QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 3 [QS. 20:3]

اِلَّا تَذۡکِرَۃً لِّمَنۡ یَّخۡشٰی ۙ

Ilaa tadzkiratan liman yakhsy(a);

melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
―QS. 20:3
Topik ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat
English Translation - Sahih International
But only as a reminder for those who fear (Allah) –
―QS. 20:3

 

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 3

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi, Kami menurunkan Alquran sebagai peringatan bagi orang yang takut dan taat kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tetapi) Kami turunkan Alquran ini

(sebagai peringatan) melalui apa yang dikandungnya

(bagi orang yang takut) kepada Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tetapi Kami menurunkannya sebagai pelajaran, agar dijadikan sebagai peringatan oleh orang yang takut azab Allah, lalu ia bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi perkara-perkara yang diharamkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(2-3)
Abu Saleh mengatakan bahwa Thaha adalah kalimat yang telah diarahkan dari bahasa lain.

Al-Qadi Iyad di dalam kitabnya Asy-Syifa telah meriwayatkan melalui jalur Abdu ibnu Humaid di dalam kitab tafsirnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim.
Dari Ibnu Ja’far, dari Ar-Rabi’ ibnu Anas yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ apabila hendak salat beliau berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki lainnya diangkat.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Thaha.
(QS. Thaa haa [20]: 1)
Yakni hai Muhammad, jejakkanlah kedua kakimu ke bumi.
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(QS. Thaa haa [20]: 2)
Kemudian Al-Qadi Iyad mengatakan,
“Tidak samar lagi bahwa sikap tersebut mengandung pengertian yang menunjukkan penghormatan dan etika yang baik.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak, bahwa ketika Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Alquran kepada Rasul-Nya, dan Rasul beserta para sahabatnya mengamalkannya, maka orang-orang musyrik berkata bahwa tidak sekali-kali Allah menurunkan Alquran ini kepada Muhammad me­lainkan agar dia menjadi susah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

Thaha.
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut (kepada Allah).

Padahal duduk perkara yang sebenarnya tidaklah seperti apa yang didugakan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Alquran, bahkan barang siapa yang di beri ilmu oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menghendaki baginya kebaikan yang banyak, dan ilmu itu adalah wahyu Alquran.
Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Mu’awiyah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda.

Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah menjadikannya pandai dalam agama.

Alangkah baiknya hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani sehubungan dengan hal ini.
Ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Salim, telah menceritakan kepada kami Ibrahim At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Sufyan, dari Sammak ibnu Harb, dari Sa’labah ibnul Hakam yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada para ulama kelak di hari kiamat, yaitu bilamana Dia telah duduk di atas Kursi-Nya untuk menjalankan peradilan terhadap hamba-hamba-Nya,
“Sesungguhnya Aku tidak sekali-kali menganugerahkan ilmu dan hikmah-Ku kepada kalian, melainkan dengan maksud Aku hendak memberikan ampunan kepada kalian terhadap semua (dosa) yang kalian lakukan tanpa peduli.”

Sanad hadis berpredikat jayyid (baik), dan Sa’labah ibnul Hakam yang disebutkan dalam sanad hadis adalah Al-Laisi, disebutkan dengan sebutan yang baik oleh Abu Amr di dalam kitab Isti’ab-nya.
Ia mengatakan bahwa ia tinggal di Basrah, kemudian pindah ke Kufah, dan telah mengambil riwayat darinya Sammak ibnu Harb.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 20)

Tersebutlah bahwa sebelumnya mereka menggantungkan tali pada dada mereka dalam salatnya (agar jangan mengantuk).

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
(QS. Thaa haa [20]: 2)
Tidak, demi Allah, Allah tidak menjadikan Alquran baginya sebagai kesusahan.
Tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat, cahaya, dan petunjuk ke surga.

…tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).

Sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab (Al Qur’an)-Nya dan mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat buat hamba-hamba-Nya, agar orang ingat kepada-Nya, dan mengambil manfaat dari apa yang ia dengar dari Kitabullah.
Alquran adalah peringatan yang diturunkan oleh Allah, di dalamnya disebutkan halal dan haram.

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
▪ Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
▪ Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Qari Internasional

QS. Thaa-Haa (20) : 3 ⊸ Syekh Mishari Alafasy
QS. Thaa-Haa (20) : 3 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi
QS. Thaa-Haa (20) : 3 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Thaa Haa ayat 3 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 3 - Gambar 2
[adinserter name="Adsense 1"]
Statistik QS. 20:3
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.8 (20 votes)

URL singkat: risalahmuslim.id/20-3

Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
[adinserter name=”Adsense 1″]

Video

[automatic_youtube_gallery type=”search” search=”Surah Thaa Haa Ayat 3″ cache=”86400″]

Hadits Lainnya

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekatkan pada

Pendidikan Agama Islam #17

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙDalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah … dan sungguh,

Pendidikan Agama Islam #24

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … isti’adzah dan basmalah basmalah hamdalah isti’adzah ta’awudz

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan