Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 54 [QS. 34:54]

وَ حِیۡلَ بَیۡنَہُمۡ وَ بَیۡنَ مَا یَشۡتَہُوۡنَ کَمَا فُعِلَ بِاَشۡیَاعِہِمۡ مِّنۡ قَبۡلُ ؕ اِنَّہُمۡ کَانُوۡا فِیۡ شَکٍّ مُّرِیۡبٍ
Wahiila bainahum wabaina maa yasytahuuna kamaa fu’ila biasyyaa’ihim min qablu innahum kaanuu fii syakkin muriibin;
Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu.
Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
―QS. Saba [34]: 54

Daftar isi

And prevention will be placed between them and what they desire, as was done with their kind before.
Indeed, they were in disquieting denial.
― Chapter 34. Surah Saba [verse 54]

وَحِيلَ dan dihalangi

And a barrier will be placed
بَيْنَهُمْ diantara mereka

between them
وَبَيْنَ dan antara

and between
مَا apa

what
يَشْتَهُونَ yang mereka inginkan

they desire,
كَمَا sebagaimana

as
فُعِلَ dilakukan

was done
بِأَشْيَاعِهِم dengan orang-orang yang serupa

with their kind
مِّن dari

before. *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلُ sebelum/dahulu

before. *[meaning includes next or prev. word]
إِنَّهُمْ sesungguhnya mereka

Indeed, they
كَانُوا۟ adalah mereka

were
فِى dalam

in
شَكٍّ keragu-raguan

doubt
مُّرِيبٍۭ kebimbangan

disquieting.

Tafsir Quran

Surah Saba
34:54

Tafsir QS. Saba’ (34) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini dijelaskan bahwa antara orang itu dengan harapannya untuk bertobat dan terlepas dari siksa terganjal total, tidak mungkin terjadi sama sekali, seakan-akan di antara keduanya telah terbangun tembok tebal yang besar.
Dambaan itu sama halnya dengan apa yang diharapkan umat-umat sebelum mereka.

Umat-umat itu semenjak awal selalu membangkang dan baru beriman ketika bencana sebagai hukuman sudah di depan mata.
Tentu saja tobat dan iman pada waktu sudah terpaksa seperti itu tidak diterima, sebagaimana dinyatakan dalam ayat lain:

فَلَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَاۗ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهٖ مُشْرِكِيْنَ ﴿۸۴﴾ فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ اِيْمَانُهُمْ لَمَّا رَاَوْا بَأْسَنَاۗ سُنَّتَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ فِيْ عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكٰفِرُوْنَ ﴿۸۵﴾

Maka ketika mereka melihat azab Kami, mereka berkata,
"Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah."
Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka.
Itulah ketentuan Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.

Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir. (Al-Mu’min [40]: 84-85)

Mereka tidak beriman di dunia karena selalu sangsi mengenai kebenaran Alquran dan ragu untuk menerima kebenarannya.

Padahal, Alquran tidak perlu diragukan lagi oleh manusia, karena merupakan wahyu Allah, disampaikan oleh Jibril, diterima Nabi Muhammad, dan isinya benar.
Keraguan hanya akan menghasilkan kekafiran, dan kekafiran hanya akan membuahkan kesengsaraan di akhirat.

Tafsir QS. Saba (34) : 54. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sebagaimana nasib orang-orang sebelum mereka yang menyatakan keimanan setelah lewat masanya, keinginan mereka untuk memanfaatkan keimanan itu pun kini terhalang sudah.
Mereka semua adalah orang-orang yang meragukan kebenaran dan kini duduk sebagai pesakitan (terdakwa).

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang kafir itu dihalangi dari apa yang mereka inginkan, yaitu taubat dan kembali ke dunia agar bisa beriman, sebagaimana Allah melakukan hal yang sama kepada orang-orang kafir seperti mereka dari umat-umat sebelumnya.
Sesungguhnya mereka di dunia dalam kebimbangan terhadap perkara para rasul, kebangkitan dan hisab, serta membuat keragu-raguan dan kegoncangan.


Oleh karena itu mereka tidak beriman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini) yakni ingin beriman, maksudnya iman mereka tidak diterima lagi, karena waktunya sudah habis


(sebagaimana dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka) yakni golongan-golongan mereka dalam hal kekafiran


(pada masa dahulu) sebelum mereka.


(Sesungguhnya mereka dahulu di dunia dalam keraguan yang mendalam) tentang hal-hal yang sekarang mereka imani, disebabkan sewaktu di dunia mereka tidak mau menganggap dalil-dalil yang menunjuk ke arahnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini.
(QS. Saba’ [34]: 54)

Al-Hasan Al-Basri Ad-Dahhak, dan lain-lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud ialah iman.


As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini.
(QS. Saba’ [34]: 54)
Yakni tobat.


Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.


Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini.
(QS. Saba’ [34]: 54)
Yakni dari dunia ini berupa harta benda, perhiasan duniawi, dan keluarga (anak-anak).


Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ar-Rabi, ibnu Anas r.a. Pendapat inilah yang dipegang oleh Imam Bukhari dan Jamaah.

Sebenarnya tidak ada pertentangan di antara kedua pendapat tersebut, karena sesungguhnya adakalanya dihalangi antara mereka dengan apa yang diingini oleh mereka di dunia ini, juga antara mereka dengan apa yang dicari mereka di akhirat, mereka tidak mendapatkannya.

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah asar yang garib lagi aneh sekali, ia mengetengahkannya secara panjang lebar seperti berikut:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Hajar Asy-Syami, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Mansur Al-Anbari, dari Ar-Ruqqi Ibnu Qattami, dari Sa’id ibnu Tarif, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini.
(QS. Saba’ [34]: 54), hingga akhir ayat.

Ibnu Abbas bercerita bahwa dahulu ada seorang lelaki dari kaum Bani Israil yang banyak mempunyai harta berupa tanah yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya dari hasil perjuangannya di jalan Allah.
Lalu ia meninggal dunia, dan hartanya diwarisi oleh anak lelaki tunggalnya yang pendurhaka.
Dia menggunakan harta Allah untuk perbuatan-perbuatan yang durhaka.

Ketika saudara-saudara ayahnya menyaksikan dia berbuat demikian, maka mereka mendatanginya, lalu mencela apa yang dilakukannya.
Si anak merasa terganggu, lalu diam-diam ia menjual semua tanah hasil warisannya.

Kemudian pemuda itu (si anak tersebut) pergi dan datang ke sebuah mata air yang berlimpah airnya, maka ia melepaskan hewan ternaknya di tempat itu dan membangun sebuah gedung.
Di suatu hari ketika ia sedang duduk, tiba-tiba angin bertiup mengenduskan kepadanya bau seorang wanita yang sangat cantik lagi sangat harum baunya.

Wanita itu menemuinya dan bertanya kepadanya,
"Wahai hamba Allah, siapakah Anda?"
Pemuda itu menjawab,
"Saya adalah seorang Bani Israil."
Wanita itu bertanya,
"Apakah gedung dan harta ini kepunyaanmu?"
Pemuda menjawab,
"Ya."
Wanita bertanya,
"Apakah engkau mempunyai istri?"
Pemuda menjawab,
"Tidak."
Wanita bertanya,
"Bagaimana kamu hidup senang tanpa istri?"
Pemuda menjawab,
"Memang itulah apa adanya tentang diriku."

Pemuda itu balik bertanya,
"Apakah engkau mempunyai suami?"
Wanita itu menjawab,
"Tidak."
Pemuda itu bertanya,
"Bolehkah jika aku mengambilmu sebagai istriku?"
Wanita menjawab,
"Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang tinggal sejauh perjalanan sehari dari tempatmu ini.
Untuk itu apabila esok tiba, ambillah bekal yang cukup untuk sehari, lalu datanglah kepadaku.
Dan jika engkau melihat hal-hal yang menakutkan dalam perjalananmu, janganlah sekali-kali kamu merasa takut."

Pada keesokan harinya pemuda itu membawa bekal sehari, lalu berangkat, hingga sampailah di sebuah gedung.
Ia mengetuk pintunya, lalu keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan lagi sangat harum baunya menyambutnya seraya bertanya,
"Siapakah Anda, hai hamba Allah?"
Pemuda itu menjawab,
"Saya adalah seorang Israil."
Penjaga pintu bertanya,
"Apakah keperluanmu datang ke sini?"
Pemuda itu menjawab,
"Pemilik gedung ini telah mengundangku untuk menemuinya."
Penjaga pintu berkata,
"Kamu benar."

Penjaga pintu bertanya,
"Apakah di perjalanan kamu melihat hal-hal yang menakutkan?"
Pemuda ini menjawab,
"Benar, seandainya tidak ada nasihat dari dia yang mengatakan agar aku jangan takut, tentulah aku akan ketakutan melihatnya."
Penjaga pintu bertanya,
"Apa sajakah yang kamu lihat?"

Si pemuda menjawab,
"Saya berangkat.
Dan ketika sampai di jalan yang terbuka, tiba-tiba saya bersua dengan seekor anjing betina yang mengangakan mulutnya.
Maka saya terkejut, lalu melarikan diri.
Tetapi tiba-tiba anjing betina itu telah berada di hadapanku dan aku berada di belakangnya.
Dan tiba-tiba anak-anaknya yang masih ada di dalam perutnya menggonggong."
Penjaga pintu itu berkata kepadanya menjelaskan,
"Sebenarnya tidak seperti yang kamu lihat, itu adalah gambaran tentang apa yang akan terjadi di akhir zaman.
Seorang pemuda duduk di tempat duduk seorang syekh dalam suatu majelis, dan ia dengan bicaranya membuat mereka senang."

Si pemuda melanjutkan ceritanya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya.
Ketika sampai di jalan yang lebar, tiba-tiba ia bersua dengan seratus ekor kambing yang besar-besar teteknya, dan tiba-tiba terdapat anak kambing yang sedang menyusu.
Apabila anak kambing itu telah menyusu kepada semua kambing betina tersebut hingga tiada air susu lagi yang tersisa, maka ia membukakan mulutnya mencari tambahan menyusu.
Penjaga pintu itu berkata,
"Pada hakikatnya tidaklah seperti yang kamu lihat.
Itu adalah tamsil yang menggambarkan keadaan nanti di akhir zaman, akan ada raja yang menghimpun semua orang yang pendiam.
Setelah ia menduga bahwa tiada sesuatu pun yang tersisa, maka ia membukakan mulutnya mencari tambahan lagi."

Pemuda itu melanjutkan kisahnya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya hingga sampai di suatu jalan yang lebar.
Tiba-tiba ia menjumpai pohon-pohon yang salah satunya membuat ia tertarik karena warnanya yang hijau segar, lalu ia hendak memetiknya, Tiba-tiba ada pohon lain yang berseru kepadanya,
"Hai hamba Allah, ambillah dariku,"
sehingga semua pohon menyeru demikian kepadanya untuk mengambil darinya.
Penjaga pintu itu menjawab,
"Pada hakikatnya tidaklah seperti yang kamu saksikan.
Itu merupakan gambaran di akhir zaman, yaitu kaum lelaki berkurang, sedangkan kaum wanita banyak, sehingga seorang lelaki melamar seorang wanita, tetapi ada sepuluh orang atau dua puluh orang wanita yang menyerunya untuk kawin dengan mereka."

Pemuda itu melanjutkan kisahnya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya.
Ketika sampai di jalan yang lebar, tiba-tiba bersua dengan seorang lelaki yang berdiri di pinggir sebuah sumur menimbakan air buat orang-orang.
Dan apabila orang-orang telah bubar darinya, maka ia menuangkan air yang ada dalam gentongnya sehingga tiada setetes air pun yang tersisa pada gentongnya.
Penjaga pintu itu berkata,
"Pada hakikatnya tidaklah seperti yang kamu lihat.
Itu merupakan gambaran yang akan terjadi di akhir zaman.
Seorang pendongeng memberikan pelajaran ilmu kepada orang-orang lain, kemudian ia sendiri bersikap berbeda dengan mereka dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat."

Pemuda itu melanjutkan kisahnya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya.
Ketika sampai di jalan yang lebar, tiba-tiba ia menjumpai sekumpulan kambing betina, dan tiba-tiba ada suatu kaum yang mengambil kakinya, ada seorang lelaki yang mengambil tanduknya, ada seorang lelaki yang mengambil ekornya, ada pula yang menungganginya.
Dan tiba-tiba ada seorang lelaki yang memerah air susunya.
Penjaga pintu itu berkata,
"Adapun kambing betina itu merupakan tamsil dari dunia, orang-orang yang mengambil kakinya adalah mereka yang taraf hidupnya rendah, dan mereka yang memegang kedua tanduknya adalah orang yang dalam kehidupannya mengalami kesempitan.
Adapun orang yang memegang ekornya menggambarkan bahwa dunia berpaling darinya.
Dan orang yang menungganginya adalah orang yang meninggalkan duniawi, sedangkan orang yang memerahnya adalah orang yang mengambil dunia itu."

Pemuda itu melanjutkan, bahwa ia melanjutkan perjalanannya hingga sampai di jalan yang lebar.
Tiba-tiba ia bersua dengan seorang lelaki yang sedang menimba air di suatu sumur, setiap kali dia mengeluarkan timbanya dari dalam sumur, maka ia tumpahkan lagi airnya ke dalam sumur itu.
Penjaga pintu itu berkata, bahwa itu merupakan gambaran seseorang yang Allah menolak amal salehnya dan tidak menerimanya.

Pemuda itu melanjutkan kisahnya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya hingga sampai di jalan yang lebar.
Tiba-tiba ia menjumpai seorang laki-laki yang sedang menyemaikan benihnya, lalu ia langsung menuai hasilnya yang berupa gandum yang bermutu tinggi lagi baik, Penjaga pintu itu berkata,
"Itu merupakan gambaran tentang seorang laki-laki yang amal salehnya diterima dan dikembangkan pahalanya baginya."

Pemuda itu melanjutkan kisahnya, bahwa ia melanjutkan perjalanannya hingga sampai di jalan yang lebar.
Tiba-tiba ia bersua dengan seorang lelaki yang sedang terlentang, lalu lelaki itu berkata,
"Hai hamba Allah, mendekatlah kepadaku, peganglah tanganku, dan dudukkanlah aku.
Demi Allah, aku belum pernah duduk sejak diciptakan oleh Allah."
Maka aku (pemuda itu) memegang tangannya dan ia pun berdiri, lalu lari hingga hilang dari pandangan mataku.

Penjaga pintu itu berkata kepadanya,
"Ini adalah usia orang yang dijauhkan yang telah habis.
Aku adalah malaikat maut, dan aku jualah wanita yang datang kepadamu itu.
Allah telah memerintahkan kepadaku agar mencabut nyawa orang yang dijauhkan di tempat ini, kemudian aku masukkan dia ke dalam neraka Jahannam."

Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa berkenaan dengan kisah yang semisal ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya:
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini.
(QS. Saba’ [34]: 54)

Asar ini garib, dan mengenai kesahihannya masih sangat diragukan.

Barangkali yang dimaksud oleh Ibnu Abbas sehubungan dengan kisah ini ialah bahwa orang-orang kafir itu semuanya bila dimatikan, arwah mereka dalam keadaan bergantung kepada kehidupan dunia (yaitu mencintainya).
Sebagaimana yang terjadi dengan pemuda yang teperdaya ini lagi terfitnah dengan kekayaannya.
Dia pergi untuk mencari apa yang didambakannya, tetapi tiba-tiba malaikat maut datang untuk mencabut nyawanya sekonyong-konyong, sehingga terhalanglah dia dari apa yang diingininya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu.
(QS. Saba’ [34]: 54)

Yakni sebagaimana yang telah dilakukan terhadap umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul, ketika azab Allah datang menimpa mereka, maka mereka berangan-angan seandainya saja mereka dahulu beriman.
Tetapi nasi telah menjadi bubur, iman mereka saat itu tidak dapat diterima.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata,
"Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah.” Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksaan Kami.
Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.
(Al-Mu-min: 84-85)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
(QS. Saba’ [34]: 54)

Yakni mereka dahulu sewaktu di dunia selalu berada dalam keraguan dan kebimbangan, karena itulah iman mereka tidak diterima saat mereka menyaksikan azab Allah.

Qatadah pernah mengatakan,
"Janganlah kamu ragu dan bimbang.
Karena sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan bimbang dan ragu, maka ia dibangkitkan dalam keadaan seperti waktu ia mati.
Dan barang siapa yang mati dalam keadaan yakin, maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan yakni pula.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 54

ASY YAA’
أَشْيَاع

Lafaz asy ya’a adalah jamak bagi al-syi’ah yaitu kelompok dan golongan sebagaimana Allah menyatakan dalam surah Maryam ayat 69,

"Sesudah itu, sesungguhnya Kami akan mencabut dari tiap-tiap golongan orang yang sangat durhaka kepada Allah diantara mereka"

Syi’alir rajul bermakna pengikut dan penolongnya.

Al Kafawi berkata,
"Asy syi’ah adalah setiap golongan yang mempunyai satu perkara atau pendapat yang sebahagiannya mengikuti pendapat sebahagian lain dan ia biasanya digunakan pada perkara yang dicela."

Syi’ah adalah nama kumpulan yang menjadikan Ali bin Abi Talib dan keluarganya sebagai wali atau penguasa sehingga ia menjadi nama khusus bagi mereka, atau ia adalah kelompok yang besar dari orang Islam yang berhimpun atas kecintaan mereka kepada ‘Ali dan keluarganya serta beranggapan mereka lebih berhak menjadi Imam atau Khalifah.

Lafaz asy ya’ disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Saba’ (34), ayat 54;
• Al Qamar (54), ayat 51.
Ibnu Abi Najih meriwayatkan makna asy yaa’ dalam ayat itu ialah orang kafir."

Qatadah berkata,
"Ayat ini menjelaskan di dunia apabila ditentukan dan ditimpakan azab ke atas mereka (orang kafir), maka iman mereka tidak diterima lagi".

Begitu juga dengan penafsiran At Tabari, di mana makna asy yaa’ dalam surah Saba’ ialah orang musyrik yang ditimpakan azab ke atas mereka disebabkan kekufuran mereka kepada Allah.

Ibnu Qutaibah berkata,
"Maksud lafaz ini adalah orang yang sama seperti mereka dari umat-umat terdahulu sebagaimana penafsirannya yang terdapat dalam Tafsir Al Jalalain yaitu orang yang sama dengan mereka dalam kekufuran dari umatumat terdahulu."

Kesimpulannya, makna asy yaa’ ialah kelompok, golongan atau orang musyrik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:81-82

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
▪ Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
▪ Rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio Murottal

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 54 - Gambar 1 Surah Saba ayat 54 - Gambar 2
Statistik QS. 34:54
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba’
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
Sending
User Review
4.5 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

34:54, 34 54, 34-54, Surah Saba 54, Tafsir surat Saba 54, Quran Saba’ 54, Surah Saba ayat 54

Video Surah

34:54


Load More

Kandungan Surah Saba

۞ QS. 34:1 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 34:2 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 34:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 34:5 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 34:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 34:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:8 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 34:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 34:11 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 34:12 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:13 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:14 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:15 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 34:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:17 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:19 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 34:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 34:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 34:23 • Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 34:24 Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:25 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 34:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 34:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:29 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:30 • Kebenaran hari penghimpunan • Segala sesuatu ada takdirnya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:31 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:32 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:33 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 34:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:36 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:37 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 34:38 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:40 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:41 • Al Wali (Maha Pelindung) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 34:42 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 34:43 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:45 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:46 Rasul diutus dan wafat saat kiamat telah dekat

۞ QS. 34:47 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 34:48 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 34:50 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al Qarib (Maha Dekat) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 34:51 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 34:52 • Beriman ketika datang hari kiamat

۞ QS. 34:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:54 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Apa yang di sisimu akan lenyap,
dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
QS. An-Nahl [16]: 96

Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.
Dan ampunilah kami ya Tuhan kami.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Mumtahanah [60]: 5

Wahai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa & kaum kerabatmu.
QS. An-Nisa’ [4]: 135

Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
Ketahuilah,
sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,
(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
QS. Al-‘Alaq [96]: 14-16

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Ar Ra’uuf

Apa itu Ar Ra’uuf? Allah itu Ar-Ra’uf ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Belas Kasih/Dzat Yang Maha Memberi Rahmat. Allah akan mengasihi seluruh makhluk-Nya yang selalu mengingat-Nya. Kasih Allah itu sangat melimpah dan tidak terbatas. Bagi orang-orang yang akan memasuki syurga di akhirat kelak, maka terlebih dahulu Allah akan memberikan ketenangan jiwa di dalam … • Ar-Ra’uuf, Ar-Ra’uf, Al Ra’uf

istidlal

Apa itu istidlal? is.tid.lal pembuktian; pencarian rujukan tekstual pada ayat-ayat Alquran atau hadis … •

nahi

Apa itu nahi? na.hi yang dilarang; larangan … •