QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 34 [QS. 34:34]

وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنَا فِیۡ قَرۡیَۃٍ مِّنۡ نَّذِیۡرٍ اِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوۡہَاۤ ۙ اِنَّا بِمَاۤ اُرۡسِلۡتُمۡ بِہٖ کٰفِرُوۡنَ
Wamaa arsalnaa fii qaryatin min nadziirin ilaa qaala mutrafuuhaa innaa bimaa ursiltum bihi kaafiruun(a);

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata:
“Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”.
―QS. 34:34
Topik ▪ Percakapan ahli neraka
34:34, 34 34, 34-34, Saba 34, Saba 34, Saba’ 34

Tafsir surah Saba (34) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan biasanya di negeri-negeri yang diutus kepadanya Rasul-rasul selalu ada penantang-penantang Rasul-rasul itu dan biasanya terdiri dari orang kaya yang hidup mewah dan berkedudukan tinggi.
Sebabnya orang-orang yang kaya akan menolak seruan Rasul itu, telah sangat tertarik dan terpedaya oleh kehidupan dunia.
Mereka telah tertipu oleh nikmat yang biasa lenyap dan nilai-nilai kosong yang tidak berarti.
Hati mereka telah dikotori oleh hal-hal yang merusak fitrahnya sehingga tidak dapat lagi melihat kebenaran selama kebenaran itu bertentangan dengan hawa nafsu mereka dan kedudukan mereka yang tinggi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setiap kali Kami mengutus seorang rasul yang mengajak kaumnya kepada kebenaran, pihak yang membuat kerusakan dari kalangan mereka pasti mengatakan, “Kami benar-benar mendustakan ajaran yang kalian bawa.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata) yakni para pemimpinnya hidup bergelimang dengan kemewahan, (“Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami tidak mengutus di sebuah perkampungan seorang Rasul yang mengajak kepada Tauhid Allah dan mengesakan-Nya dalam ibadah, kecuali orang-orang dari penduduknya yang tenggelam dalam hawa nafsu dan syahwat berkata :
Sesungguhnya kami (wahai para Rasul) mengingkari apa yang kalian bawa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menghibur Nabi-Nya seraya memerintahkan kepadanya agar mengambil pelajaran dari para rasul yang telah mendahuluinya, dan Allah memberitahukan kepadanya bahwa tidak sekali-sekali Dia mengutus seorang nabi ke suatu penduduk negeri, melainkan penduduk negeri itu mendustakannya.
Pelaku pertamanya adalah orang-orang hartawan mereka, kemudian diikuti oleh kaum lemah mereka, seperti apa yang dikatakan oleh kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam:

Mereka berkata, “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” (Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 111)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja.
(Q.S. Hud [11]: 27)

Dan orang-orang besar dari kalangan kaum Nabi Saleh mengatakan:

kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, “Tahukah kamu bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya.” Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 75-76)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang yang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?”
(Allah berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya) ” (Q.S. Al-An’am [6]: 53)

Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.
(Q.S. Al-An’am [6]: 123)

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.
Maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
(Q.S. Al Israa [17]: 16)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun.
(Q.S. Saba’ [34]: 34)

Yakni seorang nabi atau seorang rasul.

melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata.
(Q.S. Saba’ [34]: 34)

Mereka adalah orang-orang yang hidup senang, terpandang, hartawan, dan memegang kendali kepemimpinan.

Menurut Qatadah, mereka adalah orang-orang yang bertindak sewenang-wenang di kalangan mereka, yang juga pemimpin mereka dalam kejahatan.

Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.
(Q.S. Saba’ [34]: 34)

Yakni kami tidak akan beriman dan tidak akan mengikutinya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Wahhab, dari Sufyan, dari Asim, dari Abu Rajin yang menceritakan bahwa pernah ada dua orang yang berteman, salah seorang dari keduanya keluar menuju ke pantai, sedangkan yang lain tinggal di rumahnya.
Ketika Nabi ﷺ diutus, maka teman yang ada di pantai berkirim surat kepada temannya yang ada di tempat menanyakan perihal Nabi ﷺ Lalu temannya yang ada di tempat membalas suratnya dengan mengatakan bahwa Muhammad itu tidak ada seorang pun dari kalangan Quraisy yang mengikutinya, sesungguhnya yang mengikutinya hanyalah orang-orang yang lemah dan kaum fakir miskin.
Kemudian temannya yang sedang mengembara itu meninggalkan perniagaannya, lalu mendatangi temannya dan berkata kepadanya, “Tunjukkanlah aku kepada Muhammad.” Ternyata si pengembara itu sering membaca kitab atau sebagian dari kitab-kitab terdahulu.
Ketika sampai kepada Nabi ﷺ ia bertanya, “Engkau menyeru kepada apa?”
Nabi ﷺ menjawabnya, bahwa beliau menyeru manusia untuk berbuat anu dan anu (kebenaran).
Maka si pengembara itu langsung berkata, “Aku bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah.” Nabi ﷺ bertanya, “Mengapa engkau mengetahui sampai sejauh itu?”
Pengembara itu menjawab, bahwa sesungguhnya tidak sekali-sekali seorang nabi diutus melainkan yang menjadi pengikutnya adalah orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin dari kalangan kaumnya.
Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” (Q.S. Saba’ [34]: 34) Lalu Nabi ﷺ mengirimkan utusan kepada si pengembara untuk menyampaikan sabdanya: sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan wahyu yang membenarkan ucapanmu.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Heraklius kepada Abu Sufyan, ketika Heraklius menanyainya tentang perihal Nabi ﷺ Heraklius antara lain mengatakan, Dan aku bertanya kepadamu, “Apakah hanya orang-orang yang lemah yang menjadi pengikutnya, ataukah orang-orang terhormat mereka?”
Lalu kami jawab, “Memang sebenarnya hanya orang-orang yang lemah sajalah pengikut para rasul itu.”


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Saba (34) Ayat 34

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim, dari Sufyan, dari ‘Ashim, yang bersumber dari Ibnu Razin bahwa salah seorang dari dua orang yang berserikat di dalam dagangnya pergi ke Syam, sedang seorang lagi menetap di Mekah.
Ketika mendengar berita diutusnya seorang Nabi, ia menulis surat kepada temannya (yang ada di Mekah) menanyakan berita itu.
Ia menerima jawaban bahwa tidak seorangpun dari golongan Quraisy yang mengikutinya kecuali orang-orang yang hina dan miskin.
Setelah menerima jawaban itu, ia meninggalkan dagangannya dan meminta kepada temannya untuk mengantarkannya kepada Nabi, karena ia pernah membaca beberapa kitab tentang kenabian.
Menghadaplah ia kepada Nabi ﷺ sambil berkata: “Kepada apakah engkau mengajak kami?” Rasulullah ﷺ menjelaskannya.
Berkatalah orang itu: “Asyhadu annaka rasuulullaah (aku bersaksi bahwa engkau adalah rasulullah).” Rasulullah bertanya: “Dengan pengetahuan apa engkau berbuat demikian ?” Ia menjawab:
“Tidak diutus seorang nabi kecuali pengikutnya adalah orang-orang yang hina dan lemah dan orang-orang yang miskin.” Dengan turunnya ayat ini (Saba’:34), Rasulullah ﷺ mengutus seseorang untuk menyampaikan berita kepada orang itu, bahwa ucapannya dibenarkan oleh wahyu Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
“Saba” adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah ‘Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama “Bendungan Ma’rib”,
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni’matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa “sailul ‘arim” (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa’at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur ‘an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da’wahnya
orang-orang musyrik mendo’a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Ayat-ayat dalam Surah Saba (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Saba (34) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Saba (34) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Saba (34) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Saba - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 34:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba'
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
4.7
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim