QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 52 [QS. 20:52]

قَالَ عِلۡمُہَا عِنۡدَ رَبِّیۡ فِیۡ کِتٰبٍ ۚ لَا یَضِلُّ رَبِّیۡ وَ لَا یَنۡسَی
Qaala ‘ilmuhaa ‘inda rabbii fii kitaabin laa yadhillu rabbii walaa yans(a);

Musa menjawab:
“Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa,
―QS. 20:52
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
20:52, 20 52, 20-52, Thaa Haa 52, ThaaHaa 52, Thoha 52, Thaha 52, Ta Ha 52

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 52

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 52. Oleh Kementrian Agama RI

Pertanyaan Firaun itu di jawab oleh Musa ‘alaihis salam bahwa pertanyaan yang dikemukakannya itu, adalah pertanyaan mengenai hal yang gaib, sedang hal yang gaib itu, tiada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang ditegaskan di dalam firman-Nya:

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata.
(Q.S. Al Hasyr: 22)

“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu”.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 26)

Nasib kaum penyembah berhala, kaum yang mempunyai sembahan-sembahan selain dari Allah subhanahu wa ta’ala, sepenuhnya berada di dalam pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala, tiada seorang manusiapun yang mengetahuinya.
Semua perbuatan manusia termasuk nasib kaum yang ditanyakan Firaun itu, telah tercatat dan tersimpul di dalam suatu kitab yaitu “Lohmahfuz”.
Tiada satu hal yang ketinggalan, baik yang besar maupun yang kecil, kecuali tercatat di dalam kitab itu, sebagaimana yang dijelaskan di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kitab apakah ini, yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 49)

Di atas dasar catatan itulah mereka akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya di dunia ini.
Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu tidak akan salah dan tidak akan lupa, untuk membendung sangkaan dan tuduhan yang bukan-bukan, bahwa catatan yang ada di dalam kitab itu bisa saja keliru, salah catat, atau ada hal-hal yang ketinggalan tidak dicatat oleh penguasaannya karena lupa, sehingga terjadilah sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa menjawab, “Hanya Tuhan yang tahu tentang mereka.
Semuanya tercatat dalam buku catatan amal mereka.
Tak ada yang tersembunyi dan terlupakan sedikit pun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ia berkata) yakni Nabi Musa, (“Pengetahuan tentang itu) pengetahuan mengenai keadaan mereka berada (di sisi Rabbku, di dalam sebuah kitab) yaitu Lohmahfuz, Dia akan membalas mereka kelak di hari kiamat.

(Tidak akan salah) tidak akan lenyap (dari Rabbku) segala sesuatu (dan tidak pula lupa) akan sesuatu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa berkata kepada Fir”aun :
Apa yang kamu tanyakan itu bukan menjadi urusan kami, tetapi pengetahuan tentang apa yang telah diperbuat generasi-generasi itu ada di sisi Rabbku di dalam al-Lauh al-Mahfuzh.
Aku tidak memiliki pengetahuan mengenai hal itu.
Rabbku tidak akan sesat (menyimpang) dalam perbuatan-perbuatan dan hukum-hukum-Nya.
Dia tidak lupa sedikit pun dari apa yang telah diajarkan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa.

Yakni tiada sesuatu pun yang menyimpang dari ketetapan-Nya, dan tiada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, baik yang kecil maupun yang besar, dan Dia tidak pernah lupa kepada sesuatu pun Dengan kata lain, Musa menggambarkan tentang pengetahuan Allah, bahwa sesungguhnya pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu, dan bahwa Dia tidak pernah lupa terhadap sesuatu pun, Mahasuci dan Mahatinggi Allah.
Sesungguhnya pengetahuan makhluk itu masih ada kekurangannya, dua hal yang terpenting di antaranya yaitu pengetahuannya terhadap sesuatu tidak meliputi, dan yang lain ialah lupa sesudah mengetahuinya.
Maka Allah menyucikan diri-Nya dari kekurangan ini.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 52 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 52 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 52 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:52
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.9
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim