Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 131 [QS. 20:131]

وَ لَا تَمُدَّنَّ عَیۡنَیۡکَ اِلٰی مَا مَتَّعۡنَا بِہٖۤ اَزۡوَاجًا مِّنۡہُمۡ زَہۡرَۃَ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۬ۙ لِنَفۡتِنَہُمۡ فِیۡہِ ؕ وَ رِزۡقُ رَبِّکَ خَیۡرٌ وَّ اَبۡقٰی
Walaa tamuddanna ‘ainaika ila maa matta’naa bihi azwaajan minhum zahratal hayaatiddunyaa linaftinahum fiihi warizqu rabbika khairun wa-abq(a);
Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu.
Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
―QS. Thaa Haa [20]: 131

Daftar isi

And do not extend your eyes toward that by which We have given enjoyment to (some) categories of them, (its being but) the splendor of worldly life by which We test them.
And the provision of your Lord is better and more enduring.
― Chapter 20. Surah Thaa Haa [verse 131]

وَلَا dan jangan

And (do) not
تَمُدَّنَّ kamu tujukan

extend
عَيْنَيْكَ kedua matamu

your eyes
إِلَىٰ kepada

towards
مَا apa

what
مَتَّعْنَا Kami beri kesenangan

We have given for enjoyment
بِهِۦٓ dengannya

[with it],
أَزْوَٰجًا jodoh/golongan-golongan

pairs
مِّنْهُمْ diantara mereka

of them
زَهْرَةَ kembang

(the) splendor
ٱلْحَيَوٰةِ kehidupan

(of) the life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world,
لِنَفْتِنَهُمْ untuk Kami menguji mereka

that We may test them
فِيهِ padanya/dengannya

in it.
وَرِزْقُ dan/sedang rezki/karunia

And (the) provision
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
وَأَبْقَىٰ dan lebih kekal

and more lasting.

Tafsir

Alquran

Surah Thaa Haa
20:131

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 131. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bahwa untuk menguatkan hati Rasulullah dan meneguhkan pendiriannya dalam menghadapi perjuangan menegakkan kalimah Allah, Allah mengamanatkan kepadanya agar dia jangan mengalihkan perhatiannya kepada kesenangan, kemewahan dan kekayaan yang dinikmati oleh sebagian orang kafir karena hal itu akan melemahkan semangatnya bila matanya telah disilaukan oleh kilauan perhiasan dunia dan ingin mempunyai apa yang dimiliki orang-orang kaya.
Semua nikmat yang diberikan kepada orang-orang kafir hanyalah sementara, ibarat bunga yang sedang berkembang, tetapi tak lama kemudian bunga yang harum semerbak itu akan layu dan berguguran daunnya satu persatu dan hilanglah segala keindahan dan daya tariknya.

Nikmat kekayaan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah buat sementara saja sebagai ujian bagi mereka, apakah dengan nikmat Tuhan itu mereka akan bersyukur kepada-Nya dengan beriman dan mempergunakannya untuk mencapai keridaan-Nya ataukah mereka akan tetap kafir dan bertambah tenggelam dalam kesesatan, sehingga harta benda itu menjadi sebab kecelakaan mereka sendiri.
Allah telah menganugerahkan kepada Nabi sebagai ganti nikmat lahiriyah itu nikmat yang lebih baik yaitu ketenangan hati dan kebahagiaan yang berupa keridaan Ilahi.


Diriwayatkan oleh Abu Rafi’, seorang tamu datang mengunjungi Rasulullah, sedang di rumahnya tidak ada yang patut disuguhkan kepada tamu itu.
Rasulullah menyuruh saya meminjam sedikit tepung gandum kepada orang Yahudi dan akan dibayar nanti pada bulan Rajab.

Orang Yahudi itu tidak mau meminjamkan kecuali dengan jaminan.
Aku kembali kepada Rasulullah memberitakan hal itu.

Rasulullah berkata:


"Demi Allah, saya adalah orang yang dapat dipercaya di antara penghuni langit dan orang yang dapat dipercaya di antara penghuni bumi.
Seandainya ia meminjami atau menjual padaku, tentu aku membayarnya.

Bawalah baju perangku ini.
(Riwayat al-Bazzar).


Kemudian turunlah ayat ini (Tha Ha [20]: 131).

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 131. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Janganlah kau arahkan pandanganmu kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan orang kafir.
Sebab, kenikmatan itu tidak lebih dari sekadar hiasan hidup di dunia yang merupakan ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya.


Allah menyimpan kenikmatan yang lebih baik dan lebih abadi dari kenikmatan itu untukmu di akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kamu melihat kesenangan yang telah Kami berikan kepada orang-orang musyrik itu dan orang-orang yang serupa dengan mereka

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan) yakni berbagai macam golongan


(dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia) sebagai perhiasan dan kesemarakan kehidupan dunia


(Kami cobai mereka dengannya) seumpamanya mereka makin kelewat batas karenanya.


(Dan karunia Rabbmu) di surga


(adalah lebih baik) daripada keduniaan yang diberikan kepada mereka


(dan lebih kekal) yakni lebih abadi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya,
"Janganlah kamu melirikkan pandangan matamu kepada kemewahan yang ada di tangan orang-orang yang hidup senang dan mewah.
Karena sesungguhnya hal itu tiada lain merupakan perhiasan yang fana dan nikmat yang pasti lenyapnya, kami mencobai mereka dengan melaluinya.
Akan tetapi, amatlah sedikit orang yang banyak bersyukur di antara hamba-hamba-Ku."

Mujahid mengatakan bahwa makna azwajan minhum ialah orang-orang kaya dan para hartawan, karena sesungguhnya kamu telah diberi apa yang lebih baik daripada apa yang diberikan kepada mereka.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung.
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu.
(QS. Al-Hijr [15]: 87-88), hingga akhir ayat.

Jauh lebih baik pula apa yang telah disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala buat Rasul­Nya di akhirat, tiada terbatas dan tiada terperikan.
Seperti halnya apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 5)

Karena itulah dalam surat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Di dalam kitab sahih disebutkan bahwa ketika Umar ibnul Khattab masuk menemui Rasulullah ﷺ di dalam suatu peristiwa yang saat itu Rasulullah ﷺ sedang mengasingkan dirinya dari istri-istrinya, sebab beliau telah bersumpah tidak akan menggauli mereka dalam waktu tertentu (sampai mereka sadar), Umar ibnul Khattab melihat Rasulullah ﷺ sedang berbaring di lantai rumahnya dengan hanya beralaskan tikar.
Sedangkan di dalam rumahnya hanya ada sebuah wadah air yang sudah lapuk, tergantung di sisi rumahnya.
Maka dengan serta-merta Umar mencucurkan air matanya.
Rasulullah ﷺ bertanya,
"Hai Umar, apakah yang membuatmu menangis?"
Umar menjawab,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kisra dan Kaisar berada dalam kemewahannya, sedangkan engkau adalah makhluk pilihan Allah."
Rasulullah ﷺ bersabda:


Hai Ibnul -Khattab, apakah engkau dalam keadaan ragu?
Mereka adalah kaum yang disegerakan bagi mereka kebaikannya dalam kehidupan dunia ini.

Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling zuhud terhadap duniawi, padahal beliau mampu menguasainya.
Apabila beliau memperoleh harta benda, maka dinafkahkan dan dibagi-bagikannya ke sana dan kemari, kepada semua hamba Allah dan beliau tidak pernah menyimpan sesuatu pun darinya untuk keperluan dirinya di esok hari.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Malik, dari Yazid ibnu Aslam, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan terhadap kalian ialah bila Allah membukakan bagi kalian bunga-bunga kehidupan dunia.
Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan bunga-bunga kehidupan dunia?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Keberkatan bumi."

Qatadah dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

bunga kehidupan dunia.
Makna yang dimaksud ialah perhiasan kehidupan dunia.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

untuk Kami fitnah mereka dengannya.
Yakni Kami coba mereka dengan perhiasan kehidupan dunia.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Marduwaih, al-Bazzar, dan Abu Ya’la, yang bersumber dari Abu Rafi’ bahwa Rasulullah ﷺ kedatangan seorang tamu.
Beliau menyuruh Abu Rafi’ meminjam terigu pada seorang Yahudi, yang akan dibayarnya pada awal bulan Rajab.
Berkatalah si Yahudi: “Aku tidak dapat memberinya pinjaman kecuali pakai jaminan.” Pulanglah Abu Rafi’ kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu.
Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Demi Allah aku ini dikenal sebagai orang yang benar-benar jujur di jagat ini.” Dan turunlah ayat ini (Thaahaa: 131), di saat Abu Rafi’ belum meninggalkan Nabi, yang melarang Nabi mengharapkan sesuatu dari golongan luar Islam.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 131

ZAHRAH
زَهْرَة

Ia adalah ism mashdar mu’annats, mudzakkarnya az zahr, dari kata dasar zahira.

Taha (20), ayat 131.

Qatadah menjelaskan, zahratal hayatad duniaa bermakna zinah yaitu keindahan atau perhiasan kehidupan dunia.

Ibnu Qutaibah berkata,
ia bermakna perhiasan kehidupan dunia, diambil dari bunga tumbuh tumbuhan dan kecantikannya.

Al Yazidi memberikan makna, ia adalah perhiasan dan keindahan kehidupan dunia.

Asy Syaukani berkata,
ia bermakna perhiasan, keindahan dan kesenangan kehidupan dunia dengan tumbuh-tumbuhan dan lainnya.

Isa bin Umar membacanya dengan menjadikan al ha’ berbaris atas atau zaharah yang berarti bunga bagi tumbuh-tumbuhan.

Tafsirannya, "Janganlah engkau memandang apa yang kami berikan kepada segolong an orang kafir daripada nikmat dunia, perhiasan serta keindahannya yang menipu, kami uji mereka dengan kenikmatan ini sehingga mereka disiksa disebabkan kekufuran mereka.

Kesimpulannya, zahrah atau zaharah memiliki makna perhiasan, keindahan, dan kesenangan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:260

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)

Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan Indonesia



QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 135

Gambar Kutipan Ayat

Surah Thaa Haa ayat 131 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 131 - Gambar 2
Statistik QS. 20:131
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.8 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

20:131, 20 131, 20-131, Surah Thaa Haa 131, Tafsir surat ThaaHaa 131, Quran Thoha 131, Thaha 131, Ta Ha 131, Surah Toha ayat 131

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Thaa Haa

۞ QS. 20:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 20:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:5 Arsy • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 20:6 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 20:7 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:8 Tauhid Uluhiyyah • Semua nama-nama Allah baik

۞ QS. 20:11 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 20:12 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:14 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 20:15 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 20:16 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:21 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:22 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:35 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 20:38 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:39 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:46 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar) • Sifat Bashar (melihat)

۞ QS. 20:47 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:48 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:50 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Mushawwir (Maha Pembentuk rupa) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 20:52 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 20:53 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 20:55 • Tempat kembali ruh • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 20:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:61 • Mendustai Allah • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 20:69 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:70 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:73 Ar Rabb (Tuhan) • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 20:74 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keabadian siksaan orang kafir

۞ QS. 20:75 • Pahala iman • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 20:76 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 20:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:81 • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 20:82 • Ampunan Allah yang luas • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 20:83 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 20:84 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 20:86 Ar Rabb (Tuhan) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:88 • Mendustai Allah

۞ QS. 20:89 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 20:90 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Islam agama para nabi

۞ QS. 20:96 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 20:97 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 20:98 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 20:99 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:100 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:101 • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 20:102 • Peniupan sangkakala • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 20:103 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 20:104 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:105 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:106 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:107 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:108 Al Rahman (Maha Pengasih) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 20:109 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Syafaat hanya milik Allah semata • Mereka yang memperoleh syafaat

۞ QS. 20:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:111 Al Hayy (Maha Hidup) • Al Qayyum (Maha Berdiri sendiri) • Para makhluk sujud kepada Allah

۞ QS. 20:112 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 20:113 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:114 Ar Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar) • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Al Malik (Raja) • Pengajaran Jibril kepada Nabi tentang syariat

۞ QS. 20:117 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 20:118 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 20:119 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 20:120 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 20:121 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:122 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 20:123 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 20:124 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:125 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 20:126 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 20:127 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 20:128 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:129 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 20:131 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 20:132 • Pahala iman • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 20:133 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:134 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:135 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar,
dan timbanglah dengan neraca yang benar.
Itulah yang lebih utama (bagimu) & lebih baik akibatnya.
QS. Al-Isra’ [17]: 35

Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba,
sedang kamu tidak menyadarinya,
QS. Az-Zumar [39]: 55

Demi langit & yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
tiada suatu jiwapun melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan?
QS. At-Tariq [86]: 1-5

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. Al-Qasas [28]: 50

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Kamus

Quru’

Apa itu Quru’? Quru’ adalah kalimat yang terdapat di dalam Alqur’an surat Al-Baqarah (2) ayat 228 yang artinya “Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tig...

Rabbaniyah

Apa itu Rabbaniyah? Generasi rabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi ...

Muhammad bin Ismail al-Bukhari

Siapa itu Muhammad bin Ismail al-Bukhari? Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari (bahasa Arab: أبو عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري‎, lahir di Bukhara, 13 Syawal 1...