QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 29 [QS. 20:29]

وَ اجۡعَلۡ لِّیۡ وَزِیۡرًا مِّنۡ اَہۡلِیۡ
Waaj’al lii waziiran min ahlii;

dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
―QS. 20:29
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Iradah (berkeinginan)
20:29, 20 29, 20-29, Thaa Haa 29, ThaaHaa 29, Thoha 29, Thaha 29, Ta Ha 29

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Oleh karena Musa merasakan besarnya tugas yang diamanatkan kepadanya dan beratnya yang dipikulkan di atas pundaknya, ia meminta supaya Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat seorang pembantu dari keluarganya sendiri, untuk bersama-sama melancarkan dakwah, senasib dan sepenanggungan di dalam suka duka yang akan dihadapinya dari kaumnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jadikanlah untukku seorang pembantu) orang yang membantuku di dalam menyampaikan risalah-Mu (dari keluargaku).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35.
Musa memohon, “Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku.
Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku.
Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid.
Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat.
Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun saudaraku.

Ini pun merupakan permintaan Musa ‘alaihis salam sehubungan dengan urusan lain di luar dirinya, yaitu agar saudaranya itu kelak menjadi pembantu yang mendukungnya, dialah Harun, saudara sekandungnya.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Abu Sa’id, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Harun diangkat menjadi nabi dalam waktu yang sama saat Nabi Musa diangkat menjadi nabi.

Ibnu Abu Hatim mengemukakan sebuah riwayat dari Ibnu Numair, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah, bahwa ketika Siti Aisyah berangkat untuk menunaikan ibadah umrahnya, di perjalanan ia turun istirahat di sebuah perkampungan Badui.
Lalu ia mendengar seorang lelaki berkata, “Siapakah orang yang hidup di dunia dengan memberikan manfaat yang paling besar kepada saudaranya?”
Mereka (yang diajak bicara olehnya) menjawab, “Tidak tahu.” Lelaki itu berkata, “Kalau saya, demi Allah, mengetahui siapa dia.” Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Siti Aisyah berkata dalam hati­nya, “Kalau melihat dari sumpahnya yang tidak memakai insya Allah, lelaki ini pasti mengetahui siapakah orang yang dimaksud yang dapat memberikan manfaat paling besar kepada saudaranya.” Lelaki itu berkata, “Dia adalah Musa ketika meminta agar saudaranya diangkat menjadi nabi.”Siti Aisyah berkata, “Dia benar, demi Allah.” Siti Aisyah berkata bahwa karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman memuji sikap Musa ‘alaihis salam:

Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan yang terhormat di sisi Allah.
(Al Ahzab:69)


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.4
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta