QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 7 [QS. 38:7]

مَا سَمِعۡنَا بِہٰذَا فِی الۡمِلَّۃِ الۡاٰخِرَۃِ ۚۖ اِنۡ ہٰذَاۤ اِلَّا اخۡتِلَاقٌ ۖ
Maa sami’naa bihadzaa fiil millati-aakhirati in hadzaa ilaaakhtilaaqun;

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir, ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,
―QS. 38:7
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
38:7, 38 7, 38-7, Shaad 7, Shaad 7, Shad 7, Sad 7

Tafsir surah Shaad (38) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan juga alasan lain yang dikemukakan oleh pemimpin-pemimpin Quraisy kepada pengikut-pengikutnya, bahwa seruan Muhammad itu tidak benar.
Mereka mengatakan kepada kaumnya bahwa mereka tidak pernah mendengar seruan seperti yang diserukan oleh Muhammad itu di dalam agama yang diturunkan terakhir.
Mereka maksudkan dengan agama yang diturunkan terakhir, yaitu agama Nasrani yang men-tigakan tuhan.
Seruan Muhammad agar manusia mengesakan Tuhan itu hanyalah dusta yang dibuat-buat oleh Muhammad dan bukan datang dari Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami tidak pernah mendengar ajaran tauhid seperti ini dalam agama para pendahulu yang kami ketahui.
Ini tidak lain hanyalah suatu kebohongan belaka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir) maksudnya, agama Nabi Isa.

(Tiada lain) tidak lain (ini hanyalah dusta yang diada-adakan) hal yang dibuat-buat saja.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang dia dakwahkan belum pernah kami dengar di kalangan leluhur kami orang-orang Quraisy, dan dalam agama Nasrani. Apa yang dia sampaikan hanyalah kedustaan dan kebohongan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyitir ucapan mereka, yaitu:

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir.
(Q.S. Shaad [38]: 7)

Yakni kami belum pernah mendengar ajaran tauhid yang diserukan oleh Muhammad ini dalam agama yang terakhir.

Menurut Mujahid, Qatadah, dan Abu Zaid, yang mereka maksudkan adalah agama orang-orang Quraisy.

Selain mereka mengatakan bahwa agama yang dimaksud adalah agama Nasrani, menurut Muhammad ibnu Ka’b dan As-Saddi.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa makna yang dimaksud ialah, “Kami belum pernah mendengar ini dalam agama yang terakhir, yakni agama Nasrani.” Dan mereka mengatakan bahwa sekiranya Al-Qur’an ini benar, tentulah orang-orang Nasrani menceritakannya kepada kami.

Ini tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.
(Q.S. Shaad [38]: 7)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa ikhtilaq ialah dusta.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa ikhtilaq ialah dugaan.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/38-7









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim