Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 39 [QS. 36:39]

وَ الۡقَمَرَ قَدَّرۡنٰہُ مَنَازِلَ حَتّٰی عَادَ کَالۡعُرۡجُوۡنِ الۡقَدِیۡمِ
Wal qamara qaddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ‘urjuunil qadiim(i);
Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
―QS. Yaa Siin [36]: 39

And the moon – We have determined for it phases, until it returns (appearing) like the old date stalk.
― Chapter 36. Surah Yaa Siin [verse 39]

وَٱلْقَمَرَ dan bulan

And the moon –
قَدَّرْنَٰهُ telah Kami tetapkannya

We have ordained for it
مَنَازِلَ tempat-tempat(nya)

phases
حَتَّىٰ sehingga

until,
عَادَ ia kembali

it returns
كَٱلْعُرْجُونِ seperti tandan

like the date stalk,
ٱلْقَدِيمِ yang tua

the old.

Tafsir

Alquran

Surah Yaa Siin
36:39

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 39. Oleh Kementrian Agama RI


Allah telah menetapkan jarak-jarak tertentu bagi peredaran bulan, sehingga pada setiap jarak tersebut ia mengalami perubahan, baik dalam bentuk dan ukurannya, maupun dalam kekuatan sinarnya.
Mula-mula bulan itu timbul dalam keadaan kecil dan cahaya yang lemah.

Kemudian ia menjadi bulan sabit dengan bentuk melengkung serta sinar yang semakin terang.
Selanjutnya bentuknya semakin sempurna bundarnya, sehingga menjadi bulan purnama dengan cahaya yang amat terang.

Tetapi kemudian makin menyusut, sehingga pada akhirnya ia menyerupai sebuah tandan kering yang berbentuk melengkung dengan cahaya yang semakin pudar, kembali kepada keadaan semula.


Jika diperhatikan pula benda-benda angkasa lainnya yang bermiliar-miliar banyaknya, dengan jarak dan besar yang berbeda-beda, serta kecepatan gerak yang berlainan pula, semua berjalan dengan teratur rapi, semua itu akan menambah keyakinan kita tentang tak terbatasnya ruang alam ini dan betapa besarnya kekuasaan Allah yang menciptakan dan mengatur makhluk-Nya.


Dengan memperhatikan semua itu, tak akan ada kata-kata lain yang ke luar dari mulut orang yang beriman, selain ucapan
"Allahu Akbar, Allah Mahabesar, lagi Mahabesar kekuasaan-Nya."

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan bulan–dengan pemeliharaan Kami–Kami jadikan menempati posisi-posisi tertentu.
Dengan sebab itulah, pada awalnya, bulan terlihat kecil yang malam demi malam semakin bertambah besar hingga sempurna membentuk bulan purnama.


Setelah itu bulan–secara berangsur-angsur pula–mengecil kembali hingga terlihat seperti pertama kali muncul, bagaikan tandan yang segar kemudian menua dan mulai melengkung, layu dan menguning.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Rembulan adalah tanda kebesaran Allah pada makhluk-Nya.
Allah menetapkan sebuah manzilah untuknya setiap malamnya, mulai terlihat dalam bentuk hilal (bulan sabit) yang kecil sehingga ia sempurna membentuk rembulan yang bulat utuh.


Kemudian ia akan kembali mengecil menjadi seperti janjang kurma yang melengkung dalam kelenturan, kemiringan dan kekunigannya karena usianya yang tua dan kering.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bagi bulan) dapat dibaca Wal Qamaru atau Wal Qamara, bila dibaca nashab yaitu Wal Qamara berarti dinashabkan oleh Fiil sesudahnya yang berfungsi menafsirkannya yaitu


(telah Kami tetapkan) bagi peredarannya


(manzilah-manzilah) sebanyak dua puluh delapan manzilah selama dua puluh delapan malam untuk setiap bulannya.
Kemudian bersembunyi selama dua malam, jika bilangan satu bulan tiga puluh hari, dan satu malam jika bilangan satu bulan dua puluh sembilan hari


(sehingga kembalilah ia) setelah sampai ke manzilah yang terakhir, menurut pandangan mata


(sebagai bentuk tandan yang tua) bila sudah lanjut masanya bagaikan ketandan, lalu menipis, berbentuk sabit dan berwarna kuning.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah.
(QS. Yasin [36]: 39)

Yakni Kami menjadikannya beredar pada garis edar yang lain, yang melaluinya dapat diketahui berlalunya bulan-bulan, sebagaimana melalui matahari dapat diketahui berlalunya malam dan siang hari.
Seperti apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit.
Katakanlah,
"Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) Al-Baqarah [2]: 189)

Dialah Yang Menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
(QS. Yunus [10]: 5), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan.
Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
(QS. Al Israa [17]: 12)

Maka Allah menjadikan matahari mempunyai sinar yang khusus baginya dan bulan mempunyai cahaya yang khusus baginya, dan Dia membedakan perjalanan antara matahari dan bulan.
Matahari terbit setiap hari dan tenggelam di penghujung harinya dengan cahaya yang sama.
Akan tetapi, tempat terbit dan tempat tenggelamnya berpindah-pindah dalam musim panas dan musim dinginnya, yang seiring dengan perbedaan musim tersebut, maka siang hari lebih panjang daripada malam hari dalam musim panas, kemudian dalam musim dingin malam lebih panjang ketimbang siang hari.
Dan Allah menjadikan kemunculan matahari di siang hari, maka matahari adalah bintang siang hari.

Adapun bulan, Allah telah menetapkan baginya manzilah-manzilah bagi perjalanannya.
Pada permulaan bulan ia muncul dalam bentuk yang kecil lagi cahayanya redup, kemudian cahayanya makin bertambah pada malam yang kedua, dan manzilahnya pun makin tinggi.
Setiap kali manzilahnya bertambah tinggi, maka cahayanya pun bertambah terang, sekalipun pada kenyataannya cahaya yang dipancarkannya itu merupakan pantulan dari sinar matahari.
Hingga pada akhirnya cahayanya menjadi sempurna di malam yang keempat belas.
Sesudah itu ia mulai berkurang hingga akhir bulan dan bentuknya seperti tandan yang tua.

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa ‘urjunil qadim adalah asal mula ketandan kurma.

Mujahid mengatakan, ‘urjunil qadim ialah ketandan yang telah kering.

Ibnu Abbas r.a. bermaksud bahwa yang dikatakan dengan ‘urjunil qadim ialah asal mula ketandan buah kurma apabila terbuka dan kering serta melengkung bentuknya.
.

Hal yang sama dikatakan oleh selain keduanya.


Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala kembali menampakkannya di permulaan bulan lainnya.
Orang-orang Arab menamakan setiap tiga malam dari satu bulan dengan nama yang tersendiri sesuai dengan keadaan bulan.
Mereka menamakan ketiga malam pertama dengan istilah gurar, sedangkan ketiga malam berikutnya dinamakan nufal, dan tiga malam berikutnya dinamakan tusa’, karena malam yang terakhirnya jatuh pada malam kesembilan yang kemudian disusul oleh malam yang kesepuluh sesudahnya, yang dalam peristilahan mereka dinamakan ‘usyar (sampai malam ketiga belas).
Setelah itu dinamakan malam bid, karena di malam-malam tersebut cahaya rembulan tampak sempurna dan mencapai puncaknya.
Lalu berikutnya dinamakan dura’ bentuk jamak dari dar’a, dikatakan demikian karena malam pertamanya gelap disebabkan keterlambatan munculnya rembulan.
Oleh karena itulah maka kambing yang bulunya hitam di kepalanya dinamakan dar’a.
Kemudian tiga malam berikutnya dinamakan zulam, lalu berikutnya lagi dinamakan hanadis, selanjutnya da’da, dan yang terakhir dinamakan mahaq karena lenyapnya bulan di penghujung bulan dan mulai memasuki permulaan bulan berikutnya.
Abu Ubaidah r.a. mengingkari adanya tusa’ dan ‘usyar, demikianlah menurut apa yang tertulis di dalam kitab Garibul Musannaf.

Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 39

QADIIM
قَدِيم

Ia adalah mubaalaghah ism fa’il mufrad dari kata kerja qadima dan jamaknya qudamaa’atau qudaamaa, mengandung makna, yang kuno atau dahulu kala, salah satu nama dari nama-nama Allah yang bermaksud yang wujud di mana kewujudannya tiada permulaan, lawan dari hadits (yang baru atau sekarang) dan yang abadi.

Al Kafawiberkata,
"Al qadiim adalah ungkapan kepada masa yang tidak wujud sebelumnya sama sekali.
Kadangkala ia dikatakan ke atas tahun yang sudah berlalu.
Ia juga bisa dikatakan kepada yang ada yang kewujudannya bukan dari yang lain dan juga ke atas kewujudan yang kewujudannya tidak didahului dengan ketiadaan, yaitu:
(1).
Al qadiim bil Dzat (maksudnya Allah);
(2).
Al qadiim bil zamaan dan lawannya adalah Al muhdith bil zamaan.

Lafaz Qadiim disebut tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
Yusuf (12), ayat 95;
Yaa Siin (36), ayat 39;
-Al Ahqaf (46), ayat 11.
Di dalam surah Yusuf, Al Qadiim bermakna kesalahan yang terdahulu.

Al Khazin, An Nasafi dan Al Baidawi berkata,
"Sesungguhnya engkau (Ya’qub) benar-benar jauh dari kebenaran yang terdahulu karena terlampau cintakan Yusuf, banyak menyebut namanya, ingin berjumpa dengannya dan tidak pernah melupakannya.

Al Fayruz Abadi berkata: "Sesungguhnya engkau berada pada kesilapan yang dahulu dalam menyebut Yusuf."

Dalam Tafsir Al Azhar ia bermakna kekeliruan yang lama.

Dalam surah Yaa Siin, lafaz ini dikaitkan dengan al ‘urjuun (tandan) dan al qamar (bulan) atau al ‘urjuunil qadiim(tandan yang condong apabila kering).

Al Khalil berkata,
"Asal tandan adalah kuning dan lebar seperti bulan sabit apabila condong." Hal ini menandakan awal bulan yang lain, di mana awal bulan ia kelihatan begitu kecil seperti bulan sabit, kemudian berangsur-angsur menjadi besar, sampai menjadi bulan purnama, kemudian ia berangsur-angsur bertambah kecil seperti bulan sabit kembali, seperti tandan yang kering dan mengecut apabila condong.
Maknanya tandan itu menjadi kecil kembali disebabkan kering dan mengecut dan ini sama seperti bulan yang bermula dengan bentuk bulan sabit dan berakhir dengan bentuk bulan sabit kembali.

Lafaz Al Qadiim dalam surah Al Ahqaf dikaitkan dengan ifk (pembohongan).

Al Qurtubi berkata,
"Maknanya sama dengan asaathiirul awwaliin (dongengan terdahulu) maksudnya "ketika orang kafir tidak mendapat petunjuk dengan Al Qur’an dan mereka tidak pula mengakui siapa yang membawanya maka mereka memusuhinya dan menyandarkannya.
Ia adalah satu pembohongan yang lama."

Dalam Al Asas fi At Tafsir ia bermaksud penipuan yang dahulu yang dinukilkan dari nenek moyang.
Tuduhan pembohongan di sini tidak dilemparkan kepada Rasulullah, tetapi ditujukan kepada kandungan Al Qur’an.

Kesimpulannya, lafaz qadiim di dalam alQuran bermakna yang dahulu atau terdahulu, lama dan tidak berkaitan dengan salah satu nama dari nama-nama Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 449

Unsur Pokok Surah Yaa Siin (يس)

Surat "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai "Yaa Siin" karena dimulai dengan huruf "Yaa Siin".
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Alquran, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Alquran bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti adanya hari berbangkit.
Alquran bukanlah syair.
▪ Ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah.
▪ Surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mukmin.
▪ Mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.
▪ Anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Kisah:

▪ Kisah utusan-utusan Nabi Isa `alaihis salam dengan penduduk Anthakiyah (faedah peringatan bagi orang-orang musyrik.
▪ Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan.
▪ Semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah.
▪ Ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­tiba.
▪ Allah menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Audio

QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 83 + Terjemahan Indonesia

QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 83

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yaa Siin ayat 39 - Gambar 1 Surah Yaa Siin ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 36:39
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Alquran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah36
Nama SurahYaa Siin
Arabيس
ArtiYaasiin
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu41
Juz22 dan 23
Jumlah ruku’5 ruku’
Jumlah ayat83
Jumlah kata733
Jumlah huruf3068
Surah sebelumnyaSurah Fatir
Surah selanjutnyaSurah As-Saffat
Sending
User Review
4.9 (13 votes)
Tags:

36:39, 36 39, 36-39, Surah Yaa Siin 39, Tafsir surat YaaSiin 39, Quran Yasin 39, Surah Yasin ayat 39

▪ QS Yaa Siin: 39)
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 4 [QS. 41:4]

4. Al-Qur’an itu adalah kitab yang membawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan peringatan bagi orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi sangat disayang-k … 41:4, 41 4, 41-4, Surah Fushshilat 4, Tafsir surat Fushshilat 4, Quran Fushilat 4, Fusilat 4, Fussilat 4, Surah Fusilat ayat 4

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 30 [QS. 45:30]

30. Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan-kebajikan yang telah di perintahkan Allah dan rasul-Nya, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Ny … 45:30, 45 30, 45-30, Surah Al Jaatsiyah 30, Tafsir surat AlJaatsiyah 30, Quran Al-Jasiyah 30, AlJasiyah 30, Al Jasiyah 30, Surah Al Jatsiyah ayat 30

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … kiamat kubra kiamat duniawi kiamat sugra kiamat kecil alam akhir Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … orang kafir hamba sahaya kaum muslimin musawwir orang biasa Benar!

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … wasatiyyah khalbu harakah takamul

Instagram