QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 69 [QS. 36:69]

وَ مَا عَلَّمۡنٰہُ الشِّعۡرَ وَ مَا یَنۡۢبَغِیۡ لَہٗ ؕ اِنۡ ہُوَ اِلَّا ذِکۡرٌ وَّ قُرۡاٰنٌ مُّبِیۡنٌ
Wamaa ‘allamnaahusy-syi’ra wamaa yanbaghii lahu in huwa ilaa dzikrun waquraanun mubiinun;

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya.
Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas,
―QS. 36:69
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Ampunan Allah yang luas
36:69, 36 69, 36-69, Yaa Siin 69, YaaSiin 69, Yasin 69
English Translation - Sahih International
And We did not give Prophet Muhammad, knowledge of poetry, nor is it befitting for him.
It is not but a message and a clear Qur’an
―QS. 36:69

 

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Alquran adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad ﷺ sendiri.
Dengan demikian, menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair.
Hal ini dibantah keras pada ayat ini, karena Alquran merupakan wahyu Allah yang membawa kebenaran.
Sedang Nabi Muhammad ﷺ bertugas menyampaikannya kepada umat manusia semua kebenaran yang diterima dari Allah.
Nabi Muhammad bukan penyair yang hanya mengkhayal, tetapi rasul Allah yang membawa kebenaran untuk memperbaiki orang-orang jahiliah.

Alquran jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu.
perbedaan itu dapat dilihat dalam hal:

1. Syair Arab waktu itu merupakan rangkaian kalimat-kalimat yang terikat pada wazan (timbangan kalimat) atau pola tertentu, bahr-bahr (irama dan notasi dalam syair Arab) tertentu, seperti bahr kamil, bahr rajaz, dan lain-lain.

Sedangkan ayat-ayat Alquran susunan kalimatnya begitu indah, pilihan diksi kata-katanya begitu tepat, tetapi tidak terikat pada wazan dan bahr syair Arab.

2. Syair Arab juga terikat pada qafiyah, yaitu huruf akhir tertentu.
Jika hal itu tidak dipenuhi, maka rusaklah syair tersebut, sehingga ada unsur pemaksaan atau takalluf.

Pada ayat-ayat Alquran memang ada beberapa huruf akhir yang sama sehingga bersajak (masju’), tetapi menjadi lebih indah karena tidak kaku dan tidak ada unsur pemaksaan (takalluf).

3. Isi syair Arab biasanya berupa khayalan penyair dengan imajinasi yang tinggi sehingga melupakan banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Sedangkan ayat-ayat Alquran semuanya sesuai dengan kenyataan, baik alam gaib maupun alam nyata, sehingga memberi informasi yang benar.

4. Syair-syair Arab biasanya berupa puji-pujian yang berlebih-lebihan terhadap raja atau kepala suku sehingga menjadikan para raja bertambah sombong.
Syair bisa juga berisi celaan atau ejekan terhadap musuh sehingga meningkatkan permusuhan yang ada.

Sedangkan Alquran selalu berbicara masalah kebenaran tanpa membuat orang menjadi sombong, bahkan ayat Alquran melarang kesombongan dan rasa kebencian maupun permusuhan.

5. Syair-syair Arab seringkali disusun dan dirangkai oleh penyair dan digunakan untuk mendapat hadiah sebagai mata pencaharian penyair.
Sedangkan ayat-ayat Alquran semata-mata memberi informasi, petunjuk, dan pelajaran yang baik.
Bahkan ayat Alquran tidak boleh diperjualbelikan dengan harga murah untuk memperoleh penghasilan tertentu.

Dari hal-hal di atas terbukti bahwa bahasa Alquran lebih indah dari syair dan kandungan isinya lebih baik dan memberi manfaat yang lebih besar bagi kehidupan manusia secara keseluruhan.

Allah menegaskan bahwa Dia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad ﷺ.
Ia hanyalah mewahyukan Alquran kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia.
Tuduhan kaum musyrik dan kaum kafir bahwa Muhammad ﷺ adalah penyair adalah tuduhan yang tidak patut dan tidak dapat diterima akal yang sehat.

Kemudian Allah menegaskan lagi bahwa Alquran yang disampaikan oleh Muhammad ﷺ adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.

Kaum musyrik mengatakan Alquran itu syair, karena kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya demikian indah dan tepat.
Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Alquran adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimatnya memang memesona siapa saja yang mendengarnya.
Akan tetapi, tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar.
Alquran bukanlah sihir ataupun syair, karena syair merupakan susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Alquran tidaklah demikian.











36:69, 36 69, 36-69, Yaa Siin 69, tafsir surat YaaSiin 69, Yasin 69



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta