QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 41 [QS. 34:41]

قَالُوۡا سُبۡحٰنَکَ اَنۡتَ وَلِیُّنَا مِنۡ دُوۡنِہِمۡ ۚ بَلۡ کَانُوۡا یَعۡبُدُوۡنَ الۡجِنَّ ۚ اَکۡثَرُہُمۡ بِہِمۡ مُّؤۡمِنُوۡنَ
Qaaluuu subhaanaka anta walii-yunaa min duunihim bal kaanuu ya’buduunal jinna aktsaruhum bihim mu’minuun(a);

Malaikat-malaikat itu menjawab:
“Maha Suci Engkau.
Engkaulah pelindung kami, bukan mereka, bahkan mereka telah menyembah jin, kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.
―QS. 34:41
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Asal terciptanya manusia
34:41, 34 41, 34-41, Saba 41, Saba 41, Saba’ 41

Tafsir surah Saba (34) ayat 41

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Malaikat menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, Engkaulah pelindung kami dari tuduhan-tuduhan orang-orang ini.
Kami sekali-kali tidak pernah memerintahkan hal itu.
Kami berlepas diri dari mereka, merekalah yang telah sesat menyembah selain Engkau, bahkan kebanyakan mereka menyembah jin-jin dan beriman kepada mereka.
Ini bukanlah karena perintah kami tetapi merekalah yang mau saja diperdayakan oleh setan.
Hal semacam ini terdapat pula pada ayat lain yaitu mengenai pertanyaan yang dikemukakan Allah kepada Nabi Isa ‘alaihis salam karena sebagian kaumnya telah menyembahnya dan menyembah ibunya dan menganggap mereka sebagai Tuhan.

Allah berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman : “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”
Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidakkah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).
Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”,
dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka.
Maka setelah engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu”.

(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 116-117)

Di kala itu para penyembah selain Allah itu tidak dapat berkutik lagi karena telah jelas dan nyata bahwa merekalah yang mengada-adakan sembahan-sembahan kepada selain Allah, merekalah yang bersalah karena mau saja menerima bujukan setan tanpa mempertimbangkan dengan akal mereka yang sehat apakah perbuatan itu wajar dilakukan atau perbuatan itu bertentangan dengan pikiran yang sehat.
Kala itu Allah memberikan keputusan-Nya bahwa mereka telah jatuh ke jurang kesesatan dan tak ada lagi yang membela mereka dan ditetapkanlah bahwa mereka harus menerima balasan keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Para malaikat menjawab, “Kami benar-benar menyucikan Engkau dari tuhan-tuhan yang mereka anggap sebagai tandingan-Mu.
Kami telah menjadikan Engkau, bukan mereka, sebagai penolong kami.
Golongan manusia yang mempertuhan diri kami hanyalah orang-orang yang terpengaruh oleh dugaan-dugaan yang tidak benar.
Mereka berada di bawah pengaruh setan yang menjadikan perbuatan syirik itu indah dalam pandangan mata mereka.
Dan sebagian besar dari orang-orang yang syirik itu membenarkan setan.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Malaikat-malaikat itu menjawab, “Maha Suci Engkau) dari semua sekutu (Engkaulah Pelindung kami, bukan mereka”) maksudnya tidak ada saling lindung-melindungi antara kami dan mereka dari pihak kami (bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan makna Intiqal, yakni sebenarnya (mereka telah menyembah jin) setan-setan, yaitu mereka menaati setan-setan yang menyuruh mereka untuk menyembah kami (kebanyakan mereka beriman kepada jin) yakni mereka selalu mempercayai apa yang dikatakan oleh jin kepada mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Malaikat menjawab :
Kami menyucikan-Mu ya Allah dari sekutu dalam ibadah.
Engkau adalah wali Kami yang kami taati dan kami sembah semata.
Akan tetapi mereka menyembah setan-setan, kebanyakan dari mereka membenarkan dan menaati setan-setan itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal yang sama dikatakan oleh jawaban para malaikat dalam surat ini, yaitu:

Mahasuci Engkau.
(Q.S. Saba’ [34]: 41)

Yakni Mahatinggi lagi Mahasuci Engkau, bila dikatakan ada tuhan lain selain Engkau.

Engkaulah Pelindung kami, bukan mereka.
(Q.S. Saba’ [34]: 41)

Artinya, kami adalah hamba-hamba-Mu dan berlepas diri kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka.

bahkan mereka telah menyembah jin.
(Q.S. Saba’ [34]: 41)

Yakni menyembah setan-setan, karena setan-setanlah yang membujuk mereka untuk menyembah berhala-berhala sebagai perbuatan yang baik, dan setan-setanlah yang telah menyesatkan mereka.

kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.
(Q.S. Saba’ [34]: 41)

Semakna dengan apa yang telah disebutkan oleh firman-Nya:

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 117-118)


Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
“Saba” adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah ‘Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama “Bendungan Ma’rib”,
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni’matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa “sailul ‘arim” (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa’at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur ‘an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da’wahnya
orang-orang musyrik mendo’a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Ayat-ayat dalam Surah Saba (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Saba (34) ayat 41 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Saba (34) ayat 41 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Saba (34) ayat 41 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Saba - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 34:41
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba'
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
4.8
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta