Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yaa Siin

Yaa Siin (Yaasiin) surah 36 ayat 65


اَلۡیَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰۤی اَفۡوَاہِہِمۡ وَ تُکَلِّمُنَاۤ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ تَشۡہَدُ اَرۡجُلُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Al-yauma nakhtimu ‘ala afwaahihim watukallimunaa aidiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun(a);

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
―QS. 36:65
Topik ▪ Hisab ▪ Manusia bersaksi atas dirinya ▪ Jihad yang paling mulia
36:65, 36 65, 36-65, Yaa Siin 65, YaaSiin 65, Yasin 65
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyatakan bahwa orang-orang kafir pada hari mereka menerima azab dalam neraka itu mengingkari semua perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, bahkan mereka bersumpah bahwa mereka tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

Mereka mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami tiadalah kami mempersekutukan Allah".
(Q.S.
Al An'am: 23)

Dan dalam firman Allah:

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah".
(Q.S.
An Naba': 40)

Karena itu Allah subhanahu wa ta'ala mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat mengucapkan sepatah katapun dan Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan agar seluruh anggota badan mereka, seperti tangan, kaki mereka, dan sebagainya menjadi saksi atas perbuatan itu dan semua anggota badan mereka itu menerangkan dengan sejelas-jelasnya.

Ada riwayat yang menerangkan bahwa pada waktu itu orang-orang kafir mengingkari dengan sangat segala perbuatan jahat yang telah mereka lakukan di dunia.
Karena itu tetangga-tetangga keluarga mereka dart sanak famili mereka menyatakan persaksian mereka dengan sumpah bahwa mereka benar-benar telah melakukan perbuatan jahat dan dosa selama hidup di dunia, seperti mempersekutukan Allah dan sebagainya.
Mendengar persaksian itu mereka berkata: "Aku tidak akan menerima persaksian dari siapa pun selain dari persaksian yang aku sendiri yang menyatakannya".
Maka Allah pun menutup mulut mereka dan memerintahkan kepada anggota-anggota tubuh mereka: "Berbicaralah engkau".
Malta anggota-anggota tubuh mereka itu menuturkan semua yang telah mereka kerjakan itu.

Banyak ayat-ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Q.S.
an Nur: 24)

Adapun Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi, adalah karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu.
Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.

Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka mereka merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka.
Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu.
Di akhirat nanti mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dart menanggungnya semasa hidup di dunia.

Di samping anggota jasmani menjadi saksi di akhirat nanti maka roh dan jiwapun akan menjadi saksi pada hari itu.
Persaksian roh dart jiwa akan lebih lengkap dari persaksian anggota badan, karena roh dart jiwa itu di samping mengetahui apa yang diketahui anggota, juga ia merasakan apa yang tidak sanggup anggota badan merasakannya.

Persaksian roh dan jiwa ini dipahami dari firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.
(Q.S.
Al Isra': 14)

Yaa Siin (36) ayat 65 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yaa Siin (36) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yaa Siin (36) ayat 65 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu Kami tutup mulut mereka sehingga tidak dapat berkata.
Tangan-tangan merekalah yang berbicara kepada Kami.
Dan kaki-kaki mereka pun berbicara sebagai saksi atas perbuatan-perbuatan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari ini Kami tutup mulut mereka) mulut orang-orang kafir, karena mereka mengatakan, yaitu sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Demi Allah, Rabb kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah." (Q.S.
6 Al An'am, 23) (Dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian) juga anggota-anggota mereka lainnya (terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan) setiap anggota tubuh mengucapkan apa yang telah diperbuatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(Yaa Siin:65)

Ayat ini menceritakan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang munafik kelak di hari kiamat ketika mereka mengingkari perbuatan jahat mereka di dunia dan mengucapkan sumpah untuk itu.
Maka Allah mengunci mulut mereka dan dibiarkanlah oleh-Nya semua anggota tubuh lainnya berbicara menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Syaibah Ibrahim ibnu Abdullah ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Minjab ibnul Haris At-Tamimi, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ubaid Al-Maktab, dari Al-Fadl ibnu Amr, dari Asy-Sya'bi, dari Anas ibnu Malik r.a.
yang mengatakan bahwa ketika kami bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba beliau tersenyum sehingga gigi serinya kelihatan.
Kemudian beliau ﷺ bersabda, "Tahukah kalian, mengapa aku tertawa?"
Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Nabi ﷺ bersabda: Karena bantahan seorang hamba kepada Tuhannya pada hari kiamat.
Si hamba berkata, "Ya Tuhanku, bukankah Engkau melindungiku dari kezaliman?"
Tuhan berfirman, "Benar.” Si hamba berkata, "Saya tidak memperkenankan ada yang bersaksi terhadapku kecuali hanya diriku sendiri.” Tuhan berfirman, "Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung terhadapmu, juga malaikat pencatat amal perbuatanmu sebagai saksinya.” Maka dikuncilah mulutnya, lalu dikatakan kepada anggota-anggota tubuhnya, "Berbicaralah kamu, maka semua anggota tubuhnya berbicara tentang amal perbuatannya.
Kemudian dibiarkan antara dia dan anggota tubuhnya untuk berbicara.
Maka ia berkata (kepada anggota tubuhnya), "Celaka dan siallah kalian, dahulu aku berjuang membelamu (dan sekarang kamu mencelakakan diriku)."

Imam Muslim dan Imam Nasai meriwayatkannya.
Mereka berdua menerima hadis ini dari Abu Bakar ibnu Abun Nadr, dari Abun Nadr, dari Ubaidillah ibnu Abdur Rahman Al-Asyja'i, dari Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.
Kemudian Imam Nasai mengatakan bahwa ia tidak mengetahui seseorang meriwayatkan hadis ini dari Sufyan selain Al-Asyja'i.
Hadis ini berpredikat garib, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Demikianlah menurut Imam Nasai.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Bahz ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya kalian kelak akan dipanggil dalam keadaan mulut kalian ditutup dengan penyumbat.
Maka anggota tubuh seseorang dari kalian yang mula-mula ditanyai adalah paha dan bahunya.

Sufyan ibnu Uyaynah telah menceritakan dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah ﷺ tentang hadis hari kiamat yang cukup panjang, di dalamnya disebutkan bahwa:

kemudian orang yang ketiga dihadapkan, lalu ditanya, "Amal apakah yang kamu bawa?"
Ia menjawab, "Aku adalah hamba­Mu, beriman kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu serta Kitab-Mu.
Dan aku mengerjakan puasa, salat, dan berzakat," lalu ia mengucapkan pujian yang baik sebatas kemampuannya.
Lalu dikatakan kepadanya, "Ingatlah, Aku akan membangkitkan saksi dari Kami terhadapmu." Lalu ia berpikir untuk mencari siapa yang akan menjadi saksi terhadap dirinya.
Maka Allah membungkam mulutnya dan dikatakan kepada pahanya, "Berbicaralah!" Maka pahanya, dagingnya, dan tulangnya berbicara, menceritakan semua amal perbuatan yang pernah dilakukannya.
Demikianlah nasib yang dialami oleh orang munafik, hal itu dilakukan terhadapnya agar alasan Allah kuat, dan itulah yang membuat Allah murka terhadapnya.

Imam Muslim dan Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah secara panjang lebar.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepada kami Damdam ibnu Zur'ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Uqbah ibnu Amir r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula ber­bicara di hari semua mulut dibungkam adalah paha kaki kirinya.

Imam Ahmad menilai jayyid sanad hadis ini.
Untuk itu dia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Nafi', telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dan Damdam ibnu Zur'ah dari Syuraih ibnu Ubaid Al-Hadrami dari seseorang yang menceritakan hadis ini kepadanya, dari Uqbah ibnu Amir r.a.
bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula berbicara di hari semua mulut dikunci ialah paha kaki kirinya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Ubaid, dari Humaid ibnu Hilal yang mengatakan bahwa Abu Burdah pernah mengatakan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari r.a.
telah berkata bahwa kelak di hari kiamat orang mukmin dipanggil untuk menjalani perhitungan amal perbuatan.
Lalu Tuhannya menampakkan kepadanya semua amal perbuatannya antara Dia dan orang mukmin itu.
Maka orang mukmin itu mengakuinya dan mengatakan, "Benar, ya Tuhanku, aku telah melakukan anu dan anu dan anu." Maka Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni semua dosanya dan menutupi sebagian darinya.
Tiada seorang makhluk pun yang melihat dosa-dosa tersebut barang sedikit pun, dan yang tampak hanyalah kebaikan-kebaikannya saja, sehingga orang mukmin itu menginginkan andaikata semua manusia melihatnya.
Dan orang kafir serta orang munafik dipanggil untuk menjalani hisab amal perbuatannya, maka Tuhannya membeberkan kepadanya semua amal perbuatannya.
Tetapi ia mengingkarinya dan berkata, "Ya Tuhanku, demi Keagungan-Mu, sesungguhnya malaikat ini telah mencatat pada buku amalku hal-hal yang tidak aku kerjakan." Maka malaikat pencatat amal perbuatan berkata kepadanya, "Bukankah kamu telah melakukan anu di hari anu di tempat anu?"
Ia menjawab, "Tidak, demi keagungan-Mu, ya Tuhanku, aku tidak melakukannya." Apabila ia mengingkari semuanya itu, maka Allah subhanahu wa ta'ala membungkam mulutnya.
Abu Musa Al-Asy'ari r.a.
melanjutkan, bahwa sesungguhnya ia menduga anggota tubuhnya yang mula-mula berbicara ialah paha kanannya.
Kemudian Abu Musa Al-Asy'ari membaca firman-Nya: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(Yaa Siin:65)

Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 65

AFWAAH
أَفْوَٰه

Lafaz afwaah adalah bentuk jamak dari al faah. Ia berarti terbukanya sesuatu, mu'annats-nya adalah yang bermakna mulut. Kata terbitan dari adalah al fawaah yang bermakna mulut yang luas.

Menurut ahli tatabahasa Arab, asal kata al jam adalah faah.

Kata afwaah disebut 12 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 118, 167;
-Al Maa'idah (5), ayat 41;
-At Taubah (9), ayat 8, 30, 32;
-Ibrahim (14), ayat 9;
-Al Kahfi (18), ayat 5;
-An Nuur (24), ayat 15;
-Al Ahzab (33), ayat 4;
-Yaa Siin (36), ayat 65;
-Ash Shaff (61), ayat 8.

Dalam ayat 118, surah Ali Imran, makna kata afwaah adalah alsinah yaitu lisan atau mulut, di mana penafsiran ayat itu adalah "nampak tanda-tanda permusuhan pada kamu melalui afwaah (lisan-lisan) mereka dan mereka tidak cukup memusuhi kamu dengan hati mereka saja, sehingga mereka berterus terang dengan mulut mereka."

Begitu juga makna afwaah dalam ayat 167, apabila orang munafik seperti Ubai bin Salul dan pengikutnya pergi bersama Rasulullah pada Perang Uhud, namun mereka balik dan mengatakan, "Sekiranya kami tahu, pasti kami berperang bersama kamu," sedangkan mereka sebenarnya mengatakan dengan lisan mereka ucapan yang bertentangan dengan hati mereka.

Sedangkan kata afwaah dalam surah Al Maa'idah ayat 41, penafsirannya adalah mereka menampakkan keimanan dengan afwaah (lidah atau mulut) mereka sedangkan hati mereka rusak dan kosong daripadanya, mereka itu adalah orang munafik.

Kesimpulannya, makna dan maksud dari kata afwaah pada keseluruhan ayat Al Qur'an ialah lisan atau mulut.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:24

Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai "Yaa Siin" karena dimulai dengan huruf "Yaa Siin".
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur'an, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur'an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur'an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu'min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

QS 36 Yasin (1-83) - Indonesian - Archie Wirija
QS 36 Yasin (1-83) - Arabic - Archie Wirija


Gambar Kutipan Surah Yaa Siin Ayat 65 *beta

Surah Yaa Siin Ayat 65



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yaa Siin

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku