Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 66 [QS. 36:66]

وَ لَوۡ نَشَآءُ لَطَمَسۡنَا عَلٰۤی اَعۡیُنِہِمۡ فَاسۡتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰی یُبۡصِرُوۡنَ
Walau nasyaa-u lathamasnaa ‘ala a’yunihim faastabaquush-shiraatha fa-anna yubshiruun(a);

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
―QS. 36:66
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Keabadian surga
36:66, 36 66, 36-66, Yaa Siin 66, YaaSiin 66, Yasin 66

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan kekuasaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya, yaitu jika Dia menghendaki dapat saja menghapus penglihatan dan pendengaran orang-orang kafir, sehingga tidak dapat melihat padahal mereka harus banyak beramal dan berbuat baik.
Akan tetapi, karena sifat kasih sayang Allah kepada manusia, maka hal itu tidak dilakukan-Nya.
Orang-orang kafir tetap dapat melihat dan berbuat baik di dunia sesuai dengan petunjuk agama.
Akan tetapi, hal itu tidak mereka lakukan, bahkan mereka banyak berbuat dosa.
Dengan demikian, di samping mereka tidak memiliki amal kebaikan yang perlu diberi pahala, dosa-dosa mereka juga sangat banyak sehingga siksaan Allah di akhirat tentu sangat berat.
Mereka tidak dapat mengelak dari semua itu karena adanya kesaksian tangan dan kaki mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan jika Kami menghendaki untuk menghilangkan penglihatan mereka di dunia, niscaya Kami akan butakan mereka.
Lalu mereka berlomba-lomba meniti jalan yang harus mereka lalui.
Tapi mereka tidak dapat lagi melihat jalan itu.
Bagaimana mungkin mereka dapat melihatnya, bukankah Kami telah membuat mereka buta?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mereka) Kami jadikan penglihatan mereka buta sama sekali (lalu mereka berlomba-lomba) bersegera (-mencari- jalan) untuk pergi sebagaimana kebiasaan mereka.
(Maka betapakah) bagaimanakah (mereka dapat melihat) jalan itu, jika mereka dalam keadaan buta?
Yakni mereka pasti tidak akan dapat melihat jalan itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kalau Kami berkehendak niscaya Kami menghapus mata-mata mereka dengan menghilangkan penglihatan mereka sebagaimana Kami telah menutup mulut mereka, selanjutnya mereka akan berbondong-bondong menuju titian untuk melintasinya, mana mungkin mereka bisa melewatinya sementara penglihatan mereka telah diambil??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan.
Maka betapakah mereka dapat melihatnya).
(Yaa Siin:66)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir ayat ini.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami sesatkan mereka dari jalan petunjuk, maka betapakah mereka dapat melihatnya.
Di lain kesempatan Ibnu Abbas mengartikan tamasna dengan pengertian ‘Kami butakan’.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, “Jikalau Allah menghendaki, tentulah mata mereka dibutakan-Nya sehingga mereka menjadi buta dan tidak dapat melihat jalan yang ditempuhnya.”

As-Saddi mengatakan bahwa seandainya Kami menghendaki, tentulah Kami butakan penglihatan mereka.

Mujahid, Abu Saleh, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan bahwa lalu mereka berlomba-lomba menuju sirat yakni jalan.

Ibnu Zaid mengatakan, yang dimaksud dengan sirat dalam ayat ini ialah kebenaran, maka betapakah mereka dapat melihatnya karena Kami telah membutakan penglihatan mereka.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
bahwa makna fa-anna yubsirun ialah mereka tidak dapat melihat perkara hak.


Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 66

A’YUN
أَعْيُن

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya adalah ‘ain. Menurut Ibn Asy Sukayt, ‘ain bermakna “sesuatu yang dengannya seseorang dapat melihat dan memandang.”

Ibn Saydah berkata,
‘Ain adalah orang yang dikirim untuk mencari berita dan ia dinamakan dzii al ‘ainain

Sedangkan Ar Razi berkata,
makna ‘ain ialah indera penglihatan.

Ia juga bermakna “kekuatan penglihatan. Makna lafaz ini juga berbeda-beda dari sudut penggunaannya. Apabila ia disandarkan kepada al-maa’ atau ‘ainul maa’ artinya adalah “mata air.” Apabila disandarkan kepada rumah maa bid daari ‘ain artinya “tiada siapapun di rumah itu'” Apabila disandarkan pula kepada an nafis bermakna “yang amat berharga.” Ia juga bermakna mata-mata, ilmu, matahari, kemuliaan dan sebagainya.

Lafaz a’yun disebut 22 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
-Al Maa’idah (5), ayat 83;
-Al A’raaf (7), ayat 116, 179, 195;
-Al­ Anfaal (8), ayat 44;
-At Taubah (9), ayat 92,
-Hud (11), ayat 31, 37;
-Al Kahfi (18), ayat 101;
-Al­ Anbiyaa (21), ayat 61;
-Al Mu’minuun (23), ayat 27;
-Al Furqaan (25), ayat 74;
-As Sajadah (32), ayat 17;
-Al Ahzab (33), ayat 19, 51;
-Yaa Siin (36), ayat 66;
-Al Mu’min (40), ayat 19;
-Az Zukhruf (43), ayat 71;
-Ath Thuur (52), ayat 48;
-Al Qamar (54), ayat 14, 37.

Dalam surah Al Furqaan, lafaz a’yun dikaitkan dengan dzurriyyatinaa qurrah.

Ibn Katsir menafsirkannya dengan “anak-anak yang menyembah Engkau dan membaguskan ibadah mereka kepadamu serta tidak durhaka kepada kami” Beliau menukilkan pandangan ‘Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam, yang berpendapat maksudnya ialah “memohon kepada Allah bagi isteri­ isteri dan anak-anak mereka supaya diberi petunjuk Islam.”

Dalam surah As Sajadah, beliau menafsirkannya dengan “kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata” sebagaimana yang dinukilkan dari Al Hasan Al Basri.”

Imam Asy Syawkani menafsirkan kata a’yun yang terdapat pada kisah Nabi Nuh (dalam surah Hud, ayat 37) yang dikaitkan dengan lafaz tajri dan wasna’ al fulk dengan “mata-mata malaikat yang selalu melidungi mereka,” karena kata a’yun bermakna alat penglihatan yang mayoritasnya digunakan untuk menjaga dan memperhatikan serta mengawasi sesuatu. A’yun yang dikaitkan dengan wasna’ al jul itu bermakna “dengan pandangan kami dan kasih sayang kami kepadamu.”

Dalam surah Al Kahfi, ayat 101, lafaz a’yun dikaitkan dengan kata ghitaa’, maksudnya ialah mereka yang di dunia ini buta akan dalil-dalil kekuasaan Allah dan keesaan Nya bahkan mereka tidak melihat dan memikirkannya.

Lafaz ini juga dikaitkan dengan ad dam sebagaimana yang terdapat dalam surah At-Taubah, ayat 92 dan Al Maa’idah, ayat 83.

At Tabari menafsirkan maksudnya “mata yang darinya keluar air mata” dan ayat ini diturunkan kepada Raja Najasyi dan para pengikutnya yang menangis karena melihat kebenaran Al Qur’an yang dibacakan kepada mereka.

Sedangkan dalam surah At Taubah, yang dimaksudkan adalah Bani Muqarrin dari kabilah Muzaynah yang menangis karena sedih disebabkan tiada sesuatu yang mereka dapat nafkahkan dan sumbangkan untuk berjihad di jalan Allah.

Kesimpulannya, makna dan maksud lafaz a’yun yang terdapat di dalam Al Qur’an dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, sudut zahir di mana ia adalah alat penglihatan.

Kedua, sudut maknawi yang tersirat, ia bermakna penjagaan, kasih sayang, diri yang mendapat petunjuk atau kesesatan dan sebagainya. Semua itu berdasarkan kepada konteks sandaran lafaz a’yun itu dan hubungannya dengan kalimat lain dalam suatu ayat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:11

Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Yaa Siin (36) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Yaa Siin (36) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Yaa Siin (36) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 83 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah36
Nama SurahYaa Siin
Arabيس
ArtiYaasiin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu41
Juz22 dan 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat83
Jumlah kata733
Jumlah huruf3068
Surah sebelumnyaSurah Fatir
Surah selanjutnyaSurah As-Saffat
4.6
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/36-66









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta