QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 53 [QS. 20:53]

الَّذِیۡ جَعَلَ لَکُمُ الۡاَرۡضَ مَہۡدًا وَّ سَلَکَ لَکُمۡ فِیۡہَا سُبُلًا وَّ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً ؕ فَاَخۡرَجۡنَا بِہٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡ نَّبَاتٍ شَتّٰی
Al-ladzii ja’ala lakumul ardha mahdan wasalaka lakum fiihaa subulaa wa-anzala minassamaa-i maa-an fa-akhrajnaa bihi azwaajan min nabaatin syatt(a);

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan.
Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
―QS. 20:53
Topik ▪ Azab orang kafir
20:53, 20 53, 20-53, Thaa Haa 53, ThaaHaa 53, Thoha 53, Thaha 53, Ta Ha 53

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Untuk memperkuat bahwa Allah itu tidak akan salah dan lupa dan untuk menolak kemungkinan timbulnya sangkaan bahwa catatan yang ada di “Lohmahfuz” itu bisa salah dan ada yang tidak tercatat karena lupa, maka pada ayat ini ditegaskan bahwa Tuhan yang menguasai pencatatan itu, ialah Tuhan Yang menjadikan bumi ini sebagai hamparan bagi manusia yang terbentang luas untuk dipergunakan sebagai tempat tinggal, bangun, tidur, bepergian dengan bebas ke mana-mana, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap”.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 64)

Dan firman-Nya:

“Dia lah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya”.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 15)

Tuhan lah yang telah menjadikan jalan-jalan di bumi ini, baik di gunung-gunung maupun di tempat-tempat yang rendah untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain, antara satu kota dengan kota yang lain, antar satu desa dengan desa yang lain, guna memudahkan melaksanakan keperluan-keperluan kita.
Sejalan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.
(Q.S. Nuh [71]: 19-20)

Dan firman-Nya:

Dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk”.
(Q.S. Al Anbiya’: 31)

Tuhanlah, yang menurunkan air hujan dari langit yang menyebabkan tumbuhnya tanam-tanaman dan buah-buahan yang bermacam-macam cita rasanya, ada yang masam, ada yang manis, bermacam ragam dan jenis dan manfaatnya.
Ada yang layak untuk manusia dan ada yang baik untuk binatang, yang kesemuanya itu menunjukkan atas besarnya karunia dan banyaknya nikmat yang dilimpahkan Allah kepada semua hamba-Nya.
Sejalan dengan ini, Allah subhanahu wa ta’ala:

“dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu, segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu”.
(Al Baqarah: 22)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah Tuhan yang menganugerahkan nikmat kehidupan dan pemeliharaan kepada hamba-hamba-Nya.
Dengan kekuasaan-Nya, Dia telah menjadikan bumi sebagai hamparan untukmu, membuka jalan-jalan untuk kamu lalui dan menurunkan hujan di atas bumi sehingga terciptalah sungai-sungai.
Dengan air itu Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda warna, rasa dan manfaatnya.
Ada yang berwarna putih dan hitam, ada pula yang rasanya manis dan pahit.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dia (yang telah menjadikan bagi kalian) di antara sekian banyak makhluk-Nya (bumi sebagai hamparan) tempat berpijak (dan Dia memudahkan) mempermudah (bagi kalian di bumi itu jalan-jalan) tempat-tempat untuk berjalan (dan Dia menurunkan dari langit air hujan) yakni merupakan hujan.

Allah berfirman menggambarkan apa yang telah disebutkan-Nya itu sebagai nikmat dari-Nya, kepada Nabi Musa dan dianggap sebagai khithab untuk penduduk Mekah.

(Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis) bermacam-macam (tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam).

Lafal Syattaa ini menjadi kata sifat daripada lafal Azwaajan, maksudnya, yang berbeda-beda warna dan rasa serta lain-lainnya.

Lafal syattaa ini adalah bentuk jamak dari lafal Syatiitun, wazannya sama dengan lafal Mardhaa sebagai jamak dari lafal Mariidhun.

Ia berasal dari kata kerja Syatta artinya Tafarraqa atau berbeda-beda.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia-lah yang telah menjadikan bumi bagi kalian yang mudah untuk diambil manfaatnya, mengadakan bagi kalian banyak jalan di sana, dan menurunkan hujan dari langit.
Dengan air hujan itu Kami tumbuhkan aneka macam tumbuhan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ayat ini merupakan kelengkapan dari perkataan Musa dalam menggambarkan sifat Tuhannya saat Fir’aun menanyakan kepadanya tentang Tuhannya.
Musa berkata:

Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.
(Q.S. Thaa haa [20]: 50)

Kemudian Musa mendapat pertanyaan dari Fir’aun.
Maka Musa menjawabnya lagi:

Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan.

Menurut qiraat sebagian ulama, disebutkan mahdan (bukan mihadan) yang artinya tempat menetap bagi kalian, kalian dapat berdiri, tidur, dan bepergian di permukaannya.

dan Yang telah menjadikan bagi kalian di bumi itu jalan-jalan.

Yakni Dia telah menjadikan bagi kalian jalan-jalan agar kalian dapat berjalan di segala penjurunya.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 31)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan menurunkan dari langit air hujan.
Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

Yaitu berbagai macam tetumbuhan berupa tanam-tanaman dan buah-buahan, ada yang rasanya masam, ada yang manis, dan ada yang pahit, serta berbagai jenis lainnya dari hasil tanam-tanaman dan buah-buahan.


Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 53

AZWAAJ
أَزْوَٰج

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari az­ zawj.

Ibn Faris berkata,
“Kata ini pada mulanya untuk membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, antaranya adalah suami dan isteri. la juga mengandung makna setiap satu ada bersamanya yang lain dari jenisnya, bentuk yang memiliki lawan baginya seperti, basah dan kering, lelaki dan perempuan, malam dan siang, pahit dan manis, isteri, sahabat.

Ar Razi berkata,
“Ia bermakna lawan dari seorang dan setiap dari keduanya dinamakan az zawj juga. Oleh karena itu, dikatakan bagi dua adalah zawjan dan kedua-duanya adalah zawj

Al Qur’an tidak menyebut “ta marbutoh” untuk lafaz az zawjah (isteri).

Ar Raghib berkata,
“Tidak ada dalam Al Qur’an perkataan yang menyebut ” wazawwajtuhaa huuzan sebagaimana yang dikatakan zawwajtuhu mra atan Hal ini adalah perkara yang perlu diperhatikan. Hal ini tidak berlaku seperti biasanya antara kita dengan jalan pernikahan.”

Kata azwaaj disebut 52 kali di dalam Al Qur’an yaitu pada surah:
-Al Baqarah (2), ayat 25, 234, 240, 232, 240;
-Ali Imran (3), ayat 15;
-An Nisaa (4), ayat 12, 57;
-Al An’aam (6), ayat 139, 143;
-At Taubah (9), ayat 24;
-Ar Ra’d (13), ayat 23, 38;.
-Al Hijr (15), ayat 88;
-An Nahl (16), ayat 72, 72;
-Tha Ha (20), ayat 53, 131;
-Al Mu’minuun (23), ayat 6;
-An Nuur (24), ayat 6;
-Al Furqaan (25), ayat 74;
-Asy Syu’araa (26), ayat 166;
-Ar Rum (30), ayat 21;
-Al Ahzab (33), ayat 6, 14, 28, 37, 50, 50, 52, 53, 59;
-Faathir (35), ayat 11;
-Yaa Siin (36), ayat 36, 56;
-Ash Shaffaat (37), ayat 22;
-Shad (38), ayat 58;
-Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu’min (40), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 11, 11;
-Az Zuhkruf (43), ayat 12, 70;
-Al Waaqi’ah (56), ayat 7;
-Al Mumtahanah (60), ayat 11, 11;
-At Taghaabun (64), ayat 14;
-At Tahrim (66), ayat 1, 3, 5;
-Al Ma’aarij (70), ayat 30;
-An Naba’ (78), ayat 8.

Lafaz azwaaj di dalam Al Qur’an men­cakup makna yang berbeda-beda, bersesuaian dengan kaitan dan hubungan perkara yang dibincangkan, antaranya adalah:

Pertama, ia bermakna bidadari-bidadari seperti dalam surah Al Baqarah, ayat 15.

Dalam tafsir Safwah At Tafasir, lafaz azwaaj bermakna wanita-wanita dari bidadari­-bidadari yang suci dari kotoran dan najis yang hissi (nampak) dan manawi (dari segi kejiwaan), haid, nifas dan sebagainya.

Kedua, ia bermakna jenis atau macam sebagaimana makna dari surah Tha Ha, ayat 53; Al An’aam, ayat 143 dan Az Zumar, ayat 6.

Al Fayruz Abadi berkata,
“Makna azwaaj dalam surah Tha Ha ialah bermacam-macam tumbuhan yang sama, berbagai warna, di mana setiap warna terdapat yang sama. Begitu juga dengan tafsirannya dalam surah Al­ An’aam, yang bermakna delapan jenis hewan.

Ketiga, ia bermakna sahabat atau teman seperti penafsirannya dalam surah As Saffat, ayat 22 dan Tha Ha, ayat 131.

Pada surah Ash­ Shaffaat, Ibn Katsir berkata,
“Ia bermakna sahabat-sahabat mereka sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsawri dari Samma’, dari Nu’man, dari Umar bin Khattab.

An Nu’man bin Basyir berkata,
“Makna azwaaj di sini ialah yang serupa dan sama seperti mereka.”

Syarik meriwayatkan dari Samma’ dari Nu’man, beliau berkata,
“Aku mendengar Umar bin Khattab berkata,
makna azwaaj ialah asybahahum (yang serupa dengan mereka), yaitu datang orang yang berbuat zina bersama orang yang berbuat zina, dan orang yang melakukan riba bersama dengan orang yang melakukan riba, dan orang yang meminum arak dengan orang yang meminum arak pula.”

Begitu juga dengan makna azwaaj dalam surah Tha Ha. Allah mengabarkan kepada rasul Nya supaya jangan melihat orang yang berada dalam kemewahan dan yang sama dengan mereka yang diberikan kepada mereka kemewahan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:94-95

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.4
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta