QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 41 [QS. 38:41]

وَ اذۡکُرۡ عَبۡدَنَاۤ اَیُّوۡبَ ۘ اِذۡ نَادٰی رَبَّہٗۤ اَنِّیۡ مَسَّنِیَ الشَّیۡطٰنُ بِنُصۡبٍ وَّ عَذَابٍ
Waadzkur ‘abdanaa ai-yuuba idz naada rabbahu annii massaniyasy-syaithaanu binushbin wa’adzaabin;

Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya:
“Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”.
―QS. 38:41
Topik ▪ Kedahsyatan hari kiamat
38:41, 38 41, 38-41, Shaad 41, Shaad 41, Shad 41, Sad 41

Tafsir surah Shaad (38) ayat 41

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ agar menceritakan kepada kaumnya kisah Ayub yang sangat saber menghadapi cobaan hidup dan taat kepada Allah.
Pada saat ia menghadapi cobaan yang sangat berat ia berdoa kepada Allah, mengadukan agar penderitaannya itu dihilangkan.

Menurut penelitian ahli tafsir, Ayub adalah seorang Nabi yang sangat kaya.
Ia sebagai pengusaha tanah dan pemelihara ternak.
Di samping itu juga sebagai pemimpin kaumnya di sebuah negeri yang terletak di sebelah tenggara laut mati.
Negerinya terletak di antara kota Adum dan padang pasir Arab, sangat subur, diairi oleh mata air yang sangat banyak.
Ia hidup di antara zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.
Semula beliau hidup makmur dan bahagia, amat taat beragama, banyak sanak keluarganya.
Ia sangat bangga atas hasil usahanya yang dicapai, juga atas kekayaan, keluarganya dan kesehatannya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala ingin menguji ketabahannya.
Lalu ia menderita sakit kulit yang sangat parah.
Begitu beratnya penyakitnya dan begitu lama dideritanya hingga harta bendanya habis, dan keluarganya bertebaran ke negeri-negeri sekitarnya mencari penghidupan.
Di tengah-tengah penderitaannya itulah ia merasa sangat payah.
Ia merasa ada setan yang mengusik jiwanya beribadah kepada Allah.
Lalu ia mengadukan kepada Allah agar diberi petunjuk untuk melepaskan dirinya dari kepayahan dan siksanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 83)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah, hai Muhammad, hamba Kami, Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, “Sesungguhnya setan telah menimpakan kepadaku kepayahan dan rasa sakit.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Rabbnya, “Sesungguhnya aku) bahwasanya aku (diganggu oleh setan dengan kepayahan) kemudaratan (dan siksaan”) yakni rasa sakit.

Nabi Ayub menisbatkan atau mengaitkan hal tersebut kepada setan, sekalipun pada kenyataannya segala sesuatu itu berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala Dimaksud sebagai sopan santun Nabi Ayub terhadap Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah (wahai Rasul) hamba Kami Ayyub saat dia berdoa kepada Rabbnya : Setan telah membuatku lelah dan susah, menyakiti jasadku, harta dan keluargaku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal hamba dan Rasul-Nya Ayyub ‘alaihis salam dan cobaan yang ditimpakan oleh Allah terhadap dirinya berupa penyakit yang mengenai seluruh tubuhnya dan musibah yang menimpa harta dan anak-anaknya, sehingga tiada suatu pori-pori pun dari tubuhnya yang selamat dari penyakit tersebut kecuali hanya kalbunya.
Dan tiada sesuatu pun yang tersisa dari harta bendanya untuk dapat dijadikan sebagai penolong dalam masa sakitnya dan musibah yang menimpa dirinya, selain hanya istrinya yang masih tetap mencintainya berkat keimanannya kepada Allah dan rasul-Nya.
Istrinya itu bekerja pada orang lain sebagai pelayan, dan hasil kerjanya itu ia belanjakan untuk makan dirinya dan suaminya (yakni Nabi Ayyub).
Istrinya bekerja demikian selama delapan belas tahun.

Sebelum musibah menimpa, Nabi Ayyub hidup dengan harta yang berlimpah, banyak anak, serta memiliki banyak tanah dan bangunan yang luas.
Maka semuanya itu dicabut dari tangannya oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga nasib melemparkannya hidup di tempat pembuangan sampah di kotanya, selama delapan belas tahun.

Semua orang —baik yang tadinya dekat ataupun jauh— tidak mau mendekatinya, selain istrinya.
Istrinya tidak pernah meninggalkannya pagi dan petang, kecuali bila bekerja pada orang lain, tetapi segera kembali kepadanya dalam waktu yang tidak lama.
Setelah masa cobaan itu telah lama berlangsung, masa puncak cobaanpun telah dilaluinya serta sudah ditakdirkan habis waktunya sesuai dengan masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya, maka Nabi Ayyub berdoa memohon kepada Tuhan semesta alam, Tuhan semua rasul, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

(Ya Tuhanku) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 83)

Dan di dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (Q.S. Shaad [38]: 41)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah penyakit yang menimpa tubuhnya dan tersiksa karena kehilangan harta benda dan anak-anaknya.
Maka setelah itu Allah Yang Maha Pelimpah rahmat mengabulkan doanya, kemudian Allah memerintahkan kepada Ayyub untuk bangkit dari tempat duduknya, lalu menghentakkan kakinya ke bumi.
Nabi Ayyub melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, maka Allah subhanahu wa ta’ala menyumberkan mata air dari bekas injakan kakinya itu.
Dan Allah memerintahkan kepadanya agar mandi dengan air dari mata air itu, maka lenyaplah semua penyakit yang ada pada tubuhnya, dan tubuhnya kembali sehat seperti semula.
Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk menginjakkan kakinya sekali lagi ke bumi di tempat lain, maka Allah menyumberkan mata air lainnya dan memerintahkan kepada Ayyub untuk minum dari air tersebut.
Setelah minum air itu, maka lenyaplah semua penyakit yang ada di dalam perutnya dan menjadi sehatlah ia lahir dan batinnya seperti sedia kala.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 41 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 41 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 41 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:41
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.6
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Q s as shaad:41 ▪ Qs 38:41 ▪ surat qi hs 38 ▪ Surat qs 38:41

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim