Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 6


لَہٗ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ وَ مَا بَیۡنَہُمَا وَ مَا تَحۡتَ الثَّرٰی
Lahu maa fiis-samaawaati wamaa fiil ardhi wamaa bainahumaa wamaa tahtats-tsar(a);

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.
―QS. 20:6
Topik ▪ Kehancuran jagad raya
20:6, 20 6, 20-6, Thaa Haa 6, ThaaHaa 6, Thoha 6, Thaha 6, Ta Ha 6
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada di antara langit dan bumi, begitu juga semua yang ada di bawah tanah, baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui adalah kepunyaan Allah subhanahu wa ta'ala Dialah yang menguasai semuanya, mengatur dan berhak berbuat sekehendak-Nya.
Dia-lah yang mengetahui segala yang ada, baik yang gaib maupun yang nyata.
Tidak ada sesuatu yang bergerak, diam.
berubah, tetap, dan lain-lain sebagainya kecuali dengan izin-Nya.
sesuai dengan Kodrat Iradah-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah"
(Q.S An Nisa': 78)

Thaa Haa (20) ayat 6 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 6 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya milik-Nyalah semua yang ada di langit, di bumi dan di antara keduanya, serta semua barang tambang dan kekayaan yang tersimpan di dalam bumi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada di antara keduanya) yakni makhluk-makhluk yang ada di antara keduanya (dan semua yang di bawah tanah) yaitu lapisan tanah yang masih basah, yang dimaksud adalah di bawah semua lapisan bumi yang tujuh, karena lapisan bumi yang berjumlah tujuh itu berada di bawah lapisan tanah yang basah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah, baik ciptaan, kekuasaan maupun pengaturan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan semua yang di bawah tanah.

Muhammad ibnu Ka'b mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah semua yang ada di bawah bumi lapis ketujuh.

Al-Auza'i mengatakan, sesungguhnya Yahya ibnu Abu Kasir pernah menceritakan kepadanya bahwa Ka'b pernah ditanya, "Apakah yang ada di bawah bumi ini?"
Ka'b menjawab, "Air." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah air?"
Ka'b menjawab.”Tanah." Ditanyakan lagi.”Apakah yang ada di bawah tanah?"
Ka'b menjawab, "Air." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah air?"
Ka'b menjawab, "Tanah." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah tanah?"
Ka'b menjawab, "Air." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah air?"
Ka'b menjawab, "Tanah." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah tanah?"
Ka'b menjawab, "Air." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah air?"
Ka'b menjawab, "Tanah." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah tanah?"
Ka'b menjawab, "Batu besar." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah batu besar?"
Ka'b menjawab, "Malaikat".
Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah Malaikat?"
Ka'b menjawab, "Ikan yang menggantungkan buntutnya ke ' Arasy." Ditanyakan lagi, "Apakah yang ada di bawah ikan itu?"
Ka'b menjawab, "Udara dan kegelapan," lalu terputuslah pengetahuannya sampai di sini.

Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan di dalam kitab Musnad-nya, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Musa Al-Harawi, dari Al-Abbas ibnul Fadl.
Abu Ya'la bertanya, "Apakah dia adalah Ibnul Fadl Al-Ansari?"
Abu Musa Al-Harawi menjawab, "Ya." Dia meriwayatkan dari Al-Qasim yang mengatakan bahwa ia pernah bersama Rasulullah ﷺ dalam perang Tabuk.
Ketika kaum muslim yang terlibat dalam perang tabuk itu pulang di hari yang panas sekali, dan kaum muslim berjalan secara berpencar.
Perawi saat itu berada di bagian paling depan dari pasukan kaum muslim.
Tiba-tiba ada seorang lelaki berpapasan dengan kami, lalu lelaki itu bertanya, "Siapakah di antara kalian yang bernama Muhammad?"
Teman-temanku meneruskan perjalanannya, sedangkan aku berhenti meladeni lelaki itu.
Tiba-tiba Rasulullah ﷺ muncul di tengah pasukan kaum muslim dengan mengendarai unta merah seraya menutupi kepalanya dari sengatan panas matahari yang terik.
Lalu saya berkata kepada lelaki itu, "Hai kamu yang bertanya, inilah Rasulullah ﷺ telah tiba menuju ke arahmu!" Lelaki itu bertanya, "Siapakah dia di antara mereka?"
Aku menjawab, "orang yang mengendarai unta merah." Lelaki itu mendekatinya dan memegang tali kendali untanya.
Maka unta yang dikendarai oleh Nabi ﷺ berhenti, dan lelaki itu bertanya, "Engkaukah yang bernama Muhammad?"
Nabi ﷺ menjawab, "Ya." Lelaki itu berkata, "Sesungguhnya aku hendak bertanya kepadamu tentang beberapa perkara yang tiada seorang pun dari kalangan penduduk bumi mengetahuinya kecuali hanya seorang atau dua orang saja." Rasulullah ﷺ bersabda, "Tanyakanlah apa yang kamu kehendaki!" Lelaki itu berkata, "Hai Muhammad, apakah seorang nabi tidur?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Kedua matanya tidur, tetapi hatinya tidak tidur." Si lelaki berkata, "Engkau benar." Kemudian lelaki itu bertanya, "Hai Muhammad, mengapa anak itu mirip ayahnya dan (adakalanya) mirip ibunya?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Air mani lelaki putih lagi kental, sedangkan air mani wanita kuning lagi encer.
Maka mana saja di antara kedua air mani itu yang mengalahkan lainnya, anak tersebut akan lebih mirip kepadanya.
Lelaki itu berkata, "Engkau benar." Lalu ia bertanya, "Apa sajakah yang di­ciptakan dari air mani lelaki dan air mani perempuan dalam tubuh anaknya?"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Air mani laki-laki membentuk tulang dan urat-urat serta otot-otot, sedangkan air mani wanita membentuk daging, darah, dan rambut.
Lelaki itu berkata, "Engkau benar." Kemudian lelaki itu bertanya, "Hai Muhammad, apakah yang ada di bawah tanah ini?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Makhluk." Lelaki itu bertanya, Di bawah mereka itu ada apa?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Bumi." Lelaki itu bertanya, "Apakah yang ada di bawah bumi itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Air." Ia bertanya, "Lalu apakah yang ada di bawah air itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Kegelapan." Ia bertanya, "Lalu apakah yang ada di bawah kegelapan itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Udara." Ia bertanya, "Apakah yang ada di bawah udara itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Bumi." Ia bertanya, "Lalu apakah yang ada di bawah bumi itu?"
Rasulullah ﷺ menangis dan bersabda, "Hanya sampai di situlah pengetahuan makhluk bila dibanding­kan dengan pengetahuan Pencipta.
Hai orang yang bertanya, tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya." Lelaki itu berkata, "Engkau benar, saya bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Hai manusia, tahukah kalian siapakah orang ini?"
Mereka menjawab," Hanya Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih mengetahui." Rasulullah ﷺ bersabda,"Orang ini adalah Jibril 'alaihis salam

Hadis berpredikat garib sekali, dan konteksnya sangat aneh, ia hanya diriwayatkan oleh Al-Qasim ibnu Abdur Rahman.
Yahya ibnu Mu'in mengatakan tentangnya, bahwa ia adalah orang yang tidak pantas menjadi rawi hadis.
Abu Hatim Ar-Razi menilainya daif, sedangkan menurut Ibnu Addi, Al-Qasim ibnu Abdur Rahman adalah perawi yang tidak dikenal.

Menurut kami hadis ini bercampur aduk, sesuatu dimasukkan ke dalam sesuatu yang lain, dan suatu hadis dimasukkan ke dalam hadis lainnya menjadi satu.
Dapat dikatakan bahwa perawinya sengaja melakukan pencampuradukan itu atau memasukkan ke dalamnya sesuatu yang lain.
Hanya Allah-lah yang lebih mengetahui kebenarannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 6

TSARAA
لثَّرَىٰ

Kata at tsaraa adalah ism yang berasal dari kata tsariya-yatsra. Asal kata ini mengandung makna kaya, lunak, lembap, tanah yang basah.

Ia disebut sekali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Tha Ha (20) ayat 6. Allah berfirman:

لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ ٱلثَّرَىٰ

Para ulama berbeda pandangan mengenai makna ats-tsaraa.

Muhammad bin Ka'ab me­nyatakan, ats tsaraa bermakna apa yang ada di dalam tujuh lapisan bumi.

As Suddi berpendapat, lafaz ats tsaraa memiliki makna batu dalam tanah (al­ sakhrah) yang ada di bawah tujuh lapisan bumi.

Dalam Al Asas fi At Tafsir at tsaraa memiliki maksud at turaab (tanah) dan ayat wa maa tahta ats tsaraa memiliki maksud apa yang ada di dalam tanah.

Dalam Tafsir Al Maragni, lafaz at tsaraa bermakna tanah yang basah.

Dalam ayat di atas, ia bermaksud tanah secara umumnya. Tafsirannya apa yang ter­sembunyi di dalam tanah dari tembaga, bijirin ataupun logam.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:121

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 6 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 6



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending