, Surah Yasin ayat 8

Video Surah

36:8


More Videos

Kandungan Surah Yaa Siin

۞ QS. 36:5 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 36:6 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 36:7 • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:8 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah

۞ QS. 36:10 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:11 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahman (Maha Pengasih) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 36:12 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 36:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:15 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 36:18 • Meramal nasib

۞ QS. 36:19 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 36:21 • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 36:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 36:23 Tauhid Uluhiyyah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 36:24 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 36:26 • Pahala iman

۞ QS. 36:27 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 36:28 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:29 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:31 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:32 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 36:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 36:38 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 36:39 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:40 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:43 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 36:44 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 36:45 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:47 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:49 • Peniupan sangkakala • Hari kiamat datang tiba-tiba

۞ QS. 36:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 36:51 Ar Rabb (Tuhan) • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 36:52 • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 36:53 • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 36:54 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 36:55 • Sifat ahli surga

۞ QS. 36:56 • Sifat ahli surga

۞ QS. 36:57 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 36:58 • Melihat Allah di surga • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Percakapan Allah dengan ahli surga •

۞ QS. 36:59 • Derajat para pemeluk agama • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 36:60 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 36:61 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 36:62 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia •

۞ QS. 36:63 • Allah menepati janji • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 36:64 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:65 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 36:66 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 36:67 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 36:68 • Keutamaan berumur panjang

۞ QS. 36:70 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 36:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:75 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 36:76 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 36:78 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 36:79 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:81 • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:82 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 36:83 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada) jalan (yang lebih lurus) lebih adil & lebih besar (dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.)
QS. Al-Isra’ [17]: 9

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi & tidak (pula) di langit.
QS. Ali ‘Imran [3]: 5

“Ya Tuhan jadikan negeri ini negeri yang aman & berikan rezeki pada penduduknya yang beriman”
Allah berfirman
“Dan kepada orang kafirpun Aku beri kesenangan, lalu Aku paksa ia menjalani siksa neraka & itulah seburuk-buruk tempat kembali”
QS. Al-Baqarah [2]: 126

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

maqthu’

Apa itu maqthu’? Hadits Maqthu’ adalah hadits yang disandarkan kepada Murid Sahabat dan yang setelah mereka, baik perkataan,perbuatan, dll. Contohnya: Saya berkata: berkata ‘Alqomah –...

Tahsin

Apa itu Tahsin? Tahsin adalah kata Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Hal ini juga umumnya digunakan sebagai nama jang diberikan untuk anak-anak laki-laki di dunia Arab dan...

Al 'Aliy

Apa itu Al ‘Aliy? Allah itu Al-Aliyy ◀ yaitu Allah adalah Yang Maha Tinggi. Allah itu Maha Tinggi kedudukannya, sehingga tidak akan ada yang mampu menyamai atau melampaui-Nya. Allah Ta’...