QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 15 [QS. 36:15]

قَالُوۡا مَاۤ اَنۡتُمۡ اِلَّا بَشَرٌ مِّثۡلُنَا ۙ وَ مَاۤ اَنۡزَلَ الرَّحۡمٰنُ مِنۡ شَیۡءٍ ۙ اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا تَکۡذِبُوۡنَ
Qaaluuu maa antum ilaa basyarun mitslunaa wamaa anzalar-rahmanu min syai-in in antum ilaa takdzibuun(a);

Mereka menjawab:
“Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.
―QS. 36:15
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Qaryah ▪ Segala sesuatu milik Allah
36:15, 36 15, 36-15, Yaa Siin 15, YaaSiin 15, Yasin 15

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian disebutkan alasan pokok kaumnya tidak mau beriman kebanyakan orang-orang yang mendustakan ketiga orang utusan itu, karena mereka berkeyakinan ketiga utusan itu (Yuhana, Bulis dan Syam’un) itu adalah manusia biasa saja seperti mereka juga, tanpa ada keistimewaan yang menonjol.
Waktu itu (mungkin juga sekarang), seseorang tiada akan dihargai kalau tidak mempunyai kepandaian atau keahlian yang istimewa luar biasa.

Alasan kedua, karena mereka yakin bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih tidaklah menunaikan risalah ataupun kitab yang berisi wahyu dan Dia tidak pula memerintahkan untuk beriman dengan ketiga utusan itu.
Oleh karena itu mereka menyimpulkan ketiga utusan itu bohong belaka.
Lafal “ma anzalar rahmanu”,
menunjukkan bahwa penduduk Antakiyah itu telah lama mengenal Tuhan, cuma mereka mengingkarinya dan digantinya dengan berhala.
Sebab itulah segala Rasul-rasul mereka tolak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akan tetapi penduduk kota itu menolak ajakan mereka dan berkata, “Kalian tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami.
Sang Maha Penyayang tidak akan mewahyukan sesuatu kepada manusia.
Kalian tidak lain hanyalah sekelompok orang yang mengatakan sesuatu tanpa dasar.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka menjawab, “Kalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun.

Tidak lain) (kalian hanyalah pendusta belaka.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Penduduk desa berkata kepada para Rasul :
Kalian hanyalah orang-orang seperti kami, dan Allah Yang Maha Pengasih tidak menurunkan wahyu apa pun, sedangkan kalian sendiri (wahai para utusan) adalah orang-orang yang berdusta.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami.
(Yaa Siin:15)

Maksudnya, mana mungkin kalian diberi wahyu, sedangkan kalian adalah manusia seperti kami juga, dan kami tidak mendapat wahyu seperti kalian.
Seandainya kalian benar-benar utusan, tentulah kalian adalah jenis malaikat.
Dan memang inilah keraguan yang berada di benak kebanyakan umat yang mendustakan para rasul, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya yang menceritakan ucapan mereka:

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata, “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” (At-Tagabun: 6)

Yakni mereka merasa heran dan tidak percaya bila rasul berasal dari jenis manusia.
Disebutkan pula oleh firman-Nya:

Mereka berkata, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga.
Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (mem­belokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, Karena itu, datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.” (Ibrahim:10)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya yang menceritakan perkataan mereka:

Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.
(Al-Mu-minun: 34)

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”
(Al Israa’:94)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

“Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.” Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.” (Yaa Siin:15-16)

Yakni ketiga orang rasul mereka menjawab, “Namun Allah mengetahui bahwa kami adalah rasuI-rasul-Nya yang diutus kepada kalian.
Dan seandainya kami dusta terhadap-Nya, tentulah Dia akan menghukum kami dengan siksaan yang keras.
Akan tetapi, Dia pasti akan memenangkan kami dan menolong kami dalam menghadapi kalian, dan kalian akan mengetahui bagi siapakah kesudahan yang baik itu.” Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu.
Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.
Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Al-‘Ankabut: 52)


Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah36
Nama SurahYaa Siin
Arabيس
ArtiYaasiin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu41
Juz22 dan 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat83
Jumlah kata733
Jumlah huruf3068
Surah sebelumnyaSurah Fatir
Surah selanjutnyaSurah As-Saffat
4.9
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta