QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 31 [QS. 38:31]

اِذۡ عُرِضَ عَلَیۡہِ بِالۡعَشِیِّ الصّٰفِنٰتُ الۡجِیَادُ
Idz ‘uridha ‘alaihi bil ‘asyii-yish-shaafinaatul jiyaad(u);

(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,
―QS. 38:31
Topik ▪ Memaafkan orang yang bersalah
38:31, 38 31, 38-31, Shaad 31, Shaad 31, Shad 31, Sad 31

Tafsir surah Shaad (38) ayat 31

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 31. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan salah satu di antara peristiwa yang dihadapi Sulaiman, yang menyebabkan dia pantas mendapat pujian.
Peristiwa itu terjadi pada saat beliau memeriksa, latihan pasukan berkuda yang biasanya dilakukan pada sore hari.
Kuda-kuda itu dilatih agar dapat diketahui ketangkasannya dan kemampuan geraknya sehingga memungkinkan untuk dibawa dalam medan pertempuran.
Juga dilatih pula kemampuannya untuk mengurangi kecepatannya atau berhenti seketika, sewaktu-waktu diperlukan dan daya tahannya menghadapi serangan-serangan mendadak.
Kuda-kuda itu dilatih sedemikian rupa agar dapat dikendalikan sesuai dengan taktik yang dikehendaki oleh pasukan yang mengendarainya.
Ketangkasan kuda ikut menentukan berhasil tidaknya sesuatu pasukan dalam menguasai medan dan mematahkan serangan musuh.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatlah peristiwa yang dialami Sulaiman ketika ia, selepas waktu zuhur, dipertunjukkan kuda yang tenang ketika berhenti dan cepat ketika berlari.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ingatlah ketika dipertunjukkan kepadanya di waktu sore) yakni sesudah matahari tergelincir (kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti) lafal Ash-Shaafinaat adalah bentuk jamak dari lafal Shaafinah, artinya kuda yang kalau berhenti berdiri pada tiga kaki, sedangkan kaki yang keempatnya berdiri pada ujung teracaknya atau berjinjit.

Lafal ini berasal dari kata Shafana Yashfinu Shufuunan (dan cepat pada waktu berlari) lafal Al-Jiyaad adalah bentuk jamak dari lafal Jawaadun, artinya kuda balap.

Maksud ayat, bahwa kuda-kuda itu bila berhenti tenang, dan bila berlari sangat cepat.

Tersebutlah bahwa Nabi Sulaiman memiliki seribu ekor kuda, kuda-kuda itu ditampilkan di hadapannya setelah ia selesai melakukan salat Zuhur, karena ia bermaksud untuk berjihad dengan memakai kuda sebagai kendaraannya untuk melawan musuh.

Sewaktu penampilan kuda baru sampai sembilan ratus ekor ternyata waktu Magrib telah tiba, sedangkan ia belum melakukan salat asar.

Hal ini membuatnya berduka cita.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah saat di waktu Ashar dia melihat kuda-kuda pilihan yang berlari cepat, kuda-kuda itu berdiri di atas tiga kakinya dan mengangkat kakinya yang keempat, karena kekuatan dan kelincahannya, dia terus melihatnya sampai matahari terbenam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.
(Q.S. Shaad [38]: 31)

Yakni pada saat ditampilkan kuda-kuda yang tenang —tetapi cepat larinya— di hadapan Sulaiman ‘alaihis salam yang duduk di atas singgasana kerajaannya.

Mujahid mengatakan bahwa Safinat ialah kuda yang bila berdiri di atas ketiga kakinya, sedangkan kaki yang keempatnya hanya menginjakkan ujung teracaknya saja, inilah ciri khas kuda yang kencang larinya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muammal, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ayahnya (yaitu Sa’id ibnu Masruq), dari Ibrahim At-Taimi sehubungan dengan makna firman-Nya: (Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore.
(Q.S. Shaad [38]: 31) Bahwa semuanya berjumlah dua puluh ekor kuda yang semuanya memiliki sayap.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zaidah, telah menceritakan kepadaku Israil, dari Sa’id Ibnu Masruq, dari Ibrahim At-Taimi yang mengatakan bahwa kuda yang menyibukkan Sulaiman ‘alaihis salam (dari mengingat Allah) berjumlah dua puluh ribu ekor.
akhirnya Sulaiman ‘alaihis salam menyembelih semuanya.
Riwayat ini lebih mendekati kebenaran: hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Auf, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ayub, telah menceritakan kepadaku, Imarah ibnu Gazyah, bahwa Muhammad ibnu Ibrahim pernah menceritakan kepadanya dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Aisyah r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ tiba dari medan Tabuk atau Khaibar, sedangkan di rak Siti Aisyah terdapat kain penutup.
Tiba-tiba ada angin bertiup yang menyibakkan kain penutupnya, maka tampaklah boneka-boneka mainan Siti Aisyah r.a.
Nabi ﷺ bertanya “Hai Aisyah, apakah ini?”
Aisyah menjawab, “Ini adalah boneka-boneka mainanku,” dan Nabi ﷺ melihat di antara boneka-boneka itu boneka yang berupa kuda sembrani (kuda bersayap) terbuat dari tanah liat yang dikeringkan.” Maka Nabi ﷺ bertanya, “Apakah ini yang kulihat di tengah-tengah semua boneka itu?’ Siti Aisyah menjawab, -‘Kuda.” Nabi ﷺ bertanya, “Lalu apakah yang ada di punggungnya?”
Siti Aisyah menjawab, “Kedua sayap.” Nabi ﷺ bersabda, “Kuda mempuyai dua sayap?”
Siti Aisyah r.a, berkata, “Apakah engkau belum pernah mendengar bahwa Sulaiman ‘alaihis salam dahulu mempunyai kuda yang memiliki sayap?”
Siti Aisyah r.a.
melanjutkan kisahnya, bahwa mendengar jawaban itu Nabi ﷺ tertawa sehingga gigi serinya kelihatan.


Kata Pilihan Dalam Surah Shaad (38) Ayat 31

JIYAAD
جِيَاد

JIYAAD:

Lafaz jiyaad adalah salah satu bentuk jamak dari lafaz jayyid yang arti­nya ialah sesuatu yang baik atau elok. Bentuk jamaknya yang lain adalah jayaa’id.

Di dalam Al Qur’an, lafaz yang disebut hanya bentuk jamaknya (jiyaad), dan ia hanya disebut sekali saja yaitu dalam surah Shad (38), ayat 31.

Imam Asy Syawkani menyatakan, kata jiyaad dalam ayat ini digunakan untuk me­nyifatkan kuda dan artinya ialah kuda yang kuat melawan musuh. Sementara Imam Ibn Katsir menyatakan lafaz jiyaad dengan yang bergerak cepat.

Dalam ayat ini diceritakan, Nabi Sulaiman sedang ditunjukkan kepadanya kuda-kuda yang bagus, kuat melawan musuh dan bergerak cepat sehingga beliau lalai dari mengingat Allah se­hingga matahari tidak terlihat oleh mata karena hilang di balik hijab. Kemudian Nabi Sulaiman menyembelih kuda-kuda itu supaya tidak lagi melupakannya dari mengingati Allah. Ini menunjukkan Nabi Sulaiman adalah orang yang bersegera dalam memohon ampun kepada Allah setelah melakukan satu kesalahan.

SHAAFINAAT:

Arti asal lafaz shaafinaat ialah menggabungkan.

Apabila dikatakan shafanar rajul, artinya lelaki itu menyamakan kedudukan kedua telapak kakinya sewaktu berdiri.

Apabila di­ katakan shafanatada dabbah artinya binatang itu berdiri di atas tiga kakinya dan yang satu dari kakinya diangkat ke atas.

Di dalam Al Qur’an, lafaz shaafinaat disebut sekali saja yaitu dalam surah Shad (38), ayat 31.

Imam Mujahid menyatakan, shaafinaat bermakna kuda-kuda yang mampu berdiri dengan tiga kakinya saja. Sementara kaki yang satu lagi terangkat dan menghentak­ hentak tanah.

Imam Al Syawkani me­nyatakan, kemampuan kuda separti itu menunjukkan ia begitu tangkas dan cergas.

Ayat itu menceritakan, Nabi Sulaiman sedang ditunjukkan kepadanya kuda-kuda yang bagus, tangkas dan cergas shaafinaat), sanggup melawan musuh dan geraknya begitu cepat (al jiyaad) sehingga beliau lalai dari mengingat Allah, sehingga matahari tidak dapat dilihat oleh mata karena hilang di sebalik hijab. Kemudian, Nabi Sulaiman menyembelih kuda-kuda itu supaya beliau tidak lagi lupa dari mengingati Allah. Ini menunjukkan Nabi Sulaiman adalah orang yang bersegera dalam meminta ampun kepada Allah selepas melakukan kesilapan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:321

Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 31 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 31 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 31 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:31
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.8
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim