QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 15 [QS. 38:15]

وَ مَا یَنۡظُرُ ہٰۤؤُلَآءِ اِلَّا صَیۡحَۃً وَّاحِدَۃً مَّا لَہَا مِنۡ فَوَاقٍ
Wamaa yanzhuru ha’ulaa-i ilaa shaihatan waahidatan maa lahaa min fawaaqin;

Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang.
―QS. 38:15
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Peniupan sangkakala ▪ Keabadian surga
38:15, 38 15, 38-15, Shaad 15, Shaad 15, Shad 15, Sad 15

Tafsir surah Shaad (38) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Shaad (38) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengancam kaum musyrik Quraisy yang tidak mau merubah keingkarannya kepada Rasul, dengan ancaman berupa teriakan yang amat keras dan cepat, sebagai tanda tibanya Hari Kiamat yang membinasakan.
Pada saat itu mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mengelakkan diri mereka dari kebinasaan yang datang secara tiba-tiba dan tidak berselang sesaatpun.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka yang mendustakan para rasul itu hanya menunggu satu teriakan keras yang tidak perlu diulang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tiadalah yang ditunggu-tunggu) yang dinantikan (oleh mereka) oleh orang-orang kafir Mekah.

(melainkan hanya satu teriakan) yaitu tiupan sangkakala untuk kiamat yang saat itu mereka ditimpa oleh azab (yang tidak ada bagi mereka saat berselang) maksudnya, sesudah itu tidak akan ada saat hidup kembali seperti di dunia.

Lafal Fawaaqin dapat pula dibaca Fuwaaqin.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang musyrikin itu tidak menunggu turunnya adzab atas mereka bila mereka tetap mempertahankan kesyirikan mereka, kecuali satu tiupan yang tidak akan kembali.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, makna yang dimaksud ialah tiada masa tangguh bagi mereka melainkan saat (detik-detik) datangnya kiamat menimpa mereka dengan sekonyong-konyong, karena sesungguhnya semua pertandanya telah ada.
Dengan kata lain, hari kiamat itu telah dekat masanya.
Dan teriakan yang dimaksud adalah tiupan yang mengejutkan, Allah memerintahkan kepada Malaikat Israfil agar memperpanjang tiupan yang pertama ini, sehingga tiada seorang pun dari kalangan penduduk langit dan bumi, melainkan terkejut terkecuali orang-orang yang dikecualikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala


Kata Pilihan Dalam Surah Shaad (38) Ayat 15

FAWAAQ
فَوَاق

Arti kata fawaaq adalah pengulangan semula. Ianya juga diartikan dengan kadar masa yang sekejap di antara dua kali melakukan perahan air susu.

Kata fawaaq hanya diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Shad (38), ayat 15. Ayat ini berada pada rangkaian ayat yang menegaskan bahawa kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Tsamud, kaum Nabi Luth, Ashabul Aykah (kaum Nabi Syu’aib) dan juga orang-orang kafir pada masa Nabi Muhammad adalah sekumpulan manusia yang mendustakan para Rasul, sehingga mereka berhak mendapatkan siksa, baik di dunia mahupun di akhirat. Dan untuk merasakan siksa neraka di akhirat mereka harus menunggu datangnya satu jeritan suara malaikat Israfil.’

Jeritan malaikat tersebut merupakan tanda azab sudah mulai dekat kepada mereka, dan apabila jeritan itu sudah dikumandangkan maka ianya tidak akan diulang semula dan tidak akan dihentikan meskipun sekejap sekadar masa di antara dua kali melakukan perahan air susu fawaaq, sehingga tidak ada kesempatan bagi mereka untuk lari dan menghindar dari azab tersebut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:427

Informasi Surah Shaad (ص)
Surat Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qamar.

Dinamai dengan “Shaad” karena surat ini dimulai dengan “Shaad” (selanjutnya lihat no 10).

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur’an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahwa Al Qur’an ini adalah mu’jizat Nabi Muham­ mad s.a.
w.
yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad ﷺ yaitu bahwa dia mengetahui hal­ hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu
sumpah iblis untuk menye­satkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas
Al Qur’an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.
kisah Ayyub a.s.

Lain-lain:

Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad ﷺ
bahwa Allah adalah Maha Esa
rahasia yang terdapat pada kejadian alam
pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka
ni’mat·ni’mat yang dilimpahkan kepada penduduk surga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka

Ayat-ayat dalam Surah Shaad (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Shaad (38) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Shaad (38) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Shaad (38) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Shaad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 38:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Shaad.

Surah Sad (Arab: ص , "Ṣad") adalah surah ke-38 dalam al-Qur'an.
Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar.
Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad.

Nomor Surah 38
Nama Surah Shaad
Arab ص
Arti Shaad
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 38
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 735
Jumlah huruf 3061
Surah sebelumnya Surah As-Saffat
Surah selanjutnya Surah Az-Zumar
4.4
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim