QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 78 [QS. 36:78]

وَ ضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّ نَسِیَ خَلۡقَہٗ ؕ قَالَ مَنۡ یُّحۡیِ الۡعِظَامَ وَ ہِیَ رَمِیۡمٌ
Wadharaba lanaa matsalaa wanasiya khalqahu qaala man yuhyiil ‘izhaama wahiya ramiimun;

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata:
“Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”
―QS. 36:78
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
36:78, 36 78, 36-78, Yaa Siin 78, YaaSiin 78, Yasin 78

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 78

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 78. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa beberapa orang dari kalangan kaum musyrik antara lain Ubay bin Khalaf dan Al`As bin Wail As Sahmy, datang kepada Rasulullah, dan mereka membawa sepotong tulang yang sudah lapuk.
Lalu seorang di antara mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang: “Hai Muhammad, apakah engkau berpendapat bahwa Allah dapat menghidupkan kembali tulang yang sudah lapuk ini?
Maka Rasulullah ﷺ menjawab: “Tentu, Allah akan membangkitkanmu kembali, dan akan memasukkanmu ke dalam neraka”.

Maka turunlah ayat ini yang menyebut bahwa orang musyrik yang berkata kepada Rasulullah itu telah mengemukakan sesuatu yang menurut pendapatnya merupakan sesuatu yang tidak akan dapat dijawab oleh Rasulullah, karena tulang belulang yang telah lapuk itu tak mungkin lagi menjadi manusia yang hidup dan utuh.
Sebab itu ia mengemukakan pertanyaan: “Siapakah yang dapat menghidupkan kembali tulang yang sudah lapuk ini?”.

Mereka berpendapat demikian adalah karena mereka telah melupakan asal kejadian mereka masing-masing.
Allah telah menciptakan mereka dari setetes air mani, sehingga mereka lahir berwujud manusia yang hidup dan utuh.
Jika seandainya mereka mengingat dan menyadari hal ini, pastilah mereka yakin, bahwa Allah juga kuasa menghidupkannya kembali sesudah mati, walaupun tulang belulang mereka sudah remuk.

Bagi manusia sendiri, mengulang suatu perbuatan lebih mudah daripada melakukannya pertama kali.
Akan tetapi bagi Allah menciptakan sesuatu pertama kali sama saja mudahnya dengan mengulanginya, karena Allah Maha Kuasa.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Manusia, yang bersikap memusuhi terhadap Kami, itu kemudian memberikan permisalan untuk mengingkari kemahakuasaan Kami dalam menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur berserakan.
Ia melupakan bahwa Kami telah menciptakannya dari ketiadaan.
Ia berkata seraya tidak mengakui kemahakuasaan Kami, “Siapa yang akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia membuat perumpamaan bagi Kami) mengenai hal tersebut (dan dia lupa kepada kejadiannya) berasal dari air mani, dan terlebih lagi ia lupa kepada hal-hal yang selain itu (ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”) hancur berantakan, di dalam ungkapan ini tidak dikatakan Ramiimatun, karena isim bukan sifat.

Menurut suatu riwayat dikisahkan bahwa Ashi bin Wail mengambil sebuah tulang yang telah hancur, kemudian ia cerai-beraikan tulang itu di hadapan Nabi ﷺ seraya berkata, “Apakah kamu berpendapat, bahwa Allah nanti akan menghidupkan kembali tulang ini sesudah hancur luluh dan berantakan ini?”
Maka Nabi ﷺ menjawab, “Ya, Dia akan memasukkanmu ke neraka.”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang yang mengingkari kebangkitan membuat perumpamaan kepada Kami dengan sebuah perumpamaan yang tidak patut baginya untuk membuatnya. Yaitu menyamakan kuasa Khalik dengan kuasa makhluk, dan dia lupa awal penciptaannya. Maka dia berkata : Siapa yang akan menghidupkan tulang-tulang yang lapuk dan sudah menjadi tanah??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”
(Q.S. Yasin [36]: 78)

Yakni dia menganggap mustahil bahwa Allah Yang mempunyai kekuasaan Yang besar yang telah menciptakan langit dan bumi ini dapat mengembalikan jasad dan tulang-belulang yang telah hancur luluh menjadi hidup kembali.
Dia lupa akan dirinya, bahwa Allah telah menciptakannya dari tiada menjadi ada.
Padahal kalau dia merenungkan kejadian dirinya, tentulah ia dapat membuktikan hal yang lebih kuat daripada keingkarannya yang membuktikan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 78 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 78 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 78 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:78
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta