QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 109 [QS. 20:109]

یَوۡمَئِذٍ لَّا تَنۡفَعُ الشَّفَاعَۃُ اِلَّا مَنۡ اَذِنَ لَہُ الرَّحۡمٰنُ وَ رَضِیَ لَہٗ قَوۡلًا
Yauma-idzin laa tanfa’usy-syafaa’atu ilaa man adzina lahur-rahmanu waradhiya lahu qaulaa;

Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.
―QS. 20:109
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
20:109, 20 109, 20-109, Thaa Haa 109, ThaaHaa 109, Thoha 109, Thaha 109, Ta Ha 109

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 109

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Pada hari itu tak ada yang dapat menolong seseorang atau memberi syafaat kepadanya baik dari malaikat maupun dari manusia kecuali orang yang telah diberi izin oleh Allah bahwa dia dapat memberikan syafaatnya dapat diterima pula oleh Allah subhanahu wa ta’ala sesuai dengan bunyi ayat:

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai (Nya)
(Q.S. An-Najm [53]: 26)

Sedangkan malaikat ada yang tidak diterima syafaatnya untuk menolong seseorang di waktu itu kalau tidak seizin keridaan dari Allah apalagi setan-setan, berhala-berhala atau pemimpin-pemimpin kemusyrikan lainnya tentulah mereka tak dapat sedikitpun menolong pengikut-pengikutnya.
Sedangkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tak berdaya apa-apa, apalagi untuk menolong orang lain.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu syafaat dari seseorang menjadi tak berguna lagi, kecuali dari orang yang mendapat kemuliaan, izin dan perkenan dari Allah untuk mengucapkan kata syafaat.
Hari itu syafaat juga menjadi tak berguna lagi, kecuali bagi orang yang mendapat izin dari Sang Maha Pengasih untuk memperolehnya.
Yaitu orang yang dahulunya beriman yang perkataan tauhid dan imannya mendapat perkenan Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari itu tidak berguna syafaat) seseorang (kecuali syafaat orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya) untuk memberi syafaat (dan Dia telah meridai perkataannya) seumpamanya orang yang diberi izin itu mengatakan, “La Ilaaha Illallaah atau tidak ada Tuhan selain Allah.”

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pada hari itu syafaat tidak berguna bagi seorang makhluk pun, kecuali bila Allah Yang Maha Pemurah telah memberi izin kepada pemberi syafaat, dan meridhai orang yang diberi syafaat.
Hal itu tidak berlaku kecuali bagi seorang Mukmin yang ikhlas.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridai perkataannya.

Yaitu pada hari kiamat itu tiada suatu syafaat pun yang diterima di sisi­Nya, kecuali pertolongan syafaat dari orang yang telah mendapat izin dari Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Pemurah.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya?
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 255)

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-Nya.
(Q.S. An-Najm [53]: 26)

dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah (Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 28)

Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat (Q.S. Saba’ [34]: 23)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ketika roh dan malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.
(78: 38)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui berbagai jalur dari Rasulullah ﷺ, penghulu anak Adam dan makhluk yang paling mulia, dari Allah subhanahu wa ta’ala Disebutkan bahwa beliau pernah bersabda:

Aku datang ke bagian bawah ‘Arasy dan aku menyungkur bersujud kepada Allah, lalu Allah mengajariku pujian-pujian yang tidakdapat aku hitung-hitung jumlahnya sekarang, dan Allah membiarkan aku selama apa yang dikehendaki-Nya.
Setelah itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai Muhammad, angkatlah mukamu.
Berkatalah, pasti di dengar.
Dan mintalah syafaat, pasti diberi izin memberi syafaat.” Lalu Allah memberikan batasan sejumlah tertentu, maka aku masukkan mereka ke dalam surga, lalu aku meminta lagi.

Nabi ﷺ dalam hadisnya ini menyebutkan bahwa beliau melakukan hal tersebut sebanyak empat kali.
Semoga salawat dan salam-Nya terlimpahkan kepadanya, juga kepada para nabi lainnya.

Di dalam hadis yang lain disebutkan pula:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Keluarkanlah oleh kalian (para malaikat) dari dalam neraka orang yang di dalam kalbunya terdapat iman sebesar biji sawi!” Maka keluarlah (dari neraka) sejumlah besar manusia.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman lagi, “Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam kalbunya terdapat iman sebesar separo biji sawi, dan keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam kalbunya terdapat iman seberat semut yang kecil, dan (juga) orang yang dalam hatinya terdapat iman yang lebih kecil daripada semut yang terkecil.”


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 109 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 109 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 109 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:109
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.6
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim