QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 21 [QS. 38:21]

وَ ہَلۡ اَتٰىکَ نَبَؤُا الۡخَصۡمِ ۘ اِذۡ تَسَوَّرُوا الۡمِحۡرَابَ
Wahal ataaka nabaul khashmi idz tasau-waruul mihraab(a);

Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar?
―QS. 38:21
Topik ▪ Keabadian neraka
38:21, 38 21, 38-21, Shaad 21, Shaad 21, Shad 21, Sad 21

Tafsir surah Shaad (38) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu AUah subhanahu wa ta’ala menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Daud.
Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani.
Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara kepada Nabi Daud.
Mereka itu menemui Daud.
Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya, Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayakannya.
Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa.
Pada saat itulah mereka meminta kepada Daud agar tidak takut.
Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah telah sampai kepadamu, hai Muhammad, berita tentang orang yang berperkara dan datang kepada Dawud melalui pagar mihrab tempat beribadah, bukan dari pintunya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan adakah) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Ta’ajjub dan Tasywiq, atau dengan kata lain mengandung makna yang mendorong dan merangsang pendengar untuk mendengarkan kalimat-kalimat selanjutnya (sampai kepadamu) hai Muhammad (berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar mihrab?) yaitu mihrab Nabi Daud, yang dimaksud adalah mesjidnya, demikian itu terjadi karena mereka dilarang masuk, sebab Nabi Daud sedang beribadah.

Akhirnya mereka masuk dengan memanjat pagar mihrabnya.

Makna ayat ialah apakah kamu telah mendengar berita dan kisah mereka?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah telah datang kepadamu (wahai Rasul) berita dua orang yang berselisih.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Para ulama tafsir sehubungan dengan ayat ini telah mengetengahkan suatu kisah yang kebanyakan sumbernya berasal dari kisah-kisah Israiliyat, dan tidak ada suatu hadis pun dari Nabi ﷺ yang menerangkannya hingga dapat dijadikan sebagai pegangan.
Akan tetapi, Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan masalah ini telah mengetengahkan sebuah hadis yang sanadnya tidak sahih, melalui riwayat Yazid Ar-Raqqasyi dari Anas r.a.
Dan Yazid sekalipun ia termasuk orang yang saleh, tetapi dalam periwayatan hadis predikatnya lemah menurut penilaian para imam ahli hadis.
Maka bisikan yang paling utama ialah hanya membatasi diri terhadap kisah ini sebagai bahan bacaan semata, mengenai pengetahuan yang sebenarnya kita kembalikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Mengetahui.
Karena sesungguhnya Al-Qur’an merupakan hal yang hak, dan apa yang terkandung di dalamnya pun adalah hak.


Kata Pilihan Dalam Surah Shaad (38) Ayat 21

MIHRAAB
مِحْرَاب

Dalam bahasa Arab, lafaz mihraab digunakan untuk menunjukkan beberapa arti yaitu;

(1) Bahagian hadapan rumah;
(2) Bahagian yang paling mulia dari suatu tempat;
(3) Bangunan yang tinggi;
(4) Ruangan;
(5) Istana;
(6) Tempat khusus bagi seorang raja yang digunakan untuk menyendiri dan menjauhkan diri dari orang ramai.

Bentuk jamak dari lafaz mihraab adalah maharibmahaariib.

Ar Raghib Al Isfahani menyatakan, bahagian depan suatu masjid dinamakan dengan mihraab karena ia adalah tempat untuk memerangimuhaarabah syaitan dan hawa nafsu.

Lafaz ini dalam bentuk tunggal diulang sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 37, 39;
-Maryam (19), ayat 11;
-Shad (38), ayat 21.

Sedangkan dalam bentuk jamak ia disebut sekali saja yaitu dalam surah Saba’ (34), ayat 13.

Lafazmihraab dan mahaariib dalam Al Qur’an selalunya dikaitkan dengan kisah para Nabi.

Dalam surah Ali Imran (3), ayat 37, 39; dan surah Maryam (19), ayat 11, lafaz ini dikaitkan dengan kisah Nabi Zakariyya.

Sedangkan dalam surah Shad (38), ayat 21, lafaz mihraab dikaitkan dengan kisah Nabi Daud, dan dalam surah Saba’ (34), ayat 13 dikaitkan dengan kisah Nabi Sulaiman, Namun, makna lafaz mihraab menunjukkan arti yang berbeda-beda.

Lafaz mihraab yang berada dalam ayat ke 37 surah Ali Imran adalah ruangan tinggi yang untuk sampai kepadanya perlu menggunakan tangga. Ruangan ini dibuat oleh Nabi Zakarryya, khusus untuk mengasuh Maryam sehingga beliau dewasa.

Kata mihraab yang terdapat dalam surah Ali Imran (3), ayat 39 dan surah Maryam (19), ayat 11 artinya adalah tempat shalat Nabi Zakariyya, di mana di tempat itu ketika beliau beribadah, beliau diberi khabar gembira oleh malaikat, beliau akan dianugerahkan seorang putera bernama Yahya.

Sedangkan lafaz mihraab dalam surah Shad (38), ayat 21 ialah ruangan milik Nabi Daud. Ibn Al Arabi berkata,
“Ruangan milik Nabi Daud adalah tinggi dan sukar dimasuki, tidak ada orang yang mungkin menaikinya kecuali dalam beberapa hari hingga satu bulan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dan itu pun memerlukan bantuan dan alat yang banyak dan beragam.

Lafaz mihraab dalam surah Saba’ (34), ayat 13 artinya bangunan-bangunan dan istana-istana yang besar dan tinggi. Bangunan dan istana ini dibangunkan oleh para jin atas perintah dan arahan Nabi Sulaiman.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:567-568

Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.4
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Shaad 38:21

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim