Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 19 [QS. 36:19]
قَالُوۡا طَآئِرُکُمۡ مَّعَکُمۡ ؕ اَئِنۡ ذُکِّرۡتُمۡ ؕ بَلۡ اَنۡتُمۡ قَوۡمٌ مُّسۡرِفُوۡنَ
Qaaluuu thaa-irukum ma’akum a-in dzukkirtum bal antum qaumun musrifuun(a);
Mereka (utusan-utusan) itu berkata,
“Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri.
Apakah karena kamu diberi peringatan?
Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
―QS. 36:19
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Qaryah ▪ Allah memiliki Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk)
English Translation - Sahih International
They said,
“Your omen is with yourselves.
Is it because you were reminded?
Rather, you are a transgressing people.”
―QS. 36:19

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
قَالُوا۟ mereka berkata

They said,
طَٰٓئِرُكُم kesialan/kecelakaan kamu

“Your evil omen
مَّعَكُمْ bersamamu/karena kamu

(be) with you!
أَئِن apakah jika

Is it because
ذُكِّرْتُم kamu diberi peringatan

you are admonished?
بَلْ bahkan/tetapi

Nay,
أَنتُمْ kamu

you
قَوْمٌ kaum

(are) a people
مُّسْرِفُونَ orang-orang yang melampaui batas

transgressing.”

 

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 19

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para rasul itu berkata,
“Rasa muak yang ada pada kalian itu sebenarnya disebabkan oleh sikap kafir kalian.
Pantaskah kalian merasa muak kepada kami serta mengancam kami dengan azab yang pedih, sementara kami memberikan kalian nasihat-nasihat yang membawa kepada kebahagiaan?
Tetapi begitulah adanya, kalian merupakan sekelompok manusia yang melenceng dari kebenaran dan keadilan.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Utusan-utusan itu berkata,
“Kemalangan kalian) yakni kesialan kalian itu

(adalah karena kalian sendiri”) disebabkan ulah kalian sendiri karena kafir.

(Apakah jika) Hamzah Istifham digabungkan dengan In Syarthiyah, keduanya dapat dibaca Tahqiq, dan dapat pula dibaca Tas-hil

(kalian diberi peringatan) yakni diberi nasihat dan peringatan, jawab Syarath tidak disebutkan.
Lengkapnya ialah apakah jika kalian diberi peringatan lalu kalian bernasib sial karenanya lalu kalian kafir?
Pengertian terakhir inilah objek daripada Istifham atau kata tanya.
Makna yang dimaksud adalah sebagai cemoohan terhadap mereka.

(Sebenarnya kalian adalah kaum yang melampaui batas) karena kemusyrikan kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Para utusan itu berkata:
Pesimis kalian dan amal perbuatan kalian berupa syirik dan keburukan bersama kalian dan tertolak atas kalian.
Apakah bila kalian diingatkan dengan sesuatu yang mengandung kebaikan bagi kalian, kalian merasa pesimis dan kalian malah mengancam kami dengan rajam dan hukuman?
Sebaliknya kalian adalah suatu kaum yang sudah terbiasa melampaui batas dalam berbuat maksiat dan mendustakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemalangan kamu itu adalah karena ulah kamu sendiri.
(QS. Yasin [36]: 19)

Yakni kesialan itu karena tingkah laku kalian sendiri.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya yang menceritakan perihal kaum Fir’aun:

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata,
“Ini adalah karena (usaha) kami.”
Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.
Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah.
(QS. Al-A’raf [7]: 131)

Dan kaum Nabi Saleh berkata:

Mereka menjawab,
“Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.”
Saleh berkata,
“Nasibmu ada pada sisi Allah (bukan kami yang menjadi sebab).”
(QS. An-Naml [27]: 47)

Qatadah dan Wahb ibnu Munabbih mengatakan, yang dimaksud dengan ta’ir di sini adalah amal perbuatan, yakni amal perbuatan kalian.
Disebutkan pula di dalam firman-Nya hal yang semisal, yaitu:

Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan,
“Ini adalah dari sisi Allah.”
Dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana, mereka mengatakan,
“Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).”
Katakanlah,
“Semuanya (datang) dari sisi Allah.”
Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun.
(QS. An-Nisa’ [4]: 78)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)?
Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.
(QS. Yasin [36]: 19)

Yakni karena kami memberikan peringatan kepada kalian dan memerintahkan kepada kalian agar mengesakan Allah dan memurnikan penyembahan hanya kepada-Nya, lalu kalian membalas kami dengan ucapan seperti itu, dan kalian mengancam dan menindas kami karenanya.
Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.
(QS. Yasin [36]: 19)

Qatadah mengatakan bahwa sesungguhnya kami peringatkan kalian tentang azab Allah, lalu kalian menimpakan kesialan kalian kepada kami, sebenarnya kalian ini adalah kaum yang melampaui batas

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)
Qari Internasional

QS. Yaa-Siin (36) : 19 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Yaa-Siin (36) : 19 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Yaa-Siin (36) : 19 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

QS. Yasin (36) : 1-83 ⊸ Archie Wirija (Indonesian)

QS. Yasin (36) : 1-83 ⊸ Archie Wirija (Arabic)

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Yaa-Siin (36) : 1-83 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 83 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 83 + Terjemahan