Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 131


وَ لَا تَمُدَّنَّ عَیۡنَیۡکَ اِلٰی مَا مَتَّعۡنَا بِہٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡہُمۡ زَہۡرَۃَ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۬ۙ لِنَفۡتِنَہُمۡ فِیۡہِ ؕ وَ رِزۡقُ رَبِّکَ خَیۡرٌ وَّ اَبۡقٰی
Walaa tamuddanna ‘ainaika ila maa matta’naa bihi azwaajan minhum zahratal hayaatiddunyaa linaftinahum fiihi warizqu rabbika khairun wa-abq(a);

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya.
Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
―QS. 20:131
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia penjara orang mukmin dan surga orang kafir ▪ Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia
20:131, 20 131, 20-131, Thaa Haa 131, ThaaHaa 131, Thoha 131, Thaha 131, Ta Ha 131
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 131. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian untuk menguatkan hati Rasulullah dan meneguhkan pendiriannya dalam menghadapi perjuangan menegakkan kalimat Allah, Allah mengamanatkan kepadanya agar dia jangan menolehkan perhatiannya kepada kesenangan, kemewahan dan kekayaan yang dinikmati oleh sebagian orang-orang kafir karena hal itu akan melemahkan semangatnya bila matanya telah disilaukan oleh kilauan perhiasan dunia dan ingin mempunyai apa yang dimiliki orang-orang kaya itu.
Semua nikmat yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah sementara, ibarat bunga yang sedang berkembang, tetapi tak lama kemudian bunga yang harum semerbak itu akan layu dan berguguran daunnya satu persatu dan hilanglah segala keindahan dan daya tariknya.
Nikmat kekayaan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah buat sementara saja sebagai ujian bagi mereka, apakah dengan nikmat Tuhan itu mereka akan bersyukur kepada-Nya dengan beriman dan mempergunakannya untuk mencapai keridaan-Nya ataukah mereka akan tetap kafir dan bertambah tenggelam dalam lumpur kesesatan, sehingga harta benda itu menjadi sebab kecelakaan mereka sendiri.
Allah telah menganugerahkan kepada Nabi sebagai ganti nikmat lahiriyah itu nikmat yang lebih baik dari itu yaitu ketenangan nanti dan kebahagiaan yang berupa keridaan Ilahi.

Thaa Haa (20) ayat 131 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 131 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 131 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Janganlah kau arahkan pandanganmu kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan orang kafir.
Sebab, kenikmatan itu tidak lebih dari sekadar hiasan hidup di dunia yang merupakan ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya.
Allah menyimpan kenikmatan yang lebih baik dan lebih abadi dari kenikmatan itu untukmu di akhirat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan) yakni berbagai macam golongan (dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia) sebagai perhiasan dan kesemarakan kehidupan dunia (Kami cobai mereka dengannya) seumpamanya mereka makin kelewat batas karenanya.
(Dan karunia Rabbmu) di surga (adalah lebih baik) daripada keduniaan yang diberikan kepada mereka (dan lebih kekal) yakni lebih abadi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Janganlah kamu melihat kesenangan yang telah Kami berikan kepada orang-orang musyrik itu dan orang-orang yang serupa dengan mereka; karena ia adalah perhiasan yang bakal lenyap dalam kehidupan dunia ini.
Kami berikan kesenangan kepada mereka untuk menguji mereka dengannya.
Rizki Rabbmu dan pahalanya adalah lebih baik dan lebih kekal bagimu daripada kesenangan yang telah Kami berikan kepada mereka; karena tiada putus-putusnya dan tiada habis-habisnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya, "Janganlah kamu melirikkan pandangan matamu kepada kemewahan yang ada di tangan orang-orang yang hidup senang dan mewah.
Karena sesungguhnya hal itu tiada lain merupakan perhiasan yang fana dan nikmat yang pasti lenyapnya, kami mencobai mereka dengan melaluinya.
Akan tetapi, amatlah sedikit orang yang banyak bersyukur di antara hamba-hamba-Ku."

Mujahid mengatakan bahwa makna azwajan minhum ialah orang-orang kaya dan para hartawan, karena sesungguhnya kamu telah diberi apa yang lebih baik daripada apa yang diberikan kepada mereka.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung.
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu.
(Al Hijr:87-88), hingga akhir ayat.

Jauh lebih baik pula apa yang telah disediakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala buat Rasul­Nya di akhirat, tiada terbatas dan tiada terperikan.
Seperti halnya apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(Adh-Dhuha: 5)

Karena itulah dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa ketika Umar ibnul Khattab masuk menemui Rasulullah ﷺ di dalam suatu peristiwa yang saat itu Rasulullah ﷺ sedang mengasingkan dirinya dari istri-istrinya, sebab beliau telah bersumpah tidak akan menggauli mereka dalam waktu tertentu (sampai mereka sadar), Umar ibnul Khattab melihat Rasulullah ﷺ sedang berbaring di lantai rumahnya dengan hanya beralaskan tikar.
Sedangkan di dalam rumahnya hanya ada sebuah wadah air yang sudah lapuk, tergantung di sisi rumahnya.
Maka dengan serta-merta Umar mencucurkan air matanya.
Rasulullah ﷺ bertanya, "Hai Umar, apakah yang membuatmu menangis?"
Umar menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kisra dan Kaisar berada dalam kemewahannya, sedangkan engkau adalah makhluk pilihan Allah." Rasulullah ﷺ bersabda:

Hai Ibnul -Khattab, apakah engkau dalam keadaan ragu?
Mereka adalah kaum yang disegerakan bagi mereka kebaikannya dalam kehidupan dunia ini.

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling zuhud terhadap duniawi, padahal beliau mampu menguasainya.
Apabila beliau memperoleh harta benda, maka dinafkahkan dan dibagi-bagikannya ke sana dan kemari, kepada semua hamba Allah dan beliau tidak pernah menyimpan sesuatu pun darinya untuk keperluan dirinya di esok hari.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Malik, dari Yazid ibnu Aslam, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan terhadap kalian ialah bila Allah membukakan bagi kalian bunga-bunga kehidupan dunia.
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan bunga-bunga kehidupan dunia?” Rasulullah ﷺ menjawab, "Keberkatan bumi.”

Qatadah dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

bunga kehidupan dunia.
Makna yang dimaksud ialah perhiasan kehidupan dunia.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

untuk Kami fitnah mereka dengannya.
Yakni Kami coba mereka dengan perhiasan kehidupan dunia.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Marduwaih, al-Bazzar, dan Abu Ya’la, yang bersumber dari Abu Rafi’ bahwa Rasulullah ﷺ kedatangan seorang tamu.
Beliau menyuruh Abu Rafi’ meminjam terigu pada seorang Yahudi, yang akan dibayarnya pada awal bulan Rajab.
Berkatalah si Yahudi: “Aku tidak dapat memberinya pinjaman kecuali pakai jaminan.” Pulanglah Abu Rafi’ kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu.
Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Demi Allah aku ini dikenal sebagai orang yang benar-benar jujur di jagat ini.” Dan turunlah ayat ini (Thaahaa: 131), di saat Abu Rafi’ belum meninggalkan Nabi, yang melarang Nabi mengharapkan sesuatu dari golongan luar Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

ZAHRAH
زَهْرَة

Ia adalah ism mashdar mu'annats, mudzakkar­nya az zahr, dari kata dasar zahira.

Lafaz zahrah mengandung makna permulaan, bunga dari tumbuhan dan pohon, sejenis bunga matahari dan nama bunga (prime rose).

Apabila disandarkan kepada an nard artinya dadu, apabila di­sandarkan kepada dunia artinya keindahan dunia dan sebagainya.

Disebut sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Taha (20), ayat 131. Lafaz ini dihubungkan dengan lafaz al hayaatad­ dunia,
Allah berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا

Qatadah menjelaskan, zahratal hayatad duniaa bermakna zinah yaitu keindahan atau perhiasan kehidupan dunia.

Ibnu Qutaibah berkata,
ia bermakna perhiasan kehidup­an dunia, diambil dari bunga tumbuh­ tumbuhan dan kecantikannya.

Al Yazidi memberikan makna, ia adalah perhiasan dan keindahan kehidupan dunia.

Asy Syaukani berkata,
ia bermakna perhiasan, keindah­an dan kesenangan kehidupan dunia dengan tumbuh-tumbuhan dan lainnya.

Isa bin Umar membacanya dengan menjadikan al ha' berbaris atas atau zaharah yang berarti bunga bagi tumbuh-tumbuhan.

Tafsirannya, "Janganlah engkau memandang apa yang kami berikan kepada segolong­ an orang kafir daripada nikmat dunia, per­hiasan serta keindahannya yang menipu, kami uji mereka dengan kenikmatan ini se­hingga mereka disiksa disebabkan kekufuran mereka.

Kesimpulannya, zahrah atau zaharah memiliki makna perhiasan, keindahan, dan kesenangan.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:260

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 131 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 131



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (8 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku