Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Saba (Kaum Saba') - surah 34 ayat 33 [QS. 34:33]

وَ قَالَ الَّذِیۡنَ اسۡتُضۡعِفُوۡا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡا بَلۡ مَکۡرُ الَّیۡلِ وَ النَّہَارِ اِذۡ تَاۡمُرُوۡنَنَاۤ اَنۡ نَّکۡفُرَ بِاللّٰہِ وَ نَجۡعَلَ لَہٗۤ اَنۡدَادًا ؕ وَ اَسَرُّوا النَّدَامَۃَ لَمَّا رَاَوُا الۡعَذَابَ ؕ وَ جَعَلۡنَا الۡاَغۡلٰلَ فِیۡۤ اَعۡنَاقِ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ ہَلۡ یُجۡزَوۡنَ اِلَّا مَا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ
Waqaalal-ladziina-astudh’ifuu lil-ladziina-astakbaruu bal makrullaili wannahaari idz ta’muruunanaa an nakfura billahi wanaj’ala lahu andaadan wa-asarruunnadaamata lammaa raawuul ‘adzaaba waja’alnaal aghlaala fii a’naaqil-ladziina kafaruu hal yujzauna ilaa maa kaanuu ya’maluun(a);
Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri,
“(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.”
Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab.
Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir.
Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
―QS. Saba [34]: 33

Daftar isi

Those who were oppressed will say to those who were arrogant,
"Rather, (it was your) conspiracy of night and day when you were ordering us to disbelieve in Allah and attribute to Him equals."
But they will (all) confide regret when they see the punishment;
and We will put shackles on the necks of those who disbelieved.
Will they be recompensed except for what they used to do?
― Chapter 34. Surah Saba [verse 33]

وَقَالَ dan berkata

And will say
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ٱسْتُضْعِفُوا۟ (mereka) lemah

were oppressed
لِلَّذِينَ kepada orang-orang yang

to those who
ٱسْتَكْبَرُوا۟ (mereka) menyombongkan diri

were arrogant,
بَلْ bahkan

"Nay,
مَكْرُ tipu-daya

(it was) a plot
ٱلَّيْلِ di waktu malam

(by) night
وَٱلنَّهَارِ dan siang hari

and (by) day
إِذْ ketika/tatkala

when
تَأْمُرُونَنَآ kamu menyuruh kami

you were ordering us
أَن bahwa

that
نَّكْفُرَ kami kafir

we disbelieve
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَنَجْعَلَ dan kami menjadikan

and we set up
لَهُۥٓ bagi-Nya

for Him
أَندَادًا sekutu-sekutu

equals."
وَأَسَرُّوا۟ dan mereka menyatakan

But they will conceal
ٱلنَّدَامَةَ penyesalan

the regret
لَمَّا tatkala

when
رَأَوُا۟ mereka melihat

they see
ٱلْعَذَابَ azab

the punishment.
وَجَعَلْنَا dan Kami jadikan/pasang

And We will put
ٱلْأَغْلَٰلَ belenggu-belenggu

shackles
فِىٓ di/pada

on
أَعْنَاقِ leher

(the) necks
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(of) those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved.
هَلْ tidaklah

Will
يُجْزَوْنَ mereka diberi balasan

they be recompensed

Tafsir Quran

Surah Saba
34:33

Tafsir QS. Saba’ (34) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Oleh sebab itu, para pengikut itu tidak puas mendengar jawaban para pemimpinnya dan melanjutkan dakwaan bahwa para pemimpin itu selalu membujuk dan menipu mereka siang dan malam, serta memerintahkan supaya ingkar kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan yang lain.
Tetapi, semuanya telah telanjur dan tidak ada waktu lagi untuk kembali kepada kebenaran atau untuk bertobat.



Semuanya, baik para pemimpin maupun pengikutnya, telah mengetahui akan mendapat balasan yang setimpal atas ke-ingkaran dan kedurhakaan mereka.
Mereka merasa sangat menyesal ketika melihat azab yang akan ditimpakan kepada mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi.

Mereka dimasukkan ke neraka dalam keadaan terbelenggu.
Memang siksaan itulah yang layak ditimpakan karena sikap dan perbuatan mereka selama di dunia.

Tafsir QS. Saba (34) : 33. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang lemah itu balik berkata,
"Tetapi rencana dan bujukan kalian di siang dan malam hari telah menjerumuskan kami ke dalam jurang kehancuran.
Saat itu kalian perintahkan kami untuk mengingkari dan menyekutukan Allah. "
Kedua belah pihak berusaha menutupi penyesalan masing-masing, saat menyaksikan azab hampir datang, meskipun penyesalan itu tidak akan berguna lagi.
Kami letakkan belenggu pada leher orang-orang yang tidak mau beriman.


Tidakkah mereka itu pantas menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang lemah berkata kepada para pemimpin dalam kesesatan:
Pengaturan kalian terhadap keburukan siang dan malam yang membuat kami terjerumus ke dalam kebinasaan.
Kalian meminta kami agar kami kafir kepada Allah dan mengangkat sekutu-sekutu bagi-Nya dalam ibadah.


Masing-masing kubu merintihkan penyesalan saat mereka melihat azab disiapkan untuk mereka.
Dan Kami menjadikan belenggu-belenggu di leher orang-orang kafir itu.


Mereka tidak dihukum dengan hukuman ini kecuali disebabkan oleh kekufuran mereka kepada Allah dan perbuatan buruk mereka di dunia.
Ayat ini memperingatkan dengan keras untuk tidak mengikuti para penyeru kepada kesesatan dan para imam kezaliman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Sebenarnya tipu daya di waktu malam hari dan siang hari) yaitu tipu daya kalian terhadap kami yang kalian lakukan malam dan siang hari


(ketika kalian menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.’)


(Mereka menyembunyikan) kedua golongan itu, yaitu mereka yang menjadi pengikut kesesatan dan yang menjadi pemimpin kesesatan


(penyesalannya) karena tidak mau beriman kepada Nabi ﷺ


(tatkala mereka melihat azab.") masing-masing golongan menyembunyikan penyesalannya karena takut dicela.


(Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir) di dalam neraka.


(Tiadalah)


(mereka dibalas melainkan) dengan pembalasan


(apa yang telah mereka kerjakan) di dunia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.
(QS. Saba’ [34]: 33)

Yaitu tandingan-tandingan dan tuhan-tuhan lain bersama-Nya, dan kalian tegakkan kepada kami slogan-slogan palsu dan hal-hal mustahil lainnya untuk menyesatkan kami.

Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab (QS. Saba’ [34]: 33)

Yakni para pemimpin dan para pengikut, masing-masing menyesali apa yang telah dilakukannya semasa di dunia.

Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir.
(QS. Saba’ [34]: 33)

Maksudnya, rantai-rantai yang menyatukan tangan-tangan dan leher-leher mereka dalam satu ikatan.

Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Saba’ [34]: 33)

Sesungguhnya Kami hanya membalas amal perbuatan kalian, masing-masing orang mendapat balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya, para pemimpin kekafiran mendapat balasannya sendiri, begitu pula para pengikutnya mendapat balasan yang sesuai dengan amal perbuatan mereka.
Dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya:

Allah berfirman,
"Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-A’raf [7]: 38)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Farwah ibnu Abul Migra, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sulaiman ibnul Asbahani, dari Abu Sinan alias Darrar ibnu Surad, dari Abdullah ibnu Abul Huzail, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya neraka Jahanam itu ketika orang-orang yang menjadi penghuninya digiring ke sana, ia menyambut mereka dengan luapan apinya, kemudian menjilat mereka sekali jilat.
Maka tiada suatu daging pun dari mereka melainkan berguguran sampai ke bagian belakang telapak kakinya.

Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abul Hawari, telah menceritakan kepada kami At-Tayyib Abul Hasan, dari Al-Hasan ibnu Yahya Al-Khusyani yang mengatakan bahwa tiada sesuatu pun di dalam neraka Jahanam —baik berupa rumah, gua, belenggu, ikatan, dan rantai— melainkan tercatat padanya nama-nama pemiliknya (penghuninya).
Perawi mengatakan bahwa lalu ia menceritakan riwayat ini kepada Abu Sulaiman Ad-Darani rahimahullah.
Maka ia menangis, kemudian berkata,
"Alangkah ngerinya seandainya semua itu dihimpunkan pada diri seseorang, kedua kakinya diikat, kedua tangannya dibelenggu dan lehernya dirantai, kemudian dimasukkan ke dalam neraka dan dimasukkan ke dalam penjara yang ada di neraka.
Ya Allah, selamatkan diriku dari siksa neraka."

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 33

A’NAAQ
أَعْنَاق

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya ialah ‘unq atau ‘unuq yang berarti penyambung antara kepala dan badan (leher). ‘Unuqun ilayk artinya cenderung kepadamu untuk menunggu dan mendengar.
‘Unuq ad dahr artinya zaman dahulu.

Apabila lafaz ini disandarkan kepada sesuatu, artinya adalah permulaan sesuatu itu.

Jika dikaitkan dengan pohon, maknanya ialah apa yang ada di antara batang dan akarnya.
Dzu ‘unuq juga sebagai nama bagi kuda Al Miqdad bin Al Aswad, atau gelaran bagi Amir bin Al Mulawwih, atau gelaran Khuwailid bin Hilal Al Bajali.

Lafaz ‘unuq ini kadang digunakan dalam bentuk mudzakkar (maskulin), dan kadang dalam bentuk mu’annats (feminin).
Lafaz dalam bentuk jamak ini (a’naaq) disebut tujuh kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Anfaal (8), ayat 12;
• Ar Rad (13) ayat 5;
• Asy Syu’araa’ (26) ayat 4;
Saba (34) ayat 33;
Yaa Siin (36) ayat 8;
Shad (38) ayat 33;
Al Mu’min (40) ayat 71

Lafaz a’naaq mengandung beberapa makna, ia dapat memberi makna kelompok manusia, para pemimpin, bahagian dari kebaikan.
Contoh bahagian kebaikan dalam hadis disebutkan:

"Orang yang mengumandangkan azan adalah orang yang paling panjang leher mereka."

Artinya, mereka banyak amalannya juga dikaitkan dengan pembesar dan pemimpin, karena mereka diberikan sifat leher yang panjang.

Asy Syawkani berpendapat, makna kata a’naaq yang terdapat dalam surah Al Anfaal adalah diri atau jiwa, karena ia berkaitan dengan pukulan sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Katsir ketika menafsirkan surah Asy Syu’araa’ ayat 4,

"Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya."

Namun, At Tabari berkata yang dimaksudkan dengan a’naaq dalam surah Al Anfaal, ayat 12 ialah leher, atau kepala karena sebelumnya terdapat lafaz fauq (di atas). Beliau menyimpulkan maknanya kepala atau leher karena Nabi Muhammad menyuruh sahabat-sahabatnya memukul kepala orang musyrik, leher, tangan dan kaki mereka pada waktu Perang Badar.
Sedangkan pada surah lain, ia bermakna leher, karena lafaz a’naaq itu dikaitkan dengan al aghlaal yaitu belenggu.
Sehubungan dengan itu, Ibnu Katsir menukilkan dari Al Kufi satu riwayat dari Ibnu Abbas yaitu makna ayat 29 dari surah Al Israa‘:

(Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di leher, yaitu tangan-tangan mereka terikat dan terbelenggu di leher mereka, sehingga tidak dapat memberikan kebaikan."

Kesimpulannya, makna kata a’naaq pada ketujuh ayat di atas mengandung dua makna.

Makna pertama ialah leher, yaitu yang terdapat pada surah Ar Ra’d, Saba, Sad dan Al Mu’min.

Makna kedua ialah diri atau jiwa, seperti yang terdapat dalam surah Al Anfaal dan Asy Syu’araa,

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:6-7

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilahkabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhalaberhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
Rasulrasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio Murottal

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 33 - Gambar 1 Surah Saba ayat 33 - Gambar 2
Statistik QS. 34:33
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba’
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
Sending
User Review
4.8 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

34:33, 34 33, 34-33, Surah Saba 33, Tafsir surat Saba 33, Quran Saba’ 33, Surah Saba ayat 33

Video Surah

34:33


More Videos

Kandungan Surah Saba

۞ QS. 34:1 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 34:2 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 34:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 34:5 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 34:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 34:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:8 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 34:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 34:11 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 34:12 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:13 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:14 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:15 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 34:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:17 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:19 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 34:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 34:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 34:23 • Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 34:24 Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:25 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 34:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 34:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:29 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:30 • Kebenaran hari penghimpunan • Segala sesuatu ada takdirnya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:31 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:32 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:33 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 34:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:36 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:37 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 34:38 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:40 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:41 • Al Wali (Maha Pelindung) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 34:42 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 34:43 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:45 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:46 Rasul diutus dan wafat saat kiamat telah dekat

۞ QS. 34:47 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 34:48 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 34:50 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al Qarib (Maha Dekat) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 34:51 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 34:52 • Beriman ketika datang hari kiamat

۞ QS. 34:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:54 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad),
melainkan untuk rahmat bagi semesta alam.
Katakanlah:
“Sungguh yang diwahyukan kepadaku adalah:
‘Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)'”
QS. Al-Anbiya [21]: 107

dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa & menangis.
dan bahwasanya Dialah yang mematikan & menghidupkan,
dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria & wanita.
QS. An-Najm [53]: 43-45

Isa putra Maryam berdoa:
Ya Tuhan turunkan pada kami hidangan langit yang menjadi hari raya bagi orang yang bersama kami & yang datang sesudah kami, & menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah rezeki, & Kaulah pemberi rezeki Yang Utama
QS. Al-Ma’idah [5]: 114

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit & yang ada di bumi.
Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki,
Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki,
dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Ali ‘Imran [3]: 129

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Al Khaliq

Apa itu Al Khaliq? Allah itu Al-Khaliq ◀ Al-Khaliq sendiri memiliki makna yaitu Sang Maha Pencipta. Allah adalah pencipta langit dan bumi, alam semesta beserta isinya. Kita semua ini adalah termasu...

Asy-Syura

Apa itu Asy-Syura? Surah Asy-Syura adalah surah ke-42 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat. Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yan...

iblis

Apa itu iblis? ib.lis makhluk halus yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari petunjuk Tuhan; roh jahat; setan; digoda iblis; ia kemasukan iblis … •