Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 131 [QS. 20:131]

وَ لَا تَمُدَّنَّ عَیۡنَیۡکَ اِلٰی مَا مَتَّعۡنَا بِہٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡہُمۡ زَہۡرَۃَ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۬ۙ لِنَفۡتِنَہُمۡ فِیۡہِ ؕ وَ رِزۡقُ رَبِّکَ خَیۡرٌ وَّ اَبۡقٰی
Walaa tamuddanna ‘ainaika ila maa matta’naa bihi azwaajan minhum zahratal hayaatiddunyaa linaftinahum fiihi warizqu rabbika khairun wa-abq(a);
Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu.
Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
―QS. Thaa Haa [20]: 131

And do not extend your eyes toward that by which We have given enjoyment to (some) categories of them, (its being but) the splendor of worldly life by which We test them.
And the provision of your Lord is better and more enduring.
― Chapter 20. Surah Thaa Haa [verse 131]

وَلَا dan jangan

And (do) not
تَمُدَّنَّ kamu tujukan

extend
عَيْنَيْكَ kedua matamu

your eyes
إِلَىٰ kepada

towards
مَا apa

what
مَتَّعْنَا Kami beri kesenangan

We have given for enjoyment
بِهِۦٓ dengannya

[with it],
أَزْوَٰجًا jodoh/golongan-golongan

pairs
مِّنْهُمْ diantara mereka

of them
زَهْرَةَ kembang

(the) splendor
ٱلْحَيَوٰةِ kehidupan

(of) the life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world,
لِنَفْتِنَهُمْ untuk Kami menguji mereka

that We may test them
فِيهِ padanya/dengannya

in it.
وَرِزْقُ dan/sedang rezki/karunia

And (the) provision
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
وَأَبْقَىٰ dan lebih kekal

and more lasting.

Tafsir

Alquran

Surah Thaa Haa
20:131

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 131. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bahwa untuk menguatkan hati Rasulullah dan meneguhkan pendiriannya dalam menghadapi perjuangan menegakkan kalimah Allah, Allah mengamanatkan kepadanya agar dia jangan mengalihkan perhatiannya kepada kesenangan, kemewahan dan kekayaan yang dinikmati oleh sebagian orang kafir karena hal itu akan melemahkan semangatnya bila matanya telah disilaukan oleh kilauan perhiasan dunia dan ingin mempunyai apa yang dimiliki orang-orang kaya.
Semua nikmat yang diberikan kepada orang-orang kafir hanyalah sementara, ibarat bunga yang sedang berkembang, tetapi tak lama kemudian bunga yang harum semerbak itu akan layu dan berguguran daunnya satu persatu dan hilanglah segala keindahan dan daya tariknya.

Nikmat kekayaan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah buat sementara saja sebagai ujian bagi mereka, apakah dengan nikmat Tuhan itu mereka akan bersyukur kepada-Nya dengan beriman dan mempergunakannya untuk mencapai keridaan-Nya ataukah mereka akan tetap kafir dan bertambah tenggelam dalam kesesatan, sehingga harta benda itu menjadi sebab kecelakaan mereka sendiri.
Allah telah menganugerahkan kepada Nabi sebagai ganti nikmat lahiriyah itu nikmat yang lebih baik yaitu ketenangan hati dan kebahagiaan yang berupa keridaan Ilahi.


Diriwayatkan oleh Abu Rafi’, seorang tamu datang mengunjungi Rasulullah, sedang di rumahnya tidak ada yang patut disuguhkan kepada tamu itu.
Rasulullah menyuruh saya meminjam sedikit tepung gandum kepada orang Yahudi dan akan dibayar nanti pada bulan Rajab.

Orang Yahudi itu tidak mau meminjamkan kecuali dengan jaminan.
Aku kembali kepada Rasulullah memberitakan hal itu.

Rasulullah berkata:


"Demi Allah, saya adalah orang yang dapat dipercaya di antara penghuni langit dan orang yang dapat dipercaya di antara penghuni bumi.
Seandainya ia meminjami atau menjual padaku, tentu aku membayarnya.

Bawalah baju perangku ini.
(Riwayat al-Bazzar).


Kemudian turunlah ayat ini (Tha Ha [20]: 131).

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 131. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Janganlah kau arahkan pandanganmu kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan orang kafir.
Sebab, kenikmatan itu tidak lebih dari sekadar hiasan hidup di dunia yang merupakan ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya.


Allah menyimpan kenikmatan yang lebih baik dan lebih abadi dari kenikmatan itu untukmu di akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kamu melihat kesenangan yang telah Kami berikan kepada orang-orang musyrik itu dan orang-orang yang serupa dengan mereka

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan) yakni berbagai macam golongan


(dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia) sebagai perhiasan dan kesemarakan kehidupan dunia


(Kami cobai mereka dengannya) seumpamanya mereka makin kelewat batas karenanya.


(Dan karunia Rabbmu) di surga


(adalah lebih baik) daripada keduniaan yang diberikan kepada mereka


(dan lebih kekal) yakni lebih abadi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya,
"Janganlah kamu melirikkan pandangan matamu kepada kemewahan yang ada di tangan orang-orang yang hidup senang dan mewah.
Karena sesungguhnya hal itu tiada lain merupakan perhiasan yang fana dan nikmat yang pasti lenyapnya, kami mencobai mereka dengan melaluinya.
Akan tetapi, amatlah sedikit orang yang banyak bersyukur di antara hamba-hamba-Ku."

Mujahid mengatakan bahwa makna azwajan minhum ialah orang-orang kaya dan para hartawan, karena sesungguhnya kamu telah diberi apa yang lebih baik daripada apa yang diberikan kepada mereka.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung.
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu.
(QS. Al-Hijr [15]: 87-88), hingga akhir ayat.

Jauh lebih baik pula apa yang telah disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala buat Rasul­Nya di akhirat, tiada terbatas dan tiada terperikan.
Seperti halnya apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 5)

Karena itulah dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa ketika Umar ibnul Khattab masuk menemui Rasulullah ﷺ di dalam suatu peristiwa yang saat itu Rasulullah ﷺ sedang mengasingkan dirinya dari istri-istrinya, sebab beliau telah bersumpah tidak akan menggauli mereka dalam waktu tertentu (sampai mereka sadar), Umar ibnul Khattab melihat Rasulullah ﷺ sedang berbaring di lantai rumahnya dengan hanya beralaskan tikar.
Sedangkan di dalam rumahnya hanya ada sebuah wadah air yang sudah lapuk, tergantung di sisi rumahnya.
Maka dengan serta-merta Umar mencucurkan air matanya.
Rasulullah ﷺ bertanya,
"Hai Umar, apakah yang membuatmu menangis?"
Umar menjawab,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kisra dan Kaisar berada dalam kemewahannya, sedangkan engkau adalah makhluk pilihan Allah."
Rasulullah ﷺ bersabda:


Hai Ibnul -Khattab, apakah engkau dalam keadaan ragu?
Mereka adalah kaum yang disegerakan bagi mereka kebaikannya dalam kehidupan dunia ini.

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling zuhud terhadap duniawi, padahal beliau mampu menguasainya.
Apabila beliau memperoleh harta benda, maka dinafkahkan dan dibagi-bagikannya ke sana dan kemari, kepada semua hamba Allah dan beliau tidak pernah menyimpan sesuatu pun darinya untuk keperluan dirinya di esok hari.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Malik, dari Yazid ibnu Aslam, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan terhadap kalian ialah bila Allah membukakan bagi kalian bunga-bunga kehidupan dunia.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan bunga-bunga kehidupan dunia?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Keberkatan bumi."

Qatadah dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

bunga kehidupan dunia.
Makna yang dimaksud ialah perhiasan kehidupan dunia.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

untuk Kami fitnah mereka dengannya.
Yakni Kami coba mereka dengan perhiasan kehidupan dunia.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Marduwaih, al-Bazzar, dan Abu Ya’la, yang bersumber dari Abu Rafi’ bahwa Rasulullah ﷺ kedatangan seorang tamu.
Beliau menyuruh Abu Rafi’ meminjam terigu pada seorang Yahudi, yang akan dibayarnya pada awal bulan Rajab.
Berkatalah si Yahudi: “Aku tidak dapat memberinya pinjaman kecuali pakai jaminan.” Pulanglah Abu Rafi’ kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu.
Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Demi Allah aku ini dikenal sebagai orang yang benar-benar jujur di jagat ini.” Dan turunlah ayat ini (Thaahaa: 131), di saat Abu Rafi’ belum meninggalkan Nabi, yang melarang Nabi mengharapkan sesuatu dari golongan luar Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

ZAHRAH
زَهْرَة

Ia adalah ism mashdar mu’annats, mudzakkarnya az zahr, dari kata dasar zahira.

Lafaz zahrah mengandung makna permulaan, bunga dari tumbuhan dan pohon, sejenis bunga matahari dan nama bunga (prime rose).

Apabila disandarkan kepada an nard artinya dadu, apabila disandarkan kepada dunia artinya keindahan dunia dan sebagainya.

Disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Taha (20), ayat 131. Lafaz ini dihubungkan dengan lafaz al hayaatad dunia,
Allah berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا

Qatadah menjelaskan, zahratal hayatad duniaa bermakna zinah yaitu keindahan atau perhiasan kehidupan dunia.

Ibnu Qutaibah berkata,
ia bermakna perhiasan kehidupan dunia, diambil dari bunga tumbuh tumbuhan dan kecantikannya.

Al Yazidi memberikan makna, ia adalah perhiasan dan keindahan kehidupan dunia.

Asy Syaukani berkata,
ia bermakna perhiasan, keindahan dan kesenangan kehidupan dunia dengan tumbuh-tumbuhan dan lainnya.

Isa bin Umar membacanya dengan menjadikan al ha’ berbaris atas atau zaharah yang berarti bunga bagi tumbuh-tumbuhan.

Tafsirannya, "Janganlah engkau memandang apa yang kami berikan kepada segolong an orang kafir daripada nikmat dunia, perhiasan serta keindahannya yang menipu, kami uji mereka dengan kenikmatan ini sehingga mereka disiksa disebabkan kekufuran mereka.

Kesimpulannya, zahrah atau zaharah memiliki makna perhiasan, keindahan, dan kesenangan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 260

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)

Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan Indonesia

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 135

Gambar Kutipan Ayat

Surah Thaa Haa ayat 131 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 131 - Gambar 2
Statistik QS. 20:131
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah20
Nama SurahThaa Haa
Arabطه
ArtiTa Ha
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu45
JuzJuz 16
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat135
Jumlah kata1534
Jumlah huruf5399
Surah sebelumnyaSurah Maryam
Surah selanjutnyaSurah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.8 (8 votes)
Tags:

20:131, 20 131, 20-131, Surah Thaa Haa 131, Tafsir surat ThaaHaa 131, Quran Thoha 131, Thaha 131, Ta Ha 131, Surah Toha ayat 131

▪ 20:131
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 26 [QS. 45:26]

26. Keingkaran mereka terhadap kebangkitan ini dibantah oleh Allah, Wahai Nabi Muhammad, Katakanlah kepada mereka yang mengingkari kebangkitan itu, ‘Allah yang Mahakuasa yang menciptakan dan menghidup … 45:26, 45 26, 45-26, Surah Al Jaatsiyah 26, Tafsir surat AlJaatsiyah 26, Quran Al-Jasiyah 26, AlJasiyah 26, Al Jasiyah 26, Surah Al Jatsiyah ayat 26

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 5 [QS. 88:5]

5. Panas api neraka membuat mereka haus. Saat itulah mereka diberi minum dengan air dari sumber mata air yang sangat panas, membuat kerongkongan dan organ pencernaan mereka lebur. … 88:5, 88 5, 88-5, Surah Al Ghaasyiyah 5, Tafsir surat AlGhaasyiyah 5, Quran Al Gasiyah 5, Al Ghasyiyah 5, Al-Ghasyiyah 5, Surah Al Gasiyah ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … tauhid jihad berperang melawan hawa nafsu

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … berbuat baik terhadap sesama melaksanakan larangan-Nya menjauhi

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … ajur riya’ takwa muslihat kebohongan Benar! Kurang tepat! Bekerja tepat waktu adalah salah satu

Instagram