QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 42 [QS. 38:42]

اُرۡکُضۡ بِرِجۡلِکَ ۚ ہٰذَا مُغۡتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَّ شَرَابٌ
Arkudh birijlika hadzaa mughtasalun baaridun wasyaraabun;

(Allah berfirman):
“Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum”.
―QS. 38:42
Topik ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
38:42, 38 42, 38-42, Shaad 42, Shaad 42, Shad 42, Sad 42

Tafsir surah Shaad (38) ayat 42

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi.
Kemudian dari bumi yang dihentak Ayub itu memancarlah mata air yang sejuk.
Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum air itu.
Lambat laun penyakit Ayub makin berkurang dan akhirnya sembuh kembali seperti sedia kala.

Sesudah itu ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar-pencar, dan mereka dapat menyebarkan keturunan yang berlipat ganda, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.

Pada akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah subhanahu wa ta’ala itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik dan menjadi suri teladan pula bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat payah, tetapi apabila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti diraihnya juga, dan sebagai pengalaman yang berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam waktu menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian Kami penuhi permintaannya dan Kami serukan kepadanya, “Hentakkanlah kedua kakimu di tanah, niscaya akan keluar air yang sejuk untuk kamu pakai mandi dan minum sehingga kepayahan dan rasa sakitmu hilang.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dikatakan kepada Ayub (“Hantamkanlah) maksudnya hentakkanlah (kakimu) ke bumi, lalu ia menghantamkannya, setelah itu tiba-tiba mengalirlah mata air dari bekas hentakan kakinya.

Kemudian dikatakan pula kepadanya (inilah air untuk mandi) artinya, mandilah kamu dengan air ini (yang dingin, dan untuk minum”) minumlah kamu daripadanya.

Segeralah Nabi Ayub mandi dan minum dan hilanglah semua penyakit yang ada di dalam dan di luar tubuhnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka Kami berkata kepadanya : Jejakkan kakimu ke tanah, niscaya ia akan memancarkan air yang dingin. Minumlah darinya dan mandilah niscaya penyakit dan kesulitanmu akan terangkat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (Q.S. Shaad [38]: 42)

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul Ala, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Nafi’ ibnu Yazid, dari Aqil, dari Ibnu Syihab, dari Anas ibnu Malik r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bercerita: sesungguhnya Nabi Allah Ayyub ‘alaihis salam menjalani masa cobaannya selama delapan belas tahun.
Semua orang menolaknya, baik yang dekat maupun yang jauh, terkecuali dua orang lelaki yang sejak semula merupakan teman terdekatnya.
Keduanya biasa mengunjunginya di setiap pagi dan petang hari.
Salah seorang dari keduanya berkata kepada temannya, “Tahukah kamu, demi Allah, sesungguhnya Ayyub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah dilakukan oleh seorang manusia pun.” Teman bicaranya bertanya, “Dosa apakah itu?”
Ia menjawab, “Selama delapan belas tahun ia tidak dikasihani oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak dibebaskan dari cobaan yang menimpanya.” Ketika keduanya mengunjungi Ayyub, maka salah seorang temannya itu tidak dapat menahan rasa keingintahuannya, lalu ia menceritakan hal itu kepada Ayyub.
Maka Ayyub ‘alaihis salam berkata, “Saya tidak mengerti apa yang kamu bicarakan itu, hanya saja Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui bahwa sesungguhnya dahulu aku bersua dengan dua orang lelaki yang sedang bersengketa, lalu keduanya menyebut-nyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala (dalam sumpahnya).
Maka aku pulang ke rumahku, lalu membayar kifarat untuk kedua orang itu karena tidak suka nama Allah subhanahu wa ta’ala disebut-sebut dalam perkara yang hak (benar).” Disebutkan bahwa Nabi Ayyub apabila menunaikan hajatnya (buang air) selalu dituntun oleh istrinya, dan apabila telah selesai, istrinya kembali menuntunnya ke tempat ia berada.
Pada suatu hari istrinya datang terlambat, maka Allah menurunkan wahyu kepada Ayyub ‘alaihis salam: Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.
(Q.S. Shaad [38]: 42) Ketika istrinya tiba di tempat Nabi Ayyub.
ia mencari-cari suaminya sedang­kan Ayyub ‘alaihis salam menghampirinya dalam keadaan telah pulih seperti sediakala karena Allah telah melenyapkan semua penyakitnya.
Ketika menyaksikan kedatangannya, istrinya bertanya, “Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat Nabi Allah yang sedang mengalami cobaan yang tadi ada di sini?
Maka demi Allah Yang Mahakuasa atas segalanya, aku belum pernah melihat lelaki yang lebih mirip dengan suamiku itu di masa ia masih sehat.” Nabi Ayyub menjawab, “Sesungguhnya aku sendirilah Ayyub itu.” Disebutkan bahwa Nabi Ayyub mempunyai dua buah peti, yang satu untuk wadah gabah gandum, dan yang satunya lagi untuk wadah gabah jewawut.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengirimkan dua kumpulan awan, ketika salah satunya telah berada di atas wadah gabah gandum, awan tersebut menuangkan emas yang dikandungnya ke dalam wadah itu hingga luber.
Awan yang lainnya menuangkan emas pula ke dalam wadah gabah jewawut hingga luber.

Demikianlah menurut lafaz riwayat yang diketengahkan oleh Ibnu Jarir.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Hammam ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah apa yang telah di ceritakan oleh Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ketika Ayyub sedang mandi telanjang, berjatuhanlah kepadanya belalang-belalang emas, maka Ayyub ‘alaihis salam mengambilnya dan memasukkannya ke dalam pakaiannya.
Maka Tuhannya berfirman menyerunya, “Hai Ayyub, bukankah Aku telah memberimu kecukupan hingga kamu tidak memerlukan apa yang kamu saksikan itu?” Ayyub ‘alaihis salam menjawab, “Memang benar, ya Tuhanku, tetapi aku masih belum merasa cukup dengan berkah dari-Mu.

Imam Bukhari mengetengahkannya secara tunggal melalui hadis Abdur Razzaq dengan sanad yang sama.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 42 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 42 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 42 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:42
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.7
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim