Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Shaad (Shaad) - surah 38 ayat 25 [QS. 38:25]

فَغَفَرۡنَا لَہٗ ذٰلِکَ ؕ وَ اِنَّ لَہٗ عِنۡدَنَا لَزُلۡفٰی وَ حُسۡنَ مَاٰبٍ
Faghafarnaa lahu dzalika wa-inna lahu ‘indanaa lazulfa wahusna maaabin;
Lalu Kami mengampuni (kesalahannya) itu.
Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang benar-benar dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
―QS. Shaad [38]: 25

Daftar isi

So We forgave him that;
and indeed, for him is nearness to Us and a good place of return.
― Chapter 38. Surah Shaad [verse 25]

فَغَفَرْنَا maka Kami mengampuni

So We forgave
لَهُۥ baginya

for him
ذَٰلِكَ demikian/itu

that.
وَإِنَّ dan sesungguhnya

And indeed,
لَهُۥ baginya (dia mempunyai)

for him
عِندَنَا disisi Kami

with Us
لَزُلْفَىٰ sungguh dekat

surely is a near access
وَحُسْنَ dan amat baik

and a good
مَـَٔابٍ tempat kembali

place of return.

Tafsir Quran

Surah Shaad
38:25

Tafsir QS. Shad (38) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia telah memberikan ampun kepada Daud atas kesalahan yang ia sadari.
Allah menilai bahwa kesadaran yang tinggi terhadap peristiwa yang ia hayati, dan ketajaman nuraninya terhadap apa yang tergerak dalam hatinya serta taatnya kepada Allah, sebagai tanda bahwa ia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Allah.

Hamba Allah seperti dialah yang berhak mendapat tempat kembali yang baik, yaitu surga Na’im yang penuh dengan kenikmatan.

Tafsir QS. Shaad (38) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami lalu mengampuni sikapnya yang tergesa-gesa dalam memberikan keputusan itu.
Sesungguhnya di sisi Kami ia mempunyai kedudukan yang dekat dan tempat kembali yang baik.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka Kami pun mengampuninya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang dekat kepada Kami, Kami menyiapkan untuknya di akhirat tempat kembali yang baik.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu.
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami) yakni dengan ditambahkan kebaikan baginya di dunia


(dan tempat kembali yang baik) kelak di akhirat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu.
(QS. Shad [38]: 25)

Yakni semua amal perbuatan yang telah dilakukannya.
Hal ini termasuk ke dalam pengertian kaidah yang mengatakan:

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan orang-orang yang berbakti itu merupakan keburukan-keburukan orang-orang yang mendekatkan dirinya (Kepada Allah subhanahu wa ta’ala).

Para imam berselisih pendapat tentang ayat sajdah yang terdapat di dalam surat Shad ini, apakah ia termasuk ayat sajdah yang dianjurkan bagi pembacanya melakukan sujud tilawah?
Ada dua pendapat mengenainya.


Menurut qaul jadid dari mazhab Imam Syafii r.a., ia bukan termasuk ayat sajdah yang dianjurkan sujud tilawah padanya, melainkan hanyalah sujud syukur.
Sebagai dalilnya ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Aliyyah, dari Ayyub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ayat sajdah di dalam surat Shad bukan termasuk ‘azaimis sujud (sujud tilawah), tetapi ia pernah melihat Rasulullah ﷺ melakukan sujud padanya.


Hadis yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai di dalam kitab tafsirnya melalui riwayat Ayyub dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Imam Nasai telah mengatakan pula di dalam kitab tafsirnya sehubungan dengan makna ayat ini:


telah menceritakan kepadaku Ibrahim ibnul Hasan (yakni Al-Miqsami), telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad, dari Umar ibnu Zar, dari ayahnya, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ melakukan sujud dalam surat Shad, lalu beliau ﷺ bersabda:
Daud ‘alaihis salam telah melakukan sujud padanya sebagai ungkapan tobat, dan kami melakukan sujud padanya sebagai ungkapan rasa syukur (sujud syukur).

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Imam Nasai secara tunggal, dan semua perawinya berpredikat siqah.


Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepadaku guru kami (yaitu Al-Hafiz Abul Hajjaj Al-Mazi) yang dibacakan hadis ini kepadanya, sedangkan aku mendengarkannya, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Al-Madraji, telah menceritakan kepada kami Zahir ibnu Abu Tahir As-Saqafi, telah menceritakan kepada kami Zahir ibnu Abu Tahir Asy-Syahhami, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’d Al-Kanjadarwazi, telah menceritakan kepada kami Al-Hakim Abu Ahmad Muhammad ibnu Muhammad Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Abul Abbas As-Siraj, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yazid ibnu Khunais, dari Al-Hasan ibnu Muhammad ibnu Ubaidillah ibnu Abu Yazid yang mengatakan bahwa Ibnu Juraij pernah berkata kepadanya,
"Hai Hasan, kakekmu (yakni Ubaidillah ibnu Abu Yazid) telah menceritakan kepadaku dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ, lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bermimpi seakan-akan aku sedang salat di belakang sebuah pohon, lalu aku membaca surat yang di dalamnya ada ayat sajdah dan aku melakukan sujud, maka pohon itu ikut sujud bersama denganku, dan aku mendengarnya mengucapkan doa berikut dalam sujudnya, yaitu:



"Ya Allah, catatkanlah suatu pahala bagiku di sisi-Mu, dan jadikanlah sujud ini sebagai simpanan (pahala) di sisi-Mu, dan hapuskanlah karenanya suatu dosa dariku, dan terimalah sujud ini sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Daud."

Ibnu Abbas r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia melihat Nabi ﷺ berdiri dan membaca surat yang ada ayat sajdahnya, kemudian beliau melakukan sujud, dan ia mendengarnya mengucapkan doa dalam sujudnya itu seperti doa yang dikisahkan oleh lelaki itu tentang apa yang dibaca oleh pohon tersebut.

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini dari Qutaibah, sedangkan Ibnu Majah dari Abu Bakar ibnu Khallad.
Keduanya menerima hadis ini dari Muhammad ibnu Yazid, dari Khunais dengan lafaz yang semisal.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya kecuali melalui jalur ini.

Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ubaid At-Tayalisi, dari Al-Awwam yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Mujahid tentang ayat sajdah yang ada di dalam surat Shad, maka Mujahid menjawab bahwa ia pernah mengatakan kepada Ibnu Abbas r.a. (saat ia melakukan sijud),
"Mengapa engkau bersujud?"
Ibnu Abbas menjawab, bahwa apakah engkau tidak pernah membaca firman-Nya:
dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Daud dan Sulaiman.
(QS. Al-An’am [6]: 84)
Dan firman-Nya:
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.
(QS. Al-An’am [6]: 90)
Dan Daud ‘alaihis salam termasuk salah seorang yang Nabi kalian ﷺ telah memerintahkan kepada kita untuk mengikuti jejaknya.
Nabi Daud a.s telah melakukan sujud pada surat Shad, maka Rasulullah ﷺ pun melakukan sujud kepadanya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zurai’, telah menceritakan kepada kami Humaid, telah menceritakan kepada kami Bakar ibnu Abdullah Al-Muzani, bahwa Abu Sa’id Al-Khudri pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bermimpi menulis surat Shad.
Dan ketikan tulisannya sampai pada ayat sajdah yang ada padanya, maka ia melihat tempat tinta pena dan segala sesuatu yang ada di hadapannya terbalik bersujud.
Lalu ia menceritakan mimpinya itu kepada Nabi ﷺ.
maka beliau ﷺ sesudah mendengar kisah itu selalu melakukan sujud bila membacanya.


Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid (tunggal).

Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris, dari Sa’id ibnu Abu Hilal dari Iyad ibnu Abdullah ibnu Sa’d ibnu Abu Sarh, dari Abu Sa’id r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat Shad di atas mimbarnya.
Ketika bacaan beliau sampai pada ayat sajdah, beliau turun dari mimbarnya dan sujud.
Maka orang-orang pun ikut sujud bersamanya.
Pada hari yang lain, beliau ﷺ membacanya.
Dan ketika sampai pada ayat sajdah.
orang-orang bersiap-siap untuk melakukan sujud.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya sujud ini merupakan ungkapan tobat seorang nabi, tetapi aku melihat kalian bersiap-siap melakukannya.
Maka beliau ﷺ turun (dari mimbarnya) dan sujud.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara munfarid, dan sanadnya dengan syarat ada di dalam kitab sahih.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ}

Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
(QS. Shad [38]: 25)

Yakni sesungguhnya Daud ‘alaihis salam kelak di hari kiamat mendapat kedudukan yang dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan tempat kembali yang baik, yaitu derajat yang tinggi di surga berkat tobatnya dan keadilannya yang sempurna dalam kerajaannya.
Seperti yang disebutkan di dalam kitab sahih:


"الْمُقْسِطُونَ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يُقْسِطُونَ فِي أَهْلِيهِمْ وَمَا وُلُّوا"

Orang-orang yang adil berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya (kelak di hari kiamat) berada di sebelah kanan Tuhan Yang Maha Pemurah, dan yang ada di hadapan-Nya itulah sebelah kanan tempat orang-orang yang berlaku adil terhadap keluarganya dan terhadap kepengurusan yang diserahkan (dipercayakan) kepada mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam.
telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Atiyyah, dari Abu Sa’id Al-Khudri yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya manusia yang paling disukai oleh Allah di hari kiamat nanti dan yang paling dekat kedudukannya dengan Dia adalah pemimpin yang adil.
Dan sesungguhnya manusia yang paling dimurkai Allah kelak di hari kiamat dan paling keras azabnya adalah pemimpin yang zalim.

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Fudail ibnu Marzuq Al-Agar, dari Atiyyah dengan sanad yang sama, Imam Turmuzi mengatakan bahwa ia tidak mengenal hadis ini dalam keadaan marfu’ kecuali melalui jalur ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Ziad, telah menceritakan kepada kami Sayyar.
telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Sulaiman, bahwa ia pernah mendengar Malik ibnu Dinar mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.
(QS. Shad [38]: 25 )

Bahwa kelak di hari kiamat Daud ‘alaihis salam ditempatkan di kaki Arasy (tiangnya).
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Pujilah Aku pada hari ini dengan suaramu yang indah lagi merdu itu yang biasa engkau gunakan untuk memuji-Ku selama di dunia!"
Daud menjawab,
"Bagaimanakah caranya, sedangkan Engkau telah mencabutnya?"
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Sesungguhnya Aku pada hari ini mengembalikannya kepadamu."

Malik ibnu Dinar melanjutkan, bahwa lalu Daud ‘alaihis salam mengumandangkan suaranya yang membuat semua penduduk surga lupa akan kenikmatan yang sedang dialaminya (karena mendengar kemerduan suara Daud a.s).

Kata Pilihan Dalam Surah Shaad (38) Ayat 25

ZULFAA
زُلْفَىٰٓ

Ism mashdardari akar lafaz az zalf, dan ia adalah sifat seperti at taqwa dan al khislah.

Az Zulfa mengandung makna al qurbaa yaitu dekat atau mendekatkan, kedudukan, posisi, taman dan sebagainya.

Disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Saba’ (34), ayat 37;
Shad (38), ayat 25, 40;
• Az Zumar (39), ayat 3.
Lafaz az zulfaa di dalam Al Qur’an megandung beberapa makna yaitu,

1. Dekat atau mendekatkan, dan kedudukan seperti yang terdapat dalam surah Saba’ dan surah Shad ayat 25 dan 40. Allah berfirman dalam surah Saba’:

وَمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُم بِٱلَّتِى تُقَرِّبُكُمْ عِندَنَا زُلْفَىٰٓ

Ibnu Qutaibah memberikan makna lafaz ini dengan al qurba atau dekat.
Begitu juga dengan pendapat Mujahid.

An Nasafi berkata,
tuqarribukum qurbatan atau seperti ayat wallah anbatakum minal ardh nabaatan

Al Baidawi menafsirkannya sebagai "kumpulan harta kamu dan anak-anak kamu, bukan sesuatu yang mendekatkan kamu di sisi Kami atau menjadikan kamu benar-benar dekat ke sisi Kami."
Allah berfirman dalam surah Shad,

وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ

At Tabari menyatakan maknanya, sesungguhnya baginya di sisi Kami (kedudukan) yang sangat dekat dari kami pada hari kiamat.

Muhammad bin Kaab dan Muhammad bin Qays menyatakan, makna zulfaa adalah (kedudukan yang dekat) setelah mendapat maghfirah (ampunan), dan demi Allah, sesungguhnya orang pertama yang minum al kas (gelas) pada hari kiamat adalah Nabi Daud.

Mujahid dari Abdullah bin Umar, az zulfaa bermakna ad dunuww (dekat) dari Allah pada hari kiamat.

2. Syafaat seperti yang terdapat dalam surah Az Zumar.
Allah berfirman,

إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىٰٓ

As Syaukani berkata,
makna zulfaa dalah asy syafaa’ah (syafaat) seperti yang diceritakan Al Wahidi dari ahli tafsir.

Qatadah berkata,
sekiranya dikatakan kepada mereka dari Tuhan mereka dan Pencipta mereka, "Siapa yang mencipta langit dan bumi serta menurunkan air hujan dari langit?" Mereka berkata,
"Allah" Lalu dikatakan kepada mereka, ”Apa makna ibadah kamu pada berhala?" Mereka berkata,
"Untuk mendekatkan kami kepada Allah dan memberikan syafa’at kepada kami di sisinya,"

Qatadah, As Suddi, Malik dari Zaid bin Aslam dan Ibnu Zaid menyatakan, maknanya untuk memberikan syafa’at kepada kami dan mendekatkan kami di sisinya dengan kedudukan yang dekat.

Kesimpulannya, makna umum bagi lafaz zulfaa adalah perantara bagi mendekatkan diri dan juga bermakna syafa’at.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:273-274

Unsur Pokok Surah Shaad (ص)

Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qamar.

Dinamai dengan "Shaad" karena surat ini dimulai dengan "Shaad".

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Alquran, untuk menunjukkan bahwa Alquran itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Alquran ini adalah mukjizat Nabi Muhammad ﷺ yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalildalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal-hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu.
▪ Sumpah iblis untuk menyesatkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.
Alquran diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Kisah:

▪ Kisah Daud `alaihis salam dan kisah Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah Ayyub `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ bahwa Allah adalah Maha Esa.
▪ Rahasia yang terdapat pada kejadian alam.
▪ Pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka.
▪ Nikmat-nikmat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka.

Audio Murottal

QS. Shaad (38) : 1-88 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 88 + Terjemahan Indonesia



QS. Shaad (38) : 1-88 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 88

Gambar Kutipan Ayat

Surah Shaad ayat 25 - Gambar 1 Surah Shaad ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 38:25
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , “Ṣad”) adalah surah ke-38 dalam Alquran.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

38:25, 38 25, 38-25, Surah Shaad 25, Tafsir surat Shaad 25, Quran Shad 25, Sad 25, Surah Shad ayat 25

Video Surah

38:25


More Videos

Kandungan Surah Shaad

۞ QS. 38:2 • Azab orang kafir

۞ QS. 38:3 • Azab orang kafir

۞ QS. 38:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:5 • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:8 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 38:9 • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Wahhab (Maha Pemberi) •

۞ QS. 38:10 • Segala sesuatu milik Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:11 • Azab orang kafir

۞ QS. 38:12 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:14 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:15 • Peniupan sangkakala • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir

۞ QS. 38:16 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:22 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 38:24 Ar Rabb (Tuhan) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 38:25 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 38:26 • Nama-nama hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 38:27 • Mendustai Allah • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 38:28 • Derajat para pemeluk agama • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya •

۞ QS. 38:29 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 38:32 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 38:35 Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahhab (Maha Pemberi)

۞ QS. 38:37 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 38:38 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 38:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 38:49 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 38:50 • Pahala iman • Nama-nama surga • Pintu-pintu surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 38:51 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 38:52 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Sifat wanita penghuni surga

۞ QS. 38:53 • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 38:54 • Keabadian surga

۞ QS. 38:55 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:56 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:58 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:59 • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:60 • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:61 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 38:62 • Derajat para pemeluk agama • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 38:63 • Derajat para pemeluk agama • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 38:64 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 38:65 Tauhid Uluhiyyah • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 38:66 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) •

۞ QS. 38:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 38:71 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 38:78 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 38:79 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 38:83 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Menjaga diri dari syetan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 38:84 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 38:85 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 38:86 • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 38:87 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

Ayat Pilihan

Firman Allah Ta’ala,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Dan katakanlah,
“Wahai Rabb-ku,
tambahkanlah kepadaku ilmu.”
QS. Ta Ha [20]: 114

Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang yang beriman,
karena sesungguhnya orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.
QS. Muhammad [47]: 11

Dia Pencipta langit & bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.
Dia menciptakan segala sesuatu,
dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-An’am [6]: 101

Ya Tuhan kami,
jauhkan azab jahannam dari kami,
sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap & tempat kediaman.
QS. Al-Furqan [25]: 65-66

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

+

Array

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kamus Istilah Islam

din

Apa itu din? agama; dinul-Islam, agama Islam … •

Al Muhaimin

Apa itu Al Muhaimin? Allah itu Al-Muhaimin ◀ Al-Muhaimin memiliki makna Yang Maha Memelihara, Allah adalah Yang Maha Memelihara kehidupan makhluk-makhluk-Nya. Misalnya adalah Allah yang mengatur te...

taharah

Apa itu taharah? ta.ha.rah a suci; bersih; n kesucian badan yang diwajibkan bagi orang yang beribadat … • toharoh