QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 80 [QS. 20:80]

یٰبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ قَدۡ اَنۡجَیۡنٰکُمۡ مِّنۡ عَدُوِّکُمۡ وَ وٰعَدۡنٰکُمۡ جَانِبَ الطُّوۡرِ الۡاَیۡمَنَ وَ نَزَّلۡنَا عَلَیۡکُمُ الۡمَنَّ وَ السَّلۡوٰی
Yaa banii israa-iila qad anjainaakum min ‘aduu-wikum wawaa’adnaakum jaanibath-thuuril aimana wanazzalnaa ‘alaikumul manna wassalw(a);

Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.
―QS. 20:80
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
20:80, 20 80, 20-80, Thaa Haa 80, ThaaHaa 80, Thoha 80, Thaha 80, Ta Ha 80

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 80

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada Bani Israil tiga macam nikmat.

1.
Diselamstkan-Nya dari kekejaman musuhnya yaitu Firaun dan kaumnya, ketika mereka menimpakan kepadanya siksaan yang seberat-beratnya, menyembelih anak laki-laki, membiarkan hidup anak-anak perempuan, dan ketika Allah subhanahu wa ta’ala menenggelamkan mereka dan Musa a.s.
melihatnya.
Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan pengikut-pengikutnya mereka menimpakan kepadamu siksa yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.
Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untukmu.
lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

(Q.S Al Baqarah: 59 dan 50)

2.
Diadakannya perjanjian dengan mereka yaitu munajat Musa dengan Tuhannya di sebelah kanan gunung Tursina dan diturunkan-Nya Taurat kepadanya yang memperinci dengan jelas syariat-Nya.
3.
Diturunkan-Nya kepada mereka sekalian, Manna yaitu makanan seperti madu, rasanya manis sekali, warnanya putih seperti es, dan Salwa yaitu burung sebangsa puyuh yang enak dagingnya, dari fajar sampai matahari terbit ketika mereka berada di padang luas tersesat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Bani Israil, Kami telah menyelamatkan kalian dari Fir’aun, musuh kalian.
Kami menjanjikan keselamatan kalian dari kejaran musuh melalui perkataan Musa, yaitu bahwa kalian akan sampai di bukit Thur dengan aman.
Kami juga menurunkan mann dan salwa kepada kalian sebagai rezeki yang baik, yaitu berupa manisan dan daging burung yang amat lezat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Bani Israel! Sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuh kalian) yakni Firaun dengan menenggelamkannya (dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian di sebelah kanan bukit Thur) kemudian Kami memberikan kitab Taurat kepada Musa untuk diamalkan (dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa) yaitu dinamakan pula Taranjabin dan burung Sammani.

Sedangkan orang-orang yang diseru dalam ayat ini adalah orang-orang Yahudi yang hidup di masa Nabi ﷺ Allah subhanahu wa ta’ala berbicara kepada mereka seraya mengingatkan akan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kakek moyang mereka di zaman Nabi Musa.

Dimaksud sebagai pendahuluan terhadap apa yang akan diungkapkan oleh Allah pada firman selanjutnya, yaitu:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hai Bani Israil, ingatlah ketika Kami menyelamatkan kalian dari musuh kalian, Fir’aun, dan Kami jadikan tempat perjanjian kalian di sebelah kanan bukit Thur untuk menurunkan kitab Taurat pada kalian.
Kami juga telah menurunkan kepada kalian di lembah Tih apa yang bias kalian makan, yaitu makanan menyerupai getah yang rasanya seperti madu, dan burung yang menyerupai burung puyuh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang nikmat-nikmat-Nya dan karunia-Nya yang telah Dia limpahkan kepada Bani Israil, bahwa Dia telah menyelamatkan mereka dari musuh mereka (yaitu Fir’aun) dan menenangkan hati mereka dengan memperlihatkan mayat Fir’aun kepada mereka, juga mayat tentaranya yang tenggelam dalam waktu yang sama di pagi hari itu, sehingga tiada seorang pun dari mereka yang selamat.
Hal ini disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan.
(Al Baqarah:50)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, dijumpainya orang-orang Yahudi sedang melakukan puasa di hari Asyura, lalu beliau menanyakan kepada mereka tentang puasa itu.
Maka mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari kemenangan yang dianugerahkan oleh Allah kepada Musa atas Fir’aun.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Kami lebih berhak terhadap Musa (daripada mereka), maka puasalah kalian.

Hadis riwayat Imam Bukhari ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan kepada Musa dan Bani Israil sesudah kebinasaan Fir’aun untuk bersua ke sebelah kanan Bukit Tur.
Di tempat itulah Allah mengajak Musa berbicara langsung dan Musa meminta kepada Allah untuk memperlihatkan diri-Nya.
Allah memberinya kitab Taurat di tempat itu.
Dan dalam masa itu kaum Bani Israil menyembah anak lembu, kisahnya seperti yang baru saja disebutkan di atas.
Adapun mengenai Manna dan Salwa, maka keterangan dan kisahnya telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Baqarah, juga surat lainnya.

Manna ialah sejenis makanan yang berasa manis, diturunkan dari langit kepada kaum Bani Israil.

Salwa ialah sejenis burung yang berjatuhan kepada mereka, lalu mereka mengambilnya sesuai dengan keperluan mereka sampai besok paginya, sebagai belas kasihan dan rahmat serta kebaikan Allah kepada mereka.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 80 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 80 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 80 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:80
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta