Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 130 [QS. 20:130]

فَاصۡبِرۡ عَلٰی مَا یَقُوۡلُوۡنَ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّکَ قَبۡلَ طُلُوۡعِ الشَّمۡسِ وَ قَبۡلَ غُرُوۡبِہَا ۚ وَ مِنۡ اٰنَآیِٔ الَّیۡلِ فَسَبِّحۡ وَ اَطۡرَافَ النَّہَارِ لَعَلَّکَ تَرۡضٰی
Faashbir ‘ala maa yaquuluuna wasabbih bihamdi rabbika qabla thuluu’isy-syamsi waqabla ghuruubihaa wamin aanaa-illaili fasabbih wa-athraafannahaari la’allaka tardh(a);
Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam;
dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
―QS. Thaa Haa [20]: 130

Daftar isi

So be patient over what they say and exalt (Allah) with praise of your Lord before the rising of the sun and before its setting;
and during periods of the night (exalt Him) and at the ends of the day, that you may be satisfied.
― Chapter 20. Surah Thaa Haa [verse 130]

فَٱصْبِرْ maka bersabarlah kamu

So be patient
عَلَىٰ atas

over
مَا apa yang

what
يَقُولُونَ mereka katakan

they say
وَسَبِّحْ dan bertasbihlah

and glorify
بِحَمْدِ dengan memuji

with praise
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord
قَبْلَ sebelum

before
طُلُوعِ terbit

(the) rising
ٱلشَّمْسِ matahari

(of) the sun
وَقَبْلَ dan sebelum

and before
غُرُوبِهَا terbenamnya

its setting;
وَمِنْ dan dari

and from
ءَانَآئِ bagian/waktu

(the) hours
ٱلَّيْلِ malam

(of) the night,
فَسَبِّحْ maka bertasbihlah

and glorify
وَأَطْرَافَ dan di ujung

(at the) ends
ٱلنَّهَارِ siang

(of) the day
لَعَلَّكَ supaya kamu

so that you may
تَرْضَىٰ kamu rela/senang

be satisfied.

Tafsir

Alquran

Surah Thaa Haa
20:130

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 130. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar dia tetap bersabar menghadapi tindakan-tindakan kaumnya yang kafir itu serta cemoohan dan penghinaan mereka terhadapnya seperti menuduhnya sebagai tukang sihir, orang gila, penyair dan sebagainya.
Di samping itu hendaklah dia senantiasa mengingat dan mensucikan Tuhan dengan bertasbih dan salat sebelum terbit matahari, sebelum terbenam matahari dan di tengah malam.

Memang dengan mengingat Allah dan dengan salat seseorang dapat membebaskan dirinya dari kekalutan pikiran, kesedihan dan kebimbangan.
Nabi Muhammad sendiri pernah berkata tentang faedah salat untuk menenteramkan hatinya.


Dan dijadikan ketenangan hatiku ketika salat.
(Riwayat Ahmad dan an-Nasai dari al-Mugirah)


Pada ayat lain Allah memerintahkan untuk menanggulangi suatu masalah yang pelik hendaknya kita bersikap sabar dan mendirikan salat.

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat.
Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
(al-Baqarah [2]: 45)


Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Rasulullah ﷺ bersabda:


Bersabdalah Rasulullah ﷺ:
"Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini, kamu tidak dihalang-halangi waktu melihat-Nya.
Jika kamu sanggup berusaha agar kamu jangan ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.
"
(Riwayat Bukhari dan Muslim) Kemudian Nabi membaca ayat 130 ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Bersabda Nabi Muhammad ﷺ,
"Allah ﷻ berfirman, Hai anak Adam gunakanlah waktumu untuk beribadah kepadaKu, maka Aku akan mengisi dadamu dengan kekayaan (batin) dan menghapus kefakiranmu.
Tetapi bila kamu tidak mau mengerjakannya maka Aku akan mengisi dadamu dengan kesibukan dan tidak akan menutupi kefakiranmu."
(Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi)


Kemudian Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad ﷺ bila engkau telah mengerjakan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu yaitu salat sebelum matahari terbit, sebelum terbenamnya, dan di tengah-tengah malam, niscaya jiwamu akan damai dan tenteram, dan engkau akan rida terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadamu sebagaimana tersebut dalam ayat:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰى

Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas. (adh-Dhuha [93]: 5)


Mengenai rida dan kepuasan batin ini, sebuah hadis sahih mengungkapkan sebagai berikut:


Rasulullah ﷺ bersabda,
"Allah berkata kepada penghuni surga, Hai para penghuni surga.
Mereka menjawab, Kami siap mendengarkan firman Engkau Ya Tuhan kami, selamat dan bahagia atas Engkau, lalu Allah ﷻ berfirman apakah kamu telah rida dan puas?
Mereka menjawab:
Bagaimana kami tidak akan rida dan puas Engkau telah menganugerahkan kepada kami nikmat-nikmat yang tidak Engkau berikan kepada selain kami di antara makhluk-makhluk Engkau.
Maka Allah ﷻ berfirman, Aku akan menganugerahkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu.
Mereka bertanya:
Apakah itu ya Tuhan kami, yang lebih baik dari anugerah yang telah kami terima?
Allah ﷻ berfirman, Allah ﷻ berfirman, Aku akan memberikan kepada kamu keridaanKu, maka Aku tidak akan marah kepadamu setelah itu untuk selama-lamanya."
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)


Demikianlah halnya bila seseorang yang telah mencapai rida Allah berkat ketaatan dan kepatuhannya, terhadap Tuhannya.

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 130. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka bersabarlah, wahai Rasulullah, dari pendustaan dan hinaan yang mereka ucapkan tentang pesan- pesan sucimu.
Sucikanlah Tuhanmu dari hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya, dengan memuji-Nya dan terus menerus menyembah kepada-Nya semata, khususnya sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam.


Sucikanlah dan sembahlah Dia di waktu malam, pagi dan sore hari dengan melakukan salat.
Dengan demikian, hubunganmu dengan Allah menjadi tetap sinambung.


Oleh karena itu, tetaplah tenang dengan keadaanmu sekarang ini dan puaslah dengan apa yang telah ditetapkan untukmu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka bersabarlah, wahai Rasul, atas apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mendustakan itu terhadapmu, berupa sifat-sifat (julukan-julukan) dan kebohongan-kebohongan.
Bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dalam shalat Shubuh sebelum terbit matahari, dalam shalat Ashar sebelum terbenamnya, dan dalam shalat Isya pada waktu-waktu malam.


Bertasbih pulalah dengan memuji Rabb-mu pada penghujung-penghujung siang dalam shalat Zhuhur (karena waktunya adalah penghujung pertengahan pertama dan pertengahan keduanya dari siang hari) dan dalam shalat Maghrib, agar kamu diberi balasan atas perbuatan-perbuatan ini dengan pahala yang membuatmu ridha.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan) hanya saja ayat ini dimansukh oleh ayat berperang


(dan bertasbihlah) salatlah


(dengan memuji Rabbmu) lafal Bihamdi Rabbika merupakan Hal atau kata keterangan keadaan, maksudnya seraya memuji-Nya


(sebelum terbit matahari) yaitu salat Subuh


(dan sebelum terbenamnya) salat Asar


(dan pada waktu-waktu di malam hari) saat-saat malam hari


(bertasbih pulalah) yaitu salat Magrib dan salat Isyaklah kamu


(dan pada waktu-waktu di siang hari) ia di’athafkan secara Mahal kepada lafal Ana yang dinashabkan.
Maksudnya salat Zuhurlah kamu, karena waktu salat Zuhur itu mulai sejak bergeser matahari dari garis pertengahan langit, yaitu bergesernya matahari dari bagian pertengahan pertama menuju kepada bagian pertengahan kedua


(supaya kamu merasa senang) dengan pahala yang akan diberikan kepadamu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya seraya menghiburnya:

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan.
Yakni pendustaan mereka terhadap dirimu.

dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari.

Maksudnya, salat fajar (salat subuh).

dan sebelum terbenamnya.

Yaitu salat Asar, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Jarir ibnu Abdullah Al-Bajali r.a. yang menceritakan,
"Ketika kami (para sahabat) sedang duduk di depan Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ memandang ke bulan yang sedang purnama, lalu bersabda:

‘Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak berdesak-desakan dalam melihatnya.
Maka jika kalian mampu agar kalian tidak dikalahkan dengan mengerjakan salat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.’ Kemudian Rasulullah ﷺ membaca ayat ini."


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Imarah ibnu Ru-aibah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidak akan masuk neraka seseorang yang melakukan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Abdul Malik ibnu Umair dengan sanad yang sama.


Di dalam kitab musnad dan kitab sunan disebutkan melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya kedudukan ahli surga yang paling rendah ialah bagaikan seseorang yang melihat-lihat wilayah kerajaannya selama perjalanan dua ribu tahun, ia melihat-lihat batas yang paling jauhnya selama itu sebagaimana ia pun melihat-lihat batas yang paling dekatnya selama itu pula.
Dan sesungguhnya kedudukan ahli surga yang paling tinggi ialah orang-orang yang dapat melihat Allah sebanyak dua kali dalam seharinya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari.

Artinya, kerjakanlah salat tahajud di waktu-waktu malam hari.
Akan tetapi, sebagian ulama menakwilkannya sebagai salat Magrib dan salat Isya.

dan pada waktu-waktu di siang hari.

untuk mengimbangi waktu-waktu di malam hari tadi

supaya kamu merasa senang.

Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (senang).
(QS. Adh-Dhuhaaa [93]: 5)

Di dalam hadis sahih disebutkan seperti berikut:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Hai ahli surga!"
Mereka menjawab,
"Labbaik wasa’daik, wahai Tuhan kami."
Allah berfirman,
"Apakah kalian telah puas?"
mereka menjawab,
"Wahai Tuhan kami, bagaimana kami tidak puas, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang pun di antara makhluk-Mu."
Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku sekarang akan memberi kalian yang lebih utama daripada semuanya itu."
Mereka bertanya,
"Apakah ada sesuatu yang lebih utama daripada semuanya ini?"
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Aku halalkan rida-Ku bagi kalian, maka Aku tidak akan murka lagi kepada kalian untuk selama-lamanya."

Di dalam hadis yang lain disebutkan pula hal berikut:

"Hai ahli surga, sesungguhnya bagi kalian di sisi Allah ada suatu janji yang ingin Dia tunaikan kepada kalian."
Mereka bertanya,
"Pemberian apa lagi?
Bukankah Allah telah membuat wajah kami putih, memberatkan timbangan amal (baik) kami, mengeluarkan kami dari neraka dan memasukkan kami ke dalam surga?"
Maka dibukalah hijab Allah, lalu mereka dapat melihat-Nya.
Demi Allah, Allah tidak memberikan kepada mereka sesuatu yang lebih baik daripada’memandang kepada Zat-Nya, yaitu sebagai karunia tambahan (buat mereka).

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 130

ATHRAAF
أَطْرَاف

jamak dari ath tharf, digunakan bagi mufrad dan jamak.
la mengandung makna mata seperti pada makna ayat "laa yartaddu ilaihim tharfuhum wa af idatuhum hawaa’", sisi sesuatu, penghabisan segala sesuatu, pandangan, daerah, arah, golongan.
Athraaf juga jamak dari ath thirf.

Al Asma’i berkata,
"Ia bermakna yang baik dari seekor kuda, manusia dan sebagainya."

Tha Ha (20), ayat 130,
• Al Anbiyaa (21), ayat 44.
Ibnu Faris berkata,
"Ia mempunyai dua makna.

Pertama, ath tharf yang menunjukkan kepada batasan sesuatu dan tepinya.

Kedua, ath tharf yang menunjukkan kepada pergerakan pada sebahagian anggota yaitu menggerakkan pelupuk mata.

Al Fayruz Abadi berkata,
"Maksud dalam surah Ar Ra’d ialah tepi-tepinya dan ini berdasarkan penafsiran siapa yang menjadikan maksud nanqushuha min atraafihaa adalah pembukaan negeri-negeri.
Bagi siapa yang menafsirkannya dengan kematian ulamanya, maka maksud atraf al ardh ialah ulamaulama dan pembesar-pembesarnya."

Ibnu Arafah menerangkan, "Makna min atraafihaa ialah dibuka di sekitar Makkah ke atas Nabi Muhammad, maknanya, "Tidakkah kamu melihat kami membuka dan membebaskan kepada orang Islam bahagian dari bumi sebagaimana yang dijelaskan kepada mereka terangnya apa yang kami janjikan kepada Nabi Muhammad."

Ibnu Abbas dan Mujahid berkata,
"Ia bermakna kematian ulamaulama dan pembesar-pernbesarnya, sebagaimana yang disebut Waki’ bin Al Jarrah dari Talhah bin ‘Umayr, dari Ata’ bin Abi Rabah, di mana maksudnya ialah kematian ulama-ulamanya dan yang terpilih dari penduduknya.

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Ibnu Juraij, maksudnya ialah hilangnya keberkatan bumi, buah-buahannya dan penduduknya.
Ada yang berpendapat, kerusakannya disebabkan kejahatan pembesar-pembesarnya dan makna ini yang disetujui oleh Al Qurtubi.
Beliau berkata,
"Kejahatan dan kezaliman merusakkan negeri dengan penduduknya yang terbunuh serta terangkatnya dari bumi sebuah keberkatan." Sedangkan dalam surah Tha Ha dihubungkan dengan an-nahar yaitu tengah hari.

Al- Fayruz Abadi berpendapat, maksudnya ialah dua jam dari awal tengah hari dan akhirnya.
Ia juga bermaksud lawan bagi anan’ al lail yaitu pada saat dan waktu untuk bertahajjud.
Dalam Tafsir Al-Jalalain, ia bermaksud shalat Zuhur karena waktunya masuk ketika matahari condong yaitu tepi dari bahagian yang pertama dan tepi dari bahagian kedua.

Kesimpulannya, maksud ulama serta para pembesar-pembesarnya sebagaimana dalam surah Ar Ra’d dan Al Anbiyaa.

Kedua, bermaksud shalat Zuhur atau awal tengah hari dan akhirnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:84-85

Unsur Pokok Surah Thaa Haa (طه)

Surat Thaa haa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.

Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi, akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Alquran adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa.
▪ Musa `alaihis salam langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril.
▪ Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar.
▪ Keadaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat.
▪ Syafaat tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

▪ Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya.
▪ Kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil.
▪ Kisah Nabi Adam `alaihis salam dan iblis.

Lain-lain:

▪ Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul.
▪ Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka.
▪ Jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 135 + Terjemahan Indonesia



QS. Thaa-Haa (20) : 1-135 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 135

Gambar Kutipan Ayat

Surah Thaa Haa ayat 130 - Gambar 1 Surah Thaa Haa ayat 130 - Gambar 2
Statistik QS. 20:130
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, “Ta Ha”) adalah surah ke-20 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Alquran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

20:130, 20 130, 20-130, Surah Thaa Haa 130, Tafsir surat ThaaHaa 130, Quran Thoha 130, Thaha 130, Ta Ha 130, Surah Toha ayat 130

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Thaa Haa

۞ QS. 20:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 20:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:5 Arsy • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 20:6 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 20:7 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:8 Tauhid Uluhiyyah • Semua nama-nama Allah baik

۞ QS. 20:11 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 20:12 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:14 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 20:15 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 20:16 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:21 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:22 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:35 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 20:38 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:39 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:46 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar) • Sifat Bashar (melihat)

۞ QS. 20:47 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhiratAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:48 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:50 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Mushawwir (Maha Pembentuk rupa) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 20:52 • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 20:53 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:54 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 20:55 • Tempat kembali ruh • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 20:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:60 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:61 • Mendustai Allah • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:68 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 20:69 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:70 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:73 Ar Rabb (Tuhan) • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 20:74 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keabadian siksaan orang kafir

۞ QS. 20:75 • Pahala iman • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 20:76 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 20:77 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 20:81 • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 20:82 • Ampunan Allah yang luas • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 20:83 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 20:84 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan) • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 20:86 Ar Rabb (Tuhan) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:88 • Mendustai Allah

۞ QS. 20:89 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 20:90 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih) • Islam agama para nabi

۞ QS. 20:96 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 20:97 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 20:98 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 20:99 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:100 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:101 • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 20:102 • Peniupan sangkakala • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 20:103 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 20:104 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:105 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:106 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:107 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 20:108 Al Rahman (Maha Pengasih) • Kedahsyatan hari kiamat • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 20:109 • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Syafaat hanya milik Allah semata • Mereka yang memperoleh syafaat

۞ QS. 20:110 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 20:111 Al Hayy (Maha Hidup) • Al Qayyum (Maha Berdiri sendiri) • Para makhluk sujud kepada Allah

۞ QS. 20:112 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 20:113 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 20:114 Ar Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar) • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Al Malik (Raja) • Pengajaran Jibril kepada Nabi tentang syariat

۞ QS. 20:117 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 20:118 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 20:119 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 20:120 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 20:121 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 20:122 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 20:123 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 20:124 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 20:125 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 20:126 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 20:127 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 20:128 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 20:129 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 20:131 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 20:132 • Pahala iman • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 20:133 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:134 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 20:135 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim & Ismail:
“Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf,
yang itikaf,
yang ruku & yang sujud”
QS. Al-Baqarah [2]: 125

Sungguh syaitan bermaksud hendak timbulkan permusuhan & kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar & berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah & sembahyang, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)
QS. Al-Ma’idah [5]: 91

Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah,
tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
QS. Ta Ha [20]: 2

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus

Kaffah

Apa itu Kaffah? Sebagian orang menafsirkan istilah Islam kafah dengan kembali ke Alquran dan hadis. Bahkan ada pula yang memaknainya sebagai penerapan hukum Islam atau pendirian negara Islam. Istilah ...

haram

Apa itu haram? ha.ram (1) terlarang (oleh agama Islam); tidak halal; haram hukumnya apabila makan bangkai; (2) suci; terpelihara; terlindung; tanah haram di Mekah itu adalah semulia-mulia tempat di a...

Maisir

Apa itu Maisir? Dalam Islam, perjudian (bahasa Arab: ميسر, translit. maisîr, maysir, maisira‎ atau قمار qimâr), dilarang (bahasa Arab: haram‎). Maisir dilarang oleh hukum Islam (syariah)...