QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 5 [QS. 38:5]

اَجَعَلَ الۡاٰلِہَۃَ اِلٰـہًا وَّاحِدًا ۚۖ اِنَّ ہٰذَا لَشَیۡءٌ عُجَابٌ
Aja’alaaalihata ilahan waahidan inna hadzaa lasyayun ‘ujaabun;

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja?
Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
―QS. 38:5
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
38:5, 38 5, 38-5, Shaad 5, Shaad 5, Shad 5, Sad 5

Tafsir surah Shaad (38) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan pula keheranan kaum musyrikin akan seruan-seruan Rasul.
Mereka heran mengapa Muhammad ﷺ menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja, yang bertentangan dengan kepercayaan nenek moyang mereka.
Dan setelah Rasulullah mengajak mereka agar meninggalkan sembahan-sembahan mereka yang banyak itu dan menggantinya dengan menyembah Allah Yang Maha Esa maka pada saat itu mereka menganggap bahwa seruan Muhammad itu bukan masalah yang remeh, akan tetapi benar-benar suatu yang mengherankan.
Mereka mengingkari seruan itu menurut mereka tidak mungkin nenek moyang mereka menganut keyakinan yang salah, tetapi Muhammad adalah seorang pendusta yang mengaku dirinya menjadi benar.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka.
“Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka”.
Orang-orang kafir berkata: “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.

(Q.S. Yunus [10]: 2)

Sehubungan dengan sebab nuzul ayat ini Ibnu Jarir At Tabari meriwayatkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang menyatakan:

“Setelah Abu Talib sakit masuklah serombongan orang-orang Quraisy”.
Di antara mereka Abu Jahal, mereka berkata : “Sebenarnyalah kemenakanmu mencaci maki tuhan-tuhan kami.
Ia betul-betul berbuat dan betul-betul mengatakannya: alangkah baiknya kalau engkau mengutus seseorang untuk melarangnya, maka Abu Talib pun mengutus utusan kepadanya.
LaIu Nabi pun datang dan masuk ke rumahnya, sedangkan jarak antara orang-orang Quraisy dengan Abu Talib adalah dekat sekali sekadar tempat duduk yang cukup untuk seorang.
Ibnu Abbas berkata: Kemudian Abu Jahal khawatir kalau-kalau Nabi duduk di samping Abe Talib.
Lalu ia menjadi bersikap lunak.
Ia lalu melompat dan duduk di tempat yang belum diduduki di Abu Talib.
Dengan demikian Rasulullah tidak mendapatkan tempat duduk di dekat pamannya.
Beliau duduk di dekat pintu.
Lalu Abu Talib berkata kepada beliau : “Hai kemenakanku, mengapa kaummu mengadukan engkau.
Mereka menuduh engkau memaki tuhan-tuhan mereka, dan engkau pun mengatakan begini begitu”.

Ibnu Abbas berkata : Orang-orang Quraisy banyak sekali berbicara dengan Abu Talib.
Kemudian Rasulullah ﷺ berkata: Hai Pamanku.
Sebenarnyalah saya ingin agar mereka itu menyatakan kalimat yang Satu saja, yang dengan kalimat itu orang-orang Arab tunduk kepada mereka, dan orang-orang Ajam (selain Arab) membayar jizyah (pajak kepala) kepada mereka.
Maka mereka pun Senang akan kalimat (yang diusulkan itu) dan senang pula akan perkataan Rasul.
Lalu kaum Quraisy itu bertanya “Apakah kalimat itu ?
Demi Ayahmu, tentu kami memberi balasan kepadamu sepuluh kali lipat”.
Rasulullah pun bersabda: “La ilaha ilallah”.
Maka mereka pun bangkit dengan gemetar, sambil menyingsingkan lengan bajunya dan berkata: “Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang mengherankan.
Maka turunlah ayat ini hingga akhir ayat 8.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan yang banyak itu menjadi satu Tuhan saja?
Ini adalah sesuatu yang aneh.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja?”) demikian itu karena Nabi ﷺ pernah bersabda kepada mereka, “Katakanlah, ‘Laa Ilaaha Illallaah’, artinya tiada Tuhan selain Allah.

Mereka menjawab, ‘Mana mungkin makhluk yang sedemikian banyak itu, semuanya dapat ditangani oleh Tuhan Yang Satu itu.’ (Sesungguhnya itu benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan”) sangat aneh.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mana mungkin Illah-Illah yang sangat banyak itu dijadikan hanya satu saja?? Sesungguhnya apa yang dia bawa dan apa yang dia serukan adalah sesuatu yang aneh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maksudnya, apakah dia mengira bahwa Tuhan yang wajib disembah itu hanya satu saja, yang tidak ada Tuhan selain Dia?
Hal ini diungkapkan oleh orang-orang musyrik sebagai ungkapan rasa ingkar mereka terhadap keesaan Tuhan, semoga Allah melaknat mereka.
Mereka merasa heran bila kemusyrikan yang selama ini harus mereka tinggalkan karenanya, padahal mereka telah menerimanya dari nenek moyang mereka —yaitu menyembah berhala-berhala—yang telah menjadi kecintaan mereka.

Ketika Rasulullah ﷺ menyeru mereka untuk melenyapkan kecintaan menyembah berhala dari hati mereka, lalu menggantinya dengan mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala, maka mereka merasa heran dan merasa berdosa besar dengan hal tersebut.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/38-5









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta