Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Saba

Saba (Kaum Saba’) surah 34 ayat 15


لَقَدۡ کَانَ لِسَبَاٍ فِیۡ مَسۡکَنِہِمۡ اٰیَۃٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنۡ یَّمِیۡنٍ وَّ شِمَالٍ ۬ؕ کُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِ رَبِّکُمۡ وَ اشۡکُرُوۡا لَہٗ ؕ بَلۡدَۃٌ طَیِّبَۃٌ وَّ رَبٌّ غَفُوۡرٌ
Laqad kaana lisaba-in fii maskanihim aayatun jannataani ‘an yamiinin wasyimaalin kuluu min rizqi rabbikum waasykuruu lahu baldatun thai-yibatun warabbun ghafuurun;

Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(kepada mereka dikatakan):
“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.
(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.
―QS. 34:15
Topik ▪ Ganjaran sabar
34:15, 34 15, 34-15, Saba 15, Saba 15, Saba’ 15
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Saba (34) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Di sebelah selatan negeri Yaman berdiam suatu kaum bernama Saba'.
Mereka menempati suatu daerah yang amat subur sehingga mereka hidup makmur dan telah mencapai kemajuan dan kebudayaan yang tinggi.
Mereka dapat menguasai air hujan yang turun dengan lebatnya pada musim tertentu dengan membangun sebuah bendungan raksasa yang dapat menyimpan air untuk musim kemarau.
Bendungan itu boleh dikatakan bendungan alami karena terletak di antara dua buah bukit dan di ujungnya di bangun bangunan yang tinggi untuk mencegah air mengalir ke padang pasir dengan percuma.
Mereka membuat pintu-pintu air yang bila di buka dapat mengalirkan air ke daerah yang mereka kehendaki.
Bendungan ini terkenal dengan "Bendungan Ma'rib" atau "Bendungan Al-Arim".
Banyak di antara ahli sejarah dan bara peneliti di barat meragukan tentang adanya Bendungan Ma'rib ini.
Akhirnya seorang peneliti dari Prancis datang sendiri ke selatan Yaman untuk menyelidiki sisa-sisa Bendungan itu pada tahun 1843.
Dia dapat membuktikan adanya Bendungan itu dengan menemukan bekas-bekasnya, lalu memotretnya dan mengirimkan gambar-gambarnya ke suatu majalah di Prancis.
Kemudian para peneliti lainnya menemukan pula beberapa batu tulis di antara reruntuhan Bendungan itu.
Dengan demikian bertambah yakinlah mereka bahwa dahulu kala di sebelah Selatan Yaman telah berdiri sebuah kerajaan yang maju, makmur dan tinggi peradaban dan kebudayaannya.
Pada ayat ini Allah menerangkan sekelumit tentang kaum Saba' yang mendiami daerah sebelah selatan Yaman itu.
Mereka menempati sebuah wadi (lembah) yang luas dan subur berkat pengairan yang teratur dari Bendungan Ma'rib.
Di kiri kanan daerah mereka terbentang kebun-kebun yang amat luas dan subur yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang melimpah ruah.
Negeri ini karena subur dan makmurnya di bawah lindungan Allah Yang Maha Pengampun".
Kaum Saba' pada mulanya menyembah matahari.
Setelah pimpinan kerajaan sampai ke tangan ratu Balqis mereka menjadi kaum yang beriman dengan tunduknya ratu itu kepada Sulaiman as.
Hal ini diceritakan dalam Alquran sebagai berikut:

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud) lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba' suatu berita penting yang diyakini.
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.

(Q.S.
An Naml: 22-24)

Tetapi lama kelamaan kaum Saba' itu menjadi sombong dan takabur dan lupa bahwa nikmat kekayaan dan kemakmuran yang mereka miliki itu adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah.
Allah dengan perantaraan Rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukuri-Nya atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada mereka.
Negeri mereka berkat karunia Allah menjadi subur dan makmur sedang Dia Maha Pengampun melindungi mereka dari segala macam bahaya dan malapetaka.

Saba (34) ayat 15 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Saba (34) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Saba (34) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah, sungguh di tempat tinggal penduduk negeri Saba' di Yaman terdapat bukti-bukti kekuasaan-Ku.
Di sana terdapat dua petak kebun yang memagari negeri mereka di sebelah kiri dan kanan.
Kepada mereka dikatakan, "Makanlah dari rezeki Tuhan dan syukurilah nikmat-Nya dengan menggunakannya secara baik.
Negeri kalian adalah negeri yang baik yang dipenuhi pepohonan dan buah- buahan.
Ampuan Tuhan sungguh amat luas bagi orang yang mau bersyukur."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya bagi kaum Saba) lafal Saba dapat dibaca dengan memakai harakat Tanwin pada akhirnya atau bisa juga tidak.
Saba adalah nama suatu kabilah bangsa Arab yang diambil dari nenek moyang mereka (di tempat kediaman mereka) di negeri Yaman (ada tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala (yaitu dua buah kebun) lafal Jannataani ini menjadi Badal dari lafal Aayatun (di sebelah kanan dan di sebelah kiri) lembah tempat mereka tinggal.
Dan dikatakan kepada mereka, ("Makanlah oleh kalian dari rezeki Rabb kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Nya.") atas apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada kalian berupa nikmat-nikmat yang ada di negeri Saba.
(Negeri kalian, adalah negeri yang baik) tidak ada tanah yang tandus, tidak ada nyamuk, tidak ada lalat, tidak ada lalat pengisap darah, tidak ada kalajengking dan tidak ada ular.
Seandainya ada orang asing lewat ke negeri itu dan pada bajunya terdapat kutu, maka kutu itu otomatis akan mati karena harum dan bersihnya udara negeri Saba.
(Dan) Allah (Rabb Yang Maha Pengampun.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kabilah Saba’ di Yaman memiliki tempat tinggal yang membuktikan kuasa Kami, dua kebun di kanan dan kiri.
Makanlah dari rizki Rabb kalian dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya atas kalian, karena negeri kalian bertanah subur dan berhawa bagus, sedangkan Rabb kalian Maha Pengampun terhadap kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya, dan Tababi'ah (jamak Tubba' nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka.
Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman 'alaihis salam) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.
Dahulu kala mereka hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka, kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya, mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta'ala Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.
Akhirnya mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yangmemporak-porandakan seluruh negeri, sebagaimana yang akan diceritakan kisahnya secara rinci dalam pembahasan berikut ini, insya Allah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abdullah ibnu Hubairah, dari Abdur Rahman ibnu Wa'lah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan, pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang Saba, apakah itu nama seorang laki-laki ataukah seorang perempuan ataukah nama negeri.
Maka Rasulullah ﷺ menjawab: Tidak demikian, dia adalah seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak, enam di antara mereka tinggal di negeri Yaman, sedangkan empat orang dari mereka tinggal di negeri Syam.
Ada pun yang tinggal di Yaman adalah kabilah Mulhaj, kabilah Kindah, kabilah Azd, orang-orang Asy'ari, Anmar, dan Himyar.
Adapun yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, 'Amilah, dan Gassan.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abdu, dari Al-Hasan ibnu Musa, dari Ibnu Lahi'ah dengan sanad yang sama, sanad riwayat ini hasan, tetapi mereka tidak mengetengahkannya.

Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Barr telah meriwayatkannya di dalam kitabnya yang berjudul Al-Qasdu wal Umam Bima 'rifati Usul Ansabil 'Arab wal 'Ajam, melalui hadis Ibnu Lahi'ah, dari Alqamah ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas, lalu disebutkan hal semisal.
Ia pun telah meriwayatkannya melalui jalur lain dengan lafaz yang semisal.

Imam Ahmad mengatakan pula, juga Abd ibnu Humaid dan Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Abu Janab alias Yahya ibnu Abu Hayyah Al-Kalabi, dari Ibnu Harun, dari Urwah, dari Farwah ibnu Masik r.a.
yang menceritakan bahwa ia pernah datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, saya akan berperang di depan kaum saya dan di belakang mereka." Rasulullah ﷺ menjawab, "Ya, berperanglah di depan kaummu dan di belakang mereka".
Setelah aku berpaling, beliau memanggilku, lalu bersabda: Janganlah kamu perangi mereka sebelum kamu seru mereka masuk Islam.
Saya bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu tentang Saba, apakah nama sebuah lembah ataukah sebuah gunung ataukah nama apa?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Tidak, bahkan Saba adalah dari keturunan bangsa Arab, dia mempunyai sepuluh orang anak, enam orang di antaranya tinggal di negeri Yaman, sedangkan yang empat orang lainnya tinggal di negeri Syam.
Yang tinggal di negeri Yaman adalah Al-Azd, Asy'ariyyun, Himyar, Kindah, Muzhaj, dan Anmar yang dikenal dengan sebutan Bajilah dan Khas'am.
Sedangkan yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, 'Amilah, dan Gassan.

Sanad hadis ini pun hasan, sekalipun di dalamnya terdapat Abu Janab Al-Kalbi yang dinilai daif oleh ulama hadis.

Tetapi Ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Al-Anqari, dari Asbat ibnu Nasr, dari Yahya ibnu Hani' Al-Muradi, dari pamannya atau dari ayahnya —Asbat ragu— yang telah mengatakan bahwa Farwah ibnu Masik r.a.
datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ, lalu disebutkan hadis yang semisal.

Jalur lain dari hadis ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi'ah, dari Taubah ibnu Namir, dari Abdul Aziz ibnu Yahya yang menceritakan kepadanya bahwa ketika ia berada di tempat Ubaidah ibnu Abdur Rahman di Afrika, maka pada suatu hari Ubaidah mengatakan, "Saya merasa yakin bahwa tiada suatu kaum pun yang tinggal di bumi ini melainkan berasal dari Saba." Maka Ali ibnu Abu Rabah membantahnya, bahwa tidaklah demikian karena si Fulan pernah bercerita kepadanya bahwa Farwah ibnu Masih Al-Gutaifi r.a pernah datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Saba adalah suatu kaum yang pernah mencapai puncak kejayaannya di masa Jahiliah, dan sesungguhnya saya merasa khawatir bila mereka murtad dari Islam, bolehkan saya memerangi mereka?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab, "Aku belum diperintahkan untuk melakukan suatu tindakan apa pun terhadap mereka." Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka.
(Saba':15), hingga beberapa ayat berikutnya.
Lalu seorang lelaki bertanya, "Apakah Saba itu, ya Rasulullah?"
-Kemudian disebutkan hal yang semisal dengan hadis yang sebelumnya yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang Saba, apakah Saba itu nama negeri atau nama lelaki ataukah nama perempuan.
- Maka beliau ﷺ menjawab: Tidak, bahkan ia adalah nama seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang putra, enam orang di antaranya menetap di negeri Yaman, dan empat orang di antaranya tinggal di negeri Syam.
Mereka yang tinggal di negeri Yaman adalah Muzhaj, Kindah, Al-Azd, Asy'ariyyin, Anmar, dan Himyar yang tidak menetap padanya.
Adapun mereka yang tinggal di negeri Syam ialah Lakham, Juzam, Gassan dan Amilah.

Di dalam hadis ini terdapat keanehan karena disebutkan turunnya ayat tersebut di Madinah, padahal surat ini adalah Makkiyyah seluruhnya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Jalur lain,

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Umamah, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnul Hakam, telah menceritakan kepada kami Abu Sabrah An-Nakha'i alias Farwah ibnu Masik Al-Gutaifi r.a.
yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang Saba, apakah ia nama negeri ataukah nama wanita?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Bukan nama negeri, bukan pula nama wanita, melainkan nama seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak: maka enam orang di antaranya tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lamya tinggal di negeri Syam.
Mereka yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, Amilah, dan Gassan.
Dan mereka yang tinggal di negeri Yaman ialah Kindah, Asy 'ariyyin, Al-Azd, Muzhaj, Himyar, dan Anmar.
Lelaki itu bertanya lagi, "Siapa sajakah yang termasuk Anmar itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Khas'am dan Bajilah berasal dari mereka.

Imam Turmuzi telah meriwayatkannya di dalam kitab Jami '-nya melalui Abu Kuraib dan Abdu ibnu Humaid.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, lalu disebutkan hadis yang lebih singkat daripada hadis di atas, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.

Abu Umar ibnu Abdul Barr mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Waris ibnu Sufyan, telah menceritakan kepada kami Qasim ibnu Asbag, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Najdah Al-Huti, telah menceritakan kepada kami Ibnu Kasir alias Usman ibnu Kasir, dari Al-Lais ibnu Sa'd, dari Musa ibnu Ali, dari Yazid ibnu Husain, dari Tamim Ad-Dari r.a.
yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu menanyakan kepadanya tentang Saba.
Kemudian disebutkan hal yang semisal dengan hadis yang di atas, riwayat ini membuat hadis ini menjadi kuat dan hasan.

Ulama ahli nasab —antara lain Muhammad ibnu Ishaq— telah mengatakan bahwa nama asli Saba ialah Abdu Syams ibnu Yasyjub ibnu Ya'rib ibnu Qahtan.
Ia diberi julukan Saba karena dialah orang yang mula-mula ber-saba di kalangan orang-orang Arab.
Ia dikenal pula dengan julukan Ar-Ra-isy karena dialah orang yang mula-mula mengambil harta jarahan perang seusai peperangan, lalu ia bagi-bagikan kepada kaumnya.
Orang-orang Arab menamakan harta dengan istilah risyan atau riyasy.
Mereka menyebutkan bahwa Abdu Syams ibnu Yasyjub di masa silam telah memberitakan kabar gembira akan kedatangan Rasulullah ﷺ, lalu ia mengukirnya ke dalam bait-bait syairnya yang abadi, yaitu:

Hal ini disebutkan oleh Al-Hamzani di dalam kitab Al-Iklil.
Mereka berselisih pendapat tentang Qahtan, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Pertama, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Iram ibnu Sam ibnu Nuh.
Dan mereka berselisih pendapat tentang kaitan nasabnya dengan Iram, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Kedua, menyebutkan bahwa Qahtan berasal dari keturunan Abir, yakni Nabi Hud 'alaihis salam Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilah nasabnya sampai pada Hud 'alaihis salam Ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.

Ketiga, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Ismail ibnu Ibrahim Al-Khalil 'alaihis salam Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilahnya sampai kepada Ismail 'alaihis salam ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya

Hal ini disebutkan dengan rinci oleh Imam Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Bar An-Namiri di dalam kitabnya yang berjudul Al-Anbah 'Ala Zikri Usulil Qabdilir Ruwwah.

Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Dia adalah seorang lelaki keturunan Arab.

Yang dimaksud dengan 'Arabul 'Aribah yang telah ada sebelum masa Nabi ibrahim 'alaihis salam keturunan dari Sam ibnu Nuh.
Berdasarkan pendapat yang ketiga yang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihis salam, pendapat ini tidak terkenal di kalangan mereka, hanya Allah­lah Yang Maha Mengetahui.

Tetapi di dalam kitab Sahih Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersua dengan sekelompok orang-orang Aslam yang sedang berlomba memanah, lalu beliau ﷺ bersabda kepada mereka:

Berpanahanlah, hai anak-anak Ismail, karena sesungguhnya kakek moyang kalian adalah seorang pemanah.

Aslam adalah suatu kabilah dari kalangan Ansar, dan semua orang Ansar —baik Khazrajnya maupun Ausnya— berasal dari Gassan keturunan Arab negeri Yaman dari Saba.
Mereka tinggal di Yasrib setelah Saba runtuh akibat banjir besar yang menimpa negerinya, sedangkan segolongan dari mereka tinggal di negeri Syam.
Sesungguhnya mereka dinamakan Gassan karena mereka sewaktu di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan.
Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal.
Hasan ibnu Sabit r.a.
mengatakan dalam salah satu bait syairnya:

Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan

Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Dia melahirkan sepuluh orang anak dari kalangan Arab.

Yakni di antara keturunannya adalah mereka yang sepuluh orang itu, yang menjadi kakek moyang kabilah-kabilah Arab negeri Yaman, bukan berarti bahwa dia melahirkan sepuluh orang anak dari sulbinya, melainkan ada yang antara mereka dan dia dua atau tiga tingkatan nasab, ada yang kurang dari itu, dan ada yang lebih banyak, seperti yang telah dijelaskan di kitab-kitab nasab yang membahasnya.

Makna sabda Nabi ﷺ yang mengatakan:

Maka enam orang di antara mereka tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lainnya tinggal di negeri Syam.

Hal ini terjadi setelah Allah mengirimkan banjir besar kepada mereka.
Di antara mereka ada yang tetap menetap di negeri asalnya, dan ada yang hijrah ke negeri lain.

Negeri Saba subur berkat adanya bendungan yang dinamakan Saddi Ma'rib, yang pada mulanya air datang kepada mereka dari celah-celah yang ada di antara kedua bukit, lalu berkumpul di lembah dan bercampur dengan air hujan yang turun kepada mereka dari bukit-bukit yang ada di sekitarnya.
Lalu raja-raja mereka dahulu membuat rencana untuk memanfaatkan air tersebut, maka mereka membangun sebuah dam yang besar lagi kokoh guna membendung air tersebut.
Akhirnya permukaan air naik dan memenuhi lembah yang ada di antara kedua bukit tersebut.
Kemudian mereka menanam pohon-pohon dan bercocok tanam, serta menghasilkan buah-buahan yang sangat banyak dan bermutu baik.
Sebagaimana yang telah diceritakan oleh bukan seorang dari kalangan ulama Salaf, antara lain Qatadah.

Disebutkan bahwa seorang wanita dari kalangan mereka berjalan di bawah pepohonan dengan membawa keranjang atau wadah buah-buahan di atas kepalanya.
Maka buah-buahan berjatuhan memenuhi keranjang­nya tanpa susah payah harus memetiknya karena buahnya rimbun dan masak-masak.

Bendungan tersebut terletak di Ma'rib, nama sebuah tempat yang jauhnya tiga marhalah dari kota San'a, sehingga dikenal dengan nama Saddi Ma 'rib (bendungan Ma'rib).
Ulama lainnya menceritakan bahwa di negeri mereka tidak terdapat seekor lalat atau nyamuk pun, juga tidak terdapat serangga lainnya yang mengganggu.
Demikian itu karena iklim negeri itu sedang dan berkat pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala agar mereka mengesakan dan menyembah-Nya, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka.
(Saba':15)

Kemudian dijelaskan oleh firman selanjutnya yang menyebutkan:

yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Saba':15)

Yakni terdapat di kedua sisi bukit tersebut, sedangkan negeri tempat tinggal mereka di tengah-tengahnya.

(kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.
(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba':15)

Yaitu Maha Pengampun kepada kalian jika kalian tetap mengesakan-Nya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Saba (34) Ayat 15

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ali bin Rabah bahwa Farwah bin Masik al Ghathafani menghadap Rasuulullah ﷺ dan berkata: “Ya Nabiyallah.
Di zaman jahiliyah kaum Saba’ merupakan kaum yang gagah dan kuat.
Aku takut sekiranya mereka menolak masuk Islam.
Apakah aku boleh memerangi mereka?” Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Aku tidak diperintahkan apa-apa berkenaan dengan mereka.” Maka turunlah ayat ini (QS.
Saba’: 15-17) yang melukiskan keadaan kaum Saba’ yang sesungguhnya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Saba (سبأ)
Surat Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesu­ dah surat Luqman.

Dinamakan Saba' karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba.
"Saba" adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah 'Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini.
Mereka mendiri­ kan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bemama "Bendungan Ma'rib",
sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni'matNya kepada mereka, serta mereka meng­ingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini Allah menimpakan kepada mereka azab berupa "sailul 'arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan Ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Keimanan:

Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi
kebenar­an adanya hari berbangkit dan hari pembalasan
Nabi Muhammad ﷺ adalah pemberi peringatan
pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi man­ fa'at sedikitpun
kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
kisah kaum Saba'.

Lain-lain:

Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala
tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya di hari kia­ mat
sikap orang-orang musryik di waktu rnendengar Al Qur 'an
rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan da'wahnya
orang-orang musyrik mendo'a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan men­ jauhi larangan Allah
orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.


Gambar Kutipan Surah Saba Ayat 15 *beta

Surah Saba Ayat 15



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Saba

Surah Saba' (bahasa Arab:سورة سبأ) adalah surah ke-34 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat.
Dinamakan Saba' karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba'.
Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman.
Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma'rib, sehingga negeri mereka subur dan makmur.
Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul.
Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa banjir yang besar yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib.
Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.

Nomor Surah34
Nama SurahSaba
Arabسبأ
ArtiKaum Saba'
Nama lainDaud
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu58
JuzJuz 21 & 22
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat54
Jumlah kata887
Jumlah huruf3596
Surah sebelumnyaSurah Al-Ahzab
Surah selanjutnyaSurah Fatir
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending







✔ kalimat q s saba 15