Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 15 [QS. 34:15]

لَقَدۡ کَانَ لِسَبَاٍ فِیۡ مَسۡکَنِہِمۡ اٰیَۃٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنۡ یَّمِیۡنٍ وَّ شِمَالٍ ۬ؕ کُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِ رَبِّکُمۡ وَ اشۡکُرُوۡا لَہٗ ؕ بَلۡدَۃٌ طَیِّبَۃٌ وَّ رَبٌّ غَفُوۡرٌ
Laqad kaana lisaba-in fii maskanihim aayatun jannataani ‘an yamiinin wasyimaalin kuluu min rizqi rabbikum waasykuruu lahu baldatun thai-yibatun warabbun ghafuurun;
Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan),
“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya.
(Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
―QS. Saba [34]: 15

Daftar isi

There was for (the tribe of) Saba‘ in their dwelling place a sign:
two (fields of) gardens on the right and on the left.
(They were told),
"Eat from the provisions of your Lord and be grateful to Him.
A good land (have you), and a forgiving Lord."
― Chapter 34. Surah Saba [verse 15]

لَقَدْ sesungguhnya

Certainly,
كَانَ adalah

(there) was
لِسَبَإٍ bagi kaum Saba

for Saba
فِى di

in
مَسْكَنِهِمْ tempat kediaman mereka

their dwelling place
ءَايَةٌ tanda-tanda

a sign:
جَنَّتَانِ dua kebun

Two gardens
عَن dari

on
يَمِينٍ sebelah kanan

(the) right
وَشِمَالٍ dan sebelah kiri

and (on the) left.
كُلُوا۟ makanlah

"Eat
مِن dari

from
رِّزْقِ rizki

(the) provision
رَبِّكُمْ Tuhan kalian

(of) your Lord
وَٱشْكُرُوا۟ dan bersyukurlah

and be grateful
لَهُۥ kepada-Nya

to Him.
بَلْدَةٌ negeri

A land
طَيِّبَةٌ yang baik

good
وَرَبٌّ dan Tuhan

and a Lord
غَفُورٌ Maha Pengampun

Oft-Forgiving."

Tafsir

Alquran

Surah Saba
34:15

Tafsir QS. Saba (34) : 15. Oleh Kementrian Agama RI


Di sebelah selatan negeri Yaman berdiam suatu kaum bernama Saba‘.
Mereka menempati suatu daerah yang amat subur sehingga mereka hidup makmur dan telah mencapai kebudayaan yang tinggi.

Mereka dapat menguasai air hujan yang turun lebat pada musim tertentu dengan membangun sebuah bendungan raksasa yang dapat menyimpan air untuk musim kemarau.
Bendungan itu boleh dikatakan bendungan alami karena terletak di antara dua buah bukit dan di ujungnya didirikan bangunan yang tinggi untuk mencegah air mengalir sia-sia ke padang pasir.

Mereka membuat pintu-pintu air yang bila dibuka dapat mengalirkan air ke daerah yang mereka kehendaki.
Bendungan ini terkenal dengan Bendungan Ma’rib atau Bendungan al-‘Arim.



Banyak di antara ahli sejarah dan peneliti di barat meragukan tentang adanya Bendungan Ma’rib ini.
Akhirnya seorang peneliti dari Perancis datang sendiri ke selatan Yaman untuk menyelidiki sisa-sisa bendungan itu pada tahun 1843. Dia dapat membuktikan adanya bendungan itu dengan menemukan bekas-bekasnya, lalu memotret dan mengirimkan gambar-gambarnya ke suatu majalah di Perancis.
Para peneliti lainnya menemukan pula beberapa batu tulis di antara reruntuhan bendungan itu.

Dengan demikian, mereka bertambah yakin bahwa dahulu kala di sebelah selatan Yaman telah berdiri sebuah kerajaan yang maju, makmur, dan tinggi kebudayaannya.



Pada ayat ini, Allah menerangkan sekelumit tentang kaum Saba‘ yang mendiami daerah sebelah selatan Yaman itu.

Mereka menempati sebuah lembah yang luas dan subur berkat pengairan yang teratur dari Bendungan Ma’rib.
Di kiri dan kanan daerah mereka terbentang kebun-kebun yang amat luas dan subur yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang melimpah ruah.



Kaum Saba‘ pada mulanya menyembah matahari, namun setelah pimpinan kerajaan dipegang Ratu Balqis, mereka menjadi kaum yang beriman dengan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Sulaiman.
Hal ini diceritakan dalam Alquran sebagai berikut:


Maka tidak lama kemudian (datanglah Hudhud), lalu ia berkata,
"Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui.
Aku datang kepadamu dari negeri Saba‘ membawa suatu berita yang meyakinkan.
Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.
Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah;
dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.
(an-Naml [27]: 22-24)


Tetapi, lama-kelamaan kaum Saba‘ menjadi sombong dan lupa bahwa kemakmuran yang mereka miliki adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan Maha Pemurah.
Allah dengan perantaraan rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukuri-Nya atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan kepada mereka.
Negeri mereka menjadi subur dan makmur berkat karunia Allah Yang Maha Pengampun, melindungi mereka dari segala macam bahaya dan malapetaka.

Tafsir QS. Saba (34) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah, sungguh di tempat tinggal penduduk negeri Saba‘ di Yaman terdapat bukti-bukti kekuasaan-Ku.
Di sana terdapat dua petak kebun yang memagari negeri mereka di sebelah kiri dan kanan.


Kepada mereka dikatakan,
"Makanlah dari rezeki Tuhan dan syukurilah nikmat-Nya dengan menggunakannya secara baik.
Negeri kalian adalah negeri yang baik yang dipenuhi pepohonan dan buah- buahan.


Ampuan Tuhan sungguh amat luas bagi orang yang mau bersyukur."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kabilah Saba’ di Yaman memiliki tempat tinggal yang membuktikan kuasa Kami, dua kebun di kanan dan kiri.
Makanlah dari rizki Rabb kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya atas kalian, karena negeri kalian bertanah subur dan berhawa bagus, sedangkan Rabb kalian Maha Pengampun terhadap kalian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya bagi kaum Saba) Saba dapat dibaca dengan memakai harakat Tanwin pada akhirnya atau bisa juga tidak.
Saba adalah nama suatu kabilah bangsa Arab yang diambil dari nenek moyang mereka


(di tempat kediaman mereka) di negeri Yaman


(ada tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala


(yaitu dua buah kebun) (di sebelah kanan dan di sebelah kiri) lembah tempat mereka tinggal.
Dan dikatakan kepada mereka,


("Makanlah oleh kalian dari
rezeki Rabb kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Nya.") atas apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada kalian berupa nikmat-nikmat yang ada di negeri Saba.


(Negeri kalian, adalah negeri yang baik) tidak ada tanah yang tandus, tidak ada nyamuk, tidak ada lalat, tidak ada lalat pengisap darah, tidak ada kalajengking dan tidak ada ular.
Seandainya ada orang asing lewat ke negeri itu dan pada bajunya terdapat kutu, maka kutu itu otomatis akan mati karena harum dan bersihnya udara negeri Saba.


(Dan) Allah


(Rabb Yang Maha Pengampun.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya, dan Tababi’ah (jamak Tubba’ nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka.
Balqis (teman wanita Nabi Sulaimanalaihis salam) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.
Dahulu kala mereka hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka, kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengutus kepada mereka rasulrasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya, mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.
Akhirnya mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yangmemporak-porandakan seluruh negeri, sebagaimana yang akan diceritakan kisahnya secara rinci dalam pembahasan berikut ini, insya Allah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Abdullah ibnu Hubairah, dari Abdur Rahman ibnu Wa’lah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan, pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang Saba, apakah itu nama seorang laki-laki ataukah seorang perempuan ataukah nama negeri.
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Tidak demikian, dia adalah seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak, enam di antara mereka tinggal di negeri Yaman, sedangkan empat orang dari mereka tinggal di Yaman adalah kabilah Mulhaj, kabilah Kindah, kabilah Azd, orang-orang Asy’ari, Anmar, dan Himyar.
Adapun yang tinggal di Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abdu, dari Al-Hasan ibnu Musa, dari Ibnu Lahi’ah dengan sanad yang sama, sanad riwayat ini hasan, tetapi mereka tidak mengetengahkannya.


Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Barr telah meriwayatkannya di dalam kitabnya yang berjudul Al-Qasdu wal Umam Bima ‘rifati Usul Ansabil ‘Arab wal ‘Ajam, melalui hadis Ibnu Lahi’ah, dari Alqamah ibnu Wa’lah, dari Ibnu Abbas, lalu disebutkan hal semisal.
Ia pun telah meriwayatkannya melalui jalur lain dengan Imam Ahmad mengatakan pula, juga Abd ibnu Humaid dan Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Abu Janab alias Yahya ibnu Abu Hayyah Al-Kalabi, dari Ibnu Harun, dari Urwah, dari Farwah ibnu Masik r.a. yang menceritakan bahwa ia pernah datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, saya akan berperang di depan kaum saya dan di belakang mereka."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya, berperanglah di depan kaummu dan di belakang mereka".
Setelah aku berpaling, beliau memanggilku, lalu bersabda:
Janganlah kamu perangi mereka sebelum kamu seru mereka masuk Islam.
Saya bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu tentang Saba, apakah nama sebuah lembah ataukah sebuah gunung ataukah nama apa?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Tidak, bahkan Saba adalah dari keturunan bangsa Arab, dia mempunyai sepuluh orang anak, enam orang di antaranya tinggal di negeri Yaman, sedangkan yang empat orang lainnya tinggal di Yaman adalah Al-Azd, Asy’ariyyun, Himyar, Kindah, Muzhaj, dan Anmar yang dikenal dengan sebutan Bajilah dan Khas’am.
Sedangkan yang tinggal di Sanad hadis ini pun hasan, sekalipun di dalamnya terdapat Abu Janab Al-Kalbi yang dinilai daif oleh ulama hadis.


Tetapi Ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Al-Anqari, dari Asbat ibnu Nasr, dari Yahya ibnu Hani’ Al-Muradi, dari pamannya atau dari ayahnya —Asbat ragu— yang telah mengatakan bahwa Farwah ibnu Masik r.a. datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ, lalu disebutkan hadis yang semisal.

Jalur lain dari hadis ini.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi’ah, dari Taubah ibnu Namir, dari Abdul Aziz ibnu Yahya yang menceritakan kepadanya bahwa ketika ia berada di tempat Ubaidah ibnu Abdur Rahman di Afrika, maka pada suatu hari Ubaidah mengatakan,
"Saya merasa yakin bahwa tiada suatu kaum pun yang tinggal di bumi ini melainkan berasal dari Saba."
Maka Ali ibnu Abu Rabah membantahnya, bahwa tidaklah demikian karena si Fulan pernah bercerita kepadanya bahwa Farwah ibnu Masih Al-Gutaifi r.a pernah datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Saba adalah suatu kaum yang pernah mencapai puncak kejayaannya di masa Jahiliah, dan sesungguhnya saya merasa khawatir bila mereka murtad dari Islam, bolehkan saya memerangi mereka?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab,
"Aku belum diperintahkan untuk melakukan suatu tindakan apa pun terhadap mereka."
Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka.
(QS. Saba‘ [34]: 15), hingga beberapa ayat berikutnya.
Lalu seorang lelaki bertanya,
"Apakah Saba itu, ya Rasulullah?"
-Kemudian disebutkan hal yang semisal dengan hadis yang sebelumnya yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang Saba, apakah Saba itu nama negeri atau nama lelaki ataukah nama perempuan.
– Maka beliau ﷺ menjawab:
Tidak, bahkan ia adalah nama seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang putra, enam orang di antaranya menetap di negeri Yaman, dan empat orang di antaranya tinggal di Yaman adalah Muzhaj, Kindah, Al-Azd, Asy’ariyyin, Anmar, dan Himyar yang tidak menetap padanya.
Adapun mereka yang tinggal di Di dalam hadis ini terdapat keanehan karena disebutkan turunnya ayat tersebut di Madinah, padahal surat ini adalah Makkiyyah seluruhnya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Jalur lain,

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Umamah, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnul Hakam, telah menceritakan kepada kami Abu Sabrah An-Nakha’i alias Farwah ibnu Masik Al-Gutaifi r.a. yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki bertanya,
"Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang Saba, apakah ia nama negeri ataukah nama wanita?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Bukan nama negeri, bukan pula nama wanita, melainkan nama seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak:
maka enam orang di antaranya tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lamya tinggal di Yaman ialah Kindah, Asy ‘ariyyin, Al-Azd, Muzhaj, Himyar, dan Anmar.
Lelaki itu bertanya lagi,
"Siapa sajakah yang termasuk Anmar itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Khas’am dan Bajilah berasal dari mereka.

Imam Turmuzi telah meriwayatkannya di dalam kitab Jami ‘-nya melalui Abu Kuraib dan Abdu ibnu Humaid.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, lalu disebutkan hadis yang lebih singkat daripada hadis di atas, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.

Abu Umar ibnu Abdul Barr mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Waris ibnu Sufyan, telah menceritakan kepada kami Qasim ibnu Asbag, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Najdah Al-Huti, telah menceritakan kepada kami Ibnu Kasir alias Usman ibnu Kasir, dari Al-Lais ibnu Sa’d, dari Musa ibnu Ali, dari Yazid ibnu Husain, dari Tamim Ad-Dari r.a. yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu menanyakan kepadanya tentang Saba.
Kemudian disebutkan hal yang semisal dengan hadis yang di atas, riwayat ini membuat hadis ini menjadi kuat dan hasan.

Ulama ahli nasab —antara lain Muhammad ibnu Ishaq— telah mengatakan bahwa nama asli Saba ialah Abdu Syams ibnu Yasyjub ibnu Ya’rib ibnu Qahtan.
Ia diberi julukan Saba karena dialah orang yang mula-mula ber-saba di kalangan orang-orang Arab.
Ia dikenal pula dengan julukan Ar-Ra-isy karena dialah orang yang mula-mula mengambil harta jarahan perang seusai peperangan, lalu ia bagi-bagikan kepada kaumnya.
Orang-orang Arab menamakan harta dengan istilah risyan atau riyasy.
Mereka menyebutkan bahwa Abdu Syams ibnu Yasyjub di masa silam telah memberitakan kabar gembira akan kedatangan Rasulullah ﷺ, lalu ia mengukirnya ke dalam bait-bait syairnya yang abadi, yaitu:

Hal ini disebutkan oleh Al-Hamzani di dalam kitab Al-Iklil.
Mereka berselisih pendapat tentang Qahtan, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Pertama, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Iram ibnu Sam ibnu Nuh.
Dan mereka berselisih pendapat tentang kaitan nasabnya dengan Iram, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Kedua, menyebutkan bahwa Qahtan berasal dari keturunan Abir, yakni Nabi Hudalaihis salam Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilah nasabnya sampai pada Hudalaihis salam Ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Ketiga, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Ismail ibnu Ibrahim Al-Khalil ‘alaihis salam Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilahnya sampai kepada Ismail ‘alaihis salam ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya

Hal ini disebutkan dengan rinci oleh Imam Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Bar An-Namiri di dalam kitabnya yang berjudul Al-Anbah ‘Ala Zikri Usulil Qabdilir Ruwwah.


Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Dia adalah seorang lelaki keturunan Arab.

Yang dimaksud dengan ‘Arabul ‘Aribah yang telah ada sebelum masa Nabi ibrahimalaihis salam keturunan dari Sam ibnu Nuh.
Berdasarkan pendapat yang ketiga yang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan dari Nabi Ibrahimalaihis salam, pendapat ini tidak terkenal di kalangan mereka, hanya Allah­lah Yang Maha Mengetahui.

Tetapi di dalam kitab Sahih Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersua dengan sekelompok orang-orang Aslam yang sedang berlomba memanah, lalu beliau ﷺ bersabda kepada mereka:

Berpanahanlah, hai anak-anak Ismail, karena sesungguhnya kakek moyang kalian adalah seorang pemanah.

Aslam adalah suatu kabilah dari kalangan Ansar, dan semua orang Ansar —baik Khazrajnya maupun Ausnya— berasal dari Gassan keturunan Arab negeri Yaman dari Saba.
Mereka tinggal di Yasrib setelah Saba runtuh akibat banjir besar yang menimpa negerinya, sedangkan segolongan dari mereka tinggal di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan.
Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal.
Hasan ibnu Sabit r.a. mengatakan dalam salah satu bait syairnya:

Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan

Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Dia melahirkan sepuluh orang anak dari kalangan Arab.

Yakni di antara keturunannya adalah mereka yang sepuluh orang itu, yang menjadi kakek moyang kabilahkabilah Arab negeri Yaman, bukan berarti bahwa dia melahirkan sepuluh orang anak dari sulbinya, melainkan ada yang antara mereka dan dia dua atau tiga tingkatan nasab, ada yang kurang dari itu, dan ada yang lebih banyak, seperti yang telah dijelaskan di kitabkitab nasab yang membahasnya.

Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Maka enam orang di antara mereka tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lainnya tinggal di Hal ini terjadi setelah Allah mengirimkan banjir besar kepada mereka.
Di antara mereka ada yang tetap menetap di negeri asalnya, dan ada yang
hijrah ke negeri lain.

Negeri Saba subur berkat adanya bendungan yang dinamakan Saddi Ma’rib, yang pada mulanya air datang kepada mereka dari celah-celah yang ada di antara kedua bukit, lalu berkumpul di lembah dan bercampur dengan air hujan yang turun kepada mereka dari bukit-bukit yang ada di sekitarnya.
Lalu raja-raja mereka dahulu membuat rencana untuk memanfaatkan air tersebut, maka mereka membangun sebuah dam yang besar lagi kokoh guna membendung air tersebut.
Akhirnya permukaan air naik dan memenuhi lembah yang ada di antara kedua bukit tersebut.
Kemudian mereka menanam pohon-pohon dan bercocok tanam, serta menghasilkan buah-buahan yang sangat banyak dan bermutu baik.
Sebagaimana yang telah diceritakan oleh bukan seorang dari kalangan ulama Salaf, antara lain Qatadah.

Disebutkan bahwa seorang wanita dari kalangan mereka berjalan di bawah pepohonan dengan membawa keranjang atau wadah buah-buahan di atas kepalanya.
Maka buah-buahan berjatuhan memenuhi keranjang­nya tanpa susah payah harus memetiknya karena buahnya rimbun dan masak-masak.

Bendungan tersebut terletak di Ma’rib, nama sebuah tempat yang jauhnya tiga marhalah dari kota San’a, sehingga dikenal dengan nama Saddi Ma ‘rib (bendungan Ma’rib).
Ulama lainnya menceritakan bahwa di negeri mereka tidak terdapat seekor lalat atau nyamuk pun, juga tidak terdapat serangga lainnya yang mengganggu.
Demikian itu karena iklim negeri itu sedang dan berkat pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala agar mereka mengesakan dan menyembah-Nya, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka.
(QS. Saba‘ [34]: 15)

Kemudian dijelaskan oleh firman selanjutnya yang menyebutkan:

yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(QS. Saba‘ [34]: 15)

Yakni terdapat di kedua sisi bukit tersebut, sedangkan negeri tempat tinggal mereka di tengah-tengahnya.

(kepada mereka dikatakan),
"Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.
(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba‘ [34]: 15)

Yaitu Maha Pengampun kepada kalian jika kalian tetap mengesakan-Nya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Saba (34) Ayat 15

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ali bin Rabah bahwa Farwah bin Masik al Ghathafani menghadap Rasuulullah ﷺ dan berkata: “Ya Nabiyallah.
Di zaman jahiliyah kaum Saba’ merupakan kaum yang gagah dan kuat.
Aku takut sekiranya mereka menolak masuk Islam.
Apakah aku boleh memerangi mereka?” Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Aku tidak diperintahkan apa-apa berkenaan dengan mereka.” Maka turunlah ayat ini (QS Saba’: 15-17) yang melukiskan keadaan kaum Saba’ yang sesungguhnya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Saba (سبأ)

Surat Saba‘ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman.

Dinamakan Saba‘ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilahkabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma’rib, telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma’rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.

Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba‘ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatNya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul ‘arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan Ma’rib bobol, negeri Saba‘ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

▪ Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi.
▪ Kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan.
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan.
▪ Pada hari kiamat berhalaberhala itu tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun.
▪ Kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Daud `alaihis salam dan Nabi Sulaiman `alaihis salam.
▪ Kisah kaum Saba‘.

Lain-lain:

▪ Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala.
▪ Tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kiamat.
▪ Sikap orang-orang musryik di waktu mendengar Alquran.
Rasulrasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya.
▪ Orang-orang musyrik mendoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.

Audio

QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Saba (34) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Saba ayat 15 - Gambar 1 Surah Saba ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 34:15
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Saba.

Surah Saba’ (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma’rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma’rib.
Setelah bendungan ma’rib bobol negeri Saba’ menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah 34
Nama Surah Saba
Arab سبأ
Arti Kaum Saba’
Nama lain Daud
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 58
Juz Juz 21 & 22
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 887
Jumlah huruf 3596
Surah sebelumnya Surah Al-Ahzab
Surah selanjutnya Surah Fatir
Sending
User Review
4.6 (16 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

34:15, 34 15, 34-15, Surah Saba 15, Tafsir surat Saba 15, Quran Saba’ 15, Surah Saba ayat 15

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Saba

۞ QS. 34:1 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 34:2 • Keluasan ilmu Allah • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 34:3 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 34:5 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 34:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 34:7 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:8 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 34:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 34:11 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 34:12 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:13 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:14 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 34:15 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 34:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:17 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 34:19 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 34:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 34:22 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 34:23 Syafaat hak Allah semata • Memperoleh syafaat dengan izin Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar)

۞ QS. 34:24 Tauhid UluhiyyahAl Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:25 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 34:26 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Fattah (Maha Pembuka) • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 34:27 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 34:29 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 34:30 • Kebenaran hari penghimpunan • Segala sesuatu ada takdirnya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:31 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:32 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:33 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir

۞ QS. 34:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:36 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:37 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 34:38 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 34:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 34:40 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 34:41 • Al Wali (Maha Pelindung) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah

۞ QS. 34:42 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 34:43 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:45 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:46 Rasul diutus dan wafat saat kiamat telah dekat

۞ QS. 34:47 Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 34:48 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 34:50 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al Qarib (Maha Dekat) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 34:51 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 34:52 • Beriman ketika datang hari kiamat

۞ QS. 34:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 34:54 • Mengingkari hari kebangkitan • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Aku bersumpah dengan apa-apa yang kalian lihat & tidak kalian lihat berupa alam gaib,
sesungguhnya Alquran itu benar-benar (wahyu) dari Allah yang disampaikan melalui seorang rasul yang mempunyai kedudukan tinggi.
QS. Al-Haqqah [69]: 38-39

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir?
QS. Al-Baqarah [2]: 44

Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,
QS. Al-Furqan [25]: 67

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus,
dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok.
Dan jikalau Dia menghendaki,
tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).
QS. An-Nahl [16]: 9

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

+

Array

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus

Illiyyin

Apa itu Illiyyin? Sijjin (سِجِّين) dan illiyyin (عِلِّيِّين) adalah dua kitab yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Muthaffifin. Sijjin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan...

Talbinah

Apa itu Talbinah? Talbinah adalah makanan yang terbuat dari tepung gandum, biasanya dibuat dengan menambahkan susu dan madu atau juga bubuk barley kering. Dinamakan talbinah, konon dikarenakan ia memi...

Ad Dhaar

Apa itu Ad Dhaar? Allah itu Adh-Dhar . Artinya adalah Allah itu Maha Pemberi Bahaya/Dzat Yang Maha Memberi Mudhorat, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-orang yang kafir dan durhaka kepada-Nya de...