QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 52 [QS. 36:52]

قَالُوۡا یٰوَیۡلَنَا مَنۡۢ بَعَثَنَا مِنۡ مَّرۡقَدِنَا ٜۘؐ ہٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحۡمٰنُ وَ صَدَقَ الۡمُرۡسَلُوۡنَ
Qaaluuu yaa wailanaa man ba’atsanaa min marqadinaa hadzaa maa wa’adar-rahmanu washadaqal mursaluun(a);

Mereka berkata:
“Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?”.
Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).
―QS. 36:52
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Setiap nabi menerima ujian
36:52, 36 52, 36-52, Yaa Siin 52, YaaSiin 52, Yasin 52

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 52

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 52. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan keheranan orang-orang kafir di waktu mereka dibangkitkan dari kubur, dengan mengatakan : “Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?”.
Mereka heran dan tercengang karena mereka bangun dari tidur nyenyak mereka dan menghadapi malapetaka dan kesulitan yang mereka alami pada waktu itu.

Abu Saleh berkata: “Sesudah terjadi tiupan sangkakala pertama, maka diangkatlah azab dari segala isi kubur dan merasalah mereka seakan-akan sedang tidur nyenyak.
Karena itu tatkala mereka dibangkitkan dari kubur setelah tiupan kedua, mereka bangun dan bertanya keheran-heranan” “Siapakah yang membangunkan kami dari tidur kami yang nyenyak itu?”.

Ketika mereka heran dan tercengang itu di antara orang-orang yang beriman mengatakan kepada mereka: “Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah subhanahu wa ta’ala yang disampaikan oleh para Rasul yang telah datang kepada kita semua, sewaktu hidup di dunia dahulu.
Kepada kita dahulu telah disampaikan oleh para Rasul janji dan ancaman dan adanya hari berbangkit seperti yang sekarang ini.
Karena itu kita tidak pantas heran dan tercengang, keadaan yang kita alami sekarang ini”.

Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini, ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan: “Wahai tulang belulang yang telah hancur lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya kamu berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil”.

Dalam ayat ini orang-orang kafir menanyakan siapa yang membangkitkan itu dan menghidupkan kembali mereka pada hari berbangkit ini, tetapi pertanyaan mereka itu dijawab dengan menerangkan apa yang telah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia.
Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka yang dibangkitkan dari kubur itu pun berkata, “Alangkah seramnya apa yang menanti kami ini! Siapakah gerangan yang telah membangunkan kami dari tidur ini?”
Lalu datanglah jawaban atas pertanyaan mereka itu, “Inilah hari kebangkitan yang dijanjikan Sang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya.
Dan benarlah para rasul yang telah menyampaikan berita tentang hal ini.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka berkata) orang-orang kafir di antara manusia, (“Aduhai!) Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kami) binasalah kami lafal Wailun adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi’il dari lafalnya.

(Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami -kubur-?”) karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur di antara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak diazab.

(Inilah) kebangkitan ini (yang) telah (dijanjikan yang Maha Pemurah dan benarlah) mengenainya (Rasul-rasul-Nya) mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para rasul, tetapi pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi.

Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat tersebut dikatakan kepada mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang mendustakan kebangkitan berkata penuh penyesalan : Duhai betapa celakanya kami, siapa yang mengeluarkan kami dari kubur kami?? Lalu dijawab dan dikatakan kepada mereka : Inilah apa yang dijanjikan Allah yang Maha Pengasih, dan disampaikan oleh para Rasul yang benar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?”
(Q.S. Yasin [36]: 52)

Yakni dari kubur mereka yang dahulu semasa mereka masih hidup di dunia tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan hidup kembali dari kubur mereka.
Setelah mereka menyaksikan di tempat mereka dikumpulkan itu apa yang dahulunya mereka dustakan, Mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?”
(Q.S. Yasin [36]: 52)

Hal ini bukan berarti menafikan siksa kubur bagi mereka yang selama mereka berada di dalam kuburnya, karena siksa kubur itu bila dibandingkan dengan kerasnya azab di alam akhirat sama halnya dengan tidur.

Ubay ibnu Ka’b r.a., Mujahid, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan, mereka tidur sejenak sebelum dibangkitkan hidup.

Qatadah mengatakan bahwa hal tersebut terjadi di antara dua tiupan sangkakala, karena itulah mereka mengatakan, “Siapakah yang membangunkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?”

Menurut bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, manakala mereka telah mengatakan hal tersebut, maka orang-orang mukmin menjawab:

Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya).
(Q.S. Yasin [36]: 52)

Al-Hasan mengatakan bahwa yang menjawab mereka dengan ucapan itu adalah para malaikat.

Tidak ada pertentangan jika kedua pendapat bisa digabungkan.
Hanya Allah yang lebih mengetahui.

Abdur Rahman ibnu Zaid mengatakan bahwa semuanya adalah ucapan orang-orang kafir: Aduhai, celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?
Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul-(Nya) (Yasin 52)

Demikianlah menurut apa yang telah dinukil oleh Ibnu Jarir, tetapi dia sendiri memilih pendapat yang pertama karena pendapat itulah yang paling sahih.

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka berkata, “Aduhai, celakalah kita!” Inilah hari pembalasan.
Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.
(Q.S. As-Saffat [37]: 20-21)

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersuimpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja.
Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).
Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir).”Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu selalu tidak meyakininya).” (Q.S. Ar-Rum [30]: 55-56)


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 52 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 52 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 52 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:52
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.4
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Surah yaasin arab

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta