QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 44 [QS. 38:44]

وَ خُذۡ بِیَدِکَ ضِغۡثًا فَاضۡرِبۡ بِّہٖ وَ لَا تَحۡنَثۡ ؕ اِنَّا وَجَدۡنٰہُ صَابِرًا ؕ نِعۡمَ الۡعَبۡدُ ؕ اِنَّہٗۤ اَوَّابٌ
Wakhudz biyadika dhightsan faadhrib bihi walaa tahnats innaa wajadnaahu shaabiran ni’mal ‘abdu innahu au-waabun;

Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah.
Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar.
Dialah sebaik-baik hamba.
Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).
―QS. 38:44
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
38:44, 38 44, 38-44, Shaad 44, Shaad 44, Shad 44, Sad 44

Tafsir surah Shaad (38) ayat 44

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan keringanan yang diberikan kepada Ayub.
Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar mengambil seberkas rumput untuk dipukulkan kepada istrinya.
Pukulan rumput ini cukup sebagai pengganti dari sumpah yang pernah ia ucapkan.
Di dalam ayat-ayat Alquran tidak disebutkan apa sebab ia bersumpah dan apa sumpahnya.
Hanya hadis sajalah yang menyebutkan bahwa ia bersumpah karena istrinya, yang bernama Rahmah putri Ifraim, pergi untuk sesuatu keperluan yang terlambat datangnya.
Ayub bersumpah akan memukulnya 100 kali apabila ia sembuh.
Maka dengan pukulan seikat rumput itu telah dianggap memadai ganti sumpahnya, sebagai kemurahan bagi Ayub sendiri dan bagi istrinya yang telah melayani dengan baik pada saat Ayub sakit.

Dengan adanya kemurahan Allah itu Ayub pun terhindar dari melanggar sumpah.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala memuji bahwa Ayub hamba-Nya yang sabar, baik dan taat.
Sabar menghadapi cobaan yang diberikan kepadanya, baik cobaan yang menimpa dirinya, hartanya serta keluarganya.
Dia dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang baik perangainya karena tidak mudah berputus asa, menumpahkan harapannya kepada Allah.
Juga sebagai hamba-Nya yang taat, karena kegigihannya memperjuangkan perintah-perintah agama dan memelihara dirinya dan keluarganya serta kaumnya dari kehancuran.

Mengenai ketaatan Ayub dapat diikuti sebuah riwayat bahwa apabila ia menemui cobaan mengatakan:

Ya Allah Engkaulah yang mengambil dan Engkau pula yang memberi.

Dan pada waktu bermunajat ia pun berkata:

Ya Tuhanku: “Engkau telah mengetahui betul bahwa lisanku tidak akan berbeda dengan hatiku, hatiku tidak mengikuti penglihatan, hamba sahaya yang kumiliki tidak akan mempermainkan aku, saya tidak makan terkecuali bersama-sama anak yatim dan saya tidak berada dalam keadaan kenyang dan berpakaian sedang di sampingku ada orang yang lapar atau telanjang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ayyub pernah bersumpah akan memukul salah seorang anggota keluarganya dengan beberapa kayu.
Lalu Allah membebaskan sumpahnya dengan cara memerintahkannya mengambil seikat kayu sebanyak yang disumpahnya, untuk dipukulkan kepadanya.
Ia pun memukulnya dengan seikat kayu tadi.
Dengan begitu dia melaksanakan sumpahnya dengan penderitaan yang lebih sedikit.
Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya berupa nikmat tersebut karena Ayyub sabar atas cobaan sehingga pantas menerima pujian itu.
Maka ia adalah sebaik-baik hamba, karena selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ambillah dengan tanganmu seikat rumput) yakni seikat rumput lalang atau seikat ranting-ranting (maka pukullah dengan itu) istrimu, karena Nabi Ayub pernah bersumpah, bahwa ia sungguh akan memukul istrinya sebanyak seratus kali deraan, karena pada suatu hari ia pernah tidak menuruti perintahnya (dan janganlah kamu melanggar sumpah) dengan tidak memukulnya, lalu Nabi Ayub mengambil seratus tangkai kayu Idzkhir atau kayu lainnya, lalu ia memukulkannya sekali pukul kepada istrinya.

(Sesungguhnya Kami dapati dia seorang yang sabar.

Dialah sebaik-baik hamba) adalah Nabi Ayub.

(Sesungguhnya dia amat taat) kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami berkata kepadanya : Ambillah seikat rumput dengan tanganmu atau yang semisal dengannya, pukullah istrimu dengannya untuk memenuhi sumpahmu, sehingga kamu tidak menyelisihi sumpah. Hal itu karema Ayyub telah bersumpah akan memukul istrinya seratus kali bila Allah menyembuhkannya saat dia marah kepada istrinya gara-gara perkara sepele saat dia sedang sakit. Istri Ayyub adalah wanita shalihah, maka Allah menyayanginya dan menyayangi Ayyub dengan keputusan tersebut. Sesungguhnya Kami mendapatkan Ayyub sebagai seorang yang sabar diatas ujian, sebaik-baik hamba adalah dia, sesungguhnya dia gemar kembali kepada ketaatan kepada Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah.
(Q.S. Shaad [38]: 44)

Demikian itu karena Ayyub ‘alaihis salam marah kepada istrinya, merasa tidak enak disebabkan suatu perbuatan yang telah dilakukan istrinya.
Menurut suatu pendapat, istri Nabi Ayyub telah menjual rambut kepangannya, lalu menukarnya dengan roti untuk makan Nabi Ayyub.
Maka Nabi Ayyub mencela perbuatan istrinya itu, bahkan sampai bersumpah bahwa jika Allah memberinya kesembuhan, ia benar-benar akan memukul istrinya dengan seratus kali dera pukulan.
Menurut pendapat yang lainnya lagi, penyebabnya ialah selain itu.

Setelah Allah subhanahu wa ta’ala menyembuhkannya dan menjadikannya sehat seperti sediakala, maka tidaklah pantas jika istrinya yang telah berjasa memberikan pelayanan dan kasih sayang serta kebaikan kepadanya dibalas dengan pukulan.
Akhirnya Allah memberikan petunjuk melalui wahyu-Nya yang menganjurkan kepada Ayyub untuk mengambil lidi sebanyak seratus buah yang semuanya di jadikan satu, lalu dipukulkan kepada istrinya sekali pukul.
Dengan demikian, berarti Ayyub telah memenuhi sumpahnya dan tidak melanggarnya serta menunaikan nazarnya itu.
Hal ini adalah merupa­kan jalan keluar dan pemecahan masalah bagi orang yang bertakwa kepada Allah dan taat kepadanya.
Untuk itulah disebutkan dalam firman berikut:

Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar.
Dialah sebaik-baik hamba.
Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).
(Q.S. Shaad [38]: 44)

Allah subhanahu wa ta’ala memuji dan menyanjung hamba-Nya ini bahwa dia adalah:

sebaik-baik hamba.
Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).
(Q.S. Shaad [38]: 44)

Yakni banyak kembali dan mengadu kepada Allah subhanahu wa ta’ala Hal yang semisal disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah vang tiada disangka-sangkanya.
(Ath Thalaaq: 2-3)

Kebanyakan ulama fiqih menyimpulkan dalil dari ayat yang mulia ini dalam memecahkan masalah-masalah sumpah dan masalah lainnya.
Mereka mengambilnya sesuai dengan makna yang tersurat padanya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 44 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 44 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 44 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:44
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.9
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim