Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Yaa Siin (Yaasiin) - surah 36 ayat 65 [QS. 36:65]

اَلۡیَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰۤی اَفۡوَاہِہِمۡ وَ تُکَلِّمُنَاۤ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ تَشۡہَدُ اَرۡجُلُہُمۡ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Al-yauma nakhtimu ‘ala afwaahihim watukallimunaa aidiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun(a);
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka;
tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
―QS. Yaa Siin [36]: 65

Daftar isi

That Day, We will seal over their mouths, and their hands will speak to Us, and their feet will testify about what they used to earn.
― Chapter 36. Surah Yaa Siin [verse 65]

ٱلْيَوْمَ pada hari ini

This Day
نَخْتِمُ Kami kunci/tutup

We will seal
عَلَىٰٓ atas

[on]
أَفْوَٰهِهِمْ mulut-mulut mereka

their mouths,
وَتُكَلِّمُنَآ dan berkata kepada Kami

and will speak to Us
أَيْدِيهِمْ tangan-tangan mereka

their hands,
وَتَشْهَدُ dan memberi kesaksian

and will bear witness
أَرْجُلُهُم kaki-kaki mereka

their feet
بِمَا dengan/terhadap apa

about what
كَانُوا۟ adalah mereka

they used to
يَكْسِبُونَ mereka usahakan

earn.

Tafsir Quran

Surah Yaa Siin
36:65

Tafsir QS. Yasin (36) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Ketika menerima azab di neraka, ada sebagian dari orang-orang kafir yang mengingkari perbuatan-perbuatan jahat mereka di dunia sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا وَاللّٰهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِيْنَ

Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan,
"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."
(Al-An’am [6]: 23)

Maka pada ayat 65 ini, Allah mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat berbohong maupun mendebat adanya perbuatan mereka.

Apalagi tangan-tangan mereka kemudian berbicara dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan, sehingga mereka tidak mungkin lagi mengelak atas adanya perbuatan-perbuatan mereka yang melawan agama.
Pada hari akhirat ini, hukum berlaku dengan seadil-adilnya sesuai dengan segala perbuatan mereka di dunia.



Menurut riwayat Anas bin Malik dikatakan:Dari Anas bin Malik, ia berkata,
"Kami sedang berada di sisi Nabi ﷺ, tiba-tiba beliau tertawa.
Kata beliau,
"Tahukah kamu mengapa saya tertawa?
Kami menjawab,
"Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu".

Beliau berkata,"(Saya tertawa) karena adanya pembicaraan antara seorang hamba dengan Tuhannya".
Hamba berkata,
"Wahai Tuhanku, bukankah Engkau telah menyelamatkan aku dari kezaliman?
"Ya benar, kamu telah Aku selamatkan",
jawab Tuhannya.

Hamba berkata,
"
Sesungguhnya aku tidak akan mengizinkan atas diriku kecuali seorang saksi dari padaku".
Tuhannya menjawab,
"Cukup, kamu menjadi saksi atas dirimu dan para malaikat pencatat amal juga menjadi saksi".

Nabi ﷺ lalu berkata,
"
Kemudian mulut hamba tadi ditutup, lalu anggota-anggota badan diperintahkan untuk berbicara,
"Bicaralah!".
Kata Nabi ﷺ lagi,
"
Maka anggota-anggota badan itu berbicara (sesuai perbuatannya).
(Riwayat Imam Abu Ya’la Al-Maushuli)

Banyak ayat-ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah:

يَّوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ اَلْسِنَتُهُمْ وَاَيْدِيْهِمْ وَاَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (An-Nuur [24]: 24)

Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu.
Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan, sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.
Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka ia merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka.
Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu.
Di akhirat, mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dan menanggungnya semasa hidup di dunia.

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 65. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari itu Kami tutup mulut mereka sehingga tidak dapat berkata.
Tangan-tangan merekalah yang berbicara kepada Kami.


Dan kaki-kaki mereka pun berbicara sebagai saksi atas perbuatan-perbuatan mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pada hari itu Kami mengunci mulut orang-orang kafir sehingga mereka tidak berkata-kata.
Tangan-tangan mereka berkata kepada Kami tentang apa yang dilakukannya, kaki-kaki mereka bersaksi dengan apa yang diusahakannya di dunia dan apa yang dihasilkannya berupa dosa-dosa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Pada hari ini Kami tutup mulut mereka) mulut orang-orang kafir, karena mereka mengatakan, yaitu sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya,
"Demi Allah, Rabb kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah."
―QS. Al-An’am [6]: 23―


(Dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian) juga anggota-anggota mereka lainnya


(terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan) setiap anggota tubuh mengucapkan apa yang telah diperbuatnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(QS. Yasin [36]: 65)

Ayat ini menceritakan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang munafik kelak di hari kiamat ketika mereka mengingkari perbuatan jahat mereka di dunia dan mengucapkan sumpah untuk itu.
Maka Allah mengunci mulut mereka dan dibiarkanlah oleh-Nya semua anggota tubuh lainnya berbicara menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Syaibah Ibrahim ibnu Abdullah ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Minjab ibnul Haris At-Tamimi, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ubaid Al-Maktab, dari Al-Fadl ibnu Amr, dari Asy-Sya’bi, dari Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa ketika kami bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba beliau tersenyum sehingga gigi serinya kelihatan.
Kemudian beliau ﷺ bersabda,
"Tahukah kalian, mengapa aku tertawa?"
Kami menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Nabi ﷺ bersabda:
Karena bantahan seorang hamba kepada Tuhannya pada hari kiamat.
Si hamba berkata,
"Ya Tuhanku, bukankah Engkau melindungiku dari kezaliman?"
Tuhan berfirman,
"Benar."
Si hamba berkata,
"Saya tidak memperkenankan ada yang bersaksi terhadapku kecuali hanya diriku sendiri."
Tuhan berfirman,
"Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung terhadapmu, juga malaikat pencatat amal perbuatanmu sebagai saksinya."
Maka dikuncilah mulutnya, lalu dikatakan kepada anggota-anggota tubuhnya,
"Berbicaralah kamu, maka semua anggota tubuhnya berbicara tentang amal perbuatannya.
Kemudian dibiarkan antara dia dan anggota tubuhnya untuk berbicara.
Maka ia berkata (kepada anggota tubuhnya),
"Celaka dan siallah kalian, dahulu aku berjuang membelamu (dan sekarang kamu mencelakakan diriku)."

Imam Muslim dan Imam Nasai meriwayatkannya.
Mereka berdua menerima hadis ini dari Abu Bakar ibnu Abun Nadr, dari Abun Nadr, dari Ubaidillah ibnu Abdur Rahman Al-Asyja’i, dari Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.
Kemudian Imam Nasai mengatakan bahwa ia tidak mengetahui seseorang meriwayatkan hadis ini dari Sufyan selain Al-Asyja’i.
Hadis ini berpredikat garib, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Demikianlah menurut Imam Nasai.


Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Bahz ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya kalian kelak akan dipanggil dalam keadaan mulut kalian ditutup dengan penyumbat.
Maka anggota tubuh seseorang dari kalian yang mula-mula ditanyai adalah paha dan bahunya.

Sufyan ibnu Uyaynah telah menceritakan dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah ﷺ tentang hadis hari kiamat yang cukup panjang, di dalamnya disebutkan bahwa:

kemudian orang yang ketiga dihadapkan, lalu ditanya,
"Amal apakah yang kamu bawa?"
Ia menjawab,
"Aku adalah hambaMu, beriman kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu serta Kitab-Mu.
Dan aku mengerjakan puasa, salat, dan berzakat,"
lalu ia mengucapkan pujian yang baik sebatas kemampuannya.
Lalu dikatakan kepadanya,
"Ingatlah, Aku akan membangkitkan saksi dari Kami terhadapmu."
Lalu ia berpikir untuk mencari siapa yang akan menjadi saksi terhadap dirinya.
Maka Allah membungkam mulutnya dan dikatakan kepada pahanya,
"Berbicaralah!"
Maka pahanya, dagingnya, dan tulangnya berbicara, menceritakan semua amal perbuatan yang pernah dilakukannya.
Demikianlah nasib yang dialami oleh orang munafik, hal itu dilakukan terhadapnya agar alasan Allah kuat, dan itulah yang membuat Allah murka terhadapnya.

Imam Muslim dan Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah secara panjang lebar.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepada kami Damdam ibnu Zur’ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Uqbah ibnu Amir r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula berbicara di hari semua mulut dibungkam adalah paha kaki kirinya.

Imam Ahmad menilai jayyid sanad hadis ini.
Untuk itu dia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Nafi’, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dan Damdam ibnu Zur’ah dari Syuraih ibnu Ubaid Al-Hadrami dari seseorang yang menceritakan hadis ini kepadanya, dari Uqbah ibnu Amir r.a. bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya anggota tubuh manusia yang mula-mula berbicara di hari semua mulut dikunci ialah paha kaki kirinya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Ubaid, dari Humaid ibnu Hilal yang mengatakan bahwa Abu Burdah pernah mengatakan bahwa Abu Musa Al-Asy’ari r.a. telah berkata bahwa kelak di hari kiamat orang mukmin dipanggil untuk menjalani perhitungan amal perbuatan.
Lalu Tuhannya menampakkan kepadanya semua amal perbuatannya antara Dia dan orang mukmin itu.
Maka orang mukmin itu mengakuinya dan mengatakan,
"Benar, ya Tuhanku, aku telah melakukan anu dan anu dan anu."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni semua dosanya dan menutupi sebagian darinya.
Tiada seorang makhluk pun yang melihat dosa-dosa tersebut barang sedikit pun, dan yang tampak hanyalah kebaikan-kebaikannya saja, sehingga orang mukmin itu menginginkan andaikata semua manusia melihatnya.
Dan orang kafir serta orang munafik dipanggil untuk menjalani hisab amal perbuatannya, maka Tuhannya membeberkan kepadanya semua amal perbuatannya.
Tetapi ia mengingkarinya dan berkata,
"Ya Tuhanku, demi Keagungan-Mu, sesungguhnya malaikat ini telah mencatat pada buku amalku hal-hal yang tidak aku kerjakan."
Maka malaikat pencatat amal perbuatan berkata kepadanya,
"Bukankah kamu telah melakukan anu di hari anu di tempat anu?"
Ia menjawab,
"Tidak, demi keagungan-Mu, ya Tuhanku, aku tidak melakukannya."
Apabila ia mengingkari semuanya itu, maka Allah subhanahu wa ta’ala membungkam mulutnya.
Abu Musa Al-Asy’ari r.a. melanjutkan, bahwa sesungguhnya ia menduga anggota tubuhnya yang mula-mula berbicara ialah paha kanannya.
Kemudian Abu Musa Al-Asy’ari membaca firman-Nya:
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(QS. Yasin [36]: 65)

Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 65

AFWAAH
أَفْوَٰه

Lafaz afwaah adalah bentuk jamak dari al faah. Ia berarti terbukanya sesuatu, mu’annats-nya adalah yang bermakna mulut.
Kata terbitan dari adalah al fawaah yang bermakna mulut yang luas.

Menurut ahli tatabahasa Arab, asal kata al jam adalah faah.

Kata afwaah disebut 12 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Ali Imran (3), ayat 118, 167;
• Al Maa’idah (5), ayat 41;
• At Taubah (9), ayat 8, 30, 32;
Ibrahim (14), ayat 9;
Al Kahfi (18), ayat 5;
An Nuur (24), ayat 15;
• Al Ahzab (33), ayat 4;
Yaa Siin (36), ayat 65;
Ash Shaff (61), ayat 8.

Dalam ayat 118, surah Ali Imran, makna kata afwaah adalah alsinah yaitu lisan atau mulut, di mana penafsiran ayat itu adalah "nampak tanda-tanda permusuhan pada kamu melalui afwaah (lisan-lisan) mereka dan mereka tidak cukup memusuhi kamu dengan hati mereka saja, sehingga mereka berterus terang dengan mulut mereka."

Begitu juga makna afwaah dalam ayat 167, apabila orang munafik seperti Ubai bin Salul dan pengikutnya pergi bersama Rasulullah pada Perang Uhud, namun mereka balik dan mengatakan, "Sekiranya kami tahu, pasti kami berperang bersama kamu," sedangkan mereka sebenarnya mengatakan dengan lisan mereka ucapan yang bertentangan dengan hati mereka.

Sedangkan kata afwaah dalam surah Al Maa’idah ayat 41, penafsirannya adalah mereka menampakkan keimanan dengan afwaah (lidah atau mulut) mereka sedangkan hati mereka rusak dan kosong daripadanya, mereka itu adalah orang munafik.

Kesimpulannya, makna dan maksud dari kata afwaah pada keseluruhan ayat Al Qur’an ialah lisan atau mulut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:24

Unsur Pokok Surah Yaa Siin (يس)

Surat "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai "Yaa Siin" karena dimulai dengan huruf "Yaa Siin".
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Alquran, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Alquran bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti adanya hari berbangkit.
Alquran bukanlah syair.
▪ Ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah.
▪ Surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mukmin.
▪ Mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
▪ Anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Kisah:

▪ Kisah utusan-utusan Nabi Isa `alaihis salam dengan penduduk Anthakiyah (Syam).

Lain-lain:

▪ Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik.
▪ Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.
▪ Semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah.
▪ Ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­tiba.
▪ Allah menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Audio Murottal

QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 83 + Terjemahan Indonesia



QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 83

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yaa Siin ayat 65 - Gambar 1 Surah Yaa Siin ayat 65 - Gambar 2
Statistik QS. 36:65
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Alquran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
Sending
User Review
4.3 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

36:65, 36 65, 36-65, Surah Yaa Siin 65, Tafsir surat YaaSiin 65, Quran Yasin 65, Surah Yasin ayat 65

Video Surah

36:65


More Videos

Kandungan Surah Yaa Siin

۞ QS. 36:5 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 36:6 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 36:7 • Allah menggerakkan hati manusia • Segala sesuatu ada takdirnya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:8 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:9 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah

۞ QS. 36:10 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:11 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahman (Maha Pengasih) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 36:12 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 36:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:15 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 36:18 • Meramal nasib

۞ QS. 36:19 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 36:21 • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 36:22 • Kebenaran hari penghimpunan • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 36:23 Tauhid Uluhiyyah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 36:24 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 36:26 • Pahala iman

۞ QS. 36:27 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 36:28 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:29 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:31 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:32 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 36:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 36:38 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 36:39 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:40 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:43 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 36:44 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 36:45 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:47 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:48 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 36:49 • Peniupan sangkakala • Hari kiamat datang tiba-tiba

۞ QS. 36:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 36:51 Ar Rabb (Tuhan) • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 36:52 • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 36:53 • Peniupan sangkakala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 36:54 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 36:55 • Sifat ahli surga

۞ QS. 36:56 • Sifat ahli surga

۞ QS. 36:57 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 36:58 • Melihat Allah di surga • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Percakapan Allah dengan ahli surga •

۞ QS. 36:59 • Derajat para pemeluk agama • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 36:60 • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 36:61 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 36:62 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia •

۞ QS. 36:63 • Allah menepati janji • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 36:64 • Azab orang kafir

۞ QS. 36:65 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 36:66 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 36:67 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 36:68 • Keutamaan berumur panjang

۞ QS. 36:70 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 36:71 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 36:75 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 36:76 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 36:78 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 36:79 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:81 • Kekuasaan Allah • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 36:82 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 36:83 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran,
maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 280

Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar,
Allah akan menambah petunjuk kepada mereka & akan memberi mereka ketakwaan yang dapat menjauhkan mereka dari api neraka.
QS. Muhammad [47]: 17

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

+

Array

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Baitulmakmur

Apa itu Baitulmakmur? Bai.tul.mak.mur tempat yang dilalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. pada malam Isra dan Mikraj, yaitu tempat berkumpulnya malaikat … •

maab

Apa itu maab? ma.ab tempat kembali … •

ilafi

Apa itu ilafi? ila.fi jiwa terhalus yang sudah dapat mendekatkan diri kepada Allah … •