QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 19 [QS. 38:19]

وَ الطَّیۡرَ مَحۡشُوۡرَۃً ؕ کُلٌّ لَّہٗۤ اَوَّابٌ
Wath-thaira mahsyuuratan kullun lahu au-waabun;

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.
Masing-masingnya amat taat kepada Allah.
―QS. 38:19
Topik ▪ Sifat neraka
38:19, 38 19, 38-19, Shaad 19, Shaad 19, Shad 19, Sad 19

Tafsir surah Shaad (38) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Di dalam ayat-ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud.

Pertama: Bahwa sebenarnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih, memahasucikan Allah bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi.
Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah.
Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang, Allah subhanahu wa ta’ala menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung bertasbih, adalah menunjukkan betapa dalam taatnya Nabi Daud itu.
Adapun tentang taatnya gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti Sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
(Q.S. Al Israa [17]: 44)

Apabila seseorang memperhatikan dengan cermat akan arti dan kegunaan gunung itu diciptakan untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan pada manusia, sebagai penyimpan air di musim penghujan, dan dialirkannya di musim kemarau, mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian mereka.
Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam tambang yang sangat perlu untuk kepentingan perlengkapan hidupnya.
Gunung-gunung itu menunaikan tugasnya sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku.

Kemudian dalam ayat berikutnya Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang sedang bertasbih kepada Allah dan ikut pula bertasbih bersama dia.
Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa.
Digambarkanlah seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya.

Tasbihnya burung-burung tidaklah sama dengan tasbihnya manusia.
Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah.

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia.

Di dalam ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Quraisy, bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah.
Dan apabila terjadi sebaliknya, berarti terjadilah sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka.

Kedua: Allah subhanahu wa ta’ala telah menguatkan kerajaannya.
Kuatnya kerajaan Daud karena jumlah bala tentaranya banyak, harta kekayaannya berlimpah ruah, pribadinya sangat disegani, kemahirannya dalam mengatur siasat perang sangat mengagumkan sehingga selalu meraih kemenangan.

Ketiga: Allah subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan kepadanya hikmah.
Dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah: kenabian kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan.

Di antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah:

Dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh.
Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.

(Q.S. As Saba: 10-11)

Sedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan.

Keempat: Allah subhanahu wa ta’ala juga telah menganugerahkan kepadanya kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu.
Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami pun menundukkan burung-burung yang terkumpul dari berbagai jenis dan tempat untuknya.
Seluruh burung dan gunung itu tunduk pada kemauan Dawud.
Dia dapat memanfaatkannya dengan cara yang dia kehendaki untuk kepentingan umum.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami tundukkan pula (burung-burung dalam keadaan berkumpul) berkumpul untuk bertasbih bersama dengan dia.

(Masing-masing) dari gunung-gunung dan burung-burung itu (amat taat kepada-Nya) taat bertasbih kepada-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami menundukkan burung bersamanya dengan berkumpul untuk bertasbih bersamanya dan menaati sebagai bentuk mengikutinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul (Q.S. Shaad [38]: 19)

Maksudnya, tertahan di udara.

Masing-masingnya amat, taat kepada Allah.
(Q.S. Shaad [38]: 19)

Artinya, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala


Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.8
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Q S Shaad : 19

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta