QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 35 [QS. 38:35]

قَالَ رَبِّ اغۡفِرۡ لِیۡ وَ ہَبۡ لِیۡ مُلۡکًا لَّا یَنۡۢبَغِیۡ لِاَحَدٍ مِّنۡۢ بَعۡدِیۡ ۚ اِنَّکَ اَنۡتَ الۡوَہَّابُ
Qaala rabbiighfir lii wahab lii mulkan laa yanbaghii ahadin min ba’dii innaka antal wahhaab(u);

Dia berkata,
“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku.
Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”
―QS. 38:35
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
38:35, 38 35, 38-35, Shaad 35, Shaad 35, Shad 35, Sad 35
English Translation - Sahih International
He said,
“My Lord, forgive me and grant me a kingdom such as will not belong to anyone after me.
Indeed, You are the Bestower.”
―QS. 38:35

 

Tafsir surah Shaad (38) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Allah lalu menjelaskan bahwa setelah Sulaiman sembuh dari sakitnya, ia menyadari kelemahan yang ada pada dirinya.
Ia telah memilih hal yang kurang penting.
Dia telah kehilangan waktu yang utama untuk melakukan ibadah karena menyaksikan latihan kuda.

Lalu Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar dianugerahi kerajaan yang tidak ada tandingannya, yang tak akan dimiliki oleh seorang jua pun sesudahnya.
Dalam hadis Nabi ﷺ diriwayatkan:

Bahwa Nabi ﷺ berkata:
Bahwa Ifrit dari golongan jin meludahi aku tadi malam agar aku membatalkan salatku namun Allah memberikan kekuatan kepadaku sehingga aku dapat menangkap jin itu.
Aku bermaksud untuk mengikatnya di satu tiang dari tiang-tiang masjid sehingga kamu dapat melihatnya.
Tapi aku teringat doa saudaraku Sulaiman,
“Ya Allah ampunilah aku, dan berilah aku kekuatan yang tidak layak untuk diberikan kepada orang sesudahku”.
Maka aku usir dia untuk menjauh.(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Nabi Sulaiman dibesarkan dalam lingkungan kerajaan dan kenabian.
Sejak kecil ia terlatih sebagai seorang anak dari seorang raja dan nabi.
Sulaiman pun mewarisi kemampuan keduanya dan Allah juga menganugerahkan kepadanya kemampuan itu.
Itulah sebabnya maka Allah menganugerahkan kepadanya kerajaan yang sangat kuat dan kekayaan yang berlimpah ruah, yang tiada tandingannya.

Di akhir ayat Allah menyebutkan alasan yang dikemukakan Sulaiman dalam doanya yaitu karena Allah benar-benar akan mengabulkan doa setiap orang yang disertai usaha dan syarat kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kehendak-Nya.