Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 99


کَذٰلِکَ نَقُصُّ عَلَیۡکَ مِنۡ اَنۡۢبَآءِ مَا قَدۡ سَبَقَ ۚ وَ قَدۡ اٰتَیۡنٰکَ مِنۡ لَّدُنَّا ذِکۡرًا
Kadzalika naqush-shu ‘alaika min anbaa-i maa qad sabaqa waqad aatainaaka min ladunnaa dzikran;

Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Quran).
―QS. 20:99
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an sebagai kalam Allah ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
20:99, 20 99, 20-99, Thaa Haa 99, ThaaHaa 99, Thoha 99, Thaha 99, Ta Ha 99
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 99. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
bahwa kisah-kisah yang diberitakannya pada ayat-ayat yang lalu seperti kisah Musa bersama Firaun dan Samiri itu, demikian pula kisah Nabi-nabi sebelumnya patut menjadi contoh teladan baginya dalam menghadapi kaumnya yang sangat ingkar dan durhaka itu.
Karena memang demikianlah keadaan setiap Rasul walaupun telah diturunkan kepadanya kitab-kitab dan mukjizat-mukjizat yang nyata untuk menyatakan kebenaran dakwahnya namun kaumnya tetap juga ingkar dan berusaha sekuat tenaga memberantas seruannya dan tetap memusuhi bahkan ingin membunuhnya untuk melenyapkan dari kalangan mereka sehingga tidak ada terdengar lagi suara kebenaran yang dikumandangkannya.
Sebagaimana Allah telah menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Daud as, Taurat kepada Nabi Musa a.s.
dan Injil kepada Nabi Isa as.
Dia telah menurunkan pula Alquran kepadanya, suatu Kitab yang patut mereka terima dengan baik karena ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya adalah untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.
Suatu Kitab yang belum pernah diturunkan kepada Rasul-rasul sebelumnya karena lengkapnya mengandung berbagai macam pedoman tentang hukum-hukum, pergaulan, ekonomi, akhlak dan sebagainya.
Selain dari itu Kitab itu adalah sebagai mukjizat yang besar yang tiada seorangpun sanggup menandingi keindahan bahasanya dan ketinggian sasteranya.
Oleh sebab itu hendaklah dia bersabar dan jangan sekali-kali berputus asa atau bersedih hati, tetap berjuang sampai tercapai kemenangan dan hilang semua kebaikan dan tak ada yang disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa.

Thaa Haa (20) ayat 99 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 99 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 99 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seperti Kami menceritakan kepadamu, Muhammad, kisah Musa, Kami pun menceritakan dengan benar kisah umat-umat terdahulu lainnya.
Dan Kami telah menurunkan kepadamu sebuah kitab suci yang mengandung peringatan bagimu dan umatmu, juga mengandung kebaikan agama dan dunia kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demikianlah) sebagaimana Kami telah mengisahkan cerita ini kepadamu, hai Muhammad (Kami kisahkan kepadamu sebagian kisah) berita (umat yang telah silam) yakni bangsa-bangsa di masa lampau (dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu) yakni Kami telah memberimu (dari sisi Kami) yakni dari hadirat Kami (suatu peringatan) yakni Alquran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sebagaimana telah Kami kisahkan kepadamu, wahai Rasul, kisah-kisah Musa dan Fir’aun beserta kaum keduanya, demikian pula Kami ceritakan kisah-kisah orang-orang terdahulu kepadamu.
Sesungguhnya telah Kami berikan al-Qur’an ini kepadamu dari sisi Kami sebagai peringatan bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya, bahwa telah Kami ceritakan kepadamu kisah Musa dan semua apa yang terjadi pada dirinya dalam menghadapi Fir'aun dan bala tentaranya, yaitu dengan kisah yang jelas dan sesuai dengan kejadiannya.
Begitu pula telah Kami ceritakan kepadamu kisah-kisah masa lalu lainnya sesuai dengan kejadiannya tanpa ada penambahan atau pengurangan, dan ini:

sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan.

Yakni Al-Qur'an yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha-bijaksana lagi Maha Terpuji.
Tiada seorang nabi pun sejak mereka diutus hingga diakhiri dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi sebuah Kitab yang semisal dengan Al-Qur'an, tiada suatu kitab pun yang lebih sempurna dan lebih mencakup isinya daripada Al-Qur'an.
Di dalamnya termuat kisah-kisah terdahulu, kisah masa Al-Qur'an, dan kisah masa mendatang, di dalamnya terkandung pula hukum yang memutuskan di antara manusia.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 99

ANBAA
أَنۢبَآء

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari an naba' yang berarti khabar atau berita, berasal dari kata kerja naba'a yang bermakna datang dari satu tempat ke tempat lain. Begitu juga dengan khabar atau berita karena ia datang dari satu tempat ke tempat lain.

At Tibrisi berpendapat dalam tafsirnya, anbaa' bermakna al akhbar (berita-berita) dan ini berlainan dengan al iha' yang berarti al­ ilham (mengilhamkan) atau menyampaikan makna kepada yang lain secara sembunyi atau ar irsal (menyampaikannya) kepada nabi-nabi. Oleh karena itu, al khabar ialah berita dan al iha' ialah cara menyampaikan berita itu. Al-naba' juga berasal dari kata an-nabiy.

Lafaz anbaa' disebut sebanyak 12 kali di dalam Al Qur'an yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 44;
-Al An'aam (6), ayat 5;
-Al A'raaf (7), ayat 101;
-Hud (11), ayat 49, 100, 120;
-Yusuf (12), ayat 102;
-Tha Haa (20), ayat 99;
-Asy Syu'araa (26), ayat 6;
-Al Qashash (28), ayat 66;
-Al Qamar (54), ayat 4;
-Al Ahzab (33), ayat 20.

At Tibrisi menafsirkan anbaa' dalam surah Ali Imran dengan khabar atau berita-berita sesuatu yang Nabi Muhammad dan umatnya tidak mengetahuinya.

Dalam surah Al An'aam, At Tabari menafsirkan maksud anbaa' ialah khabar atau berita yang datang disebabkan mereka (orang kafir) mempermainkan ayat-ayat Allah dan bukti-bukti yang Allah datangkan kepada mereka dengan ancaman dan kekalahan atau kematian dalam Perang Badar.

Sedangkan Ibn Katsir berkata,
"Pasti akan didatangkan kepada mereka berita atau khabar atas apa yang mereka dustakan dengan menimpakan kepada mereka azab dan bala di dunia sebagaimana umat- umat terdahulu yang lebih kuat daripada mereka dan lebih banyak harta dan anak-pinak.

Asy Syawkani berkata,
"Anbaa' tidak digunakan kecuali pada perkara-perkara yang agung dan besar.

Ibn Qutaibah berkata,
"Makna anbaa' dalam surah Al Qashash ialah al-hujaj (hujah­ hujah) yang menyebabkan mereka membisu atau tidak dapat berkata-kata disebabkan suasana dahsyat pada masa itu. Hujah atau bukti-bukti disembunyikan dari mereka sehingga mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Mereka menjadi bingung dan membisu, sebahagian mereka tidak bertanya kepada sebahagian yang lain disebabkan terkejut dan gugup."

Kesimpulannya, lafaz anbaa' mengandung dua makna.

Pertama, bermakna berita atau kabar yang agung dan ini dalam dua keadaan. Pertama, berita atas perkara-perkara yang lalu dari berita umat terdahulu, rasul-rasul dan lain-lain. Kedua, berita yang pasti datang dan ini lebih cenderung kepada azab dan balasan sebagaimana dalam surah Al-An'am dan Asy Syu'ara'

Kedua, ialah hujah-hujah sebagaimana dalam surah Al Qashash.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52-53

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 99 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 99



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (28 votes)
Sending







✔ ikmah surat al thaha ayat 99 dalam kehidupan

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku