QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 32 [QS. 36:32]

وَ اِنۡ کُلٌّ لَّمَّا جَمِیۡعٌ لَّدَیۡنَا مُحۡضَرُوۡنَ
Wa-in kullun lammaa jamii’un ladainaa muhdharuun(a);

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
―QS. 36:32
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
36:32, 36 32, 36-32, Yaa Siin 32, YaaSiin 32, Yasin 32

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Akhirnya, pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan, bahwa mereka itu semuanya baik yang dahulu maupun yang sekarang dan yang akan datang pasti akan dikumpulkan ke hadirat-Nya mempertanggungjawabkan perbuatan dan tingkah laku mereka selama di dunia ini.

Berkata Ibnu Kasir: “Kebanyakan ulama salaf meriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan “negeri” dalam ayat ini, ialah negeri “Antakiyah”,
dan mereka yang diutus itu ialah para utusan Nabi Isa ‘alaihis salam, ke negeri itu untuk menyampaikan risalahnya”.

Ada beberapa keberatan dalam menerima riwayat ini:

1.
Tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala menghancurkan negeri Antakiyah karena penduduk negeri itu adalah penduduk negeri yang pertama kali beriman kepada Isa ‘alaihis salam; Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menghancurkan suatu negeri yang penduduknya sedang beriman dan memperkenankan seruan Rasul yang diutus Kepada mereka.
2.
Dalam ayat ini diterangkan bahwa negeri itu dihancurkan Allah, sehingga seluruh negeri dan penduduknya itu menjadi musnah.
Alquran menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan azab kepada orang-orang kafir berupa kehancuran dan kemusnahan mereka dengan negerinya itu, sampai Kitab Taurat diturunkan.
Setelah kitab Taurat diturunkan, Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah menurunkan azab yang seperti itu.
Hal ini dipahami dari firman Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi-manusia, petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 43)

3.
Tidak ada suatu nas yang kuat dan dapat dipegangi berhubungan dengan riwayat itu seperti keterangan yang menerangkan kapan peristiwa itu terjadi, di mana terjadinya dan sebagainya.

Dalam pada itu kaum Muslimin percaya kepada kisah-kisah yang terdapat di dalam Alquran itu, dan tidak semua kisah dijelaskan Alquran secara terperinci.
Kisah-kisah itu ada yang diterangkan dengan terperinci dan ada yang tidak.
Tetapi tiap-tiap kisah itu ada maksud dan tujuannya.
Karena itu tidaklah perlu bagi kaum Muslimin untuk mengetahui perincian dari kisah yang disebutkan pada ayat di alas.
Yang perlu ialah menjadikan kisah-kisah itu sebagai pelajaran dan iktibar, sehingga dapat menambah dan menguatkan iman pada dada masing-masing hamba Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seluruh umat yang telah lalu maupun yang datang kemudian, akan berkumpul di hadapan Kami.
Semuanya akan dipaksa untuk datang kepada Kami.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tiadalah) bila dianggap sebagai In Nafiyah.

Sesungguhnya, bila dianggap sebagai In Mukhaffafah dari Inna (masing-masing) dari semua makhluk, Kullun berkedudukan menjadi Mubtada (melainkan) apabila dibaca Tasydid artinya sama dengan lafal illa.

Jika dibaca Takhfif yaitu menjadi Lamaa, maka huruf Lamnya adalah Lam Fariqah dan huruf Ma-nya adalah Zaidah (dikumpulkan) menjadi Khabar dari Mubtada, yakni dihimpunkan (kepada Kami kembali) untuk menjalani penghisaban, lafal ayat ini menjadi Khabar kedua

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Semua umat di abad-abad yang telah berlalu dan selain mereka, semuanya akan dihadirkan di sisi Kami pada Hari Kiamat untuk menghadapi hisab dan pembalasan amal.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.
(Q.S. Yasin [36]: 32)

Yakni sesungguhnya semua umat yang terdahulu dan yang akan datang, kelak akan dihimpunkan untuk menjalani perhitungan amal perbuatan di hari kiamat di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala Maka Dia akan membalas masing-masing dari mereka sesuai dengan amal perbuatannya, yakni semua amal baik dan amal buruknya.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka.
(Q.S. Hud [11]: 111)

Ulama ahli qiraat berselisih pendapat sehubungan dengan bacaan ayat ini, di antara mereka ada yang membacanya dengan bacaan takhfif pada lafaz lamma sehingga menjadi lama.
Atas dasar qiraat ini, berarti huruf in menunjukkan makna itbat.
Di antara mereka ada pula yang men-tasydid-kan lamma serta menjadikan in sebagai huruf nafi.
sedangkan huruf lamma bermakna illa, artinya ‘dan tidaklah masing-masing dari mereka melainkan dikumpulkan kepada Kami’.
Akan tetapi, makna kedua qiraat ini sama tidak ada bedanya.


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah 36
Nama Surah Yaa Siin
Arab يس
Arti Yaasiin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 41
Juz 22 dan 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 83
Jumlah kata 733
Jumlah huruf 3068
Surah sebelumnya Surah Fatir
Surah selanjutnya Surah As-Saffat
4.8
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim