QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 50 [QS. 34:50]

قُلۡ اِنۡ ضَلَلۡتُ فَاِنَّمَاۤ اَضِلُّ عَلٰی نَفۡسِیۡ ۚ وَ اِنِ اہۡتَدَیۡتُ فَبِمَا یُوۡحِیۡۤ اِلَیَّ رَبِّیۡ ؕ اِنَّہٗ سَمِیۡعٌ قَرِیۡبٌ
Qul in dhalaltu fa-innamaa adhillu ‘ala nafsii wa-ini ihtadaitu fabimaa yuuhii ilai-ya rabbii innahu samii’un qariibun;

Katakanlah:
“Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri, dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”.
―QS. 34:50
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Azab orang kafir
34:50, 34 50, 34-50, Saba 50, Saba 50, Saba’ 50

Tafsir surah Saba (34) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Sekalipun Nabi Muhammad ﷺ telah cukup memberikan kepada kaumnya petunjuk dan bimbingan, tetapi kaumnya tetap saja memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan mereka, bahkan mereka menuduh Muhammad itu telah sesat.
Untuk menghibur Nabi Muhammad ﷺ maka ia diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala supaya berterus terang kepada kaumnya, bahwa kalau ia sesat, sehingga menempuh jalan yang salah dan berbuat di luar kebenaran, maka akibat kesesatannya itu adalah tanggungannya sendiri, tetapi kalau perbuatannya itu untuk menegakkan kebenaran, maka itu adalah makna wahyu yang diturunkan Allah kepadanya dan karena hidayah Allah pula, maka ia tetap memperjuangkan yang hak, berjalan di atas rel kebenaran.
Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mendengar apa yang dikatakannya dan apa yang dikatakan kaumnya, lalu memberi balasan kepada setiap orang dengan balasan yang setimpal.
Allah Maha Dekat rahmat-Nya, memperkenankan doa orang-orang yang memohon kepada-Nya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku.

(Q.S.
Al Baqarah: 186)

Sabda Nabi Besar Muhammad ﷺ:

Sesungguhnya engkau sekalian tidak memohon kepada yang tuli dan tidak pula kepada yang gaib, tetapi engkau sekalian bermohon kepada Yang Maha Mendengar, Maha Dekat dan Maha Mengabulkan.
(H.R.
Bukhari dan Muslim dari abu Musa al Asy’ari)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah kepada mereka, “Jika aku menyalahi kebenaran, maka kerugian akan menimpa diriku sendiri.
Jika aku mendapatkan petunjuk, hal itu karena adanya petunjuk Tuhanku.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar segala ucapanku dan ucapan kalian.
Dia pun Mahadekat dengan diriku dan diri kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah! “Jika aku sesat) dari kebenaran (maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri) yakni dosa kesesatanku ditanggung oleh diriku (dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Rabbku kepadaku) berupa Alquran dan Hadis Hikmah.

(Sesungguhnya Dia Maha Mendengar) Maha mengabulkan doa (lagi Maha Dekat.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah :
Bila aku menyimpang dari kebenaran, maku aku sendiri yang memikul dosa dari kesesatanku.
Namun bila aku istiqomah diatasnya, maka hal itu dengan wahyu Allah yang Dia wahyukan kepadaku.
Sesungguhnya Rabbku Maha Mendengar apa yang aku katakan kepada kalian, lagi Mahadekat kepada orang yang meminta dan berdoa kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Jika aku sesat, maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri.
Dan jika aku mendapat petunjuk, maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku.
(Saba’:50)

Yakni kebaikan itu semuanya dari sisi Allah melalui apa yang diturunkan oleh-Nya berupa wahyu dan kebenaran yang jelas yang di dalamnya terkandung petunjuk, penjelasan, dan bimbingan.
Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kemudaratan kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya sendiri karena ulahnya sendiri.

Abdullah ibnu Mas’ud r.a.
ketika ditanya tentang suatu masalah yang berkaitan dengan Mufawwidah mengatakan, “Aku akan menjawab menurut pendapatku sendiri.
Jika benar, berarti dari sisi Allah.
Dan jika keliru, maka dari sisiku dan dari setan, sedangkan Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari pendapatku yang keliru itu.” ,

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mahadekat.
(Saba’:50)

Allah Maha mendengar semua ucapan hamba-hamba-Nya, lagi Mahadekat yang karenanya Dia memperkenankan doa orang yang memohon kepada-Nya.

Sehubungan dengan hal ini Imam Nasai telah meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Musa r.a.
yang terdapat di dalam kitab Sahihain pula, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda (kepada para sahabatnya yang berzikir terlalu keras):

Sesungguhnya kalian berseru (berdoa) bukan kepada Tuhan yang tuli dan bukan pula kepada Tuhan yang gaib, sesungguhnya kalian sedang berdoa kepada Tuhan Yang Maha Mendengar, Mahadekat, lagi Maha Memperkenankan (doa).


Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
“Saba” adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah ‘Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama “Bendungan Ma’rib”,
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni’matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa “sailul ‘arim” (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa’at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur ‘an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da’wahnya
orang-orang musyrik mendo’a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Ayat-ayat dalam Surah Saba (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Saba (34) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Saba (34) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Saba (34) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Saba - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 34:50
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah34
Nama SurahSaba
Arabسبأ
ArtiKaum Saba'
Nama lainDaud
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu58
JuzJuz 21 & 22
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat54
Jumlah kata887
Jumlah huruf3596
Surah sebelumnyaSurah Al-Ahzab
Surah selanjutnyaSurah Fatir
4.5
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta