Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Thaa Haa

Thaa Haa (Ta Ha) surah 20 ayat 130


فَاصۡبِرۡ عَلٰی مَا یَقُوۡلُوۡنَ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّکَ قَبۡلَ طُلُوۡعِ الشَّمۡسِ وَ قَبۡلَ غُرُوۡبِہَا ۚ وَ مِنۡ اٰنَآیِٔ الَّیۡلِ فَسَبِّحۡ وَ اَطۡرَافَ النَّہَارِ لَعَلَّکَ تَرۡضٰی
Faashbir ‘ala maa yaquuluuna wasabbih bihamdi rabbika qabla thuluu’isy-syamsi waqabla ghuruubihaa wamin aanaa-illaili fasabbih wa-athraafannahaari la’allaka tardh(a);

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang,
―QS. 20:130
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
20:130, 20 130, 20-130, Thaa Haa 130, ThaaHaa 130, Thoha 130, Thaha 130, Ta Ha 130
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 130. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
agar dia tetap bersabar menghadapi tindakan-tindakan kaumnya yang kafir itu serta cemoohan dan penghinaan mereka terhadapnya seperti menuduhnya sebagai tukang sihir, orang gila, penyair dan sebagainya.
Di samping itu hendaklah dia senantiasa mengingat dan menyucikan Tuhan-Nya dengan bertasbih dan salat sebelum terbit matahari, sebelum terbenam matahari dan di tengah malam.
Memang dengan mengingat Allah dan dengan salat seseorang dapat membebaskan dirinya dari kekalutan pikiran, kesedihan dan kebimbangan.
Nabi Muhammad sendiri pernah berkata tentang faedah salat untuk menentramkan hatinya.
Ùˆ
Salat itu menjadi ketenangan hati bagi hatiku.

Pada ayat lain Allah memerintahkan untuk menanggulangi suatu masalah yang pelik hendaklah kita bersikap sabar dan mendirikan salat.

Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu.
Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

(Q.S Al Baqarah: 45)

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Rasulullah ﷺ bersabda:

Bersabda Rasulullah ﷺ, "Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini, tidak ada keragu-raguan kamu di waktu melihat-Nya.
Jika kamu sanggup berusaha agar kamu jangan ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.
(HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian Nabi membaca ayat 130 ini.
Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah.
Bersabda Nabi Muhammad ﷺ.
Allah subhanahu wa ta'ala berkata: Hai anak Adam luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada Ku.
Bila engkau akan mengerjakannya Aku akan mengisi dadamu dengan kekayaan (batin) dan menghapus kekafiranmu.
Tetapi bila kamu tidak mau mengerjakannya maka Aku akan mengisi dadamu dengan kebimbangan dan tidak akan menutupi kekafiranmu.
Kemudian Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
bila engkau telah mengerjakan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu yaitu salat sebelum matahari terbit, sebelum terbenamnya, dan di tengah-tengah malam, niscaya engkau akan menjadi puas dan jiwamu tenteram dan engkau akan rida terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadamu sebagaimana tersebut dalam ayat:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu lalu hati (kamu) menjadi puas.

Mengenai rida dan kepuasan batin ini, sebuah hadis sahih mengungkapkan sebagai berikut:

Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah subhanahu wa ta'ala berkata kepada penghuni surga: Hai para penghuni surga.
Mereka menjawab: Kami siap mendengarkan firman Engkau Ya Tuhan kami, selamat dan bahagia atas Engkau, lalu Allah berfirman apakah kamu telah rida dan puas?.
Mereka menjawab: Bagaimana kami tidak akan rida dan puas Engkau telah menganugerahkan kepada kami nikmat-nikmat yang tidak Engkau berikan kepada selain kami di antara makhluk-makhluk Engkau.
Maka Allah berfirman: Aku akan menganugerahkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu.
Mereka bertanya: Apakah itu ya Tuhan kami, yang lebih baik dari anugerah yang telah kami terima?
Allah berfirman: Aku akan menempatkan di kalangan kamu keridaan Ku, maka Aku tidak akan marah kepadamu setelah itu untuk selama-lamanya".
(HR Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Demikianlah halnya bila seseorang yang telah mencapai rida Allah berkat ketaatan dan kepatuhannya, terhadap Tuhannya.

Thaa Haa (20) ayat 130 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Thaa Haa (20) ayat 130 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Thaa Haa (20) ayat 130 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka bersabarlah, wahai Rasulullah, dari pendustaan dan hinaan yang mereka ucapkan tentang pesan- pesan sucimu.
Sucikanlah Tuhanmu dari hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya, dengan memuji-Nya dan terus menerus menyembah kepada-Nya semata, khususnya sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam.
Sucikanlah dan sembahlah Dia di waktu malam, pagi dan sore hari dengan melakukan salat.
Dengan demikian, hubunganmu dengan Allah menjadi tetap sinambung.
Oleh karena itu, tetaplah tenang dengan keadaanmu sekarang ini dan puaslah dengan apa yang telah ditetapkan untukmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan) hanya saja ayat ini dimansukh oleh ayat berperang (dan bertasbihlah) salatlah (dengan memuji Rabbmu) lafal Bihamdi Rabbika merupakan Hal atau kata keterangan keadaan, maksudnya seraya memuji-Nya (sebelum terbit matahari) yaitu salat Subuh (dan sebelum terbenamnya) salat Asar (dan pada waktu-waktu di malam hari) saat-saat malam hari (bertasbih pulalah) yaitu salat Magrib dan salat Isyaklah kamu (dan pada waktu-waktu di siang hari) ia di'athafkan secara Mahal kepada lafal Ana yang dinashabkan.
Maksudnya salat Zuhurlah kamu, karena waktu salat Zuhur itu mulai sejak bergeser matahari dari garis pertengahan langit, yaitu bergesernya matahari dari bagian pertengahan pertama menuju kepada bagian pertengahan kedua (supaya kamu merasa senang) dengan pahala yang akan diberikan kepadamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka bersabarlah, wahai Rasul, atas apa yang dikatakan oleh orang-orang yang mendustakan itu terhadapmu, berupa sifat-sifat (julukan-julukan) dan kebohongan-kebohongan.
Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dalam shalat Shubuh sebelum terbit matahari, dalam shalat Ashar sebelum terbenamnya, dan dalam shalat Isya pada waktu-waktu malam.
Bertasbih pulalah dengan memuji Rabbmu pada penghujung-penghujung siang dalam shalat Zhuhur (karena waktunya adalah penghujung pertengahan pertama dan pertengahan keduanya dari siang hari) dan dalam shalat Maghrib, agar kamu diberi balasan atas perbuatan-perbuatan ini dengan pahala yang membuatmu ridha.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya seraya menghiburnya:

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan.
Yakni pendustaan mereka terhadap dirimu.

dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari.

Maksudnya, salat fajar (salat subuh).

dan sebelum terbenamnya.

Yaitu salat Asar, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Jarir ibnu Abdullah Al-Bajali r.a.
yang menceritakan, "Ketika kami (para sahabat) sedang duduk di depan Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ memandang ke bulan yang sedang purnama, lalu bersabda:

'Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak berdesak-desakan dalam melihatnya.
Maka jika kalian mampu agar kalian tidak dikalahkan dengan mengerjakan salat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.' Kemudian Rasulullah ﷺ membaca ayat ini."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Imarah ibnu Ru-aibah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak akan masuk neraka seseorang yang melakukan salat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Abdul Malik ibnu Umair dengan sanad yang sama.

Di dalam kitab musnad dan kitab sunan disebutkan melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya kedudukan ahli surga yang paling rendah ialah bagaikan seseorang yang melihat-lihat wilayah kerajaannya selama perjalanan dua ribu tahun, ia melihat-lihat batas yang paling jauhnya selama itu sebagaimana ia pun melihat-lihat batas yang paling dekatnya selama itu pula.
Dan sesungguhnya kedudukan ahli surga yang paling tinggi ialah orang-orang yang dapat melihat Allah sebanyak dua kali dalam seharinya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari.

Artinya, kerjakanlah salat tahajud di waktu-waktu malam hari.
Akan tetapi, sebagian ulama menakwilkannya sebagai salat Magrib dan salat Isya.

dan pada waktu-waktu di siang hari.

untuk mengimbangi waktu-waktu di malam hari tadi

supaya kamu merasa senang.

Semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas (senang).
(Adh-Dhuha: 5)

Di dalam hadis sahih disebutkan seperti berikut:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Hai ahli surga!" Mereka menjawab, "Labbaik wasa'daik, wahai Tuhan kami.” Allah berfirman, "Apakah kalian telah puas?"
mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami, bagaimana kami tidak puas, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang pun di antara makhluk-Mu.” Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku sekarang akan memberi kalian yang lebih utama daripada semuanya itu.” Mereka bertanya, "Apakah ada sesuatu yang lebih utama daripada semuanya ini?” Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "Aku halalkan rida-Ku bagi kalian, maka Aku tidak akan murka lagi kepada kalian untuk selama-lamanya.”

Di dalam hadis yang lain disebutkan pula hal berikut:

"Hai ahli surga, sesungguhnya bagi kalian di sisi Allah ada suatu janji yang ingin Dia tunaikan kepada kalian.” Mereka bertanya, "Pemberian apa lagi?
Bukankah Allah telah membuat wajah kami putih, memberatkan timbangan amal (baik) kami, mengeluarkan kami dari neraka dan memasukkan kami ke dalam surga?” Maka dibukalah hijab Allah, lalu mereka dapat melihat-Nya.
Demi Allah, Allah tidak memberikan kepada mereka sesuatu yang lebih baik daripada'memandang kepada Zat-Nya, yaitu sebagai karunia tambahan (buat mereka).

Kata Pilihan Dalam Surah Thaa Haa (20) Ayat 130

ATHRAAF
أَطْرَاف

Lafaz ini adalah jamak dari ath tharf, digunakan bagi mufrad dan jamak. la mengandung makna mata seperti pada makna ayat "laa yartaddu ilaihim tharfuhum wa af idatuhum hawaa'", sisi sesuatu, penghabisan segala sesuatu, pandangan, daerah, arah, golongan. Athraaf juga jamak dari ath thirf.

Al Asma'i berkata,
"Ia bermakna yang baik dari seekor kuda, manusia dan sebagainya."

Lafaz ini disebut tiga kali dalam Al Qur'an yaitu pada surah:
-Ar Ra'd (13), ayat 41,
-Tha Ha (20), ayat 130,
-Al Anbiyaa (21), ayat 44.

Ibn Faris berkata,
"Ia mempunyai dua makna.

Pertama, ath tharf yang menunjukkan kepada batasan sesuatu dan tepinya.

Kedua, ath tharf yang menunjukkan kepada pergerakan pada sebahagian anggota yaitu menggerakkan pelupuk mata.

Al Fayruz Abadi berkata,
"Maksud dalam surah Ar Ra'd ialah tepi-­tepinya dan ini berdasarkan penafsiran siapa yang menjadikan maksud nanqushuha min atraafihaa adalah pembukaan negeri-negeri. Bagi siapa yang menafsirkannya dengan kematian ulamanya, maka maksud atraf al ardh ialah ulama-ulama dan pembesar-pembesarnya."

Ibn Arafah menerangkan, "Makna min atraafihaa ialah dibuka di sekitar Makkah ke atas Nabi Muhammad, maknanya, "Tidakkah kamu melihat kami membuka dan membebaskan kepada orang Islam bahagian dari bumi sebagaimana yang dijelaskan kepada mereka terangnya apa yang kami janjikan kepada Nabi Muhammad."

Ibn Abbas dan Mujahid berkata,
"Ia bermakna kematian ulama-ulama dan pembesar-pernbesarnya, sebagaimana yang disebut Waki' bin Al Jarrah dari Talhah bin 'Umayr, dari Ata' bin Abi Rabah, di mana maksudnya ialah kematian ulama-ulamanya dan yang terpilih dari penduduknya.

Diriwayatkan juga dari Ibn Abbas, Mujahid dan Ibn Juraij, maksudnya ialah hilangnya keberkatan bumi, buah-buahannya dan penduduknya. Ada yang berpendapat, kerusakannya disebabkan kejahatan pembesar-­pembesarnya dan makna ini yang disetujui oleh Al Qurtubi. Beliau berkata,
"Kejahatan dan kezaliman merusakkan negeri dengan penduduknya yang terbunuh serta terangkatnya dari bumi sebuah keberkatan." Sedangkan dalam surah Tha Ha dihubungkan dengan an-nahar yaitu tengah hari.

Al- Fayruz Abadi berpendapat, maksudnya ialah dua jam dari awal tengah hari dan akhirnya. Ia juga bermaksud lawan bagi anan' al lail yaitu pada saat dan waktu untuk bertahajjud. Dalam Tafsir Al-Jalalain, ia bermaksud shalat Zuhur karena waktunya masuk ketika matahari condong yaitu tepi dari bahagian yang pertama dan tepi dari bahagian kedua.

Kesimpulannya, maksud lafaz athraaf terbagi kepada dua.

Pertama, bermaksud kekalahan negeri sehingga terbunuhnya ulama serta para pembesar-pembesarnya sebagaimana dalam surah Ar Ra'd dan Al Anbiyaa.

Kedua, bermaksud shalat Zuhur atau awal tengah hari dan akhirnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:84-85

Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai "Thaahaa",
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf "thaahaa" dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur'an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa 'at tidak bermanfaa'at di hari kiamat, kecuali syafa'at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.


Gambar Kutipan Surah Thaa Haa Ayat 130 *beta

Surah Thaa Haa Ayat 130



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Thaa Haa

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (21 votes)
Sending







✔ Manfaat surat thaha ayat 130- 132, Tafsir surat Thaha ayat 130

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku