QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 32 [QS. 38:32]

فَقَالَ اِنِّیۡۤ اَحۡبَبۡتُ حُبَّ الۡخَیۡرِ عَنۡ ذِکۡرِ رَبِّیۡ ۚ حَتّٰی تَوَارَتۡ بِالۡحِجَابِ
Faqaala innii ahbabtu hubbal khairi ‘an dzikri rabbii hatta tawaarat bil hijaab(i);

maka ia berkata:
“Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”.
―QS. 38:32
Topik ▪ Tantangan Al Qur’an
38:32, 38 32, 38-32, Shaad 32, Shaad 32, Shad 32, Sad 32

Tafsir surah Shaad (38) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan keadaan Sulaiman pada mat menyaksikan latihan kuda itu.
Ia mengatakan bahwa ia menyukai kuda karena kuda itu sangat berguna untuk digunakan sebagai alat menegakkan kebenaran dan membela agama Allah.
Kesenangannya melatih kuda itu sedemikian mencekam dirinya, sehingga tiap sore hari ia mengunjungi hingga matahari terbenam di ufuk langit bagian barat yaitu hingga cahaya matahari mulai sirna, dan gelapnya malam menghalangi pemandangannya untuk menyaksikan latihan itu.
Pada saat-saat itulah terjadi pergolakan dalam dirinya, kepentingan manakah yang harus didahulukan di antara kedua kepentingan.
Kepentingan pertama ialah kesadaran jiwanya untuk beribadat kepada Allah.
Sedangkan kepentingan kedua ialah melatih kuda untuk kepentingan menegakkan kebenaran dan membela kalimat Tauhid.
Dalam keadaan seperti itu ia menyadari bahwa apabila ia menyaksikan latihan berkuda itu hingga larut, berarti ia mengabaikan ibadah yang harus ia lakukan.

Di dalam ayat ini tidak dijelaskan secara terperinci apakah kesenangan Sulaiman memeriksa latihan kuda itu menyebabkan.
ia kehilangan waktu sorenya untuk melakukan ibadah ataupun tidak.
Begitu pula tidak diterangkan yang didahulukan oleh Sulaiman, memeriksa latihan kuda atau melaksanakan ibadah.
Namun yang dapat dipahami dari ayat tersebut ialah pada saat dia asyik menyaksikan latihan kuda, terbetiklah dalam hatinya adanya kesadaran beribadat kepada Allah, yang apabila keasyikannya itu dituruti, niscaya berlarut-larut hingga kehilangan kesempatannya untuk bermunajat dengan Allah.
Maka pengertian yang patut diambil dari ayat ini ialah, pergolakan yang terjadi pada diri Sulaiman itu ialah penyesalan karena tidak melakukan ibadah kepada Allah pada awal.
waktunya, karena sibuk menyaksikan latihan kuda.
Kemudian ia sadar dan melaksanakannya pada akhir waktu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian ia berkata, “Aku sungguh sangat menyenangi kuda karena ia merupakan sarana terbaik untuk berjihad di jalan Allah.
Kesenanganku itu timbul karena ingat kepada Tuhan.” Ia masih terus sibuk dengan pertunjukan sampai kuda-kuda itu lenyap dari pandangannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka ia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai) artinya, mempunyai maksud (bersenang-senang terhadap barang yang baik) yakni kuda (hingga aku lupa untuk berzikir kepada Rabbku) lupa melakukan salat asar (sehingga tertutuplah) matahari (dari pandangan mata.”) artinya sehingga matahari itu tenggelam dan tidak kelihatan lagi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Lalu dia berkata : Sesungguhnya aku mementingkan kecintaan kepada kuda-kuda itu daripada mengingat Rabbku sampai matahari terbenam dari kedua mataku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ia berkata.”Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.” (Q.S. Shaad [38]: 32)

Ulama Salaf dan ulama tafsir yang bukan hanya seorang telah menceritakan bahwa Sulaiman disibukkan oleh penampilan kuda-kuda itu hingga terlewatkan darinya salat Asar.
Tetapi yang pasti Nabi Sulaiman tidak meninggalkannya dengan sengaja, melainkan lupa, seperti kesibukan yang pernah dialami oleh Nabi ﷺ pada hari penggalian parit hingga salat Asar terlewatkan olehnya dan baru mengerjakannya sesudah mentari tenggelam.

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui jalur yang cukup banyak, antara lain dari Jabir r.a.

Jabir menceritakan bahwa Umar r.a.
datang di hari penggalian parit sesudah matahari tenggelam, maka ia mencaci maki orang-orang kafir Quraisy dan berkata, “Wahai Rasulullah, belum lagi aku mengerjakan salat Asar, matahari telah tenggelam.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah, aku belum mengerjakannya.” Maka kami berangkat menuju Bat-han dan Nabi ﷺ melakukan wudu untuk salatnya, lalu kami pun berwudu.
Maka beliau ﷺ mengerjakan salat Asar setelah matahari tenggelam, sesudahnya beliau langsung mengerjakan salat Magrib.

Barangkali menurut syariat Nabi Sulaiman diperbolehkan mengakhirkan salat (dari waktunya) karena uzur perang (persiapan untuk perang), dan lagi kuda di masanya dimaksudkan untuk sarana berperang.

Sejumlah ulama menyatakan bahwa pada mulanya hal tersebut diisyaratkan, kemudian di-mansukh dengan disyariatkannya salat khauf.


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.9
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim