QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 50 [QS. 20:50]

قَالَ رَبُّنَا الَّذِیۡۤ اَعۡطٰی کُلَّ شَیۡءٍ خَلۡقَہٗ ثُمَّ ہَدٰی
Qaala rabbunaal-ladzii a’tha kulla syai-in khalqahu tsumma had(a);

Musa berkata:
“Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.
―QS. 20:50
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Tugas manusia di muka bumi
20:50, 20 50, 20-50, Thaa Haa 50, ThaaHaa 50, Thoha 50, Thaha 50, Ta Ha 50

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan jawaban Musa atas pertanyaan Firaun bahwa yang mengutus keduanya ialah Tuhan yang telah melengkapi makhluk yang diciptakannya dengan anggota-anggota tubuh sesuai dengan kepentingannya masing-masing, seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, begitu juga tangan, kaki, hidung dan lain-lain anggota tubuh menurut fungsinya masing-masing sesuai dengan petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Dia lah yang membimbing dengan memberinya fungsi anggota tersebut untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Sejalan dengan ayat ini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (demi) jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S Asy Syams: 7 dan 8)

Dan firman-Nya:

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
(Q.S Al Balad: 10)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa menjawab, “Tuhan kami adalah Tuhan yang memberi nikmat kejadian bagi setiap sesuatu yang ada, dan menciptakannya dalam bentuk yang dikehendaki-Nya, lalu memberi petunjuk apa yang telah diciptakan-Nya[1].

[1] Setiap makhluk memiliki ciri-ciri dan sifat sifat khusus yang membedakannya dari makhluk lain, yang memungkinkannya menjalankan fungsinya masing-masing di dalam kehidupan ini, di samping merupakan salah satu jalan untuk memperoleh hidayah bagi manusia.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Musa berkata, “Rabb kami ialah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu) yakni tiap-tiap makhluk (bentuk kejadiannya) yang membedakannya daripada makhluk yang lain (kemudian memberinya petunjuk”) sehingga mengetahui makanan, minuman dan cara mengembangkan keturunannya serta hal-hal lain yang menyangkut kehidupannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa menjawab kepadanya :
Rabb kami adalah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu akan bentuk rupanya yang pantas untuknya dalam penciptaannya yang sempurna, kemudian menunjukkan tiap-tiap makhluk-Nya dengan petunjuk yang sempurna agar mengambil manfaat dari segala yang diciptakan Allah baginya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Musa berkata, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.”

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Allah menciptakan bagi tiap-tiap sesuatu pasangannya masing-masing.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuknya sendiri, keledai dalam bentuknya sendiri, dan kambing dalam bentuknya sendiri.

Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Allah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuknya masing-masing.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Allah me­nyempurnakan penciptaan segala sesuatu.

Sa’id ibnu Jubair telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membennya petunjuk.
(Thaahaa:50) Yakni Allah memberikan kepada tiap-tiap makhluk bentuk yang pantas baginya, maka Dia tidak menjadikan manusia berbentuk hewan, dan hewan ternak tidak berbentuk seperti anj ing, anj ing pun tidaklah berbentuk seperti kambing.
Dan Allah memberikan kepada masing-masing apa yang diperlukannya untuk mengembangbiakkan keturunannya dan segala bentuknya untuk tujuan itu.
Tiada sesuatu pun dari tiap-tiap jenis yang menyerupai lainnya dalam hal bentuk, rezeki (makanan), dan cara mengembangbiakkan keturunannya.

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa Allah memberikan pada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan yang menentukan kadar (masing-masing, dan memberi petunjuk.
(Al-Ala: 3)

Yaitu telah menentukan kadar masing-masing dan memberikan petunjuk kepada makhluk-Nya untuk mengerjakannya.
Dengan kata lain, Allah telah menetapkan semua amal perbuatan, ajal, dan rezekinya masing-masing, kemudian semua makhluk berjalan menurut apa yang telah digariskan-Nya, mereka tidak dapat menyimpang darinya, dan tidak ada seorang pun yang mampu menyimpang dari ketentuan tersebut.
Disebutkan bahwa Tuhan kamilah yang menciptakan makhluk dan menetapkan kadar, serta menciptakan watak masing-masing sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.7
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/20-50









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta