QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 10 [QS. 20:10]

اِذۡ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَہۡلِہِ امۡکُثُوۡۤا اِنِّیۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًا لَّعَلِّیۡۤ اٰتِیۡکُمۡ مِّنۡہَا بِقَبَسٍ اَوۡ اَجِدُ عَلَی النَّارِ ہُدًی
Idz raa naaran faqaala ahlihiimkutsuu innii aanastu naaran la’allii aatiikum minhaa biqabasin au ajidu ‘alannaari hudan;

Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya:
“Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu”.
―QS. 20:10
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
20:10, 20 10, 20-10, Thaa Haa 10, ThaaHaa 10, Thoha 10, Thaha 10, Ta Ha 10

Tafsir surah Thaa Haa (20) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Thaa Haa (20) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa setelah habis masa perjanjian Musa menggembalakan kambing Syuaib mertuanya di Madyan, minta izinlah dia dari mertuanya untuk kembali ke Mesir, menemui ibunya yang telah ditinggalkan selama sepuluh tahun lebih.
Setelah mendapat izin, berangkatlah Musa ‘alaihis salam bersama keluarganya, menuju Mesir, dengan menghindari jalan biasa dan mengambil jalan di lereng, karena takut kalau-kalau keluarganya mendapat gangguan dari raja Syam.
Setelah sampai di lembah Tuwa arah Barat dari gunung Tursina, istrinya melahirkan seorang anak, pada suatu malam yang gelap gulita, berhawa dingin yang menembus tulang dan di dalam keadaan sesat jalan.
Untuk menghangatkan rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang itu, agar mendapat penerangan di dalam suasana gelap gulita, Musa ‘alaihis salam berusaha mendapatkan api, tetapi usahanya itu belum juga berhasil.
Dengan tidak disangka-sangka, tiba-tiba terlihat olehnya api dari jauh di sebelah kiri jalanan.
Maka berkatalah ia kepada keluarganya dengan rasa gembira, “Tinggallah kalian di sini dulu, sekarang saya melihat api dari jauh, dan saya akan ke sana.
Mudah-mudahan dapat saya membawa api itu kemari, atau mendapat petunjuk daripadanya, untuk dapat keluar dari kesesatan jalan kita ini”.
Peristiwa seperti ini, dicantumkan juga dalam ayat yang lain di dalam Alquran, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung.
la berkata kepada keluarganya, “Tunggulah (di sini) sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu, atau (membawa) sesuluh api agar kamu menghangatkan badan”.

(Q.S. Al-Qashash [28]: 29)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika Musa melihat api dalam perjalanannya pada suatu malam dari Madyan menuju Mesir, ia berkata kepada istri dan orang yang menyertainya, “Tunggulah di tempat kalian, karena aku melihat api.
Mudah- mudahan aku dapat membawanya sedikit untuk menghangatkan tubuh kalian, atau mendapatkan seorang penunjuk jalan di sekitar api itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya) yakni kepada istrinya, (“Tinggallah kamu) di sini, hal itu terjadi sewaktu ia berada dalam perjalanan dari Madyan menuju ke negeri Mesir (sesungguhnya aku melihat) menyaksikan (api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya untuk kalian) berupa obor yang dinyalakan pada sumbu atau kayu (atau aku akan mendapatkan petunjuk di tempat itu”) yang dapat menunjukkan jalan, karena pada saat itu Nabi Musa kehilangan arah jalan disebabkan gelapnya malam.

Nabi Musa mengungkapkan kata-katanya dengan memakai istilah La’alla yang artinya mudah-mudahan karena ia merasa kurang pasti dengan apa yang telah dijanjikannya itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika ia melihat api yang menyala pada malam hari, maka ia berkata kepada keluarganya :
Tunggulah!! Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa darinya seberkas api untuk menghangatkan tubuh kalian dan menyalakan api lainnya, atau aku mendapati di sana petunjuk yang bisa menuntun kita di atas jalan yang kita lalui.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ketika Musa dalam keadaan kedinginan, tiba-tiba ia melihat cahaya api yang bersumber dari arah Bukit Tur, yang ada di sebelah kanannya.
Maka Musa berkata kepada keluarganya seraya menyenangkan hati mereka:

Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepada kalian.
(Q.S. Thaa haa [20]: 10)

Yakni sebuah obor api.
Di dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya dengan ungkapan lain, yaitu:

atau (membawa) suluh api.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 29)

Yaitu obor api.

agar kalian dapat menghangatkan badan.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 29)

Hal ini menunjukkan bahwa saat itu cuaca sangat dingin.
Sedangkan yang disebutkan dalam ayat ini yaitu oleh firman-Nya, “Biqabasin, ” yang artinya obor api, hal ini menunjukkan bahwa suasana malam itu sangat gelap.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.

Yakni seseorang yang menunjukkan jalan kepadaku.
Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Musa ‘alaihis salam saat itu sesat jalan.

Hal ini seperti apa yang diriwayatkan oleh As-Sauri, dari Abu Sa’d Al-A’war, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.
Yaitu seseorang yang memberikan petunjuk jalan kepadaku.

Mereka saat itu berada di musim dingin dan sesat jalan.
Ketika Musa melihat api, ia berkata, “Jika aku tidak menjumpai seseorang yang menunjukkan kepadaku jalan yang sebenarnya, aku akan mendatangkan kepadamu api yang dapat dipakai untuk berdiang kalian.”


Informasi Surah Thaa Haa (طه)
Surat Thaahaa terdiri atas 135 ayat, diturunkan sesudah diturunkannya surat Maryam, ter­masuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Surat ini dinamai “Thaahaa”,
diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini.
Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf “thaahaa” dalam surat ini.
Allah menerangkan bahwa Al Qur’an merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah bebe­rapa orang nabi akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya ke­pada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal­ hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Al Qur’an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang ber­ takwa
Musa a.s. langsung menerima wahyu dari Allah, tanpa perantara Jibril
Allah bersemayam di atas ‘Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar
ke­adaan orang berdosa dihimpunkan di hari kiamat
syafa ‘at tidak bermanfaa’at di hari kiamat, kecuali syafa’at dari orang-orang yang dapat izin dari Allah.

Hukum:

Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya
kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.

Kisah:

Kisah Musa a.s. dan Harun a.s. dalam menghadapi Fir’aun dan Bani Israil
kisah Nabi Adam a.s. dan iblis.

Lain-lain:

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya dia meminta tambahan ilmu kepada Allah sekalipun sudah menjadi rasul
Allah tidak akan mengazab sesuatu kaum sebelum diutus rasul kepada mereka
jangan terpengaruh oleh kesenangan kehidupan dunia.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Thaa-Haa (20) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Thaa-Haa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 135 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 20:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Thaa Haa.

Surah Ta Ha (Arab: طه , Tā-Hā, "Ta Ha") adalah surah ke-20 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini.
Sebagaimana juga yang lazim terdapat pada surah-surah yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa sesudah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat sesudah huruf Ta Ha dalam surah ini.
Allah menerangkan bahwa Al-Quran merupakan peringatan bagi manusia, wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam.
Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa nabi; akibat-akibat yang telah ada akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Nomor Surah 20
Nama Surah Thaa Haa
Arab طه
Arti Ta Ha
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 45
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 135
Jumlah kata 1534
Jumlah huruf 5399
Surah sebelumnya Surah Maryam
Surah selanjutnya Surah Al-Anbiya
4.9
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta