Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 73 [QS. 20:73]

اِنَّـاۤ اٰمَنَّا بِرَبِّنَا لِیَغۡفِرَ لَنَا خَطٰیٰنَا وَ مَاۤ اَکۡرَہۡتَنَا عَلَیۡہِ مِنَ السِّحۡرِ ؕ وَ اللّٰہُ خَیۡرٌ وَّ اَبۡقٰی
Innaa aamannaa birabbinaa liyaghfira lanaa khathaayaanaa wamaa akrahtanaa ‘alaihi minassihri wallahu khairun wa-abq(a);
Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami.
Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).”
―QS. Thaa Haa [20]: 73

Indeed, we have believed in our Lord that He may forgive us our sins and what you compelled us (to do) of magic.
And Allah is better and more enduring."
― Chapter 20. Surah Thaa Haa [verse 73]

إِنَّآ sesungguhnya kami

Indeed, [we]
ءَامَنَّا kami beriman

we believe
بِرَبِّنَا dengan/kepada Tuhan kami

in our Lord
لِيَغْفِرَ agar Dia mengampuni

that He may forgive
لَنَا bagi kami

for us
خَطَٰيَٰنَا kesalahan-kesalahan kami

our sins
وَمَآ dan apa yang

and what
أَكْرَهْتَنَا kamu paksakan kepada kami

you compelled us
عَلَيْهِ atasnya (melakukannya)

on it
مِنَ dari

of
ٱلسِّحْرِ sihir

the magic.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
خَيْرٌ lebih baik

(is) Best
وَأَبْقَىٰٓ dan lebih kekal

and Ever Lasting."

Tafsir

Alquran

Surah Thaa Haa
20:73

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 73. Oleh Kementrian Agama RI


Ahli-ahli sihir Firaun telah bertekad bulat untuk beriman kepada Allah.
Tuhan seru sekalian alam, Tuhan yang telah banyak berbuat baik kepada mereka selama hidupnya.

Apapun yang akan terjadi, apapun yang akan menimpa diri mereka, mereka berharap mudah-mudahan Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya, terutama dosa sihir yang telah diperintahkan oleh Firaun melakukannya.
Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala kepada orang-orang yang taat kepada perintah-Nya, dan lebih pedih serta kekal azab-Nya kepada orang yang berbuat maksiat, melanggar perintah-Nya, dan sekaligus sebagai jawaban dari ucapan Firaun yaitu,
"Sesungguhnya akan kamu ketahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.
"

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 73. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami akan tetap teguh beriman kepada Tuhan kami Yang Mahabenar, agar Dia berkenan menebus kesalahan-kesalahan kami yang lalu.
Juga agar Dia berkenan mengampuni perbuatan sihir yang telah kami lakukan karena paksaanmu supaya kami mempelajarinya.


Balasan Tuhan kami lebih baik daripada balasanmu, jika Dia ditaati.
Dan kekuasaan serta kemampuan-Nya lebih abadi daripada kamu!"

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rabb kami, dan kami telah membenarkan Rasul-Nya serta mengamalkan ajaran yang dibawanya, agar Rabb kami mengampuni dosa-dosa kami, dan aktifitas sihir yang telah kamu paksakan kepada kami untuk melakukannya guna menghadapi Musa.
Dan Allah adalah lebih baik balasan-Nya daripada kamu, wahai Fir’aun, bagi siapa yang menaati-Nya, dan lebih kekal azab-Nya terhadap siapa saja yang durhaka dan menyelisihi perintah-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya kami telah beriman kepada Rabb kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami) dari kemusyrikan dan dosa-dosa lainnya yang pernah kami lakukan


(dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya) mulai dari belajar sampai dengan mempraktekkannya untuk melawan Nabi Musa.


(Dan Allah lebih baik) pahala-Nya daripada kamu, jika Dia ditaati


(dan lebih kekal") azab-Nya daripada kamu, jika didurhakai.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).

Yakni lebih baik bagi kami daripada kamu, karena pahala-Nya lebih kekal daripada apa yang engkau janjikan kepada kami.
Pendapat ini berdasarkan riwayat Ibnu Ishaq.

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan Allah lebih baik (pahala-Nya).
Yaitu bagi kami daripada kamu jika perintah-Nya ditaati.
Dan lebih kekal (azab-Nya).
(QS. Thaa haa [20]: 73)
daripada kamu jika perintah-Nya dilanggar.

Telah diriwayatkan pula hal yang semisal, juga dari Ibnu Ishaq.


Makna lahiriahnya menunjukkan bahwa Fir’aun la’natullah telah bertekad untuk menghukum para ahli sihirnya dan dia menjatuhkan hukumannya kepada mereka, padahal kenyataannya hal itu merupakan rahmat dari Allah untuk mereka.
Karena itulah Ibnu Abbas dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf mengatakan,
"Jadilah kalian di pagi hari sebagai tukang sihir, dan jadilah kalian di petang harinya sebagai syuhada."

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)

Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan Indonesia

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 135

Gambar Kutipan Ayat

Surah Thaa Haa ayat 73 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 73 - Gambar 2
Statistik QS. 20:73
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

20:73, 20 73, 20-73, Surah Thaa Haa 73, Tafsir surat ThaaHaa 73, Quran Thoha 73, Thaha 73, Ta Ha 73, Surah Toha ayat 73

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 22 [QS. 36:22]

22. Dan Mengapa kamu enggan menyembah Allah ? tidak ada alasan bagiku dan bagimu untuk tidak menyembah Allah yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan untuk mene-rima bal … 36:22, 36 22, 36-22, Surah Yaa Siin 22, Tafsir surat YaaSiin 22, Quran Yasin 22, Surah Yasin ayat 22

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 12 [QS. 40:12]

12. Yang demikian itu tidak bisa terjadi lagi, karena sesungguhnya kamu ketika di kehidupan dunia telah mengingkari seruan apabila kalian diseru untuk menyembah Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya. D … 40:12, 40 12, 40-12, Surah Al Mu’min 12, Tafsir surat AlMumin 12, Quran Al Mukmin 12, AlMukmin 12, Al-Mu’min 12, Surah Al Mumin ayat 12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT melindungi Allah SWT menyayangi

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … madaniyah sanawiyah abu jahal jahiliyah makiyah Benar! Kurang tepat! Pengertian ijtihad menurut istilah adalah

Pendidikan Agama Islam #29

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Al Farabi Ibnu Batutah Ibnu Miskawaih Ibnu Sina

Instagram