QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 27 [QS. 20:27]

وَ احۡلُلۡ عُقۡدَۃً مِّنۡ لِّسَانِیۡ
Waahlul ‘uqdatan min lisaanii;

dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
―QS. 20:27
Topik ▪ Pahala Iman
20:27, 20 27, 20-27, Thaa Haa 27, ThaaHaa 27, Thoha 27, Thaha 27, Ta Ha 27

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa Musa di waktu kecilnya, ia mencabut selembar rambut dari dagu Firaun, maka marahlah Firaun dan ia menyembunyikan satu maksud jahat untuk dilakukan kepada Musa yaitu akan menindaknya secara kejam.
Ia meminta kepada istrinya supaya membawakan kepadanya bara api.
Istri Firaun membela Musa katanya, “Musa masih kecil, belum tahu apa-apa”.
Sekalipun ada pembelaan, tetapi Firaun tetap melaksanakan maksud jahatnya dan bara itu diletakkan di atas lidah Musa.
Sejuk itulah lidah Musa menjadi kaku.
Oleh karena itu Musa ‘alaihis salam meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya kekakuan lidahnya itu dihilangkan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya dengan mudah aku dapat memberikan penjelasan,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku) keadaan ini terjadi sejak lidahnya terbakar bara api yang ia masukkan ke dalam mulutnya sewaktu masih kecil.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35.
Musa memohon, “Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku.
Tunjuklah untukku pendamping dari kalangan keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, supaya dia menguatkan dan menyokongku.
Ikutkanlah dia bersamaku dalam kenabian dan menyampaikan risalah agar kami mampu banyak memujamu dengan tasbih, banyak mengingatmu dengan tahmid.
Sesungguhnya, Engkau Maha Melihat.
Tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kami yang tersembunyi dari pengawasan-Mu.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku

Demikian itu karena lidah Musa agak kaku sehingga ucapannya kurang begitu fasih.
Hal ini dialaminya ketika ia masih kecil dan disuguhkan kepadanya buah kurma yang merah dan bara api, lalu ia mengambil bara api dan mengunyahnya (sehingga lidahnya terbakar), kisahnya akan diterangkan sesudah ini.
Dalam hal ini Musa tidak memohon kepada Allah agar melenyapkan kekakuan lidahnya secara tuntas, melainkan dia hanya meminta agar kekurangfasihannya dalam berbicara dapat di atasi dan mereka yang diajak berbicara dengannya dapat memahami apa yang ia maksudkan, sebatas yang diperlukan.
Seandainya Musa meminta kepada Allah agar menyembuhkan secara total kekakuan lidahnya, tentulah kekakuan lidahnya disembuhkan.
Akan tetapi, para nabi tidaklah meminta kecuali hanya sebatas yang diperlukannya saja.
Karena itulah maka kekakuan lidahnya masih ada padanya, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang menceritakan tanggapan Fir’aun terhadap Musa:

Bukankah aku lebih baik daripada orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 52)

Yaitu kurang fasih bicaranya karena lidahnya yang pelat (kaku).

Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan lepaskanlah kekakuan lidahku.
Yakni satu tahap dari kekakuan lidahnya, seandainya Musa meminta agar seluruh kekakuan lidahnya dilenyapkan, tentulah permintaannya dikabulkan.

Ibnu Abbas telah mengatakan bahwa Musa mengadu kepada Tuhannya tentang ketakutannya terhadap pendukung-pendukung Fir’aun sehubungan dengan pembunuhan yang dilakukannya, juga mengadu kepada-Nya tentang kekakuan lidahnya, karena sesungguhnya lidah Musa mengalami kekakuan sehingga ia tidak dapat berbicara banyak.
Lalu ia meminta kepada-Nya agar saudaranya (yaitu Harun) diangkat menjadi pembantunya yang kelak akan menjadi juru terjemahnya terhadap apa yang tidak fasih dari perkataan yang diungkapkannya.
Lalu Allah mengabulkan permintaannya dan melenyapkan sebagian dari kekakuan lidahnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Umar ibnu Usman bahwa telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Artah ibnul Munzir, telah menceritakan kepadaku salah seorang teman Muhammad ibnu Ka’b, dari Muhammad ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa pada suatu hari salah seorang kerabatnya datang kepadanya dan berkata kepadanya, “Tidak menjadi masalah bagimu seandainya kamu tidak kaku dalam bicaramu dan kurang jelas (fasih) bila melakukan bacaan.” Maka Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi menjawab, “Hai anak saudaraku, bukankah aku dapat memberikan pengertian kepadamu jika aku berbicara kepadamu?”
Ia menjawab, “Ya”.
Ka’b berkata, “Sesungguhnya Musa pun hanya meminta kepada Tuhannya agar melenyapkan sebagian dari kekakuan lidahnya agar ia dapat memberikan pengertian dan pemahaman kepada Bani Israil melalui pembicaraannya.
Ia tidak meminta lebih dari itu.” Demikianlah menurut teks yang dikemukakan oleh Ibnu Abu Hatim.


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Toha (20) ayat 25-28 - Anisla Triayu (Bahasa Indonesia)
Q.S. Toha (20) ayat 25-28 - Anisla Triayu (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:27
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
4.8
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surah taha ayat 27 ▪ surat at-thaha ayat 27-28 ▪ Thoha 27

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta