Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 28 [QS. 34:28]

وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنٰکَ اِلَّا کَآفَّۃً لِّلنَّاسِ بَشِیۡرًا وَّ نَذِیۡرًا وَّ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Wamaa arsalnaaka ilaa kaaffatan li-nnaasi basyiiran wanadziiran walakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun(a);
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
―QS. Saba [34]: 28

Daftar isi

And We have not sent you except comprehensively to mankind as a bringer of good tidings and a warner.
But most of the people do not know.
― Chapter 34. Surah Saba [verse 28]

وَمَآ dan tidak

And not
أَرْسَلْنَٰكَ Kami mengutus kamu

We have sent you
إِلَّا kecuali

except
كَآفَّةً seluruh

comprehensively
لِّلنَّاسِ untuk manusia

to mankind
بَشِيرًا pembawa kabar

(as) a giver of glad tidings
وَنَذِيرًا dan pemberi peringatan

and (as) a warner.
وَلَٰكِنَّ tetapi

But
أَكْثَرَ kebanyakan

most
ٱلنَّاسِ manusia

[the] people
لَا tidak

(do) not
يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

know.

Tafsir Quran

Surah Saba
34:28

Tafsir QS. Saba’ (34) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad diutus kepada seluruh manusia.
Ia bertugas sebagai pembawa berita gembira bagi orang yang mempercayai dan mengamalkan risalah yang dibawanya dan sekaligus pembawa peringatan kepada orang yang mengingkari atau menolak ajaran-ajarannya.

Nabi Muhammad adalah nabi penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul diutus Allah sesudahnya.
Dengan demikian, pastilah risalah yang dibawanya itu berlaku untuk seluruh manusia sampai kiamat.

Sebagai risalah yang terakhir, maka di dalamnya tercantum peraturan-peraturan dan syariat hukum-hukum yang layak dan baik untuk dijalankan di setiap tempat dan masa.



Risalah yang dibawa Nabi Muhammad bersumber dari Allah Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui.

Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada pada keduanya.
Dialah yang mengatur segala apa yang ada pada keduanya.

Dialah yang mengatur semuanya itu dengan peraturan yang amat teliti sehingga semuanya berjalan dengan baik dan harmonis.
Allah yang demikian besar kekuasaan-Nya tidak mungkin akan menurunkan suatu risalah yang mencakup seluruh umat manusia kalau peraturan dan syariat itu tidak mencakup seluruh kepentingan manusia pada setiap masa.

Dengan demikian, pastilah risalahnya itu risalah yang baik untuk diterapkan kepada siapa dan umat yang mana pun di dunia ini.
Banyak ayat di dalam Alquran yang menegaskan bahwa Muhammad diutus kepada manusia seluruhnya.

تَبٰرَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلٰى عَبْدِهٖ لِيَكُوْنَ لِلْعٰلَمِيْنَ نَذِيْرًا

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Alquran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). (Al-Furqaan [25]: 1)

Dan firman-Nya:

قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ۨالَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Katakanlah (Muhammad),
"Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi;
tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya).
Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
(Al-A’raf [7]: 158)

Hal ini tidak diketahui oleh semua orang bahkan kebanyakan manusia menolak dan menantangnya.
Di antara penantang-penantang itu adalah kaum Muhammad sendiri yaitu orang-orang kafir Mekah.


وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ

Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf [12]: 103)

Tafsir QS. Saba (34) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, sesungguhnya Kami tidak mengutusmu kecuali untuk seluruh umat manusia, sebagai pembawa berita gembira bagi orang beriman dan pemberi peringatan bagi orang kafir.
Namun sebagian besar manusia tidak mengetahui kebenaran dirimu dan misi kerasulanmu yang universal.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Rasul) kecuali kepada manusia seluruhnya, sebagai pemberi kabar gembira pahala dari Allah, dan sebagai penyampai peringatan terhadap hukuman-Nya.
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran, sehingga mereka berpaling darinya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan untuk semua) lafal Kaaffatan berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan dari lafal An Naas yang sesudahnya, didahulukan mengingat kedudukannya yang sangat penting


(manusia sebagai pembawa berita gembira) kepada orang-orang yang beriman, bahwa mereka akan masuk surga


(dan sebagai pemberi peringatan) kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka


(tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir Mekah


(tidak mengetahui hal ini).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada hamba dan Rasul-Nya, Muhammad ﷺ:

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.
(QS. Saba’ [34]: 28)

Yakni kepada semua makhluk yang dikenai taklif, sebagaimana pengertian yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah,
"Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian."
(QS. Al-Araf: 158)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.
(QS. Al-Furqaan [25]: 1)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.
(QS. Saba’ [34]: 28)

Artinya, kamu menyampaikan berita gembira masuk surga bagi orang-orang yang taat kepadamu, dan kamu memberikan peringatan masuk neraka bagi orang-orang yang durhaka kepadamu.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(QS. Saba’ [34]: 28)


Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.
(QS. Yusuf [12]: 103)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.
(QS. Al-An’am [6]: 116)

Muhammad ibnu Ka’b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan Kami tidak mengutusmu melainkan kepada umat manusia seluruhnya.
(QS. Saba’ [34]: 28)
Yakni kepada segenap umat manusia.


Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Muhammad ﷺ kepada bangsa Arab dan non-Arab, maka orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan taat kepada-Nya.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zarani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adni, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutamakan Muhammad ﷺ di atas semua penduduk langit dan semua para nabi.
Murid-murid Ibnu Abbas bertanya,
"Wahai Ibnu Abbas, apakah keutamaan Nabi Muhammad ﷺ atas semua para nabi?"
Ibnu Abbas menjawab bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.
(QS. Ibrahim [14]: 4)
Sedangkan sehubungan dengan Nabi Muhammad ﷺ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya.
(QS. Saba’ [34]: 28)
Maka Allah mengutusnya kepada umat manusia dan umat jin.


Apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini mempunyai bukti yang menguatkannya disebutkan di dalam kitab Sahihain yang di-marfu ‘-kan oleh sahabat Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah dianugerahkan kepada seorang nabi pun sebelumku:
Aku diberi pertolongan dengan rasa gentar yang mencekam hati musuh sejauh perjalanan satu bulan, bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid dan suci lagi menyucikan, maka barang siapa dari kalangan umatku yang memasuki waktu salat hendaklah ia salat (di mana pun berada), dan dihalalkan bagiku ganimah, padahal ganimah belum pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku, aku diberi izin untuk memberikan syafaat, dan dahulu seorang nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia.

Di dalam kitab sahih disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku diutus untuk kulit hitam dan kulit merah.

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah jin dan manusia seluruhnya.
Selain Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah orang Arab dan orang non-Arab.
Semua pendapat tersebut benar.

Kata Pilihan Dalam Surah Saba (34) Ayat 28

KAAFFAH
كَآفَّة

Ism manshub (berbaris atas) karena dalam kedudukan haal yaitu menggambarkan keadaan.
Maknanya jamii’a yaitu keseluruhan.

Berasal dari kata al kaff dan asal maknanya ialah al man’ yaitu penolakan, menghalang atau melindungi.
Dikatakan untuk ujung tangan, kaff yaitu telapak tangan karena ia melindungi seluruh anggota badan dengannya, rajul makfuuf bermakna matanya menghalangnya dari melihat.
Ibnu Qutaibah dan Al Yazidi memberikan makna lafaz ini dengan makna di atas.

Ia disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 208;
• At Taubah (9); ayat 36 (dua kali), 122;
Saba’ (34), ayat 28.
Allah berfirman,

ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً

Al Qurtubi berkata,
lafaz kaffah dalam ayat ini adalah haal atau keadaan bagi lafaz as silm (Islam) yang bermakna jamii’a yaitu keseluruhan.
Dipetik dari kata kafafta, maknanya engkau menghalang yaitu "Janganlah engkau menghalang seseorang masuk Islam"

Pakar tafsir menyatakan, ia dinamakan kaffah karena ia melarang mereka dari perpecahan

Lafaz kaffah dalam kesemua ayat-ayat ini bermakna keseluruhan, namun berbeda perkara dan keadaan.

Dalam surah At Taubah (9), ayat 36, adalah perintah Allah kepada orang mukmin untuk memerangi orang musyrik secara menyeluruh seperti mereka memerangi mereka.
Allah berfirman,

وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً

Ibnu Katsir menyatakan, terdapat dua pentafsiran dalam ayat ini.

Pertama, ayat ini terputus dari kalimat sebelumnya dan membentuk hukum baru sehingga ia menjadi suruhan dan galakan.
Tafsirannya, "Sebagaimana mereka berhimpun bagi memerangi kamu, apabila mereka memerangi kamu berhimpunlah kamu juga bagi memerangi mereka sebagaimana mereka memerangi kamu"

Kedua, ayat ini adalah izin bagi orang mukmin memerangi orang musyrik pada bulan Muharam, sekiranya mereka memulainya seperti dalam firman Allah yang berarti,

Dan janganlah kamu memerangi mereka di dalam Masjidil Haram, sehingga mereka memerangi kamu di dalamnya, sekiranya mereka memerangi kamu maka bunuhlah mereka

Dan juga Allah berfirman yang artinya,

Bulan Muharam (dibalas) dengan bulan Muharam dan kehormatan itu berbalasan juga.

Dalam surah At Taubah, ayat 122 menceritakan tentang larangan keseluruhan orang mukmin dari keluar berperang.
Allah berfirman,

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةًۚ

Asy Syaukani berkata,
para pakar berbeda pendapat mengenai makna dalam ayat ini.

Pertama, sebahagian pakar menyatakan ayat ini adalah sisa-sisa hukum berjihad.
Ini karena apabila Allah menurunkan perintah berjihad dan berperang, orang muslim apabila diseru oleh Rasulullah untuk memerangi orang kafir, kesemua mereka keluar berjihad sehingga Madinah menjadi kosong dan sunyi.
Lalu Allah mengabarkan kepada mereka, tindakan mereka kurang tepat sekiranya mereka semua keluar berjihad.
Sebaliknya, hendaklah segolongan dari mereka menetap dan belajar serta mendalami ilmu pengetahuan, seterusnya mengajarkan kepada orang yang berperang apabila mereka pulang dari berperang.

Kedua, sebahagian lagi menyatakan ayat ini bukanlah sisa-sisa dari hukum berjihad, namun mempunyai hukum tersendiri berkenaan dengan suruhan keluar mencari dan mendalami ilmu agama sepertimana kewajiban keluar berjihad di jalan Allah.

Dari sini, terdapat dua safar (keluar mengembara) yaitu, keluar bagi berjihad dan keluar bagi menuntut ilmu.
Tentunya kewajiban keluar menuntut ilmu berlaku apabila tidak ada penuntut yang belajar di tempatnya melainkan dengan keluar mengembara untuk belajar.

Sedangkan dalam surah Saba’, lafaz kaffah berkaitan dengan perutusan Rasulullah bagi semua manusia.
Allah berfirman,

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا

Muhammad Ali As Sabuni menafsirkan ayat ini, "Kami tidak mengutusmu wahai Muhammad, untuk orang Arab saja, namun kami mengutusmu untuk keseluruhan makhluk, membawa berita gembira bagi orang yang beriman dengan nikmat syurga dan membawa peringatan bagi orang kafir tentang siksaan api neraka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:507-509

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
▪ Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba’.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
▪ Rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio Murottal

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 28 - Gambar 1 Surah Saba ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 34:28
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba’
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

34:28, 34 28, 34-28, Surah Saba 28, Tafsir surat Saba 28, Quran Saba’ 28, Surah Saba ayat 28

Video Surah

34:28


Load More

Kandungan Surah Saba

۞ QS. 34:1 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 34:2 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 34:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 34:5 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 34:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 34:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:8 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 34:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 34:11 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 34:12 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:13 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:14 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:15 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 34:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:17 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:19 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 34:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 34:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 34:23 • Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 34:24 Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:25 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 34:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 34:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:29 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:30 • Kebenaran hari penghimpunan • Segala sesuatu ada takdirnya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:31 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:32 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:33 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 34:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:36 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:37 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 34:38 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:40 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:41 • Al Wali (Maha Pelindung) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 34:42 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 34:43 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:45 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:46 Rasul diutus dan wafat saat kiamat telah dekat

۞ QS. 34:47 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 34:48 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 34:50 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al Qarib (Maha Dekat) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 34:51 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 34:52 • Beriman ketika datang hari kiamat

۞ QS. 34:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:54 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
QS. Al-Qasas [28]: 24

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiada yang merasa aman & azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

QS. Al-A’raf [7]: 99

Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam bila telah gelap gulita,
dari kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
dari kejahatan pendengki bila ia dengki
QS. Al-Falaq [113]: 1

Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmu agamamu,
dan untukku lah,
agamaku.
QS. Al-Kafirun [109]: 3-6

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

+

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Al-Falaq

Apa itu Al-Falaq? Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Alquran. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh. Surat ini tergolong surah Makkiyah. Inti dari Surah ini adalah perintah agar umat manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala menghadapi segala keburukan yang te … • Al-Falaq, Al Falaq

Aisyah binti Abu Bakar

Siapa itu Aisyah binti Abu Bakar? Aisyah binti Abu Bakar Adalah istri dari Nabi Islam Muhammad. Dalam penulisan Islam, sering ditambahkan pula gelar “Ibu orang-orang Mukmin” , sebagai gambaran bagi para istri Muhammad sebagai “Ibu dari orang-orang Mukmin” dalam Qur’an. Ia dikutip sebagai sumber dari … • Aisha bint Abi Bakr, Aisha, Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq • Siti ‘Aisyah, Siti Aisyah, A’isyah, Aisyah

Al-A’la

Apa itu Al-A’la? Surah Al-A’la adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man bi … • Al-A’la, Al A’la