QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 11 [QS. 36:11]

اِنَّمَا تُنۡذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّکۡرَ وَ خَشِیَ الرَّحۡمٰنَ بِالۡغَیۡبِ ۚ فَبَشِّرۡہُ بِمَغۡفِرَۃٍ وَّ اَجۡرٍ کَرِیۡمٍ
Innamaa tundziru maniittaba’adz-dzikra wakhasyiyar-rahmana bil ghaibi fabasy-syirhu bimaghfiratin wa-ajrin kariimin;

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya.
Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
―QS. 36:11
Topik ▪ Iman ▪ Pahala iman ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
36:11, 36 11, 36-11, Yaa Siin 11, YaaSiin 11, Yasin 11

Tafsir surah Yaa Siin (36) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yaa Siin (36) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa orang yang dapat menerima petunjuk Nabi Muhammad ﷺ ialah orang yang menerima petunjuk dan takut mendengar ancaman tersebut, yakni orang-orang yang beriman pada Alquran dan mau melaksanakan pedoman yang telah digariskannya.
Mereka merasa sadar, gentar dan ngeri bila mendengar ancaman dan siksaan Allah.
Allah Maha Besar Rahmat-Nya dan Maha Pedih siksa-Nya, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 49-50)

Kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Allah memerintahkan supaya mereka diberi kabar gembira bahwa mereka akan mendapat magfirah (keampunan) dan pahala yang mulia, yaitu nikmat yang abadi yang tidak dapat dilukiskan, tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan terlintas dalam hati.
Ayat lain menyatakan.

Sesungguhnya orang-orang yang merasa takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 12)

Maksud “takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih walaupun tidak melihatnya”,
ialah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya di saat ada atau tidak adanya orang yang mengetahuinya, atau ia bertakwa kepada Allah baik waktu ia sendirian maupun bersama orang lain.
Orang-orang beriman dan berkepribadian seperti di ataslah yang diberi Allah kabar gembira melalui Nabi Muhammad ﷺ.
Kabar gembira itu adalah bahwa segala dosa yang pernah mereka kerjakan akan diampuni Allah dengan magfirah-Nya, dan akan menikmati suatu pahala yang mulia yakni surga yang luasnya seluas langit dan bumi, seperti yang dinyatakan oleh ayat:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan.
dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 133)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Peringatanmu itu hanya berguna bagi mereka yang mengikuti petunjuk Al Quran dan takut kepada Sang Maha Penyayang, meskipun mereka tidak melihat-Nya.
Kepada mereka ini berilah kabar gembira berupa ampunan Allah atas segala kesalahan.
Amal perbuatan mereka pun akan mendapatkan balasan kebaikan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kamu hanya dapat memperingati) yakni akan dapat mengambil manfaat dari peringatanmu (orang yang mau mengikuti peringatan) petunjuk Alquran (dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun Dia tidak melihat-Nya) yakni ia tetap takut kepada-Nya sekalipun ia tidak melihat-Nya.

(Maka berilah ia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia) yaitu mendapat surga.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Peringatanmu hanya bermanfaat bagi orang yang beriman kepada al-Qur’an dan mengikuti hukum-hukum Allah yang ada di dalamnya, takut kepada Allah yang Maha Pengasih, di mana tidak ada yang melihatnya kecuali Allah.
Maka sampaikanlah berita gembira kepadanya dengan ampunan Allah terhadap dosa-dosanya, dan pahala dari Allah di akhirat atas amal shalihnya, yaitu masuk surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan.
(Q.S. Yasin [36]: 11)

Sesungguhnya orang-orang yang mengambil manfaat dari peringatanmu hanyalah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang mau mengikuti peringatan itu alias Al-Qur’an.

dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, walaupun dia tidak melihat-Nya.
(Q.S. Yasin [36]: 11)

Yakni manakala tiada seorang pun yang melihatnya selain hanya Allah subhanahu wa ta’ala, karena ia mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Maha Melihat kepadanya dan Maha Mengetahui segala yang diperbuatnya

Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
(Q.S. Yasin [36]: 11)

Yaitu ampunan dari dosa-dosanya dan pahala yang banyak, luas, baik, dan indah.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 12)


Kata Pilihan Dalam Surah Yaa Siin (36) Ayat 11

AJR
أَجْر

Lafaz ini mempunyai dua makna yang berkaitan. Ia bermakna upah atas sesuatu pekerjaan dan juga merawat tulang yang retak. Untuk makna pertama, ia berbentuk al ­ajr atau al ujrah.

Al Khalil berkata,
Ajr bermakna ganjaran atas suatu amalan. Dari kata itu dinamakan juga mahar perempuan sebagai ajr (jamaknya ujur), seperti yang terdapat dalam ayat Allah fa aatuu hunna ujuura hunna sedangkan untuk makna merawat tangan yang retak, dikatakan ujirat yadaahu (tangannya dirawat) atau ajartu yadaahu (aku merawat tangannya).

Lafaz ajr disebut sebanyak 84 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 62, 112, 262, 274, 277;
-Ali Imran (3), ayat 136, 171, 172, 179, 199;
-An Nisaa (4), ayat 40, 67, 74, 95, 100, 114, 146, 162;
-Al Maa’idah (5), ayat 9;
-Al An’aam (6), ayat 90,
-Al A’raaf (7), ayat 113, 170,
-Al Anfaal (8), ayat 28,
-At Taubah (9), ayat 22, 120;
-Yunus (10), ayat 72;
-Hud (11), ayat 11, 51, 115;
-Yusuf (12), ayat 56, 57, 90, 104;
-An Nahl (16), ayat 41, 96, 97;
-Al Kahfi (18), ayat 2, 30, 77;
-Al Israa (17), ayat 9,
-Al ­Furqaan (25), ayat 57,
-Asy Syu’araa (26), ayat 41, 109, 127, 145, 164, 180;
-Al Qashash (28), ayat 25, 54;
-Al Ankaabut (29), ayat 27, 58;
-Al Ahzab (33), ayat 29, 31, 35, 44;
-Saba’ (34), ayat 47;
-Faathir (35), ayat 7;
-Yaa Siin (36), ayat 11, 21;
-Shad (38), ayat 86,
-Az Zumar (39), ayat 10, 35, 74;
-Fushshilat (41), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 23, 40;
-Al Fath (48), ayat 10, 16, 29;
-Al Hujurat (49), ayat 3;
-Ath Thuur (52), ayat 40,
-Al Hadid (57), ayat 7, 11, 18, 19, 27;
-Ath Thaghaabun (64), ayat 15;
-Ath Thalaaq (65), ayat 5;
-Al Mulk (67), ayat 12;
-Al ­Qalam (68), ayat 3, 46;
-Al Muzzammil (73), ayat 20;
-Al Insyiqaaq (84), ayat 25,
-At Tiin (95), ayat 6.

At Tabari menafsirkan ajr dalam surah Saba dengan al jur atau upah, yaitu “Sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kamu atas ajakan kepada Islam dan menyampaikan risalahnya.” Sedangkan dalam surah Faathir, beliau memberikan makna lafaz ajr ialah syurga sebagaimana yang diriwayatkan dari Qatadah. Dalam surah Shad, beliau menafsirkan ajr sebagai tsawaab (ganjaran) dan jazaa’ (balasan).

Dalam surah Al Qashash, berkenaan kisah Nabi Musa, Ibn Katsir memberikan tafsiran lafaz ajr yaitu “memberikan ganjaran (tsawaab) dan hadiah (mukafaah) kepadamu atas pertolonganmu dengan memberi minum kepada kambing-kambing kami” Sebagaimana penafsirannya dalam surah Al A’raaf, ayat 113, beliau menafsirkan ajr dengan ats tsawaab yaitu ganjaran dan hadiah atau al ataa yang dijanjikan oleh Fir’aun apabila para ahli sihir dapat mengalahkan Musa dengan melantik mereka sebagai pembesar-pembesarnya dan pembesar orang Mesir.

Mayoritas penggunaan lafaz ajr di dalam Al Qur’an adalah ganjaran atau balasan bagi orang yang beramal shaleh, bertakwa, berbuat kebajikan dan lain-lain, berupa nikmat syurga di akhirat dan sebagainya. Malah, hampir keseluruhannya memiliki maksud ini kecuali beberapa ayat sebagaimana yang dipaparkan di atas. Maka, maksud umum lafaz ajr ialah ganjaran balasan kebaikan dan bukan kejahatan, sedangkan makna khususnya ialah upah seperti dalam surah Al Qashash dan Al A’raaf dalam ayat 113 di atas dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:37-38

Informasi Surah Yaa Siin (يس)
Surat “Yaa Siin” terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surat-surat Makldyyah, diturunkan sesudah surat Jin.

Dinamai “Yaa Siin” karena dimulai dengan huruf “Yaa Siin”.
Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat.
Al Qur’an, maka demikian pula arti “Yaa Siin” yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain:
Allah bersumpah dengan Al Qur’an bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul­ rasul.

Keimanan:

Bukti-bukti adanya hari berbangkit
Al Qur’an bukanlah syair
ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah
surga dan sifat-sifatnya yang disediakan bagi orang-orang mu’min
mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya
anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.a. dengan penduduk Anthakiyah (Syam) .

Lain-lain:

Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik
Allah menciptak an segala sesuatu berpasang-pasangan
semua bintang-bintang di cakrawala berjalan pada ga­ris edar yang telah ditetapkan Allah
ajal dan hari kiamat datangnya secara tlba­ tiba
Allah menghibur hati Rasulullah s.a. w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya.

Ayat-ayat dalam Surah Yaa Siin (83 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yaa-Siin (36) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Yasin (36) ayat 1-83 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yaa-Siin - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 83 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 36:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yaa Siin.

Surah Yasin atau Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 83 ayat, serta termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Ya Sin karena surah ini dimulai dengan dua abjad Arab Ya Sin.
Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surah Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Nomor Surah36
Nama SurahYaa Siin
Arabيس
ArtiYaasiin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu41
Juz22 dan 23
Jumlah ruku'5 ruku'
Jumlah ayat83
Jumlah kata733
Jumlah huruf3068
Surah sebelumnyaSurah Fatir
Surah selanjutnyaSurah As-Saffat
4.5
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta